
" Berita apa sih Kak? Bikin aku penasaran aja." Ujar Valen menatap Dika.
" Bulan depan Naren akan menikah." Sahut Dika.
" Apa? Menikah?" Tanya Valen memastikan.
" Iya." Sahut Dika.
" Akhirnya dia bisa move on juga dari aku." Ujar Valen.
" Entahlah aku sendiri juga tidak tahu Len, apakah dia udah move on dari kamu atau belum." Ujar Dika.
" Ya pastinya udah lah Kak, oh ya acara pernikahannya dimana Kak?" Tanya Valen.
" Kebetulan calon istri Naren tinggal di kota ini, jadi acaranya di sini, kalau nggak salah di hotel King deh nanti kamu juga dapat undangannya." Ujar Dika.
" Syukurlah, aku akan tunggu undangannya nanti." Ucap Valen.
" Duh Om sama Mami lagi ngomongin apa sih?" Tanya Azza kembali menghampiri Dika dan Valen.
" Lagi ngomongin pernikahannya Naren Za." Sahut Valen.
" Kakak datang kan?" Tanya Azza duduk di samping Dika.
" Insyaallah datang tapi kalau di undang sih." Ujar Valen sambil tertawa.
" Ya jelas di undanglah, kamu bakalan jadi tamu istimewa." Ujar Dika.
" Kamu bisa aja." Sahut Valen.
Ketiganya kembali mengobrol membicarakan hal hal unfaedah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di tempat lain tepatnya di depan untuk apartemen Irvan, Irvan sedang membuka pintu. Setelah membuka pintu Irvan segera masuk ke dalam kamarnya.
" Kenapa kamu membuat masalah dalam rumah tangga Dika dan Azza? Kenapa kamu membuat kesalah pahaman di antara mereka? Apa kamu masih menginginkan Dika? Apa kamu belum bisa merelakan Dika bahagia bersama istrinya? Kenapa kamu lakukan ini Cia?" Tanya Irvan menatap Cia membuat Cia yang sedang duduk di tepi ranjang merasa ketakutan.
" A... Apa maksudmu Mas?" Tanya Cia gugup.
" Tidak perlu pura pura tidak paham akan ucapanku, jawab saja pertanyaanku kenapa kamu menemui Dika dan mengumbar aib rumah tangga kita kepadanya? Bahkan kamu sampai pelukan dengannya? Dika sudah mempunyai istri Cia, istrinya Dika wanita muslimah yang mengharomkan pasangannya menyentuh wanita lain, dia begitu terluka melihat Dika memelukmu Cia, apa sebenarnya yang ada dalam pikiranmu Cia, sehingga kamu berbuat seperti ini." Ujar Irvan.
Ya... Irvan tahu semuanya. Jangan tanyakan Irvan tahu darimana, bukankah Irvan seseorang yang sangat jenius? Ia bisa dengan mudah mencari informasi walau dengan memejamkan mata saja.
__ADS_1
" A.. Aku merasa kamu sudah berubah Mas." Ucap Cia.
" Aku berubah? Berubah gimana menurutmu? Aku selalu memberikan apa yang kamu mau, aku selalu menuruti apa keinginanmu, lalu dimana perubahanku Cia?" Tanya Irvan sesikit meninggikan suaranya.
" Sekarang kamu lebih sibuk dengan kegiatanmu di luar sana, kamu tidak ada waktu untukku lagi, akhir akhir ini kamu sering mengabaikan aku Mas." Teriak Cia.
" Apa maksudmu? Aku bekerja banting tulang demi kamu dan calon anak anak kita tapi kamu bilang aku sibuk di luar sana? Aku bekerja Cia." Ucap Irvan.
" Jangan bohong Mas, aku tidak percaya kalau kamu sibuk bekerja, aku yakin kamu pasti punya wanita lain di luar sana." Ucap Cia.
" Astaga Cia.... Buang jauh jauh pemikiran kotormu itu, aku tidak akan melakukannya sayang, apalagi sebentar lagi aku akan punya anak, dua lagi... Jadi stop berpikiran macam macam tentang aku ok." Ujar Irvan.
" Aku tetap tidak percaya sama kamu Mas, aku tidak percaya sama sekali." Kukuh Cia.
" Kalau kamu tidak percaya ya sudah, aku tidak masalah, dan aku tidak mau berdebat denganmu lagi, tapi ingat! Jangan pernah lagi mengganggu hubungan orang lain, kamu sudah dewasa sudah bisa berpikir mana yang baik dan mana yang buruk untuk dirimu sendiri orang lain." Ujar Irvan masuk ke dalam kamar mandi.
" Mas..." Panggil Cia.
Brak...
Irvan menutup pintunya dengan keras membuat Ia berjingkrak kaget.
" Kamu sudah berubah Mas, kamu sudah tidak peduli denganku lagi, kamu jahat Mas, kamu jahat hiks." Lirih Cia.
Cia naik ke atas ranjang. Ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Ia terisak karena tak kuasa menahan rasa sesak di dalam dadanya. Cia tidak pernah membayangkan jika sikap Irvan akan berubah seperti ini.
Lima belas menit kemudian Irvan keluar dari kamar mandi. Ia segera naik ke atas ranjang, lalu memejamkan matanya. Cia merubah posisinya menjadi menghadap ke arah Irvan. Ia menatap wajah tampan suaminya.
" Apa yang membuatmu berubah Mas? Aku yakin ada sesuatu yang terjadi denganmu, aku tidak mungkin salah menilaimu, aku akan mencari tahu sampai aku menemukan jawabannya, setelah aku mengantongi bukti bukti kamu tidak bisa mengelak lagi." Ujar Cia dalam hati.
Cia mencoba memejamkan matanya untuk melupakan sedikit masalahnya, namun sepertinya matanya tidak mau di ajak bekerja sama karena Cia hanya kedap kedip saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cia mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar.
" Mas Irvan kemana? Apa dia sudah berangkat ke kantor?" Monolog Cia.
Cia turun dari ranjang, Ia segera menuju kamar mandi. Cia membersihkan dirinya, setelah selesai Ia segera keluar lalu berjalan menuju bawah mencari Irvan.
Setelah merasa capek dan tidak menemukan Irfan, Cia duduk bersandar pada sofa. Ia menghela nafasnya pelan.
" Hah... Aku harus mencari tahu kenapa Mas Irvan bisa berubah seperti ini, ayo kuatlah Cia..." Ujar Cia beranjak dari duduknya.
__ADS_1
Cia kembali ke kamarnya untuk mandi. Setelah selesai mandi Cia segera berganti baju. Ia bersiap untuk menjalankan misinya menjadi detektif untuk suaminya.
Cia menaiki taksi yang tadi di pesannya.
" Kantor Va group pak." Ucap Cia.
" Baik Non." Sahut Driver.
Sang Driver melajukan taksinya menuju gedung Va group. Sesampainya di sana Cia hendak membuka pintu, tapi tiba tiba Ia melihat mobil Irvan keluar menuju jalan raya. Cia mengurungkan niatnya.
" Pak ikuti mobil itu." Titah Cia.
" Baik Non." Sahut Driver taksi.
Taksi yang Cia tumpangi melaju mengikuti mobil Irvan. Cia merasa Irvan tidak sendirian. Di kursi samping kemudi ada seseorang yang duduk di sana.
" Siapa orang yang bersama Mas Irvan? Kenapa sepertinya dia seorang perempuan? Oh ya Tuhan.... Jangan sampai dugaanku ini benar kalau Mas Irvan berselingkuh di belakangku." Batin Cia.
Mobil Irvan berhenti di sebuah rumah yang terlihat mewah untuk kalangan orang seperti Irvan. Taksi yang Cia tumpangi berhenti tidak jauh dari sana. Cia menatap apa yang di lakukan Irvan dari dalam taksi.
Irvan turun dari mobilnya, tak lama seorang wanita juga turun dari mobil Irvan.
Deg.....
Jantung Cia berdetak dengan kencang. Rasanya dadanya begitu sesak melihat Irvan dan wanita itu berjalan memasuki rumah itu.
Takut tidak bisa mengendalikan diri, Cia meminta Driver taksi untuk lanjut berjalan. Air mata Cia menetes begitu saja.
" Tega kamu Mas sama aku, kesalahan apa yang aku lakukan padamu sehingga kamu berbuat seperti ini padaku? Kenapa kamu tidak mengakui tuduhan yang aku lontarkan untuk kamu? Sebenarnya apa yang membuatmu seperti ini Mas?" Tanya Cia dalam hati sambil mengusap air matanya.
Hayo sebenarnya Irvan kenapa nih????
Ada yang bisa jawab?
Apakah Irvan beneran selingkuh?
Tunggu jawabannya di bab berikutnya ya....
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar author makin semangat...
Terima kasih untuk readers yang selalu mmensuport author...
Semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC....