Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Bonchap....


__ADS_3

Beberapa tahun telah berlalu kini Erald sudah berusia dua puluh lima tahun sedangkan Alvin berusia dua puluh tahun. Setelah menyelesaikan studynya Erald kini menjabat sebagai CEO di perusahaan Maminya. Yaitu AV Group, sedangkan Alvin menjabat CEO di Perusahaan Papinya yaitu AV Group.


Erald berencana ingin mengembangkan bisnisnya di luar negeri namun Mami Valen melarangnya. Erald boleh ke luar negeri setelah Alvin menikah selama satu tahun. Bukan tanpa alasan Mami Valen melakukan semua itu, Ia melakukan karena Ia tidak mempercayai Alvin sepenuhnya. Alvin dan Erald tinggal dalam satu rumah yaitu rumah yang dulu di beli Papi Nathan, sedangkan Papi Nathan dan Mami Valen kembali ke rumah Oppa Farhan.


Alvin menjalin hubungan dengan seorang wanita pekerja cafe yang bernama Renata. Namun sikap dan latar belakangnya yang buruk membuat Mami Valen tidak setuju. Rencananya keluarga Nathan akan menjodohkan Alvin dengan seorang gadis pilihannya yang bernama Aresha Angelista.


" Mami aku tidak mau di jodohkan, aku sudah punya kekasih Mi, kenapa tidak Abang saja sih." Ucap Alvin mengajukan protes.


Ya saat ini keluarga Nathan sedang berkumpul di ruang keluarga membahas perjodohan Alvin dan Aresha.


" Abangmu belum mau mengurusi soal wanita, dia lagi sibuk mengejar kariernya dan Mami menghargai itu Alvin, tidak seperti kamu yang masih kecil sudah menjalin hubungan dengan wanita, kerja aja belum becus sudah berlaga' ngasih duit ke wanita matre macam dia." Sahut Mami Valen.


" Lagian kamu bilang apa tadi? Kekasih... Kekasih apa yang kamu maksud? Kekasih yang suka morotin uang kamu doank begitu? Kekasih yang mendekatimu hanya karena uang? Kamu bego' nggak bisa membedakan mana yang tulus mana yang tidak." Sinis Mami Valen menatap Alvin.


" Mami dia bukan wanita seperti itu, aku yang memberikan semuanya untuk Rena tanpa Rena minta Mi." Kilah Alvin.


" Jangan banyak alasan Alvin, kamu kira Mami tidak tahu apa apa hah? Mama tahu semua kebusukan wanita itu dan semua yang kamu lakukan untuknya, baiklah tidak masalah kalau kamu tidak mau menerima perjodohan ini, tapi Mami akan mengeluarkanmu dari keluarga ini, kamu tidak akan lagi menjadi keluarga Valentino Ardiansyah, kamu akan jadi orang biasa yang tidak punya apa apa, kita akan lihat apakah kekasihmu itu masih mau bersamamu atau meninggalkan pria miskin sepertimu." Ancam Mami Valen.


" Mami sukanya mengancam." Cibir Alvin.


" Mami tidak hanya mengancam Al, tapi Mami akan melakukannya jika kamu tidak mau menuruti apa kata Mami." Tegas Mami Valen.


" Iya Mi iya... Aku setuju dengan pernikahan ini." Sahut Alvin terpaksa.


" Tidak hanya sampai di situ kamu harus menandatangani surat perjanjian setelah pernikahan." Ujar Mami Valen.


" Surat perjanjian pernikahan? Apa maksud Mami?" Tanya Alvin.


" Jika kamu bersikap buruk pada istrimu ataupun menceraikannya tanpa seijin Mami, maka kau akan mendapatkan hukuman dari Mami, dan apapun hukuman itu kamu tidak boleh menolaknya, hukuman akan Mami katakan setelah kau melanggar perjanjian itu." Sahut Mami Valen.


Alvin menghela nafas dalam dalam. Ia tidak akan menang melawan Maminya. Ia akan memikirkan soal hukuman maupun perjanjian itu nanti saja yang terpenting saat ini Ia harus membuat Maminya bahagia.


" Kalau aku tidak boleh menceraikannya maka aku yang akan membuatnya menuntut cerai kepadaku." Batin Alvin tersenyum smirk.


" Temui dia sore nanti, kamu nggak perlu mencari tahu siapa dan dari keluarga mana dia berasal, yang jelas dia wanita yang tepat untuk mendampingimu dan dia wanita pilihan Mami, kamu percaya kan jika pilihan Mami tidak akan salah. " Ucap Mami Valen.


" Iya Mi." Sahut Alvin.

__ADS_1


" Aku juga tidak akan peduli akan hal itu, siapapun wanita itu yang jelas aku tidak akan menerimanya menjadi istriku, hanya Rena yang akan menjadi wanita penghuni hatiku." Gumam Alvin dalam hati.


" Kalau begitu aku berangkat dulu ya Mi, Abang ada meeting pagi ini dengan para investor." Ucap Erald menyalami Mami dan Papinya.


" Aku juga." Sahut Alvin.


" Baiklah hati hati sayang dan kamu Al, jangan sampai kamu tidak datang menemui calon istrimu." Ucap Mami Valen.


" Iya Mi jangan khawatir." Sahut Alvin.


" Kami berangkat Mi, Assalamu'alaikum." Ucap Erald.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Mami Valen dan Papi Nathan bersamaan.


Erald berjalan keluar rumah menuju mobilnya di ikuti Alvin dari belakang.


" Bang tunggu." Ucap Alvin.


" Ada apa?" Tanya Erald menghentikan langkahnya.


" Tolongin apa?" Tanya Erald menatap curiga kepada Alvin.


" Tolong temui wanita yang mau di jodohkan sama aku, aku nggak berminat untuk menemuinya." Ucap Alvin.


" Nggak mau, kalau soal itu Abang nggak mau ikut campur, kamu hadapi aja sendiri." Ujar Erald.


" Yah Bang, tolongin lah." Rengek Alvin.


" Kamu udah besar Al, jangan merengek seperti itu, belajarlah tanggung jawab dengan segala keputusanmu, dan bertanggung jawablah dengan pernikahanmu nanti, jangan membuat Papi sama Mami kecewa karena jika sampai itu terjadi Abang tidak akan memaafkanmu." Sahut Erald masuk ke dalam mobilnya.


" Sebenarnya siapa sih wanita itu? Aku akan membuatmu menyesal karena telah menerima perjodohan ini dan aku akan membuatmu hidup bagai di neraka selama menjadi istriku, sampai kau tidak tahan dan meninggalkan aku dengan sendirinya." Monolog Alvin.


Alvin masuk ke dalam mobilnya, Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantornya.


...****************...


Jam lima sore Alvin melajukan mobilnya menuju cafe KA untuk menemui wanita yang akan menjadi calon istrinya.

__ADS_1


Sesampainya di sana Ia berjalan menuju meja nomer lima dimana di sana sudah ada seorang wanita yang sedang duduk menunggunya. Alvin duduk di kursi depan wanita itu membuat wanita itu mendongak menatapnya.


Deg.... Deg....


" Kenapa cantik sekali?" Batin Alvin melongo menatap kecantikan wanita di depannya.


" Alvin." Ucap wanita itu memastikan.


" Ya." Gugup Alvin.


" Gue Aresha, panggil saja Are." Ujar Are.


" Gue nggak peduli dan nggak mau tahu." Sahut Alvin dingin.


" Ge juga nggak peduli lo mau tahu atau tidak, yang jelas gue cuma basa basi aja seperti awal pertemuan pada umumnya." Sahut Are tak kalah dingin.


" Apa?" Ucap Alvin melongo.


" Dingin juga nih cewek." Ujar Alvin dalam hati.


" Sabar Are... Lo nggak boleh gitu sama calon suami sendiri, lo harus sabar Are, sebentar lagi surga Lo ada pada ridhonya, hitung hitung sekarang belajar meluluhkan hati pria arogan ini, bukankah Tante Valen sudah memberitahu soal sifat pria ini... Sabar... Sabar..." Gumam Are dalam hatinya.


" Kenapa Lo bengong?" Tanya Alvin menggerakkan tangannya di depan wajah Are.


" Ah tidak... Aku hanya memikirkan soal pernikahan kita aja, gimana jadinya kalau kita bersatu dalam ikatan pernikahan, entah pernikahan yang bagaimana yang akan kita jalani." Ujar Are.


Hayoooo kira kira pernikahan seperti apa yang akan mereka jalani ya????


Penasaran nggak sih????


Kalau penasaran cuzzz ke novel kisah mereka ya yang akan segera launching ya...


Miss U All....



...* Bener bener The End*...

__ADS_1


__ADS_2