Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
123. Babby Ve....


__ADS_3

Dua bulan berlalu tanpa terasa. Saat ini Cia sedang berjuang melahirkan kedua anaknya. Awalnya Ia ingin melahirkan secara normal namun ternyata di saat saat terakhir Cia kehabisan tenaga. Ia tidak kuat mengejan hingga membuat Dokter memilih tindakan operasi cesar. Cia masuk ke dalam ruang. operasi dua jam yang lalu namun sampai sekarang belum ada Dokter yang keluar dari ruang operasi.


Mami Nesha, Irvan, Valen dan Nathan menunggu di depan ruang operasi. Mereka duduk di kursi tunggu yang sudah di sediakan oleh pihak rumah sakit. Irvan nampak begitu cemas menunggu kelahiran kedua buah hatinya.


" Van tenanglah, Cia pasti baik baik saja, aku pusing melihatmu mondar mandir begitu, dari pada buat mondar mandir gitu mending buat berdoa aja." Ujar Valen.


" Aku belum tenang kalau Dokter belum memberi kabar untukku Len, aku merasa cemas." Sahut Irvan.


" Sini duduklah." Ucap Valen menepuk kursi kosong di sebelahnya.


Irvan menurut saja, Ia duduk di samping Valen.


" Nih minum dulu, biar adem pikirannya." Ujar Valen memberikan sebotol air mineral kepada Irvan. Irvan segera meminumnya.


" Yakinlah pada yang kuasa kalau semua akan baik baik saja, istri dan kedua anakmu pasti akan selamat." Ucap Valen menyentuh pundak Irvan.


" Makasih Len." Sahut Irvan.


" Om Irvan." Panggil seseorang yang berlari menghampirinya.


" Saka." Ucap Irvan menoleh pada Saka.


" Om katanya adik bayinya Om Irvan mau lahir ya?" Tanya Saka.


" Iya sayang, doakan semoga Tante Cia sama adik bayinya selamat ya." Ujar Irvan mengelus pucuk kepala Saka.


" Iya Om, aku doakan semoga mereka bertiga baik baik saja." Sahut Saka.


" Papa, apa kabar Pa?" Tanya Valen memeluk Papa Alex.


" Alhamdulillah Papa baik baik saja sayang, kamu sama Erald baik kan?" Papa Alex balik bertanya.


" Kami sehat Pa." Sahut Valen kembali duduk.


Ya setelah di telepon Valen jika Cia hendak melahirkan, Saka langsung meminta Papa Alex untuk mengantarnya ke rumah sakit. Ia ingin melihat adik bayi milik Irvan katanya.


" Duduk sini Pa." Ucap Nathan.


" Terima kasih." Sahut Papa Alex duduk di samping Nathan.


" Om Irvan, Saka seneng deh mau lihat adik bayinya Om Irvan, nanti Saka boleh gendong ya Om?" Ujar Saka.


" Eh ya belum boleh lah, kan Saka masih kecil." Ujar Valen.


" Emang kalau anak kecil belum boleh gendong adik bayi ya Kak?" Tanya Saka menatap Valen.


" Belum lah sayang, oh ya besok kamu masuk sekolah kan?" Tanya Valen.


" Iya Kak, besok Saka masuk sekolah di anterin Papa." Ujar Saka.


" Sekolah yang pinter ya biar bisa menjadi orang sukses seperti Papa." Ucap Nathan.


" Siap Bang." Sahut Saka membuat semua orang tersenyum.


" Om kira kira adik bayinya laki laki semua apa perempuan semua Om?" Tanya Irvan.


" Apa ya???? Kita akan lihat nanti ya." Ujar Irvan.


" Iya deh." Sahut Saka.

__ADS_1


" Om kalau adik bayinya satu perempuan, boleh nggak kalau besar nanti Saka menikah dengannya?" Tanya Saka membuat semua orang melongo.


" Menikah? Emang kamu tahu apa soal menikah?" Tanya Irvan.


" Ya menikah, menjadi pasangan suami istri yang sah." Sahut Saka.


Valen menatap Papanya dengan tatapan menyelidik, Papa Alex hanya mengedikkan bahunya saja.


" Darimana kamu tahu soal itu Saka?" Selidik Valen.


" Aku kemarin kan menghadiri acara pernikahan sama Papa Kak, dan aku mendengar tamu di sana bicara seperti itu." Sahut Saka.


" Owh." Gumam Valen.


" Gimana Om? Bolehkan Saka menikahinya?" Tanya Saka menatap Irvan.


" Ya kalau memang jodoh mau gimana lagi." Sahut Irvan.


" Berarti boleh ya Saka menikahi adik bayi kalau udah besar nanti, aku akan menagihnya suatu saat nanti Om." Ujar Saka.


" Baiklah terserah kau saja, anak kecil udah tahu soal menikah aja." Ucap Irvan mencubit hidung Saka dengan gemas.


Tak lama setelah itu, Dokter keluar dari ruangan. Irvan segera menghampirinya.


" Bagaimana keadaan anak dan istri saya Dok?" Tanya Irvan.


" Alhamdulillah operasinya berjalan lancar Tuan, Istri dan kedua anak Tuan baik baik saja." Sahut Dokter Mila.


" Selamat ya Tuan, bayi anda kembar sepasang." Sambung Dokter Mila.


" Alhamdulillah." Ucap semua orang.


" Nona Cia sedang dalam masa pemulihan Tuan, jadi untuk beliau belum bisa di temui oleh siapapun, kalian bisa menemuinya setelah di pindah ke ruang rawat." Sahut Dokter Mila.


" Baiklah Dok." Sahut Irvan.


" Kalau begitu saya permisi." Pamit Dokter Mila undur diri.


" Silahkan Dok, terima kasih." Sahut Irvan.


Setelah di pindah ke ruang rawat vip nomer lima, keluarga Cia masuk ke dalam. Saat ini Cia sedang terbaring lemah di atas ranjang, efek biusnya sepertinya sudah hilang karena Ia membuka matanya menatap keluarganya, sedangkan kedua babbynya berada di dalam box besar.


" Selamat sayang, kau sudah menjadi seorang ibu sekarang." Ucap Mami Nesha.


" Terima kasih Ma." Sahut Cia.


" Selamat ya Dek, semoga mereka akan menjadi anak yang sholeh dan sholehah, dan kamu cepat pulih." Ucap Valen.


" Makasih Kak." Sahut Cia.


" Terima kasih sayang sudah berjuang untuk anak anak kita, mereka terlihat cantik dan tampan." Ucap Irvan menggenggam tangan Cia.


" Iya Mas." Sahut Cia.


" Uluh cucu Oma si tampan dan si cantik, Oma gendong si tampan dulu ya." Ujar Mami Nesha menggendong Babby tampan.


" Biarkan Aunti yang menggendong Babby cantik." Ucap Valen menggendong Babby cantik.


" Kak aku mau lihat calon istriku." Ucap Saka kembali membuat semua orang melongo.

__ADS_1


Valen menunduk membiarkan Saka melihat babby cantiknya Cia.


" Halo sayang, kamu cantik sekali, aku yakin kamu pasti akan cantik seperti Kak Valen saat besar nanti." Ujar Saka menoel pipi babby cantik.


" Mas apa maksudnya Saka?" Tanya Cia menatap Irvan.


" Kata Saka kalau dia sudah besar nanti, dia ingin menikah dengan putri kita." Sahut Irvan.


" Kenapa kamu diam saja? Harusnya kamu bilang tidak boleh donk." Ujar Cia.


" Ya mau gimana lagi? Dia kan masih kecil sayang, udah jangan di pikirkan ya, jodoh nggak ada yang tahu sama seperti kita kan." Ujar Irvan.


" Iya Mas." Sahut Cia.


" Sayang siapa nama babby cantik ini?" Tanya Valen menatap Cia.


Cia menatap ke arah Irvan yang di balas anggukan kepala oleh Irvan.


" Aku beri nama Vebbyan Kak." Sahut Cia.


" Vebby.. Nama yang bagus." Ucap Valen.


" Kalau babby tampan, siapa namanya?" Tanya Mami Nesha.


" Namanya Verdyan Mi." Sahut Cia.


" Verdy dan Vebby." Ucap Nathan.


" Iya Bang, Verdyan sama Vebbyan, kalau nama belakangnya kami belum memutuskan mau menggunakan marga siapa." Ucap Cia.


" Tidak masalah sayang, kalaupun kamu mau menggunakan marga keluarga Irvan saja juga nggak pa pa." Ujar Mami Nesha.


" Iya Mi." Sahut Cia.


" Vebbyan, Saka akan melamarmu jika kita sudah besar nanti." Seloroh Saka.


" Kamu ini pikirannya ke situ mulu, kamu masih kecil sayang, sekolah yang benar ya baru besok pikirin nikah." Ujar Valen.


" Kan Saka bilangnya nanti Kak kalau udah besar." Ucap Saka.


" Ah iya kamu benar." Sahut Valen.


Semua orang nampak begitu bahagia dengan kehadiran babby Ve. Verdyan dan Vebbyan semoga keduanya akan selalu membawa kebahagiaan dalam rumah tangga Irvan dan Cia. Begitulah yang mereka semua harapkan.


Nama belakang babby twins mau di kasih nama siapa nih????


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Terima kasih untuk readers yang sudah mensuport author semoga sehat selalu..


Miss U All...


TBC.....


Author mengucapkan


... Selamat Hari Raya Idul Adha...


Semoga kita semua mendapat BarokahNya

__ADS_1


Amin...


__ADS_2