Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Perhatian Farhan


__ADS_3

Pagi hari Jordan dan Sifa sudah sampai di kediaman Farhan. Sambil membawa tas ransel dan menggendong Nathan, Jordan memencet bel rumah Farhan.


Ting tong...


Nesha yang sedang memasak di dapur segera berjalan untuk membukakan pintu.


Ceklek....


" Mami...." Pekik Nathan turun dari gendongan Jordan. Nesha berjongkok memeluk tubuh Nathan.


" Sayang.... Mami kangen." Ucap Nesha.


" Athan juda kanen Mi." Sahut Nathan.


" Silahkan masuk Kak Sif." Ucap Nesha.


Nesha menggandeng Nathan masuk ke dalam rumah di ikutiSifa dan Jordan, Mereka duduk di sofa ruang tamu.


" Maaf Nes pagi pagi sudah mengganggu, Aku kesini untuk mengantar Nathan pulang karna dia sudah tidak betah di sana, Nathan udah kangen kamu katanya." Ucap Sifa sedikit berbohong. Pasalnya Ia kesini karena di suruh Jordan untuk mengembalikan Nathan ke rumahnya. Padahal Nathan anak siapa? Dasar Jordan tidak tahu malu.


" Tidak pa pa Sif... Makasih ya udah jagain Nathan selama ini dan maaf bila Nathan mengganggu kebersamaan kalian." Sahut Nesha.


" Sama sama Nes lagian Nathan anak Mas Jordan juga, Jadi dimanapun dan kapanpun dia mau tinggal kami akan selalu menerima kehadirannya." Sindir Sifa menatap Jordan.


" Kak kamu kenapa diam aja dari tadi? Lagi sariawan?" Tanya Nesha menatap Jordan.


" Nggak pa pa lagi capek aja Nes, Kurang tidur." Kilah Jordan.


" Sayang......" Panggil Farhan dari atas.


" Aku ke Mas Farhan dulu ya Sif.." Ucap Nesha.


" Iya." Sahut Sifa.


Nesha hendak menaiki tangga tapi ternyata Farhan sudah turun duluan.


" Ada Kak Jordan sama Sifa Mas." Ucap Nesha.


" oh... Aku akan menemui mereka." Sahut Farhan.


Farhan menghampiri tamunya sedangkan Nesha menuju dapur untuk membuatkan minuman.


" Gimana kabarnya Dan?" Tanya Farhan setelah duduk di sofa berhadapan dengan Jordan.


" Papi...." Nathan menghampiri Farhan.


" Anak Papi...." Sahut Farhan memangku Nathan.


" Kabarku tidak sebaik dirimu yang pagi pagi udah mandi basah aja." Ketus Jordan.


" Hah???? Maksudmu?" Tanya Farhan.


" Maksudnya tadi waktu Mas Jordan mandi, Dia mau keramas tapi keburu Nathan minta pulang, Jadi nggak bisa mandi basah deh." Sahut Sifa.


" Owh.... Kirain apaan, Tapi kalau di lihat lihat, Mukamu seperti muka tidak dapat jatah tadi malam, Kucel." Ejek Farhan.


" Gimana dapat jatah orang bocil Lo nempel mulu sama istri gue." Ceplos Jordan. Sifa menepuk jidatnya menahan malu di depan Farhan.


" Oh.... Aku tahu sekarang.... Kamu ngantar Nathan pulang biar nggak ada yang ganggu kalian Khan?" Ucap Nesha tiba tiba yang baru muncul dengan membawa nampan berisi minuman di tangannya.


" Eh bukan gitu Nes." Kilah Sifa.


" Bukan gitu gimana? Orang Kak Jordan aja udah ngaku kok." Ucap Nesha.


" Mas Jordan mah sukanya gitu, Selalu bikin malu... Ayo Nes kita ke dapur aja masak masak apa kek buat sarapan, Aku lapar belum makan." Ujar Sifa menyeret pelan Nesha supaya mengikutinya.


" Maaf ya Dan kalau Nathan sudah mengganggu waktu kalian, Dia memang takut tidur sendiri jika di tempat asing." Ucap Farhan yang merasa tidak enak.


" Ya nggak pa pa lah.. Dia anakku juga, Mungkin aku yang belum beruntung." Sahut Jordan.

__ADS_1


Setelah selesai memasak, Nesha dan Sifa menatanya di meja makan, Mereka mengundang suami masing masing untuk sarapan.


" Nathan suapin Mami atau Mama?" Tanya Sifa kepada Nathan.


" Athan mau di suapi sama Papi." Sahut Nathan.


" Baiklah sayang.... Papi akan menyuapi Nathan." Ucap Farhan duduk di kursi samping Nathan, Ia berada di tengah Nathan dan Nesha.


" Ayo A' " Ujar Farhan menyuapi Nathan.


" Papi a' juga donk...." Ucap Nesha menyodorkan sesendok makanan ke mulut Farhan. Farhan segera menerima suapan dari Nesha.


Interaksi ketiganya tidak luput dari tatapan Jordan dan Sifa. Mereka merasa iri melihat keharmonisan rumah tangga Farhan dan Nesha.


Selesai sarapan, Jordan dan Sifa pamit pulang. Sedangkan Farhan menemani Nesha yang sedang bermain dengan Nathan. Farhan benar benar ingin menebus waktu yang pernah terlewatkan, Ia bahkan tidak pernah berangkat ke kantor, Farhan menyelesaikan pekerjaannya di rumah, Itupun saat Nesha tidur. Kalau tidak Ia hanya akan menemani Nesha saja.


" Anak Papi lagi mainan apa?" Ucap Farhan menghampiri keduanya, Ia duduk di samping Nesha.


" Main lobot Pi." Sahut Nathan.


" Sayang bobokan sini." Ucap Farhan menepuk pahanya. Saat ini mereka duduk di lantai beralaskan kasur tipis sehingga nyaman untuk tiduran. Nesha segera merebahkan tubuhnya dengan paha Farhan sebagai bantalannya.


Farhan mengelus elus kepala Nesha membuat Nesha merasa ngantuk.


" Adiknya Bang Nathan pengin makan apa hari ini?" Tanya Farhan mengelus perut Nesha.


" Lagi nggak mau apa apa Pi." Sahut Nesha.


" Papi.... Papi pandil Athan Bang?" Tanya Nathan.


" Iya... Kan Nathan sebentar lagi mau jadi Abang.... Jadi mulai sekarang Papi manggilnya Bang Nathan aja ya..." Ujar Farhan.


" Iya Pi Athan senang di pandil Bang." Sahut Nathan. Ia melanjutkan mainnya.


Nesha memainkan ponselnya sambil senyum senyum sendiri.


" Kenapa Yank? Kok senyum senyum sendiri? Coba Mas lihat ponselnya kamu chat sama siapa?" Tanya Farhan meminta ponsel Nesha.


" Emang ada yang lucu?" Tanya Farhan.


" Iya." Sahut Nesha.


" Ya udah lanjutin aja." Ujar Farhan.


Farhan mengelus kepala Nesha, Semakin lama Nesha semakin mengantuk, Pada akhirnya Nesha memejamkan matanya.


" Yank.... Sayang." Ucap Farhan memanggil Nesha.


" Oh tidur rupanya.." Gumam Farhan setelah melihat Nesha yang memejamkan matanya.


" Nathan Papi bawa Mami dulu ke kamar ya." Ujar Farhan.


" Iya Pi."Sahut Nathan tanpa menoleh. Ia masih asyik dengan mainannya. Padahalnsedari tadi mainnya juga cuma gitu gitu aja.


" Jangan kemana mana, Tetap di sini ya." Tutur Farhan. Nathan menganggukkan kepalanya.


Farhan menggendong Nesha ala bridal style menuju kamarnya. Ia merebahkan tubuh Nesha di atas ranjang dengan pelan. Farhan menyelimuti tubuh Nesha hingga ke bahu. Ia mencium kening dan perut Nesha sebelum meninggalkannya.


Farhan keluar kamar menuju ruang bermain Nathan. Ia menemani Nathan bermain sambil mengecek laporan pekerjaan melalui ponselnya.


" Nathan tidak mengantuk?" Tanya Farhan saat hari menjelang siang.


" Antuk Pi." Sahut Nathan.


" Sekarang beresi mainannya lalu bobok, Nanti Papi kelonin." Ujar Farhan.


" iya Pi." Nathan mulai membereskan mainannya, Ia memasukkannya ke dalam ranjang hingga rapi.


" Udah Pi." Ucap Nathan.

__ADS_1


" Pinter... Ayo kita bobok siang." Ajak Farhan.


Farhan menidurkan Nathan di kamar Nathan. Setelah Nathan tertidur, Farhan segera beranjak ke dapur. Ia memasak makanan untuk makan siang, Karna sebentar lagi waktu makan siang tiba. Dengan membuka tutorial Utube, Farhan memasak masakan sederhana. Yaitu semangkuk sop ayam, Ayam goreng, Tempe goreng sama Tahu goreng di lengkapi dengan sambalnya. Setelah selesai Ia mulai menatanya di meja makan.


Farhan kembali ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya dari bau asap dapur. Setelah selesai Ia segera mengganti bajunya dengan kaos casualnya, Farhan menatap Nesha yang masih bergelung di bawah selimut, Farhan menutup korden agar sinar matahari tidak menganggu tidur Nesha.


Farhan duduk di tepi ranjang dengan pelan karna takut mengganggu tidur istri tercintanya. Ia mengelus pipi Nesha yang keliahatan mulai chubby, Mungkin efek kehamilannya. Nesha menggeliat karna sentuhan tangan Farhan. Ia mengerjapkan matanya, Ia menatap Farhan yang sedang menatapnya juga. Farhan tersenyum manis ke arah Nesha.


" Mas...." Nesha mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya.


" Eh aku ketiduran ya Mas." Ucap Nesha.


" Iya." Sahut Farhan.


" Maaf Mas.. Nathan mana?" Tanya Nesha.


" Nathan sedang tidur di kamarnya, Cuci muka sana lalu makan." Ujar Farhan.


" Aku belum masak Mas tadi pagi kan habis semua makanannya." Sahut Nesha.


" Mas udah masak untukmu." Ujar Farhan.


" Mas Farhan masak?" Tanya Nesha tidak percaya.


" Iya... Tapi nggak tahu rasanya gimana." Sahut Farhan.


" Akan aku coba... Kalau masakan Mas enak besok besok Mas aja ya yang masak." Ujar Nesha.


" Siap sayang... Apapun untukmu." Sahut Farhan.


" Aku ke kamar mandi dulu." Ucap Nesha.


Setelah Nesha membasuh muka, Farhan segera menggandeng tangan Nesha menuruni anak tangga menuju meja makan. Ia mengambilkan makanan untuk Nesha. Nesha terlihat begitu bahagia dengan perhatian yang Farhan berikan.


" Ini sayang... Makanlah." Ucap Farhan menyanikan sepiring nasi beserta lauk pauknya ke hadapan Nesha. Tanpa sambal tentunya.


" Makasih Mas... Aku coba ya.." Ucap Nesha.


" Hmm..." Gumam Farhan.


Nesha menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulutnya, Ia mengunyah pelan sambil merasakan rasa makanan yang di buat Farhan untuknya.


" Gimana sayang?" Tanya Nervan, Jantungnya berdetak kencang seperti peserta lomba sedang menanti penilaian juri.


" Enak Mas." Ucap Nesha.


" Beneran?" Tanya Farhan memastikan.


" Iya... Aku suka." Jawab Nesha.


Nesha segera menghabiskan makanan yang ada di piringnya. Farhan mengembangkan senyum di bibirnya melihat Nesha yang makan dengan lahap hingga menghabiskan semua masakannya.


" Yah Mas habis.... Mas makan apa jadinya?" Tanya Nesha sambil nyengir.


" Tidak masalah... Mas akan memasaknya lagi buat Mas dan Nathan." Sahut Farhan.


" Maaf ya Mas...


TBC....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya... Baca juga cerita author yang lain...


...**PRIA CACAT ITU SUAMIKU...


...&...


...SUAMIKU KAKAK ANGKATKU...


Author tunggu dukungannya di sana ya...

__ADS_1


Makasih**...


__ADS_2