Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Salah Paham *Sifa*


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Nathan mau mendaftar play group. Nesha sudah rapi mendandani Nathan. Ia segera menggendong Nathan turun ke bawah untuk sarapan.


" Pagi Mas... Maaf telat." Ucap Nesha, Ia menunduk menyodorkan pipinya ke wajah Farhan. Cup.. Farhan mencium pipi Nesha lalu gantian mencium pipi Nathan.


" Sayang duduk sini, Mami ambilin nasinya dulu." Ujar Nesha.


Nesha mendudukkan Nathan di kursi sebelahnya, Lalu Ia mengambilkan makanan untuk Nathan.


" A.." Nesha menyuapkan sesendok nasi dan sayur ke mulut Nathan. Nathan segera mengunyahnya.


Farhan menggeser kursinya ke sebelah Nathan.


" Mami a' juga donk." Farhan menyodorkan sendok berisi makanan ke arah Nesha.


" Nanti aja Mas." Ucap Nesha.


" Ya nggak adil donk, Papi sama anaknya kenyang masa' Maminya lapar... Ayo a'." Sahut Farhan.


Nesha menerima suapan Farhan, Farhan dan Nesha makan dengan sendok yang sama. Setelah selesai sarapan, Ketiganya berangkat menuju ke sekolah Nathan dengan menaiki mobil.


Farhan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, Sesekali Nathan bertanya tentang apa yang Ia lihat. Nesha dengan sabar menyahut dan memberi penjelasan kepada putranya. Farhan tampak bahagia melihat kedua orang yang Ia sayangi bisa tertawa bersama.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai ke sekolah yang berplank " PAUD KASIH BUNDA". Mereka turun dari mobil berjalan memasuki halaman sekolah. Mereka memasuki ruangan kepala sekolah untuk mengisi formulir pendaftaran beserta kelengkapannya.


Sedangkan di tempat lain, Tepatnya di kediaman Jordan, Claudia tampak tergesa gesa masuk ke dalam rumah.


" Jordan...Jordan.." Teriak Claudia. Ia berjalan menuju ruang tamu.


" Jordannnn keluar kau... Atau aku robohkan rumah ini." Teriak Claudia.


Tap tap tap... Suara sepatu menyatu dengan anak tangga. Claudia menoleh ke tangga di mana Jordan sedang berjalan menuruninya.


" Apa kamu tidak punya sopan santun? Hingga harus berteriak di dalam rumahku?" Sindir Jordan berjalan menuju sofa. Claudia mengikutinya, Ia duduk di samping Jordan yang membelakangi pintu.


" Apa yang kamu lakukan ha? Kenapa kamu palah membiarkan Farhan dan Nesha merawat Nathan? Kau mengacaukan semua rencanaku." Bentak Claudia menuding Jordan.


" Nathan hakku jadi terserah aku mau melakukan apa saja, Apa aku butuh pendapatmu untuk melakukan sesuatu?" Tanya Jordan menatap Claudia.


" Aku tahu itu, Aku juga tidak berminat untuk merawatnya, Aku hanya menginginkan Farhan bukan anaknya, Bukankah kamu menginginkan Nesha?" Selidik Claudia.


" Tidak lagi..." Sahut Jordan.


" Apa maksudmu? Kamu melakukan hal di luar rencana kita." Claudia menatap Jordan dengan tajam.


" Aku tidak mungkin bisa mendapatkan Nesha karna dia istri orang lain, Jadi aku sudah tidak tertarik lagi dengannya." Ucap Jordan.


" Aku nggak yakin kamu menolak pesona Nesha." Sahut Claudia.


"Aku lebih tertarik untuk mendapatkan sahabatnya." Ujar Jordan.


" Sahabatnya? Siapa?" Tanya Claudia.


" Sifa... " Jawab Jordan.


" Jika untuk mendapatkan Nesha aku membutuhkan waktu lama, Aku harus menghancurkan rumah tangga mereka dulu, Baru bisa mendapatkannya, Itupun kalau mereka bisa di pisahkan, Sedangkan orang tuaku sudah menyuruhku cepat cepat membawa calon istriku ke hadapan mereka, Kalau tidak kau tahu sendiri bukan? Aku akan di jodohkan dengan anak temannya." Ujar Jordan.

__ADS_1


" Lalu kamu memanfaatkan sahabat Nesha untuk menggagalkan rencana perjodohan orang tuamu begitu?" Selidik Claudia.


" Aku memilih Sifa daripada Nesha yang jelas jelas Sifa masih single, Lagian aku juga....


Klotak......


Jordan menoleh ke belakang dimana di depan pintu sudah ada Sifa yang berdiri menatapnya.


" Sayang...." Jordan menghampiri Sifa.


Sifa segera mengambil ponselnya yang terjatuh di lantai, Ia segera berlari keluar sebelum Jordan sampai di depannya.


" Sayang tunggu." Teriak Jordan. Ia segera mengejar Sifa, Jordan takut Sifa akan salah paham dengan ucapannya.


" Sayang tunggu." Jordan berlari mendekati taksi yang di tumpangi Sifa.


" Jalan Pak." Ucap Sifa kepada Sopir taksi. Sopir taksi segera melajukan taksinya.


" Sayang... Tunggu.." Jordan mengetuk pintu taksi yang di tumpangi Sifa. Taksi terus melaju meninggalkan Jordan di sana.


" Arghhhh." Teriak Jordan frustasi. Ia menyugar kasar rambutnya.


Taksi yang di tumpangi Sifa menuju ke kediaman Nesha. Sifa ingin menemui Nesha dan Nathan. Setelah beberapa lama, Akhirnya Sifa sampai di kediaman Farhan. Ia segera turun dari taksi berjalan menuju halaman rumah Farhan.


Ting tong Ting Tong


Tak lama pintupun terbuka.


" Eh Non Sifa, Silahkan masuk Non." Ucap Mbak Nadia, Ia masuk ke dalam di ikuti Sifa di belakangnya.


" Itu Non, Nona Nesha sama Den Farhan sedang mendaftarkan Den Nathan sekolah." Jelas Mbak Nadia.


" Oh.. ya udah deh aku tunggu di sini aja ya Mbak." Ucap Sifa mendudukkan pantatnya ke sofa.


" iya Non, Saya buatkan minum dulu." Ujar Mbak Nadia undur diri.


Sifa mengeluarkan ponselnya dari tasnya, Ia membuka aplikasi hijau. Di sana banyak notif panggilan dari Om Jordan, Sifa mengabaikannya. Ia membuka pesan yang Om Jordan kirim untuknya.


📲 Om Jordan


Sayang jangan salah paham...Aku bisa jelasin semua... Lagian tadi aku belum selesai bicara Yank..


📲Om Jordan


Angkat donk sayang... Jangan gini.. please...


12 panggilan tak terjawab


Sifa hanya membacanya saja tanpa berniat membalasnya.


"Ternyata selama ini dia bekerja sama dengan Mak Lampir menghancurkan rumah tangga Nesha, Kenapa Nesha nggak cerita sih? Bikin Badmood aja... Ah bodo' lah yang penting keputusan hakim udah fix.. Jadi aku nggak perlu nikah sama Om Om menyebalkan itu." Gerutu Sifa dalam hatinya.


Sifa memainkan ponselnya dengan menonaktifkan nomer satunya biar Jordan tidak mengganggunya. Ia sudah menghabiskan segelas jus jambu buatan Mbak Nadia dan beberapa cemilan.


"Assalamu'alaikum." Sapa Nesha dan Farhan serempak.

__ADS_1


" Wa'alaikumsallam." Sahut Sifa.


" Kapan kamu kesini?" Tanya Nesha menghampiri Sifa.


" Dah dari tadi, Tuh lihat aku dah banyak menghabiskan makananmu." Jawab Sifa.


" Sans aja." Sahut Nesha.


" Mas nidurin Nathan dulu Yank." Ucap Farhan yang masih menggendong Nathan.


" Iya Mas, Aku nemenin Sifa dulu ya." Sahut Nesha.


" Iya silahkan." Farhan menaiki tangga menuju kamar Nathan.


" Kata Mas Farhan kamu mengundurkan diri dari tempatmu bekerja." Ucap Nesha.


" Hmm Aku di rekrut jadi Sekretaris Om Jordan." Sahut Sifa.


" Kok Om lagi?" Tanya Nesha.


" Panggil Mas kalau di depan orangnya, Kalau di belakang ya Om aja, Emang pantas di panggil Om kok." Sahut Sifa membuat Nesha terkekeh.


" Nathan dah mulai sekolah?" Tanya Sifa.


" Iya.. Udah pengin dianya." Jawab Nesha.


" Bagus si biar temuo kalau kata embahku mah." Ujar Sifa.


" Hhh iya." Sahut Nesha.


" Btw bukannya hari ini kamu ada acara ya sama Kak Jordan? Katanya mau hang out bareng." Ucap Nesha.


" Nggak jadi dianya ada acara sama yang lainnya." Sahut Sifa kesal.


" Siapa? Cewek?" Tanya Nesha.


" Bukan ...Cowok." Jawab Sifa asal.


" Owh." Nesha manggut manggut.


" Rencana gue mau balik, Kamu mau ikut nggak?" Tanya Sifa, Nesha menatap ke arahnya.


" Sebenarnya pengin banget Sif aku pulang kampung, Aku kangen sama Mama." Ucap Nesha menghela nafasnya.


" Kenapa nggak ikut?" Tanya Farhan yang baru ikut bergabung.


" Emang boleh Mas? Nathan baru mau masuk sekolah." Ucap Nesha.


" Boleh.. Kebetulan besok Mas free, Jadi Mas bisa antar kamu ke sana." Sahut Farhan.


" Aaaaa Makasih Mas..." Ucap Nesha memeluk Farhan.


" Semoga kamu selalu bahagia Nes... Aku ikut bahagia melihatnya." Gumam Sifa dalam hati.


**TBC...

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentnya ya.... Dukung juga karya Author yang lainnya. Miss U All**


__ADS_2