Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Perdebatan


__ADS_3

" Gimana Kak, Boleh ya?" Tanya Claudia menatap Farhan.


" Baiklah aku mengijinkanmu tinggal bersama kami, Tapi hanya sampai kamu dapat pekerjaan, Aku akan membantu mencarikan pekerjaan untukmu." Jawab Farhan.


Nesha menghela nafasnya pelan, Ternyata Pendapatnya tidak di butuhkan di sini.


" Maaf Mas aku harus segera kembali takut Nathan mencariku." Nesha bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju pintu keluar. Sekuat mungkin Ia menahan rasa sesak di dadanya.


" Sayang..."


" Kita makan siang dulu Mas.." Tahan Claudia saat Farhan mau mengejar Nesha. Farhan melihat jam di tangannya.


" Baiklah." Jawab Farhan.


Claudia tersenyum puas mendengar jawaban Farhan. Rencananya akan di mulai dari sini. Sedangkan Nesha berjalan menghampiri Nathan yang masih bermain dengan Sifa.


" Halo anak Mami.." Sapa Nesha.


" Udah? Terus Pak Farhannya mana?" Tanya Sifa.


" Lagi di belakang mungkin." Jawab Nesha.


" Mami Athan lapel mau makan." Ucap Nathan.


" Sebentar ya nunggu Papi dulu." Ujar Nesha.


Mereka kembali bermain hingga lebih dari satu jam Farhan belum kembali juga, Nathan sampai tertidur dengan perut kelaparan. Tak lama Farhan berjalan ke arah mereka.


" Sayang kamu masih di sini? Aku kira sudah pulang dari tadi." Tanya Farhan.


" Iya nunggu kamu Mas, Katanya mau makan siang bareng tapi tahunya palah gak dateng dateng Nathan sampai ketiduran, Aku sempet GR ngira kamu mau ngejar aku." Jawab Nesha.


" Maaf.. tadi aku mau ngejar kamu tapi Nadia menahannya, Ngajak makan bareng dan baru saja aku mengantarnya ke rumah." Ujar Farhan.


Deg....Hati Nesha bagai di sayat sembilu, Ia dan Nathan nungguin sampai kelaparan ternyata yang di tunggu palah sudah makan. Ajaib..


" Sif aku pulang dulu ya, Makasih udah jagain Nathan tadi." Ucap Nesha.


" OK." Sahut Sifa.

__ADS_1


" Lhoh kok pulang sih Yank, Katanya belum makan, Ayo aku temenin kamu makan dulu." Ujar Farhan.


" Gak perlu, Aku bisa makan sendiri." Ketus Nesha.


" Jangan gitu donk Yank." Nesha segera menggendong Nathan, Ia melewati Farhan dan berlalu begitu saja. Ia kesal dengan Farhan yang mengabaikan dirinya. Farhan segera mengejar Nesha, Tapi terlambat Nesha sudah melajukan mobilnya dengan kencang. Farhan menyugar rambutnya kasar.


Sesampainya di rumah, Nesha segera menuju kamar Nathan. Ia membaringkan Nathan dengan hati hati. Tak lupa Nesha meninggalkan jejak ciumannya di kening dan pipi Nathan. Setelah itu Ia segera menuju dapur untuk makan siang. Nesha mengambil nasi beserta lauknya. Ia makan dengan perasaan dongkol di hatinya.


" Baru makan siang, Kasihan sekali padahal tadi Kak Farhan mengajakku makan siang lho sampai lupa sama istrinya sendiri." Ucap Claudia tiba tiba, Ia berjalan meuju kulkas untuk mengambil minum.


" Tidak juga, Tadi kami makan sepiring berdua jadi tidak membuatku kenyang, Makanya aku makan lagi." Jawab Nesha. Claudia mengepalkan tangannya. Ia segera pergi dari sana.


" Aku yakin kamu merencanakan sesuatu, Jika Mas Farhan tidak peka maka aku yang harus extra menjaganya." Batin Nesha.


Sore harinya Nesha sedang memasak untuk makan malam, Ia sibuk kesana kemari meracik sayuran dan bumbu bumbu. Setelah semuanya selesai, Nesha menata makananya pada meja. Ia segera kembali ke kamar untuk mandi.


Tak lama kemudian Farhan pulang, Ia berjalan melangkah menuju kamarnya untuk bersih bersih diri. Setelah selesai Farhan keluar menuju kamar Nathan. Ia yakin Istrinya ada di kamar putranya.


Ceklek...


Farhan menatap Nesha yang sedang menyuapi Nathan. Ia menghampiri keduanya.


" Mulai sekarang Nathan akan makan di kamar Mas." Sahut Nesha dengan malas.


" Kenapa?" Tanya Farhan menatap Nesha.


" Tidak baik Nathan melihat ada wanita lain di meja makan apalagi bukan saudara." Ketus Nesha.


" Sayang.. Claudia bukan orang lain, Dia tantenya Nathan, Dia berhak dekat dengan Nathan juga kan?" Ucap Farhan.


Hati Nesha mencelos mendengar ucapan Farhan. Ia menatap suaminya dengan perasaan yang sulit di artikan, Ia kecewa dengan Farhan.


" Mas tidak baik membawa wanita lain ke dalam rumah, Itu akan berakibat buruk untuk rumah tangga kita, Kita tidak tahu niat dan tujuanya datang ke sini." Ujar Nesha memberi pengertian.


" Tadi kan aku udah bilang, Dia bukan orang lain sayang, Bagaimanapun dia Tantenya Nathan." Ucap Farhan.


" Lalu kenapa baru sekarang dia datang kesini." Tanya Nesha.


" Itu karna sebelumnya dia berada di Luar Negri, Jadi baru ada kesempatan dia datang kesini, Dia ingin lebih dekat dengan Nathan." Jelas Farhan.

__ADS_1


" Pokoknya aku gak setuju Nathan dekat dekat dengannya." Tegas Nesha.


" Jangan begitu donk...." Sahut Farhan.


" Apa aku tidak boleh berpendapat? Tadi kamu sudah tidak meminta pendapatku dulu dengan mengijinkan dia tinggal di sini, Kenapa tidak di hotel saja?" Gerutu Nesha.


" Dia ingin dekat dengan Nathan keponakannya sayang... Dia juga berhak atas Nathan karna dia adik dari mantan istriku... ibunya Nathan." Ucap Farhan tanpa sadar. Jleb.... Hati nesha tambah sakit, Tak terasa air mata mengalir di pipinya.


" Sayang maaf bukan begitu maksudku maafkan aku, Aku salah bicara." Ujar Farhan, Ia mendekati Nesha dan mengenggam tangan Nesha, Tapi Nesha menampiknya.


" Terserah kamu saja Mas, Kamu telah membawa masa lalumu di masa sekarang, Jangan pernah kamu sesali apa yang akan terjadi kedepannya, Dan sampai kapanpun posisiku di sini memang bukan ibunya Nathan." Ucap Nesha.


Nesha segera berjalan keluar menuju kamarnya. Hatinya sakit dengan perdebatan ini. Farhan mulai membuatnya kecewa lagi. Sesekali Ia mengusap air matanya. Tanpa Ia sadari Claudia tersenyum senang di balik pintu.


Setelah sampai di dalam kamar, Nesha segera membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka. Ia yakin kalau Farhan yang masuk ke kamarnya. Nesha merasakan pergerakan tanda seseorang menaiki kasur. Ia diam tidak bergeming.


" Sayang maafkan Mas, Mas tahu tidak seharusnya Mas mengungkit masa lalu, Maafkan aku." Farhan memeluk Nesha dari belakang.


" Sayang Buka donk selimutnya, Mas pengin menatap wajah manis istriku ini." Bujuk Farhan. Nesha diam saja, Ia tidak mau meladeni Farhan.


" Yank... Ayo makan malam dulu, Ntar sakit lho tadi siang udah telat makan, Ayo.. Maafkan Mas ya." Ucap Farhan.


" Nyonya Vanesha Ardiansyah ayo kita turun makan malam dulu, Atau mau makan malam di luar." Rayu Farhan.


" Sayang..Yank..Honey.. Baby.. Ayo lah jangan marah marah mulu ntar cepet tua lhoh." Nesha tetap tidak bergeming.


" Apa nggak sumpek bergulung selimut gini buka ya." Bujuk Farhan.


" Dinda jangan marah marah, Nanti dinda lekas tua, Kanda setia orangnya, Tak kan pernah mendua." Rayu Farhan dengan suara merdunya. Ia menirukan lagu yang sedang di viralkan oleh Zidan sama tri suaka. (Pasti tahukan lagunya).


Nesha menahan tawanya mendengar Farhan bernyanyi, Pasalnya baru sekali ini Farhan menyanyi untuknya, Ya walau hanya beberapa bait saja.


" Yannnnkkk." Seru Farhan.


" Baiklah kalau tidak mau membuka selimutnya Mas makan dulu ya laper, Ntar Mas bawain makanan deh ke sini sekalian Mas suapi." Ucap Farhan.


" Eh nggak jadi makan di bawah ding, Takut ketemu sama Claudia ntar kamu tambah marah, Aku suruh Mbak Nad aja yang ngambilin, Bentar ya." Farhan keluar mencari Mbak Nadia untuk membawakan makanan ke kamarnya. Saat ini Mbak Nadia ada di kamar Nathan, Farhan tadi yang menyuruhnya menidurkan Nathan.


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2