Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
37. Nathan Sakit


__ADS_3

Terhitung sudah dua hari Valen tinggal di rumahnya. Mami Nesha sering meneleponnya mengabarkan keadaan Nathan yang tidak baik baik saja, Tadi malam Mami Nesha juga menelepon Valen lagi, Ia mengatakan jika Nathan semalam masuk rumah sakit karna demamnya tinggi dan sering mengigaukan namanya. Sebenarnya Valen ingin ke sana tapi Ia sedang malas berurusan dengan suaminya. Ia masih kesal atas apa yang di lakukan suaminya kepadanya.


Tok tok tok


" Sayang Papa masuk ya." Ucap Papa Alex mengetuk pintu.


" Iya Pa." Sahut Valen.


Papa Alex masuk ke dalam menghampiri Valen yang sedang sibuk dengan ponselnya.


" Sayang, suamimu masuk rumah sakit, apa kamu tidak mau merawatnya di sana? Kasihan lhoh... Bagaimanapun kamu masih istrinya, sudah kewajibanmu untuk merawatnya karna jika tidak kau akan mendapatkan dosa sayang, kamu pergi dari rumah suamimu tanpa ijinnya saja sudah dosa sayang." Ujar Papa Alex.


" Entahlah Pa aku sedang malas kemana mana." Sahut Valen.


" Jangan biarkan rasa kecewamu membutakan hatimu dan menjadikanmu manusia yang kejam Nak, apalagi kepada suamimu sendiri yang seharusnya kamu hormati." Ucap Papa Alex.


Valen menghela nafasnya, ada benarnya juga ucapan Papanya. Bagaimanapun Ia masih menjadi istri Nathan.


" Pikirkan ucapan Papa baik baik sayang, jangan sampai kau mengabaikan kewajibanmu sebagai seorang istri." Ucap Papa Alex meninggalkan Valen yang sedang merenung.


Valen turun dari tempat tidur, Ia segera bersiap mengganti bajunya dengan kaos oblong putih dan celana jeans panjang. Tak lupa Ia menyampirkan tas selempang di bahunya.


Valen berjalan menuruni tangga menghampiri Papanya yang sedang membaca koran di ruang keluarga.


" Pa Valen mau ke rumah temen dulu ya." Ucap Valen.


" Hati hati." Sahut Papa Alex.


" OK Pa." Sahut Valen.


Valen masuk ke dalam mobilnya, Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit dimana Nathan di rawat. Setelah merenung Ia mendapat jawaban, Ia akan merawat Nathan sampai sembuh tapi setelah itu Ia akan kembali ke rumahnya.


Sesampainya di parkiran rumah sakit, Valen berjalan menuju ruang rawat VIP nomer lima belas.


Tok tok


Valen mengetuk pintu. Tak lama pintu terbuka dari dalam.


" Kakak." Pekik Cia memeluk Valen.


" Kak tolong Abang, Abang tidak mau sadar, Abang terus memanggil nama Kakak dalam tidurnya." Ujar Cia sampai lupa menanyakan kabar Valen karna saking senangnya Valen mau menjenguk Abangnya.

__ADS_1


" Tenanglah Kakak ada di sini." Sahut Valen.


" Mami menangis terus dari semalam Kak, apalagi saat Kakak menolak untuk menjenguk Abang, Mama terlihat sangat sedih." Ujar Cia.


" Maafin Kakak ya sudah membuat Mami sedih." Ucap Valen. Cia melepas pelukannya.


" Harusnya kami yang meminta maaf pada Kakak karna Kami yang sudah menyakiti Kakak." Ujar Cia.


" Lupakanlah.." Sahut Valen.


" Cia siapa yang datang?" Tanya Gama dari dalam.


" Ayo Kak masuk." Ajak Cia.


Valen masuk ke dalam. Pandangannya langsung menatap Nathan yang berbaring lemah di atas ranjang. Hatinya pilu melihat suaminya lemah tak berdaya dengan infus dan oksigen menempel pada salah satu anggota tubuhnya.


" Valen." Lirih Gama.


Mami Nesha dan Papi Farhan menoleh ke arah Valen. Mereka nampak bahagia dengan kehadiran Valen karna mereka yakin Nathan akan sembuh bila di rawat oleh istrinya.


" Maaf Mi Pi baru bisa datang sekarang." Ucap Valen menyalami Mami Nesha dan Papi Farhan bergantian.


" Gimana keadaan Mas Nathan Mi?" Tanya Valen basa basi.


" Seperti yang kamu lihat, Abang hanya bisa menutup mata sambil mengigau memanggil namamu sejak kemarin siang, Mami pikir demamnya akan reda tapi justru demamnya semakin menjadi, makanya semalam kami membawanya ke sini, saat ini Abang sedang tertidur pulas karna tadi Dokter menyuntikkan obat tidur untuk Abang supaya bisa istirahat." Terang Mami Nesha.


" Valen." Panggil Mami Nesha menggenggam tangan Valen.


" Iya Mi." Sahut Valen menatap Mami Nesha.


" Mami tahu bagaimana sakitnya tidak di hargai dan tidak di anggap oleh suami sendiri, tapi Mami mohon maafkanlah Abang, dia melakukan itu terpaksa demi keluarganya, jika Kak Jordan tidak menawarkan hanya untuk enam bulan saja, Mami yakin Abang pasti akan menolaknya sayang, Mami mohon jangan tinggalkan dia karna dia sangat mencintaimu Nak, Mami tidak tega melihatnya terpuruk seperti ini, Abang tidak bisa hidup tanpamu sayang." Ujar Mami Nesha meneteskan air matanya.


" Biarkan Mas Nathan yang membuktikannya dan berjuang sendiri Mi, aku di sini karna statusku masih istrinya Mas Nathan, jadi mau tidak mau aku harus menjalankan kewajibanku sebagai seorang istri, aku akan merawatnya sampai sembuh setelah itu jangan halangi aku untuk kembali ke tempatku." Ucap Valen.


" Baiklah Nak, Mami akan mendukung Nathan untuk mengejar cinta dan kepercayaanmu kembali, Mami doakan semoga kalian bisa bersatu dan selalu di beri kebahagiaan." Ujar Mami Nesha.


" Terima kasih Mi." Sahut Valen.


" Valen.... Sayang.... Jangan tinggalkan aku." Lirih Nathan dengan gelisah.


Valen menatap Nathan yang sedang menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri dengan keringat menetes di dahinya. Valen segera menghampiri Nathan. Ia duduk di kursi samping Nathan sambil mengelap dahi Nathan menggunakan tisu.

__ADS_1


" Mas." Ucap Valen menggenggam tangan Nathan.


" Sayang... Jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu... Aku tidak bisa hidup tanpamu." Ucap Nathan mengigau.


Valen melepas selang oksigen pada hidung Nathan. Ia membungkukkan badannya.


" Mas aku di sini." Bisik Valen di telinga Nathan.


Mendengar bisikan Valen, Nathan mengerjapkan matanya. Ia menatap Valen dengan tatapan sayunya.


" Sa... yang." Lirih Nathan menyentuh wajah Valen.


" Iya Mas." Sahut Valen.


Semua yang berada di sana nampak tersenyum bahagia melihat Nathan sudah sadar. Saat Gama ingin memanggil Dokter, Papi Farhan mencegahnya. Papi Farhan mengajak mereka keluar ruangan membiarkan Nathan berdua dengan Valen. Papi Farhan ingin memberikan waktu berdua untuk menyelesaikan masalah mereka. Siapa tahu dengan keadaan Nathan yang seperti ini, Valen luluh dengan sendirinya.


" Haus Yank." Ucap Nathan.


Valen mengambil segelas air putih di atas nakas. Ia membantu Nathan menyedot minumnya. Nathan melirik wajah cantik istrinya dengan jarak yang sangat dekat. Dalam hatinya Ia bersyukur Valen masih perhatian dengannya


" Udah Yank." Ujar Nathan. Valen meletakkan kembali gelasnya.


Tangan Nathan menggenggam tangan Valen.


" Jangan pergi lagi, jangan tinggalkan aku lagi Yank, ku mohon.... Aku tidak bisa hidup tanpamu, aku akan sakit selamanya jika kamu meninggalkan aku lagi Yank." Ujar Nathan.


" Jangan pikirkan itu dulu Mas, yang terpenting kesembuhanmu, untuk hal itu kita bicarakan lain kali saja." Sahut Valen.


" Berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan meninggalkan aku lagi." Ucap Nathan menatap Valen.


Hayooo tebak apakah Valen mau berjanji atau menolak nih????


Temukan jawabannya di bab berikutnya ya...


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author semoga sehat selalu....


Jangan lupa like dan komentnya....


Miss U All....


TBC.......

__ADS_1


__ADS_2