Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
22. Pernikahan


__ADS_3

Acara pernikahan Nathan dan Valen akan segera berlangsung. Setelah kemarin Valen menyetujui permintaan Nathan, Nathan segera memberitahu keluarganya dan mereka semua menyetujuinya. Kini mereka semua sedang berkumpul di rumah Valen. Papa Alex mengundang tetangga sekitar dan kerabat dekatnya saja dan para tetangga tidak ada yang berani bertanya kenapa akad nikahnya di ajukan kepada orang penting nomer satu di kota ini.


Nathan melarang Gama untuk mengundang Kavia karna Nathan tidak mau Kavia membuat ulah di acara pernikahannya. Saat ini Nathan sudah duduk di depan penghulu dan Papa Alex, sedangkan Valen duduk di sebelahnya.


Dengan memakai kebaya putih dan riasan yang natural membuat Valen nampak sangat cantik. Bahkan Nathan tidak berkedip saat memandangnya.



Babang Nathan ya....


" Nak Nathan, kapan kita akan memulai acaranya jika kamu hanya memandangi calon istrimu saja dari tadi?" Tanya Pak penghulu membuat Nathan menoleh ke arahnya.


" Ah maaf Pak." Ucap Nathan gugup.


" Bersabarlah sebentar lagi dia akan menjadi milikmu, lakukan apa yang kau mau selama itu tidak menyakiti istrimu, setelah ijab qobul selesai tarik istrimu ke dalam kamar OK." Goda Pak penghulu.


" Siap Pak." Sahut Nathan membuat orang tertawa kecil. Nathan mengedarkan pandangannya menatap tamu yang sedang menahan tawanya.


" Eh maksudku....


" Tidak apa Nak Nathan." Sahut Pak penghulu.


" Kita mulai acaranya sekarang." Sambung Pak penghulu.


Setelah membaca doa sebelum ijab qobul, akhirnya sampai pada acara sakral. Papa Alex menjabat tangan Nathan.


" Vernathan Ardiansyah." Ucap Papa Alex.


" Saya." Sahut Nathan.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak saya Valentina Adriana dengan mas kawin uang sebesar seratus juta rupiah di bayar tunai." Ucap Papa Alex.


" Saya terima nikah dan kawinnya Valentina Adriana binti Alexander Adriano untuk saya sendiri dengan mas kawin tersebut tunai." Sahut Nathan lantang.


" Bagaimana saksi?" Tanya Pak penghulu kepada kedua saksi.


" Sah." Sahut kedua saksi bersamaan.


" Alhamdulillah." Ucap Pak penghulu.


Pak penghulu kembali membacakan doa setelah ijab qobul.


" Sekarang cium punggung tangan suamimu Nak Valen, dan Nak Nathan melafalkan doa di ubun ubun istrimu, jangan lupa potografer untuk mengabadikan moment ini." Ucap Pak penghulu menatap ke arah sang potographer.


" Siap Pak." Sahutnya.


Valen mencium punggung tangan Nathan sedangkan Nathan meniup ubun ubun Valen sambil membaca doa. Tepuk tangan tamu undangan mengiringi kebahagiaan mereka.


Acara di lanjut doa, khutbah nikah, pembacaan kewajiban dan hak suami istri dan terakhir penandatanganan buku nikah oleh kedua mempelai.


Setelah selesai keduanya berfoto sambil memamerkan buku nikahnya. Valen menatap Papa Alex dengan tatapan sendu. Valen menubruk tubuh Papanya sambil terisak.


" Papa.... Maafkan Valen yang belum bisa membuat Papa bahagia hiks.... Maafkan Valen yang sudah mengecewakan Papa selama ini, Valen tidak bisa menjadi anak yang baik buat Papa." Isak Valen dalam pelukan Papa Alex.


" Papa sudah memaafkannya sayang, selamat menempuh hidup baru jadilah istri solehah yang patuh pada suamimu, kewajiban Papa kepadamu selesai sampai di sini dan sekarang surgamu berada pada ridho suamimu sayang, berbahagialah dengan keluarga barumu." Ucap Papa Alex melepas pelukannya. Ia mengusap air mata bahagia dan sedihnya. Kini Papa Alex beralih memeluk Nathan.

__ADS_1


" Selamat Nak sekarang kamu menjadi suami dari putriku, kewajiban dan tanggung jawabku Papa serahkan padamu, jangan pernah sakiti putriku jika kamu sudah tudak mencintainya maka kembalikan dia dengan baik baik kepada Papa, jangan membuat Papa kecewa lagi untuk yang ke dua kalinya." Ucap Papa Alex.


" Aku terima tanggung jawab ini Pa, aku tidak bisa menjanjikan apa apa tapi aku akan selalu berusaha untuk menjadi suami yang baik dan selalu membuat Valen bahagia Pa." Ucap Nathan.


" Terima kasih Papa percaya padamu." Sahut Papa Alex.


Mami Nesha menghampiri menantu barunya.


" Selamat sayang semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah warohmah." Ucap Mami Nesha memeluk Valen.


" Terima kasih Mi, terima kasih mau menerimaku yang jauh dari kata baik, bimbing aku supaya aku bisa menjadi istri dan ibu yang sempurna seperti Mami." Sahut Valen.


" Tentu sayang." Ucap Mami Nesha menangkup wajah Valen.


" Abang sudah bilang kan kalau setelah menikah kalian akan tinggal di rumah Mami?" Tanya Mami Nesha.


" Sudah Mi." Sahut Valen.


" Maafkan Mami ya yang sudah memisahkanmu dengan Papamu, Mami tidak bisa jauh dari Abang." Ucap Mami Nesha.


" Iya... Tidak masalah Papa sudah ada bibi yang akan mengurusnya." Sahut Valen.


" Kau memang anak yang baik, Nathan tidak salah memilihmu." Ujar Mami Nesha.


" Mami bisa aja." Sahut Valen.


" Kakakkkkkk." Teriak Cia berlari menghampiri Valen.


" Kakak ipar selamat atas pernikahanmu dan....


" Makasih adik adikku sayang." Ucap Valen.


" Aku seneng banget Kakak akan tinggal dengan kami, siap siap banyak waktu yang aku minta untuk mendengarkan curhatanku ya Kak." Ujar Cia.


" Ok... Kakak akan selalu menjadi teman curhatmu tapi asalkan Abang kalian mengijinkan ya..." Ujar Valen melirik Nathan.


" Abang.... Ijinin ya awas aja kalau nggak ngijinin nanti Cia bisa marah lhoh... Tahu kan kalau Cia marah maka saldo atm Abang akan habis.... Entar yang ada Abang jatuh miskin." Seloroh Cia membuat orang orang di dekatnya tertawa.


" Ya jangan setiap hari lah, kan Abang juga mau menghabiskan waktu dengan Kakak kalian, tahu kan kalau pengantin baru." Ucap Nathan.


" Iya iya deh tahu." Sahut Cia.


" Selamat datang di keluarga Ardiansyah Kak, semoga Kakak dan Abang selalu bahagia." Ucap Ria.


" Terima kasih sayang." Ujar Valen.


" Sama sam Kakakku tercantik." Sahut Ria.


Gama mendekati Nathan lalu memeluknya untuk mengucapkan selamat kepada Abang tersayangnya.


" Selamat Bang semoga bahagia dan segera hadirkan keponakan yang lucu untukku." Ucap Gama.


" Terima kasih... Kau juga semoga kau bahagia bersama Kavia." Ujar Nathan.


" Hmm." Gumam Gama.

__ADS_1


" Kapan kamu mau menikahi Kavia?" Tanya Nathan.


" Tunggu aja undangannya." Sahut Gama.


" Ok deh." Sahut Nathan.


" Kakak Abang... Ayo kita foto." Ucap Cia melambaikan tangannya.


" Ayo." Ajak Gama.


Sesi foto mereka manfaatkan untuk semakin dekat satu sama lain.


" Bang peluk Kak Valen yang mesra dong, sambil di cium keningnya, hasilnya nanti kita pajang di acara resepsi kalian." Ucap Cia.


" Iya Kak bener." Sahut Ria.


" Iya iya." Sahut Nathan malu malu.


Nathan menuruti apa yang di inginkan si kembar. Mereka nampak sangat bahagia dengan pernikahan Nathan dan Valen.


" Bang pinjem pengantin wanitanya donk buat foto, kaya'nya lebih cocok sama aku deh." Ucap Gama.


" Nggak boleh, kamu besok aja sama Kavia." Sahut Nathan merangkul pundak Valen.


" Posesif." Cebik Gama.


" Biarin orang milik Abang." Sahut Nathan.


" Sudah sudah jangan bertengkar! Ayo kita makan dulu tamu undangan juga sudah mulai pada makan." Ucap Mami Nesha menengahi.


Bukan tidak tahu Mami Nesha sangat paham kalau Gama juga tertarik dengan Valen. Yang Mami Nesha bingungkan kenapa Gama selalu tertarik dengan wanita yang dekat dengan Abangnya? Mami Nesha tidak mau hubungan mereka akan terpecah jika sifat Gama masih sama. Akhirnya Ia berencana untuk mengurus pernikahan Gama secepatnya.


Waktu sudah sore saatnya Valen pamit kepada Papanya untuk pindah ke rumah Mami Nesha dan Papi Farhan. Sebenarnya Valen begitu berat meninggalkan Papanya tapi mau bagaimana lagi bukankah istri wajib mengikuti suaminya? Itulah yang ada di pikiran Velan saat ini.


" Pa maafkan Valen karna Valen harus ikut Mas Nathan pindah ke rumah Papi dan Mami." Ucap Valen.


" Tidak masalah sayang Papa juga ada bibi di rumah kan, jangan pikirkan Papa, sering seringlah jenguk Papa di sini." Ucap Papa Alex.


" Iya Pa." Sahut Valen.


" Mari Tuan Alex kami pamit pulang dulu, senang bisa berbesanan dengan anda Tuan." Ucap Papi Farhan menjabat tangan Papa Alex.


" Begitu juga denganku Tuan Farhan." Sahut Papa Alex.


Setelah acara pamitan selesai, mereka semua kembali ke rumah dengan membawa Valen sebagai anggota baru di keluarga Ardiansyah. Nathan menggenggam tangan Valen sambil sesekali menciumnya.


" Aku sangat bahagia sayang.... Akhirnya aku bisa menjadikanmu permaisuri di hatiku, semoga kita akan selalu bahagia." Batin Nathan.


TBC.......


*Jangan lupa like dan komentnya ya.... Author nggak double up ya karna pada lupa like di bab sebelumnya....


Author ucapkan terima kasih atas dukungan yang kalian berikan, semoga sehat selalu....


Miss U All*....

__ADS_1


__ADS_2