Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Kecelakaan


__ADS_3

Braaakkkkk ........ Jederrrr suara mobil beradu dengan togor listrik.


" Kecelakaan... kecelakaan..." Teriak orang orang di sekitar tempat kejadian.


" Nesha..." Teriak Sifa menghampiri Nesha yang jatuh terduduk dengan memangku Nathan. Lutut dan sikunya lecet karna tadi sempat terguling di trotoar.


" Ya ampuuunnnn Nes... Lututmu berdarah lagi." Pekik Sifa membantu Nesha berdiri.


" Awh... Kakiku Sif.... Kakiku sakit sekali nggak bisa di lurusin." Keluh Nesha.


" Sebentar... Aku minta bantuan dulu." Ucap Sifa membantu Nesha duduk kembali.


Sifa berlari ke arah taksi yang sedang berhenti.


" Pak tolong teman saya, Saya mau bawa ke rumah sakit tapi kakinya nggak bisa gerak." Ucap Sifa.


" Baiklah Non akan saya bantu." Jawab Driver taksi.


Sifa menghampiri Nesha kembali di ikuti sopir taksi dari belakang.


" Ayo Nes kita kerumah sakit, Sini Nathan gendong Mama." Ucap Sifa menggendong Nathan.


" Bantu jalan Pak." Ujar Sifa kepada Driver taksi tersebut.


" Mari non saya bantu." Ucap sang Driver.


" Awh sakit Pak... Nggak bisa berdiri." Keluh Nesha.


" Maaf Non harus saya bopong." Ujar Driver.


" Iya Pak bopong aja nggak pa pa." Sahut Sifa.


" Maaf ya Non." Ujar Pak Driver. Nesha hanya mengangguk saja.


Nesha di bopong menuju taksi oleh Driver taksi tersebut, Mereka menuju rumah sakit terdekat. Setelah beberapa menit akhirnya taksi yang mereka tumpangi sampai di sebuah rumah sakit swasta. Nesha duduk di kursi roda di dorong suster menuju ruang UGD untuk menjalani pemeriksaan, Sedangkan Sifa menunggunya di luar ruangan sambil menggendong Nathan.


Sifa mencoba menelepon Farhan tetapi tidak di angkat. Ia lalu mencoba menghubungi suaminya. Setelah beberapa menit akhirnya telepon pun tersambung.


" Hallo sayang." Sapa Jordan di sebrang sana.


" Hallo Mas... Sekarang aku sedang di rumah sakit, Nesha kecelakaan Mas." Ucap Sifa.


" Rumah sakit mana? Aku akan segera ke sana." Ucap Jordan.


" Sehat Medika Mas." Sahut Sifa.


" Baiklah aku ke sana." Ujar Jordan menutup panggilannya.


" Mama... Mami kenapa?" Tanya Nathan.


" Mami nggak pa pa sayang... Mami hanya jatuh tadi waktu nolongin Nathan." Jawab Sifa.


" Athan antuk Ma... Mau bobok." Ucap Nathan.


" Ya udah bobok aja Mama gendong." Sahut Sifa.


Sifa menimang Nathan dalam gendongannya, Tak lama kemudian Nathan pun tertidur.

__ADS_1


" Sayang." Ucap Jordan menghampiri Sifa di ikuti Farhan dari belakang.


" Mas... Kak Farhan." Sahut Sifa.


" Apa yang terjadi Sif?" Tanya Farhan.


Sifa menceritakan detail kejadian yang menimpa Nesha, Kebetulan saat kejadian itu Sifa sudah berada di sana, Saat itu Ia masih kebingungan mencari tempat untuk memarkirkan mobilnya. Ia melihat dengan jelas saat Nesha menyelamatkan Nathan.


" Begitu ceritanya." Ujar Sifa.


" Ya udah aku masuk dulu." Ucap Farhan.


Farhan membuka pintu menatap Nesha yang baru saja di obati oleh suster dan Dokter.


" Bagaimana keadaannya Dok?" Tanya Farhan.


" Semua baik baik saja Pak hanya luka ringan, Dalam beberapa hari akan sembuh, Saya permisi dulu" Jelas Dokter.


" Makasih Dok." Ucap Farhan.


Farhan mendekati Nesha yang sedang duduk di atas ranjang.


" Mass.." Ucap Nesha.


" Bagaimana kamu bisa seceroboh ini? Bagaimana jika terjadi sesuatu denganmu dan Nathan? Baru pertama masuk sekolah aja udah bearkhir di sini." Ucap Farhan menyugar rambutnya kasar. Nesha menatap Farhan tidak percaya.


" Kamu menyalahkan aku?" Tanya Nesha menatap Farhan.


Ceklekkk


Pintu terbuka membuat Nesha menoleh ke arah Sifa yang sedang berjalan menghampirinya di ikuti Jordan yang menggendong Nathan.


" Ok kita pulang sekarang." Sahut Sifa.


" Mas bantu." Ucap Farhan ingin membantu Nesha turun dari ranjang.


" Nggak usah biar Sifa saja." Ketus Nesha.


Farhan hanya menghela nafasnya saja. Tiba tiba ponsel Farhan berdering tanda panggilan masuk, Farhan segera mengangkatnya.


" Ya aku segera ke sana." Ucap Farhan mematikan sambungan teleponnya.


" Yank maaf aku tidak bisa antar kamu pulang, Mas ada urusan mendadak, Kamu pulang sama Sifa ya, Hati hati." Farhan mencium kening Nesha lalu segera berlalu dari sana.


" Ayo." Ucap Sifa.


Sifa menuntun Nesha berjalan keluar ruangan itu, Mereka berjalan dengan pelan karna kaki Nesha masih sakit.


" Sayang Mas tebus obat dulu, Kamu langsung ke mobil aja." Ujar Jordan.


" Iya Mas." Sahut Sifa.


" Nes tiba tiba aku kebelet banget nih, Kamu tunggu di sini ya." Ucap Sifa.


" Iya, Aku duduk di situ ya." Sahut Nesha.


" Ok... Jangan kemana mana aku nggak lama kok." Ucap Sifa.

__ADS_1


Sifa meninggalkan Nesha duduk sendiri di bangku lorong rumah sakit. Nesha duduk menunduk sambil sesekali mendesis karna merasakan perih pada lukanya.


" Iya Kak.. Apa? Kak Farhan sudah ada di sana? Ah iya aku yakin Kak Farhan akan melakukan apapun untukmu kak..." Ucap seorang gadis yang lewat di depan Nesha, Ia tampak sedang berbicara lewat telepon.


Nesha mendongak menatap gadis yang barusan lewat dengan teliti. Ia merasa sangat familiar dengan postur tubuh itu. Deg..... Jantungnya berdetak dengan kencang.


" Ratna.... Apa Mas Farhan ada bersamanya? Tadi dia memanggil seseorang di telepon dengan sebutan kakak.... Apa itu Fatika?" Batin Nesha.


Dengan tertatih tatih Nesha mengikuti Ratna dari jauh, Ia terus menyeret langkahnya sampai di ruangan yang di masuki Ratna. Nesha membaca nomer ruangan tersebut.


" Melati 46." Gumam Nesha.


Ia mencoba mendekati ruangan tersebut, Pintu ruangan itu nampak sedikit terbuka. Nesha mengintip dari sana dan..... Lagi lagi jantungnya deg degan, Saat ini di campur dengan rasa sakit hati yang mendalam. Ia melihat seorang pria yang Ia kenal sedang memeluk wanita yang duduk di ranjang pasien.


" Farhan ku mohon jangan tinggalin aku, Aku takut.." Ucap Wanita itu.


" Fatika tenanglah aku ada di sini, Aku akan selalu menemanimu apapun yang terjadi." Sahut Farhan.


Jederrrrr


Bagai di sambar petir di siang bolong, Hati Nesha bagai di timpa bebatuan besar. Nesha tidak mampu membendung cairan bening yang menetes di pipinya. Ia membungkam mulutnya dengan kedua telapak tangannya agar tidak mengeluarkan suara. Hatinya sakit hancur berkeping keping... Farhan rela meninggalkan dirinya demi Fatika yang bukan siapa siapa...


Nesha segera berlalu dari sana membawa rasa sakit dan kecewanya. Ia terus berjalan menuju tempatnya tadi.


" Nes kamu dari mana? Aku sampai bingung nyarinya." Ucap Sifa. Nesha tidak bergeming.


" Kamu nangis? Ada apa?" Sifa menangkup wajah Nesha dengan kedua tangannya. Nesha hanya menggelengkan kepalanya saja.


" Ya udah nanti kalau udah siap cerita, Aku siap menjadi pendengar setia." Ujar Sifa.


Sifa menuntun Nesha berjalan menuju mobilnya. Di sana ternyata Jordan sudah menunggunya.


" Sini Mas biar Nathan sama aku aja yang mangku." Ucap Sifa mengambil alih gendongan Nathan. Jordan membukakan pintu mobil untuk Sifa di depan.


" Aku di belakang aja Mas nemenin Nesha." Ucap Sifa.


" Baiklah." Jordan membuka pintu belakang. Sifa dan Nesha masuk ke dalam. Setelah semua duduk dengan benar, Jordan segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit. Di dalam perjalan Nesha hanya diam saja, Sesekali Ia menyeka air matanya. Sifa melirik ke arah Nesha. Ia yakin ada sesuatu yang terjadi dengan sahabatnya ini. Tapi Ia tidak mau memaksa Nesha untuk bicara. Ia yakin suatu saat nanti Nesha akan cerita dengan sendirinya.


Sesampainya di rumah, Nesha segera turun dari mobilnya, Sifa mengikuti langkahnya dari belakang. Nesha memasuki rumahnya yang terlihat sepi, Sesepi hatinya saat ini.


" Mbak...Mbak Nadia." Teriak Sifa.


" Ya Non." Sahut Mbak Nadia sambil lari tergopoh gopoh.


" Mbak tidurkan Nathan di kamarnya, Saya mau pulang." Ucap Sifa.


" Baik Non." Sahut Mbak Nadia membawa Nathan ke kamarnya.


" Nes.. Aku pulang ya, Kamu istirahat, Atau perlu aku bantu ke atas?" Ucap Sifa.


" Nggak usah makasih, Aku bisa sendiri kok, Hati hati ya maaf aku selalu merepotkanmu." Ucap Nesha.


" Jangan di pikirkan." Sahut Sifa.


Setelah kepergian Sifa, Nesha berjalan menaiki tangga dengan pelan dan hati hati, Ia segera memasuki kamarnya. Nesha merebahkan tubuhnya di atas ranjang menatap langit langit kamar.


" Sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan dariku Mas? Aku akan menunggu kejujuranmu, Tapi jangan sampai kau membuatku lelah dan menyerah." Batin Nesha memejamkan matanya.

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2