
Sesampainya di rumah Ria segera masuk ke kamarnya. Hatinya kembali sakit melihat sikap Davian yang seperti tadi. Ria tidur telungkup di atas kasur sambil terisak.
" Tega kamu Mas mengkhianati aku, apa kesalahanku kali ini? Bisa bisanya kamu menjalin hubungan dengan wanita lainnya di belakangku, aku akan memberikanmu pelajaran." Ujar Ria.
"Ahhhhhh....... " Teriak Ria.
"Mas Daviannnnn kamu membuat luka lagi di hatiku, aku tidak akan memaafkanmu, jika terbukti kau bersalah aku akan meninggalkanmu.. Hiks... Hiks...." Isak Ria menutup kepalanya dengan bantal.
" Sayang tenanglah aku tidak pernah mengkhianatimu, aku selalu menjaga cinta ini hanya untukmu, jangan khawatir aku selalu mencintaimu sayang." Ucap Davian menghampiri Ria. Ia duduk di tepi ranjang mengelus punggung Ria.
" Jangan menyentuhku, aku jijik di sentuh pria yang baru menyentuh wanita lain." Cibir Ria.
" Sayang percayalah aku tidak ada hubungan apa apa dengannya, dia menawarkan hubungan denganku tapi aku menolaknya sayang, buat apa aku berhubungan dengannya sedangkan aku mempunyai istri yang sangat cantik sepertimu, apalagi sebentar lagi aku akan jadi ayah, aku nggak mungkin melakukan hal itu sayang, percayalah." Terang Davian mengambil bantal yang Ria gunakan untuk menutup kepalanya.
" Bagaimana aku bisa percaya sama kamu Mas, sedangkan kamu sendiri pernah merusak kepercayaan ini, haruskah aku mempercayaimu lagi?" Ucap Ria merubah posisinya menjadi terlentang.
" Kamu harus percaya padaku, karna kali ini aku tidak membohongimu." Sahut Davian mengusap air mata di pipi Ria.
" Maafkan aku sudah membuatmu menangis." Ujar Davian.
Ria duduk bersila menghadap Davian.
" Siapa dia Mas?" Tanya Ria menatap Davian.
Glek....
Davian menelan kasar salivanya. Ia tidak tahu harus menjawab apa.
" Katakan siapa sebenarnya wanita itu Mas!" Tekan Ria.
" Di.. Dia.." Sahut Davian gugup.
" Siapa dia? Apakah dia mantan pacarmu atau mungkin saat ini masih menjadi pacarmu?" Tanya Ria.
" Mantan." Lirih Davian menggaruk kepalanya.
" Oh CLBK." Ucap Ria.
" Apa itu?" Tanya Davian.
" Cinta lama belum kelar." Ketus Ria.
" Udah kelar dari dulu Yank, orang dia temen deketku saat SMP." Ujar Davian.
" Dulu waktu SMP masih culun, sekarang udah cantik jadi terpesona deh, sekarang dia kemari mungkin mau menagih janji yang dulu pernah kamu ucapkan kepadanya." Cibir Ria.
" Janji? Aku tidak pernah menjanjikan apa apa dengannya sayang, mungkin dia ke sini ingin..
" Ingin menemuimu, darimana dia tahu kalau kamu bekerja di sana kalau kalian nggak kontek kontekkan kan nggak mungkin, udah lah Mas ngaku aja nggak usah bohong, kalau mau lanjut sama dia lanjutin aja biar aku yang pergi, sekali pembohong maka selamanya akan jadi pembohong." Sahut Ria kesal memotong ucapan Davian.
" Ya ampun sayang nggak seperti itu kali, dia juga berteman baik dengan Luci kok, mungkin Luci yang ngasih tahu dia, percayalah sayang aku tidak mengkhianatimu." Ujar Davian.
" Udah lah Mas aku mau istirahat, kau pergilah aku tidak mau mendengar apapun darimu, mau kamu mengkhianati aku atau tidak sudah tidak berarti lagi untukku, pergilah aku istirahat! Jangan ganggu aku." Usir Ria.
Ria membaringkan tubuhnya, Ia memejamkan matanya mengabadikan Davian yang menatap ke arahnya.
Davian mengambil ponsel dan dompet dari sakunya lalu Ia meletakkannya di atas nakas. Davian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.
Ting..
Bunyi ponsel Davian tanda pesan masuk. Ria yang belum tidur mengambil ponsel Davian lalu membuka pesan yang di kirimkan seseorang kepada Davian.
📲 Radha
__ADS_1
Aku tunggu di Cafe KA jam 8 malam, jangan sampai istrimu tahu 😘
Ria menggenggam erat ponsel Davian dengan perasaan kesal. Ia menatap pintu kamar mandi yang masih tertutup. Ria segera keluar dari kamarnya berjalan menuruni anak tangga.
" Mau kemana Kak?" Tanya Luci.
" Kakak mau mencari angin di luar." Sahut Ria.
" Owh." Gumam Luci meneruskan langkahnya menuju kamarnya.
" Luci." Panggil Ria membuat langkah Luci terhenti.
" Apa kamu bertukar kabar dengan Radha?" Tanya Ria.
" Radha? Maksud Kakak Kak Radha pacarnya Kak Davi?" Tanya Luci.
" Eh maaf Kak, maksudku mantan." Ralat Luci.
" Iya, apa kamu yang beritahu kantor Kakakmu?" Tanya Ria.
" Tidak Kak, emang kenapa? Apa Kak Radha ke kantor Kak Davi?" Luci justru balik bertanya.
" Kakak tidak tahu, ya sudah Kakak keluar dulu." Ujar Ria.
" Iya Kak hati hati." Sahut Luci.
Luci kembali ke kamarnya saat Ia melewati kamar Davian, Ia masuk ke dalam untuk memastikan sesuatu. Setelah itu Ia keluar dan masuk ke dalam kamarnya sendiri.
Ria yang pamitnya hanya mencari angin saja nyatanya Ia pergi menggunakan mobilnya. Ia ingin pulang ke rumah orang tuanya. Ia rindu suasana rumah yang ramai, apalagi jika ada Valen semua terasa semakin ramai dan damai.
Davian keluar dari kamar mandi, Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar mencari sosok yang sangat di cintainya. Nihil...
Davian turun ke bawah mencari Ria tapi tidak Ia temukan di manapun.
Luci yang mendengar Davian berteriak memanggil Ria pun berlari menghampiri Davian di lantai bawah.
" Ada apa berteriak Kak? Apa terjadi sesuatu dengan Kak Ria?" Tanya Luci.
" Kemana Kakakmu pergi?" Tanya Davian menatap Luci.
" Aku tidak tahu Kak, mungkin di luar mencari angin." Sahut Luci.
Davian berjalan menuju taman belakang, lalu kembali lagi ke depan setelah tidak menemukan Ria di sana. Davian menuju garasi untuk memastikan mobil Ria berada di sana.
" Ah sialll.... Valeku pergi dalam keadaan marah, aku yakin dia pulang ke rumahnya, aku harus menyusulnya." Ujar Davian masuk ke dalam rumahnya.
" Kak Davi, ini ada memo dari Kak Ria." Ucap Luci memberikan secarik kertas kepada Davian. Davian segera membukanya.
Aku tunggu di kafe KA jam 8 malam, aku ingin memastikan sesuatu kepadamu Mas, tidak perlu mencariku aku baik baik saja, sampai ketemu nanti
" Apa katanya Kak?" Tanya Luci.
" Entahlah, Kakak mau istirahat bangunkan Kakak jika hari menjelang malam." Ujar Davian.
" Baik Kak." Sahut Luci.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari Ria baru saja selesai mandi. Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. Malam ini Ia menginap di rumah orang tuanya untuk menghindari Davian.
Ting....
Satu pesan dari nomor baru. Ria segera membukanya....
__ADS_1
Deg.....
Ternyata sebuah foto Davian memasuki sebuah cafe yang Ia yakini cafe KA.
Ria segera mengganti bajunya. Ia keluar kamar berjalan menuruni tangga.
" Kok sepi? Pada kemana nih orang orang? Mungkin udah pada tidur kali ya." Monolog Ria.
Ria melajukan mobilnya menuju cafe KA. Lima belas menit Ria sampai di sana. Ia segera masuk ke dalam mencari meja Davian tapi tidak ada. Ia menuju kasir untuk menanyakan reservasi atas nama Davian. Kasir menjawab ada di ruanan vip nomor lima. Ria segera menuju ke sana.
Ceklek....
Ria membuka pintunya dengan pelan, Ia ingin memergoki suaminya yang sedang berduaan bersama wanita selingkuhannya.
" Mas Davi." Teriak Ria menghampiri Davian yang hendak berciuman dengan Radha.
" Sayang." Ucap Davian.
Plak...
Satu tamparan keras mendarat di pipi Davian.
" Sayang kamu salah paham." Ucap Davian.
" Salah paham yang gimana lagi Mas? Jelas jelas kamu mau menciumnya masih saja mengelak, aku tidak menyangka kau bisa berbuat serendah ini Mas." Ucap Ria meneteskan air matanya.
" Sayang kamu salah paham, biar aku jelaskan." Ucap Davian.
" Mata Radha terkena debu dan aku hanya membantu meniupnya saja sayang, kalau kamu tidak percaya tanyakan saja pada Radha." Ujar Davian.
" Tidak... Mataku tidak kenapa napa, apa yang kamu lihat adalah kebenaran Ria, kami memang hendak berciuman tapi gagal karna kedatanganmu." Sahut Radha.
" Radha." Bentak Davian.
" Hentikan omong kosongmu, kalau tidak aku akan menghabisimu di sini sekarang juga." Ancam Davian menatap tajam ke arah Radha.
" Aku kecewa sama kamu Mas, aku sangat kecewa." Teriak Ria.
" Sayang jangan begini, tenanglah! Kasihan anak dalam kandunganmu sayang, aku tidak melakukan apapun, aku dan dia tidak ada hubungan apa apa sayang." Ujar Davian menggenggam tangan Ria.
" Jangan muncul di hadapanku lagi, aku tidak mau melihatmu Mas." Ucap Ria keluar dari ruangan itu.
" Sayang tunggu, sayang..." Davian mengejar Ria hingga sampai di lantai bawah tiba tiba lampu mati.
Ria menghentikan langkahnya, Davian berjalan menghampirinya.
" Tidak perlu takut sayang, aku ada di sini." Bisik Davian di telinga Ria.
" Kenapa hanya cafe ini saja yang mati Mas,di luar sana lampunya nyala." Ucap Ria.
" Aku juga tidak tahu sayang." Sahut Davian.
Tiba tiba muncul bayangan dua orang membawa lilin mendekat ke arah mereka, semakin dekat lilin itu semakin terlihat jelas, lilin menyala dengan angka dua puluh tiga dan dua puluh empat. Lilin itu semakin mendekat hingga menampakkan sebuah......
Taraaaaaa.......
Kira kira sebuah apa hayooooo
Lanjut besok ya author capek ngetiknya....
Jangan lupa like dan komentnya....
Miss U All....
__ADS_1
TBC.....