
Pagi ini lagi lagi Nesha terlambat bangun, Sejak kehamilannya menginjak bulan ke empat, Ia menjadi malas beraktifitas pagi. Setelah shalat subuh Nesha pasti akan tidur lagi. Seperti saat ini Nesha masih setia bergelung di dalam selimut. Sedangkan Farhan, Ia sudah selesai memasak untuk sarapan mereka berdua. Mbak Nadia sudah kembali bekerja jadi Farhan tidak terlalu repot mengurus Nathan di pagi hari.
Setelah selesai memasak, Farhan menata makanannya di atas meja. Ia segera kembali ke kamar untuk membangunkan Nesha.
" Papi." Panggil Nathan saat Farhan hendak masuk ke kamarnya.
" Anak Papi udah rapi, Sudah siap berangkat ke sekolah?" Tanya Farhan.
" Udah Pi." Sahut Nathan.
" Baiklah... Ayo Nathan sarapan dulu nanti Papi antar ke sekolah." Ucap Farhan.
" Athan mau cama Papa Dan." Ujar Nathan.
" Papa Jordan mau jemput ke sini?" Tanya Farhan.
" Iya Pi." Sahut Nathan.
" Kok nggak bilang sama Papi? Ya udah ayo sarapan dulu." Farhan menggendong Nathan menuju meja makan.
Farhan mendudukkan Nathan di kursinya, Ia mulai mengambilkan makanan untuk Nathan.
" Papi... Mami kenapa cekalang tidak pelnah ikut makan sama Athan?" Tanya Nathan.
" Mami masih ngantuk sayang..." Ujar Farhan.
" Dedeknya mau bobok ya Pi?" Tanya Nathan.
" Iya sayang... Ayo A'." Ucap Farhan sambil menyuapi Nathan dengan telaten.
Tin...Tin...
Suara klakson mobil yang Farhan yakini mobil Jordan.
" Ayo sayang Papa dah jemput." Ucap Farhan.
Farhan memakaikan tas ke punggung Nathan. Ia menggendong Nathan menuju depan rumah menghampiri mobil Jordan. Jordan berdiri bersandar pada mobilnya.
" Pagi sayang..." Sapa Jordan kepada Nathan.
" Pagi Pa..." Sahut Nathan sambil menyalami tangan Jordan.
" Anak pintar, Pagi Han, Gimana kabar Nesha?" Ucap Jordan mengambil alih gendongan Nathan.
" Pagi... Nesha masih seperti kemarin kemarin." Sahut Farhan.
" Masih sering bangun siang?" Tanya Jordan.
" Iya.." Sahut Farhan.
" Kira kira besok kalau Sifa ngidam gitu nggak ya?" Tanya Jordan menatap Farhan.
" Bawaan bayi beda beda Dan, Dulu saat Vera hamil tidak seperti itu, Ia malah rajin bangun pagi mengerjakan semua pekerjaan rumah, Saat aku bangun pagi Ia sudah berdandan rapi, Rumah sudah bersih, Sarapan sudah tersedia, Pokoknya beda banget sama kebiasaan Nesha Dan, Aku harus menyiapkan semuanya sendiri setiap pagi." Ujar Farhan.
" Han..." Ucap Jordan memberi kode pada Farhan lewat matanya. Farhan menoleh ke belakang dan....
" Sa... Sayang...." Ucap Farhan gugup mnatap Nesha yang sedang menatapnya dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
Nesha segera masuk kembali ke dalam rumah.
" Yank...." Panggil Farhan tapi Nesha tidak menghiraukannya.
" Kenapa kamu tidak bilang kalau ada Nesha di belakang?" Tanya Farhan.
" Ya maaf aku juga baru tahu kalau ternyata Nesha berdiri di sana." Sahut Jordan.
" Aku berangkat dulu, Selamat menghadapi bumil yang lagi ngambek." Ucap Jordan.
" Ayo sayang kita berangkat." Ajak Jordan membukakan pintu untuk Nathan.
Setelah Jordan melajukan mobilnya, Farhan segera masuk ke dalam. Ia berjalan menuju kamarnya.
Ceklek....
Farhan membuka pintunya, Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar tapi tidak menemukan Nesha. Suara gemericik air dari kamar mandi terdengar di telinga Farhan menandakan Nesha sedang mandi. Farhan duduk di tepi ranjang menunggu Nesha.
Ceklek....
Pintu kamar mandi terbuka, Nesha melangkahkan kakinya menuju ruang ganti. Lama Farhan menunggu tetapi Nesha tidak keluar keluar juga. Farhan segera menghampirinya. Ia melihat Nesha sedang memasukkan baju bajunya ke dalam koper.
" Apa ini sayang?" Tanya Farhan menghampiri Nesha. Nesha tidak bergeming.
" Sayang apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Farhan menangkup wajah Nesha. Wajah Nesha terlihat sembab seperti habis menangis.
" Kamu menangis?" Selidik Farhan.
" Katakan sayang... Jangan diam saja, Apa kamu mendengar obrolanku dengan Jordan? Kamu mendengar semuanya?" Tanya Farhan.
Nesha menurunkan tangan Farhan, Ia kembali menata bajunya ke dalam koper, Hanya beberapa saja.
" Maafkan aku jika aku salah bicara... Bukan maksudku membandingkan dirimu dengan Vera... Aku cuma memberi gambaran kepada Jordan saja sayang." Jelas Farhan.
" Memberi gambaran di sertai keluhan lebih tepatnya, Biarkan aku pulang ke rumah ibuku sampai aku melahirkan, Aku tidak mau menjadi bebanmu selama kehamilanku." Ucap Nesha.
" Tidak boleh... Maafkan aku... Jangan pergi, Aku tidak merasa terbebani olehmu, Aku melakukannya dengan senang hati sayang... Maafkan aku, Jangan pergi dari rumah ini, Jangan pisahkan aku sama dedek dalam kandunganmu." Ucap Farhan memeluk tubuh Nesha.
Farhan lupa jika wanita hamil sangat sensitif perasaannya, Hampir saja... Hampir saja Ia kehilangan Nesha lagi karena kebodohannya.
" Hiks....Hiks...." Isak Nesha.
" Sayang.... Ku mohon jangan menangis." Rintih Farhan tidak kuat melihat air mata kesedihan mengalir di pipi istri tercintanya.
" Maafkan aku.... Jangan menangis lagi, Aku tidak sanggup melihatmu bersedih sayang, Jangan menangis lagi." Ucap Farhan mengusap air mata di pipi Nesha.
" Sekarang duduklah... Ayo." Ucap Farhan menuntun Nesha menuju ranjangnya.
" Duduk di sini, Mas mau menata bajumu lagi di almari." Ujar Farhan.
Farhan kembali menata baju baju Nesha ke dalam almarinya, Setelah selesai Ia kembali menghampiri Nesha.
" Ayo kita sarapan, Mas udah memasak makanan kesukaanmu." Ajak Farhan.
" Mulai sekarang aku tidak mau memakan masakanmu lagi Mas, Aku mau masak sendiri saja." Ucap Nesha.
" Jangan seperti ini sayang... Maafkan Mas, Mas sudah bilang bukan? Kalau selama kamu hamil biar Mas yang melakukan semuanya, Sekarang Ayo kita makan." Bujuk Farhan.
__ADS_1
" Aku nggak mau, Aku tidak lapar." Sahut Nesha dingin.
" Sayang... Kasihan dedeknya kalau kamu telat makan, Dia lapar sayang.... Ayo sarapan dulu, Atau Mas bawa ke sini makanannya?" Ujar Farhan.
" Aku nggak mau." Kukuh Nesha.
" Ayo sayang." Farhan menggandeng tangan Nesha.
" Aku nggak mau Mas." Bentak Nesha menepis tangan Farhan. Farhan menghela nafasnya mengumpulkan kesabaran. Bukankah ini salahnya?
" Baiklah kalau kamu nggak mau, Kalau nanti lapar turun ya.... Mas ke bawah dulu." Ucap Farhan mengalah.
Farhan berjalan keluar kamar, Saat Ia hendak menutup pintu, Farhan melihat bahu Nesha berguncang, Farhan yakin jika saat ini Nesha sedang menangis.
" Maafkan Mas sayang..." Monolog Farhan menutup pintunya.
Setelah kepergian Farhan, Nesha menangis sejadi jadinya, Hatinya perih... Hatinya terluka. Wanita mana yang tidak akan sakit hati jika suaminya membanding bandingkan dengan wanita lain? Apalagi membandingkannya dengan mantan istrinya? Entah mengapa hati seorang istri begitu sensitif mendengar kata mantan suaminya. Apalagi saat ini Nesha sedang hamil, Perasaan dan emosinya sedang dalam keadaan tidak stabil. Ingin rasanya Ia pulang ke rumah Ibunya, Tapi Farhan melarangnya, Ia juga tidak ingin menambah beban pikiran Ibunya dengan masalah hatiny. Akhirnya mau tidak mau Nesha harus menjalankan perannya semuanya sebaik mungkin.
Hingga siang hari Farhan belum juga kembali ke kamarnya, Ternyata Farhan mengurung dirinya di ruang kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya. Setelah selesai Ia segera kembali ke kamarnya untuk mengajak Nesha makan siang. Ia dan Nesha sama sama melewatkan sarapannya.
Saat Farhan melewati ruang tamu, Ia melihat Mbak Nadia sedang berbicara dengan seorang pria dengan kantong plastik di tangannya. Setelah Mbak Nadia membayarnya pria itu segera pergi dari sana. Farhan berjalan menghampiri Mbak Nadia.
" Siapa Mbak?" Tanya Farhan.
" Kurir makanan Tuan." Sahut Mbak Nadia.
" Makanan?" Tanya Farhan.
" Iya Tuan... Nyonya memesan makanan dari G* Food." Ujar Mbak Nadia.
" Apa itu?" Tanya Farhan memastikan.
" Ayam geprek Tuan." Sahut Mbak Nadia.
" Ayam geprek kan pedas Mbak? Jangan kasihkan ke istri saya." Ucap Farhan.
" Mbak mana pesanan aku?" Tanya Nesha tiba tiba menghampiri mereka. Mbak Nadia melirik ke arah Farhan. Nesha tahu apa yang terjadi di sana.
" Siniin Mbak." Ucap Nesha mengambil plastik di tangan Mbak Nadia.
Nesha berjalan ke arah dapur, Ia mencuci tangannya sebelum membuka kotak yang di pesannya.
" Sayang jangan di makan itu tidak sehat." Ucap Farhan saat Nesha hendak menyuapkan makanannya ke dalam mulut.
Nesha memutar bola matanya malas, Ia tidak mempedulikan ucapan Farhan. Ia memasukkan suapannya ke dalam mulutnya. Nesha mengunyah makanannya sambil meresapi rasanya. Tiba tiba Farhan mengambil semua sambal yang ada di atas ayam tepung tersebut.
" Jangan makan pedas kasihan dedeknya, Lagian nggak baik buat kesehatan lambungmu sayang." Ucap Farhan membuang sambal itu ke tong sampah.
Nesha meminum segelas air putih di sampingnya, Ia segera beranjak meninggalkan dapur dan makanannya di atas meja.
" Sayang makanannya belum di makan." Teriak Farhan.
Nesha tidak mempedulikannya, Ia merasa kesal karena Farhan membuang sambal ayam gepreknya, Padahal saat ini Nesha sangat ingin memakan ayam geprek yang super pedas, Tapi sayangnya Farhan menggagalkannya dengan alasan kesehatan.
Tbc.....
Hayooo hati siapa yang sensitif mendengar kata mantan dari suaminya? Padahal dirinya sendiri suka intip intip mantan pacar lewat sosmed..... Author bercanda ya biar nggak spaneng nulisnya....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentnya..
Miss U Alll