
Hari ini Sifa sedang bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Ia hendak melakukan pemeriksaan dan USG kandungannya. Kandungannya sudah memasuki bulan ke delapan, Ia juga sudah lebih kuat dan sehat dari sebelumnya.
" Ayo sayang, Udah siap kan?" Tanya Jordan.
" Iya Mas." Sahut Sifa.
" Anak Papa jangan rewel ya kasihan Mama tuh sampai kurus gini, Sehat sehat di dalam sayang." Ucap Jordan menunduk sambil menciumi perut Sifa.
" Iya Pa." Sahut Sifa.
" Ayo." Jordan menggandeng tangan Sifa berjalan pelan menuju mobilnya.
Jordan membukakan pintu mobil untuk Sifa, Setelah Sifa duduk Jordan memasangkan sabuk pengamannya.
" Kita berangkat ya." Ujar Jordan di balas anggukan kepala oleh Sifa.
Dalam hati Sifa sejujurnya Ia cemas, Ia ingin mengetahui jenis kelamin bayi dalam kandungannya. Tapi Ia juga takut jika hasilnya tidak sesuai harapan. Nathan menginginkan bayi perempuan tapi bagaimana jika bayinya laki laki? Sifa bahkan sudah menyiapkan mental jika Nathan akan semakin jauh dari mereka. Ya sejak kejadian Jordan membentaknya Nathan memberi jarak di antara mereka. Bahkan jika tidak di paksa Nesha, Nathan tidak mau ke rumahnya. Maklumlah anak kecil...
Sesampainya di rumah sakit Jordan memarkirkan mobilnya. Setelah turun dari mobil Jordan menggandeng Sifa masuk ke dalam rumah sakit menemui suster yang sudah menunggu kedatangan mereka di lobby.
" Tuan Jordan silahkan langsung ke ruang periksa saja." Ucap Suster bertage name Susi.
" Baik Sus." Sahut Jordan.
Ketiganya menuju ruang periksa, Jordan dan Sifa menghampiri Dokter yang menangani kehamilan Sifa selama ini.
" Pagi Bu, Gimana kabarnya? Apa masih ada keluhan?" Tanya Dokter Mila.
" Sudah tidak ada Dok." Sahut Sifa.
" Alhamdulillah berarti kesehatan anda sudah normal ya." Ujar Dokter.
" Iya Dok." Sahut Sifa.
" Mari berbaring kita lihat dedeknya sedang apa ya?" Ujar Dokter.
Sifa berbaring di atas brankar dengan menaikkan bajunya memperlihatkan perut buncitnya. Dokter memberi gel pada perut Sifa lalu menggerakkan transduser ke kanan dan ke kiri.
" Lihat Pak Bu dedeknya sedang menyesap jempolnya." Ucap Dokter.
Sifa dan Jordan menatap ke arah monitor, Ya di sana nampak jelas wajah mungil bayi mereka karena Dokter menggunakan empat dimensi.
" Mau tahu jenis kelaminnya? Sepertinya dedeknya malu tuh makanya kakinya menutup." Ujar Dokter.
" Apa jenis kelaminnya Dok?" Tanya Jordan.
" Sebentar saya lihat dulu." Sahut Dokter.
Setelah di teliti akhirnya Dokter dapat melihat dengan jelas jenis kelaminnya.
" Selamat Pak penerus anda laki laki." Ucap Dokter.
Deg......
Jantung Sifa terasa sesak terhimpit bebatuan besar. Ia menahan air mata agar tidak menetes di pipinya. Ia memikirkan bagaimana respon Nathan setelah tahu semua ini? Bahkan Sifa tidak memperhatikan Dokter yang menjelaskan tentang perkembangan dan kesehatan bayinya.
" Selesai Bu silahkan duduk kembali." Ucap Dokter membuat Sifa tersadar dari lamunannya .
Setelah selesai pemeriksaan dan menebus vitamin Sifa dan Jordan menaiki mobil kembali ke rumah mereka. Di dalam mobil Sifa hanya diam saja.
__ADS_1
" Kenapa sayang? Jangan bersedih dan terlalu memikirkan kemauan Nathan, Nesha akan memberinya pengertian dan aku yakin dia pasti bisa mengerti." Ucap Jordan fokus dengan kemudinya.
" Entah lah Mas aku belum tenang jika belum mendengarnya sendiri dari Nathan." Sahut Sifa.
" Apa kamu mau menemuinya?" Tanya Jordan.
" Iya Mas kita ke rumah Nesha, Jam segini pasti Nathan udah pulang sekolah." Ujar Sifa.
" Baiklah." Sahut Jordan melajukan mobilnya menuju rumah Nesha
Sepuluh menit kemudian mereka sampai di rumah Nesha bertepatan dengan Nathan yang baru pulang dari sekolahnya. Mereka sama sama baru turun dari mobil.
" Sifa." Ucap Nesha menghampiri Sifa.
" Hai Nes." Sapa Sifa cipika cipiki.
" Gimana kabarmu hari ini? Apa dia baik baik saja?" Tanya Nesha.
" Alhamdulillah baik baik saja, Kami baru periksa dari rumah sakit." Ucap Sifa melirik Nathan yang sibuk menggandeng Gama masuk ke dalam rumahnya.
" Ayo masuk." Ajak Nesha berjalan mendahului Sifa.
" Silahkan duduk." Ucap Nesha setelah mereka sampai di ruang tamu.
" Mbak Nad." Panggil Nesha.
" Iya Non." Sahut Mbak Nadia mendekat.
" Tolong buatkan minum dulu buat mereka." Ucap Nesha.
" Baik Non." Sahut Mbak Nadia berlalu dari sana.
" Aku ke kamar dulu ya Sif." Ucap Nesha.
Nesha masuk ke dalam kamar putranya. Di sana Nathan sudah berganti baju sendiri.
" Anak Mami udah pinter sekarang ya, Udah bisa ganti baju sendiri." Ucap Nesha menggantung seragam Nathan.
" Iya donk Mi kan bentar lagi Abang mau masuk SD." Sahut Nathan.
Semalam mereka sepakat memanggil Abang dan Nathan juga meninggalkan sebutan Bang Athan lagi karena Ia sudah bisa menyebut Nathan.
" Dua tahun lagi Bang, Nunggu Abang tujuh tahun baru masuk SD." Sahut Nesha.
" Tapi Abang udah pengin masuk SD Mi." Protes Nathan.
" Baiklah kita lihat apa Abang bisa lolos tes atau tidak ya." Sahut Nesha.
" Iya Mi, Abang akan tunjukkan kalau Abang pasti bisa." Sahut Nathan.
" Ok deh anak Mami satu ini memang pintar." Ujar Nesha mengacak rambut Nathan.
" Bang kita temui Mama sama Papa yuk." Anak Nesha.
" Malas Mi." Sahut Nathan.
" Sayang jangan seperti itu donk, Mama kangen sama kamu kan kasihan dedek bayi dalam perut Mama Sifa juga kangen sama Abang." Ucap Nesha membujuk.
" Baiklah Mi, Ayo Dek Gam." Nathan menggandeng tangan Gama.
__ADS_1
Ketiganya menghampiri Sifa dan Jordan.
" Hallo sayang, Gimana kabarmu?" Tanya Sifa.
" Baik Ma." Sahut Nathan menyalami Sifa dengan takzim.
" Sini sama Papa." Ujar Jordan. Nathan bergantian menyalami Jordan.
" Mau duduk sama Papa?" Tanya Jordan.
" Ndak usah Pa, Abang jagain Dek Gam aja." Sahut Nathan.
" Nathan sayang ada yang mau Mama bicarakan pada Abang." Ujar Sifa.
" Apa itu Ma?" Tanya Nathan.
" Ma... Mama... " Sifa menjeda ucapannya.
" Katakan saja Sif ada apa." Ujar Nesha.
" Dedek bayi dalam perut Mama berjenis kelamin laki laki sayang sama sepertimu." Jelas Sifa.
Nesha, Jordan dan Sifa menatap ke arah Nathan menanti jawaban Nathan.
" Tidak masalah Ma, Mau laki laki atau perempuan Nathan udah tidak mengharapkan itu." Sahut Nathan.
Ya Nathan sudah tidak mempermasalahkan itu karena Ia juga tidak akan tinggal bersama mereka kan? Ia akan tinggal bersama Gama dan adik adiknya nanti. Pikir Nathan.
" Apa maksudmu sayang? Apa kamu sudah tidak menginginkan adik perempuan lagi?" Tanya Jordan.
" Nathan akan mendapatkannya dari Mami." Sahut Nathan.
Hati Sifa dan Jordan mencelos. Sebesar inikah efek Jordan bersikap kasar kepada Nathan? Bahkan Nathan tidak mengharap sesuatu darinya lagi. Nathan juga membentengi dirinya dari Jordan dan Sifa. Entah sifat siapa yang menurun padanya.
" Sayang.... Jangan seperti itu donk entar Mama sedih lhoh, Jika adik Nathan laki laki berarti kalian bertiga akan menjadi anak laki laki kebanggaan Mami." Ujar Nesha.
" Mi Abang mau mainan sama Dek Gam dulu ya... Ayo Dek kita main." Ajak Nathan menggandeng Gama. Gama hanya menurut saja.
" Nathan masih marah sama kami Nes." Ucap Sifa.
" Entahlah Sif padahal aku selalu memberinya pengertian tapi ternyata dia keras kepala, Entah sifat siapa yang menurun padanya." Sahut Nesha. Ia merasa kewalahan menghadapi sikap Nathan yang keras kepala jika menyangkut kedekatannya dengan Jordan.
" Dia mirip ibunya, Vera.... Vera punya sikap yang keras kepala sepertinya, Sekali dia membenci orang maka selamanya dia akan membencinya, Tapi jika dia sudah menyayangi orang selama orang itu tidak memyakitinya maka dia juga akan menyayangi orang itu selama hidupnya." Jelas Jordan.
" Apa aku tidak bisa meluluhkan keras kepalanya supaya Nathan mau dekat lagi dengan kalian?" Tanya Nesha.
" Itu akan sangat sulit Nes, Butuh waktu bertahun tahun untuk melupakan semua itu." Sahut Jordan.
" Hah kalau begini aku yang jadi serba salah, Memaksa Nathan kasihan tapi aku juga merasa bersalah pada kalian karena telah gagal membujuk Nathan." Ucap Nesha.
" Jangan merasa seperti itu Nes, Dulu Nathan tidak mengenal kami maka seperti itu juga dia sekarang." Sahut Jordan.
" Iya Kak." Sahut Nesha.
TBC.....
Kalau ada yang bilang kok Nathan gitu sih thor? Bukan seperti anak usia lima tahun malah mirip orang dewasa? Di sini Author menggambarkan sikap anak author sendiri yang berusia tiga tahun lebih ya....
Jangan lupa like dan koment di setiap babnya..
__ADS_1
Miss U All....
Ada kemungkinan besok author nggak up ya... Author nya ada acara...