Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
24. Malam Pertama


__ADS_3

Yang baca di siang hari Skip Aja ya karna berbau bau adegan dewasa... Author nggak nanggung lhoh kalau puasanya rusak atau batal....


Jangan lupa like dan komentnya ya.


Terima kasih atas suport yang kalian berikan...


Miss U All...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nathan menuntun Valen duduk di tepi ranjangnya. Ia menangkup wajah Valen dengan kedua tangannya. Keduanya saling bertatapan meresapi detak jantung masing masing yang sedang berperang sambil menumbuhkan rasa aneh dalam diri mereka masing masing.


" Mas mau ini, boleh ya?" Tanya Nathan menyentuh bibir Valen. Valen menganggukkan kepalanya.


Nathan memajukan wajahnya membuat Valen menutup matanya. Nathan mengecup bibir Valen dan menggigit pelan bibir bawah Valen membuat Valen membuka sedikit mulutnya. Valen membiarkan Nathan menyusupkan lidahnya untuk mengekspos setiap inchinya. Ciuman yang semula lembut kini menjadi ciuman yang menuntut. Keduanya saling menikmati manisnya bertukar saliva.


Nathan mendorong pelan tubuh Valen. Tangan Nathan mulai bergerilya kemana mana. Tanpa Valen sadari jika kini dirinya sudah polos seperti bayi. Nathan meremas gundukan kembar Valen membuat sang empu mendesis.


" Massss." Desis Valen saat ciuman Nathan turun ke bawah. Lidah Nathan bermain main di leher Valen, sesekali Ia membuat tanda kepemilikan di setiap tanda yang sudah di ukir oleh pria lain. Nathan tidak jijik dengan apa yang sebelumnya terjadi pada Valen malah Ia sengaja melihat dimana saja tanda itu berada, Ia akan menyesapnya dengan kuat untuk menghapus jejak bajin*** itu.


" Masss." Desis Valen menjambak rambut Nathan.


Nathan melakukan foreplay dengan baik membuat tubuh Valen menggelinjang seperti cacing kepanasan. Bahkan Valen merasa ini untuk yang pertama kalinya Ia melakukan hal seperti ini, mungkin karna kemarin Ia tidak sadarkan diri.


" Sayang Mas datang ya... Ini tidak akan sesakit waktu itu jadi kamu tenang saja." Ucap Nathan menatap Valen penuh gairah.


" Lakukanlah Mas, hapuslah jejaknya di tubuh ini agar aku bisa melupakan kenangan pahit itu." Ujar Valen.


Nathan mulai menuntun senjatanya untuk memasuki goa sempit milik istrinya.


" Awh." Pekik Valen meremas Sprei dengan kuat sambil menahan sakit di bagian bawahnya.


" Apa masih sakit?" Tanya Nathan menghentikan kegiatannya.


" Iya Mas sakit banget." Sahut Valen.


"Kenapa sakit? Dan kenapa susah di terobos ya? Apa mungkin sebenarnya mereka tidak melakukan apa apa? Atau mereka hanya melakukannya sekali? Ah bisa saja seperti itu." Batin Nathan mencoba menerobos pintu goa lagi.


Satu kali masih susah, dua kali masih sama dan usaha ketiga Nathan sedikit memaksa membuat Valen menjerit bahkan sampai meneteskan air matanya.


" Masss sakit." Rengek Valen.


" Sayang..." Ucap Nathan mengeluarkan pusakanya.


Deg....


Jantung Nathan serasa berhenti berdetak di sertai hati yang berbunga bunga. Di dalam hatinya ada ribuan kupu kupu beterbangan di dalamnya saat Ia melihat noda merah di sprei putihnya yang terlihat sangat jelas.


" Sayang kamu masih virg**." Ucap Nathan bahagia.


" Ba... Bagaimana mungkin Mas." Sahut Valen.


" Lihatlah noda ini." Ucap Nathan menunjuk noda itu.


Valen mencoba duduk dengan pelan, Ia menatap ke arah yang di tunjuk oleh Nathan. Ia menutup mulutnya dengan tangannya karna merasa tak percaya. Ia benar benar tidak percaya jika Tuhan masih menyelamatkan hidupnya.

__ADS_1


" Mas... Hiks.." Isak Valen memeluk tubuh polos Nathan.


" Kenapa sayang? Apa sakit banget? Maafkan Mas ya yang sudah kasar sama kamu." Ucap Nathan mengelus punggung Nathan.


" Aku bahagia Mas.... Aku tidak menyangka jika aku masih suci Mas... Kamu yang pertama Mas hiks... hiks..." Isak Valen.


" Iya sayang Mas bahagia banget, jangan menangis lagi ya, kau tahu? Dari awal Mas sudah menduga jika tidak terjadi apa apa padamu di malam itu." Ucap Nathan menangkup wajah Valen.


" Sekarang kita sudah mendapatkan jawabannya sayang, maafkan aku yang lalai dalam menjagamu." Ujar Nathan.


" Bukan salahmu Mas." Sahut Valen.


" Mau lanjut atau besok lagi aja?" Tawar Nathan.


" Mas maunya gimana?" Valen balik bertanya.


" Kalau mauku lanjut, kita rayakan kebahagiaan kita malam ini Yank, Mas akan melakukannya dengan lembut tidak memaksa seperti tadi." Sahut Nathan.


" Baiklah tunjukkan kelembutan Mas." Sahut Valen.


Nathan memulai lagi permainannya. Kali ini Ia benar benar melakukannya dengan penuh kelembutan. Valen terbuai di bawah kukungan Nathan. Ia merasa seakan terbang di atas nirwana. Keduanya menghabiskan malam berdua dengan melakukan kegiatan panas berkali berkali. Suara des**** dan erangan mengiringi kebahagiaan mereka. Malam dingin menjadi malam yang hangat untuk pasangan pengantin baru di dalam sana.


Siapa yang tebakannya benar???? Selamat kalau begitu tapi maaf tidak ada hadiahnya... Author doakan supaya sehat semuanya...


Valen mengerjapkan matanya karna cahaya matahari masuk dari sela sela korden membuat matanya silau. Ia menatap ke sebelahnya yang sudah kosong.


" Pagi sayang." Sapa Nathan yang baru keluar dari kamar mandi yang sudah rapi. Celana denim selutut di padu kaos polos berwarna putih membuatnya semakin tampan.


" Pagi Mas, kenapa nggak bangunin aku Mas? Aku malu tahu kalau terlambat turun lagi." Ujar Valen mengucir rambutnya.


Valen sudah mengenakan piyama, siapa lagi kalau bukan Nathan yang memakaikannya. Valen tidak perlu menanyakan semua itu.


" Sekarang ayo mandi." Sambung Nathan menggendong Valen menuju kamar mandi.


" Awh Mas... Turunin aku bisa sendiri Mas." Ucap Valen.


" Itu akan terasa sakit sayang, jadi menurutlah." Sahut Nathan menurunkan Valen pada bathup.


" Kamu mandilah aku akan membereskan bekas pertempuran kita semalam." Ucap Nathan mengerlingkan sebelah matanya.


Blushhhh


Pipi Valen merah merona mendengar ucapan Nathan.


" Tidak perlu malu malu begitu sayang, biasakan dengan ucapanku yang menjurus ke sana." Ujar Nathan.


" Apa sih Mas." Kekeh Valen.


" Mas keluar dulu, baju ganti udah Mas siapin tuh di sana." Tunjuk Nathan ke sebelah wastafel.


" Makasih Mas." Sahut Valen.


Nathan keluar kamar mandi. Ia berjalan menuju ranjangnya membereskan kasurnya. Ia menatap sprei yang masih meninggalkan noda merah. Ia melipatnya dengan rapi lalu Ia masukkan ke dalam almari.


" Ini akan menjadi bukti jika tuduhan Ardan salah, terima kasih Tuhan kau telah melindungi harga diri istriku." Monolog Nathan tersenyum lebar.

__ADS_1


Nathan melanjutkan kegiatan membersihkan kamarnya seperti apa yang Ia lakukan selama ini. Ia tidak memperbolehkan orang lain memasuki kamarnya termasuk Art. Orang lain ya... tidak termasuk keluarganya.


Ceklek....


Valen membuka pintu kamar mandi. Ia berjalan pelan menuju meja riasnya. Nathan tersenyum melihat Valen yang berjalan seperti orang baru melahirkan.


" Masih sakit Yank?" Tanya Nathan menghampiri Valen.


" Sedikit Mas, mungkin sebentar lagi udah nggak terasa." Sahut Valen.


" Nanti pakai salep ya biar nggak sakit lagi, Mas taruh di meja rias kamu." Ucap Nathan.


" Mas membelinya?" Tanya Valen.


" Iya barusan datang." Sahut Nathan.


" Sini biar Mas yang sisir rambut kamu." Ucap Nathan mengambil sisir di meja rias Valen.


" Makasih Mas." Ucap Valen tersenyum lebar.


" Sama sama sayang, Mas juga ingin berterima kasih karna kamu mau menjadi istriku, aku mencintaimu." Ucap Nathan membungkukkan badannya lalu mencium kening Valen.


" Aku juga." Sahut Valen tanpa sadar.


" Kamu juga apa?" Tanya Nathan memastikan.


" Ak... Aku.. aku juga berterima kasih padamu." Sahut Valen gugup.


" Bukan kamu juga mencintaiku?" Goda Nathan.


" Eh... Mana ada ya aku ngomong gitu." Kilah Valen.


" Kan aku bilang aku mencintaimu, lalu kamu jawab aku juga... Maksudmu aku juga mencintaimu Mas, begitu kan?" Ujar Nathan.


" Enggak ah." Sahut Valen.


" Udah nggak perlu malu mengakui perasaan sendiri, Mas tahu kok kalau kamu mencintaiku." Ujar Nathan.


" Terserah kamu aja Mas." Sahut Valen.


" I Love U Valentina Ardiansyah." Ungkap Nathan berharap mendapat jawaban yang lebih jelas dari Valen. Valen hanya menatap Nathan sambil tersenyum.


" Di balas donk Yank." Ujar Nathan.


" Apanya yang di balas?" Tanya Valen.


" Ungkapan cintaku." Sahut Nathan.


" I Love U sayang." Nathan mengulangi ucapannya.


" Aku tahu." Sahut Valen.


" Yah kok gitu sih balasannya, Nggak mau ah... Balas yang benar." Ucap Nathan memaksa.


" I Love U sayang." Ucap Nathan.

__ADS_1


Hayoooo kira kira Valen balas apa ya????


TBC....


__ADS_2