Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
10. Merasa Dekat


__ADS_3

Pagi hari Nathan sedang jogging mengitari taman yang tak jauh dari rumahnya. Tiba tiba Ia seperti melihat seseorang yang Ia kenal. Valen.... Ia sedang duduk di rerumputan taman mungkin Ia jogging juga dan sekarang Ia lagi istirahat. Yang membuat Nathan terpesona adalah penampilannya. Valen memakai kaos hitam beserta topi dan rambut yang sedikit berantakan. Di tambah keringat yang menghiasi dahinya membuatnya terlihat se*si. Aura kecantikan alaminya terpancar jelas karna Valen tidak menggunakan make up seperti saat Ia di kantor. Senyum mengembang di bibir Nathan.



Nathan menghampiri Valen dengan dua air mineral di tangannya.


" Nih minum dulu." Ucap Nathan menyodorkan satu botol air mineral kepada Valen. Valen mendongak menatap Nathan.


" Pak Nathan.... Anda di sini?" Tanya Valen tidak percaya.


" Ya.. Rumahku tidak jauh dari sini, oh ya kalau di luar kantor panggilnya aku kamu aja ya biar enakan." Ujar Nathan duduk di sebelah Valen.


" Ah iya Pak, dan terima kasih airnya." Sahut Valen.


" Kamu tinggal dimana?" Tanya Nathan.


" Aku ngontrak di perumahan xx Pak." Sahut Valen.


" By the way ini masih segelan kan ya Pak?" Tanya Valen. Nathan mengerutkan keningnya menatap Valen.


" Aku takutnya entar di kasih racun sama kamu." Ujar Valen. Nathan tersenyum manis ke arah Valen membuat hati Valen seperti tersiram air es. Adem....


" Emang aku sejahat itu apa, nggak mungkinlah aku kasih racun ke kamu, aku nggak mau membuat orang....


" Racun cinta maksudnya Pak." Potong Valen.


Nathan melongo menahan senyumnya. Ternyata Valen gadis yang asyik juga.


" Heh racun cinta." Kekeh Nathan.


" Boleh di minum?" Tanya Valen menggoyangkan botolnya.


" Silahkan." Sahut Nathan.


Valen membuka tutupnya lalu Ia mulai meminumnya. Nathan melihat gerakan Valen minum yang lagi lagi membuatnya terpesona.


" Ada apa dengan hatimu Nathan? kenapa sepertinya kau begitu tertarik dengan gadis ini? aku merasa gadis ini memiliki daya tarik yang kuat untuk hatiku, Kenapa aku selalu merasa terikat bila berada di dekatnya?" Batin Nathan.


" Pak." Panggil Valen menatap Nathan.


" Pak apa kamu kesurupan hantu di taman ini?" Tanya Valen melambaikan tangannya di depan wajah Nathan. Nathan tidak bergeming.


" Pak." Ucap Valen menyentuh tangan Nathan.


Deg....


Nathan menatap wajah Valen dengan jantung yang berdetak lebih kencang. Sentuhan tangan Valen membuat sesuatu berdesir di dalam hatinya. Nathan menatap bibir mungil milik Valen membuatnya ingin mencecapnya. Andai saja Nathan tidak menghargai wanita maka saat ini juga Ia akan melahap habis bibir Valen.


Tidak ada tanggapan dari Nathan, Valen beranjak hendak meninggalkan Nathan, Nathan menarik tangan Valen hingga Valen kehilangan keseimbangan dan....


Brugh.....


Cup...


Kejadian di Bandara terulang lagi tapi kali ini Valen yang berada di atas tubuh Nathan. Keduanya saling pandang menikmati debaran jantung yang tidak normal seperti biasanya.

__ADS_1


" Perasaan ini, rasa lembut bibir ini, kenapa sama dengan apa yang aku rasakan saat di Bandara waktu itu? Apakah ini gadis yang sama? tapi bukankah gadis itu anak orang kaya? Bukankah dia memakai mobil keluaran terbaru yang hanya di miliki oleh beberapa orang saja waktu itu? Siapa sebenarnya Valen? Apa hubungan Valen dengan gadis itu?" Nathan bertanya tanya di dalam hatinya.


Setelah tersadar Valen hendak beranjak dari tubuh Nathan, Tapi Nathan mengunci tubuhnya dengan memeluk pinggang Valen membuat Valen tidak bisa bergerak.


" Lepas minggir aku mau bangun." Ucap Valen.


" Katakan siapa dirimu." Ujar Nathan.


" Apa maksudmu?" Tanya Valen.


" Kau berasal dari keluarga mana?" Tanya Nathan.


" Indonesia." Sahut Valen.


" Bukan itu maksudku, siapa orang tuamu?" Ujar Nathan.


" Kau tidak mengenalnya." Sahut Valen.


" Sekarang lepaskan aku Pak, malu di lihat orang entar di kira kita ngapa ngapain lagi." Ucap Valen.


Nathan melepas pelukannya setelah menatap sekitar yang ternyata banyak orang yang menatapnya. Valen segera beranjak dari tubuh Nathan.


" His sial banget nih bibir, suka banget nempel nempel bibir orang, oh ciuman keduaku...... Eh tapi kok rasanya sama ya dengan waktu itu, apa semua ciuman rasanya sama walau dengan orang yang berbeda? ah sial sial sial." Gumam Valen menggerutu.


" Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Nathan yang mendengar gumaman Valen.


" Tidak." Sahut Valen.


" Kalau aku ingin mengatakan sesuatu." Sahut Nathan.


" Bibirmu manis." Ucap Nathan membuat Valen melongo membulatkan matanya.


" Apa kau pernah ciuman sebelumnya?" Tanya Nathan.


" Kalau ciuman sih tidak, tapi aku pernah tak sengaja di cium seseorang." Sahut Valen.


" Di cium seseorang? bagaimana bisa?" Tanya Nathan.


" Apa dia pernah di cium seseorang di Bandara? kenapa aku ingin mendengar kalimat itu darinya?" Batin Nathan.


" Bisa aja, udah deh nggak usah kepo, aku pulang ya Pak sampai jumpa di kantor." Ucap Valen.


" Dan ingat lupakan soal tadi karna aku tidak sengaja mengotori bibirku dengan menyentuh bibirmu, jangan kau anggap itu ciuman dariku." Sambung Valen.


" Kenapa? aku bahkan menganggapnya ciuman yang sangat manis." Sahut Nathan.


" Apa?" Pekik Valen.


" Iya... aku menganggapnya ini ciuman manis darimu, bahkan lembutnya bibirmu masih menempel di bibirku." Ucap Nathan mengerlingkan matanya.


" Tak ku sangka kau ternyata genit juga Pak, aku permisi." Ucap Valen meninggalkan Nathan.


" Hei tunggu dulu! Kau harus bertanggung jawab karna sudah menodai bibirku." Ujar Nathan mengejar Valen.


" Hah aku yakin bibirmu sudah ternoda dengan bibir gadis gadis lain Pak." Sahut Valen sambil terus berjalan.

__ADS_1


" Enak saja, aku selalu menjaga kesucian bibir ini ya, bibirku belum tersentuh oleh gadis manapun." Ucap Nathan mengikuti langkah Valen.


" Kecuali gadis di Bandara itu." Lanjut Nathan dalam hati.


" Aku tidak percaya, paling paling ini yang kesekian kalinya." Ujar Valen.


" Hei dengarkan aku." Ucap Nathan mencekal tangan Valen membuat Valen menghentikan langkahnya.


" Aku tidak pernah memiliki kekasih jadi aku tidak pernah berciuman, ingat itu." Ucap Nathan.


" Lalu untuk apa aku mendengarmu? aku rasa itu bukan urusanku." Sahut Valen.


Nathan merasa bingung sendiri. Iya ya? untuk apa Nathan memberitahunya? Entah mengapa Nathan ingin jika Valen tahu kalau Nathan tidak mudah jatuh pada gadis gadis seperti para pria pada umumnya.


" Apa kau punya pacar?" Tanya Nathan tiba tiba.


" Tidak, tapi kalau mantan punya." Sahut Valen menatap Nathan.


" Kenapa kau menanyakan hal itu padaku? Apa kau tertarik padaku dan berniat menjadikan aku pacarmu?" Tanya Valen.


Nathan tidak menjawab pertanyaan Valen. Ia sendiri juga tidak tahu mengapa dia menanyakan itu pada Valen.


" Aku sedang mencari seseorang yang di jodohkan denganku." Ucap Nathan.


" Oh ya? memang kemana gadis itu?" Valen balik bertanya.


" Aku sendiri tidak tahu, kami kehilangan jejak dan kabarnya begitu saja." Sahut Nathan.


" Kenapa kita punya nasib yang sama?" Ujar Valen.


" Maksudmu?" Tanya Nathan.


" Mamaku pernah mengatakan padaku jika aku sudah di jodohkan dengan seseorang, tapi sayang sebelum Mamaku menyelesaikan ucapannya Beliau sudah tiada." Ucap Valen sedih. (Petunjuk tuh Bang..... Nggak peka amat)


" Maafkan aku jika membuatmu sedih karna mengenang waktu itu, aku tueut berduka atas kepergian Mamamu." Ucap Nathan.


" Ah tidak masalah, udah sampai aku masuk dulu Pak, sampai bertemu kembali di kantor." Ucap Valen.


" Iya." Sahut Nathan.


Nathan menatap Valen yang sedang membuka pintu kontrakannya. Kontrakan elit di kawasan dekat perumahannya.


" Apa mungkin Valen gadis itu? tapi kenapa dia memilih ngontrak? bukankah seharusnya dia tinggal di rumah atau setidaknya sewa apartemen, ah mungkin mereka wanita yang berbeda, tapi kenapa ceritanya hampir sama dengan cerita Mami? Dia di jodohkan lalu ibunya sudah tiada, ah aku pusing, aku harus menyuruh Dika menyelidiki semuanya dan aku harus segera menemukan gadis Bandara itu supaya Mami senang." Batin Nathan.


Nathan meninggalkan pelataran kontrakkan Valen dengan senyum yang terus mengembang. Entah mengapa berada di dekat Valen rasanya begitu nyaman.


Hayooo mau langsung terungkap apa nunggu nanti nanti nih????


TBC......


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...


Kalau berkenan beri author hadiah dan votenya ya...


Makasih banyak buat readers yang udh selalu dukung author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All....


__ADS_2