Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Bertemu Niken


__ADS_3

Pagi ini Niken keliling kota menggunakan taksi. Ia melihat lihat pemandangan kota yang di penuhi dengan kendaraan bermotor. Suasananya lumayan panas seperti hatinya yang semalam di marah marahi oleh Jordan karena gara gara dia Sifa pergi dari rumah. Sebenarnya Ia pengin memarahi Jordan juga. Niken kesal, Kenapa dia yang di salahkan? Harusnya Jordanlah yang bersalah karena Ia mau menuruti perintah Niken dengan membohongi istrinya.


Saat taksi yang Niken tumpangi melewati sebuah danau yang sepi, Ia melihat seorang wanita yang sedang duduk termenung di sana.


" Berhenti Pak." Ucap Niken pada Driver.


Niken mengambil ponselnya untuk memastikan sesuatu.


" Sepertinya mirip." Gumam Niken setelah menatap foto yang di kirim Jordan pada ponselnya.


" Pak saya turun di sini saja berapa ongkosnya Pak?" Tanya Niken.


" Sesuai argo tiga ratus ribu Neng." Jawab Driver.


" Ini Pak." Ucap Niken memberikan uang ratusan tiga lembar lalu Ia turun dari sana.


" Hah untung semalam gue minta duit ke Jordan kalau enggak terkurung gue di hotel itu." Monolog Niken sambil berjalan menghampiri wanita itu.


" Sifa." Panggil Niken sok kenal padahal hanya untuk memastikan saja.


Sifa menoleh ke arah Niken yang berdiri tak jauh dari sana. Melihat wanita itu menoleh Niken segera mengotak atik ponselnya sambil tersenyum menyeringai. Niken menghampiri Sifa lalu duduk di sebelahnya.


" Sifa kan?" Tanya Niken.


" Iya, Kamu siapa?" Tanya Sifa.


" Kenalkan aku Niken." Ucap Niken mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Sifa.


" Wanita yang kau lihat bersama Jordan tadi malam." Sambung Niken.


Sifa langsung menarik tangannya. Ia tersenyum kecut ke arah Niken lalu menghadap ke depan.


" Mau apa kau menghampiriku? Apa kau mau pamer hubunganmu dan Mas Jordan?" Ketus Sifa.


" Tentu saja." Sahut Niken.


" Aku tidak mau tahu." Ucap Sifa.


" Dengarkan aku....


" Aku tidak mau mendengarnya, Kau bisa mendekatinya sesuka hatimu karna aku sudah meninggalkannya." Ucap Sifa menahan sesak di dadanya karena ucapannya sendiri.


Niken menatap ke arah Sifa, Tiba tiba terbesit ide jahil dalam kepalanya.


" Aku memang harus mendekatinya karena aku menyayanginya." Ujar Niken.


Deg....


Jantung Sifa terasa di remas, Sakit... Itulah yang Ia rasakan saat ini mendengar suaminya di sayangi oleh wanita lainnya.


Tes....


Tak terasa air mata menetes di pipi Sifa, Ia segera mengusapnya, Ia tidak mau terlihat lemah di depan Niken.


" Kenapa kau diam? Kau tidak terima aku menyayangi Jordan?" Tanya Niken.


" Aku memang tidak terima jika suamiku di sayangi wanita lain, Tapi jika suamiku yang menginginkannya aku bisa apa." Ujar Sifa mengusap air mata yang justru terus menetes di pipinya.


" Apa selemah itu cintamu pada Jordan hingga kau tidak mau memperjuangkannya? Kenapa kau justru meninggalkannya? Kau membuka peluang untuk para pelakor yang ingin merebut suamimu." Ujar Niken.


Hati Sifa mencelos mendengar ucapan Niken. Benarkah jika cintanya lemah?


" Seharusnya kamu mempertahankan Jordan dari semua wanita yang menginginkannya bukan malah pergi meninggalkannya, Aku tidak menyangka jika cintamu pada Jordan tak sekuat yang aku bayangkan." Tutur Niken.


" Sekuat apapun cinta jika mendapat banyak luka maka cinta itu akan rapuh dengan sendirinya." Sahut Sifa.


" Apa Jordan sering melukaimu?" Tanya Niken.

__ADS_1


" Jangan tanyakan itu karna aku tidak mau mengingatnya." Ucap Sifa.


" Aku yakin kau banyak terluka dengannya buktinya air matamu tidak berhenti keluar, Kau benar jika suamimu sering menyakitimu maka tinggalkan saja dia." Ujar Niken.


Sifa menatap Niken dengan tatapan heran, Sebenarnya siapa Niken? Kenapa dia begitu mendukung keputusannya untuk meninggalkan Jordan?


" Ah iya jelas saja dia mendukung karena dia mau mendapatkan Jordan." Batin Sifa.


" Maaf aku harus pergi." Ucap Sifa sambil berdiri. Saat Ia hendak melangkah tiba tiba


Grep.....


Seseorang memeluknya dari belakang, Sifa diam saja karena hafal betul dengan aroma maskulin suaminya.


" Kenapa kau diam saja saat di peluk orang begitu?" Tanya Niken heran.


" Karna aku tahu dia suamiku." Jawab Sifa membuat Jordan tersenyum.


" Maafkan aku." Ucap Jordan menempelkan dagunya pada bahu Sifa.


Jordan membalikkan badan Sifa, Ia menatap Sifa dengan perasaan bahagia.


" Hei kenapa kamu menangis?" Tanya Jordan saat air mata Sifa keluar lagi. Ia segera mengusapnya.


Jordan menatap tajam ke arah Niken.


" Kau yang membuatnya menangis? Aku akan telepon paman biar dia tahu kalau kau di sini." Ancam Jordan.


" Hei... Bukan aku ya... Dia nangis sendiri, Dia terluka karena kau bohongi, Dia tidak mau mendengar penjelasanku tentang hubungan kita, Dia menangis karena mengira aku adalah kekasihmu ha ha ha." Ucap Niken sambil tertawa.


Sifa menatap Niken dan Jordan bergantian.


" Apa maksudmu? Bukankah kalian memang ada hubungan?" Tanya Sifa merasa di permainkan.


" Ya memang ada." Sahut Niken enteng.


" Lalu apa maksudmu?" Tanya Sifa.


" Sayang kamu ini salah paham, Ya aku akui aku memang bersalah karena membohongimu tapi itu semua karna Niken yang menyuruhku, Dia tidak mau kau tahu tentang keberadaannya ." Ujar Jordan membuat kepala Sifa semakin pusing.


" Siapa dia?" Tanya Sifa.


" Niken." Sahut Niken.


" Diam kau Ken, Kau membuat suasana tambah panas dan membuat Sifa tambah salah paham kepadaku." Ujar Jordan.


" Jawab aku siapa dia? Apa hubunganmu dengannya? Sampai sampai kalian pergi ke hotel berdua." Ujar Sifa.


" Kau melihat kami saat di hotel?" Tanya Niken.


" Diamlah Ken ku mohon, Jangan buat Sifa salah paham terhadap kita." Ucap Jordan.


" Baiklah aku diam." Sahut Niken.


" Dia sepupuku Yank, Anak dari pamanku yang tinggal di Negara S, Saat ini dia sedang bersembunyi dari suami dan keluarganya, Itu sebabnya dia memintaku untuk berbohong padamu jika tadi malam aku lembur di kantor." Sambung Jordan.


" Se... Sepupu? Kalian bersaudara?" Tanya Sifa tidak percaya.


" Iya kami di besarkan dalam lingkungan yang sama." Sahut Jordan.


" Tapi kenapa kau bilang akan mendekati dan menyayangi Mas Jordan?" Selidik Sifa menatap ke arah Niken.


" Aku tidak salah bukan mendekati dan menyayangi saudaraku sendiri?" Tanya Niken.


" Aku tadi mau menjelaskannya padamu tapu kau sendiri yang mencegahku." Sambung Niken.


Sifa begitu malu saat menyadari kebodohannya yang justru mengikuti egonya. Entah karena hormon kehamilan atau karena trauma dengan kebohongan Jordan Ia sendiri tidak tahu.

__ADS_1


" Maafkan aku, Aku memang menyuruh Jordan untuk tidak mengatakan tentang keberadaanku, Sebenarnya aku tidak mau jika kau pun tahu jika aku berada di sini, Aku takut jika banyak yang mengetahui keberadaanku maka suamiku akan mudah menemukanku di sini, Sekali lagi maafkan aku, Aku tidak tahu jika akhirnya akan seperti ini." Sesal Niken.


" Aku juga tidak menyangka jika kamu tipe wanita yang cemburuan, Tapi aku suka si itu berarti tandanya kau benar benar mencintai Jordanku ini." Sambung Niken menepuk bahu Jordan.


" Jordan Jordan.. Kakak, Aku ini Kakakmu kalau kau lupa." Ucap Jordan.


" Halah orang kita seumuran juga nggak perlu panggil Kakak entar Sifa nggak cemburu." Sindir Niken.


" Apa sih kamu, Udah sana pergi jangan ganggu istriku." Usir Jordan.


" Heleh sok sokkan ngusir gue, Kalau bukan karena gue Lo nggak bakal nemuin istri Lo Jor." Ejek Niken.


" Panggil Jor lagi nggak akan gue kasih duit." Ancam Jordan.


" He he ampun deh, Sekarang bagi duit donk, Duit gue habis buat ongkos taksi tadi." Ucap Niken.


" Sekarang ada istriku jadi aku harus ijin dengannya, Aku takut entar dia kabur lagi karena aku ngasih duit ke kamu." Ujar Jordan.


" Apa sih Mas, Salah sendiri kamu bohongin aku." Cebik Sifa.


" Iya iya deh maaf." Sahut Jordan.


" Sifa suruh Jordan bagi duit ke gue kalau enggak ya satu atm nya buat gue juga nggak pa pa." Ujar Niken mulai dengan elo gue.


" Idih nggak ada ya, Seluruh penghasilan gue cuma buat istri gue." Sahut Jordan.


" Pelit amat besok kalau gue sukses gue ganti deh." Ujar Niken.


" Kapan suksesnya paling bentar lagi suami Lo nemuin Lo di sini." Ucap Jordan.


" Lo harus hadepin dia, Gue nggak mau balikan sama dia lagi." Sahut Niken.


" Nggak mau." Sahut Jordan.


" Ayo sayang kita pulang." Ajak Jordan menggandeng tangan Sifa.


" Eh lha gue gimana?" Tanya Niken.


" Lo bawa mobil gue, Gue pakai mobil istri gue aja." Ucap Jordan memberikan kunci mobilnya kepada Niken.


" Kenapa bukan gue aja yang bawa mobil istri Lo? Lumayankan nyoba mobil baru." Ujar Niken menatap mobil mulus yang terparkir tak jauh dari sana.


" Milik istri gue nggak boleh di sentuh oleh siapapun termasuk Lo." Ucap Jordan.


" Nyatanya Lo di sentuh di mana mana dan sama siapa aja." Ejek Niken.


" Sialan Lo." Ketus Jordan.


Niken segera berlari meninggalkan Jordan dan Sifa.


" Maafin sepupu Mas Yank, Dia memang agak gesrek." Ucap Jordan.


" Nggak masalah Mas, Aku minta maaf karena telah salah paham kepadamu sampai aku pergi dari rumah, Entah mengapa rasanya kesal sekali saat kamu membohongiku Mas." Ucap Sifa menundukkan kepalanya.


" Aku yang meminta maaf padamu karena sudah menyembunyikan sepupuku darimu, Maaf ya." Ucap Jordan memeluk Sifa.


" Iya Mas." Sahut Sifa.


" Kita pulang?" Tanya Jordan.


" Hmm." Gumam Sifa menganggukkan kepalanya.


Jordan menggandeng Sifa menuju mobil yang baru Sifa beli. Ia sudah hafal plat nomernya. Jordan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Ia sengaja tidak membahas kehamilan Sifa karena Ia ingin Sifa sendiri yang memberitahukannya.


TBC....


Yang berkenan kirim mawar ya buat author.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komentnya


Makasih suportnya.... Miss U All


__ADS_2