Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
61. Lembaran Baru DavRia


__ADS_3

Ria baru saja menyelesaikan ritual mandinya. Entah kenapa pagi ini Ia mual dan muntah muntah. Beruntung suaranya tidak mengganggu tidur Davian. Ria duduk di depan meja rias untuk berdandan. Setelah selesai Ia menyiapkan air hangat di dalam baskom untuk menyeka tubuh Davian.


" Mas bangun." Ucap Ria mengguncang pelan bahu Davian yang tidak terluka.


Davian tidak bergeming membuat Ria menghela nafasnya pelan.


" Mas udah siang bangun dulu, aku lap dulu tubuh kamu." Ujar Ria.


Davian masih setia memejamkan matanya. Ria menundukkan wajahnya dan...


Cup


Ria mengecup kening Davian. Davian mengerjapkan matanya menatap wajah Ria yang begitu cantik pagi ini.


" Aku selalu mendambakan moment seperti ini Yank, kau membangunkanku dengan ciuman manismu." Ucap Davian dengan suara khas bangun tidur.


" Kau akan mendapatkannya setiap pagi mulai sekarang." Sahut Ria.


" Kalau begitu pipi dan bibir juga." Ujar Davian.


Ria memajukan wajahnya lagi. Cup cup cup Ria berhasil melakukan apa yang Davian inginkan. Hanya kecupan.


" Mau ke kamar mandi dulu, atau aku lap dulu badannya?" Tanya Ria.


" Mau ke kamar mandi dulu cuci muka sana gosok gigi dulu." Sahut Davian.


" Ayo aku bantu Mas." Ucap Ria.


Ria membantu Davian turun dari ranjang, Ia memapah Davian ke kamar mandi. Luka Davian sedikit memar dan membengkak itu sebabnya Ia sedikit kesulitan untuk bergerak karna merasakan sakit. Setelah sepuluh menit keduanya kembali ke ranjang.


" Kamu bisa duduk di sini?" Tanya Ria menepuk tepi ranjang.


" Bisa." Sahut Davian.


Davian duduk di tepi ranjang dengan kaki menjuntai ke bawah. Ria mulai menyeka tubuh Davian dengan pelan. Ia juga menambahkan antiseptik di air hangat yang Ia gunakan.


" Shhh perih Yank." Desis Davian.


" Di tahan ya Mas biar nggak infeksi aku kasih antiseptik di airnya, kamu sih ada ada aja, badan bagus bagus malah di buat luka luka gini." Ujar Ria sibuk dengan kegiatannya.


" Kalau aku nggak kaya' gini kamu nggak akan pulang kan." Ujar Davian.

__ADS_1


Ria menatap wajah Davian yang sedang menatapnya juga.


" Ya nggak gitu juga Mas, kemarin aku memintamu untuk menjauh dariku karna aku ingin memastikan hatiku, apakah rasa cinta itu masih ada atau sudah hilang tergores luka yang aku rasakan selama ini, tapi aku sadar kalau luka yang kamu torehkan tidak mampu menghapus rasa cintaku untukmu Mas." Terang Ria.


" Maafkan aku yang sudah menorehkan luka itu, aku berjanji akan mengobati luka di hatimu dan akan selalu membuatmu bahagia." Ujar Davian menggenggam tangan Ria.


" Aku percaya padamu Mas, dan aku harap kamu tidak akan mengkhianati kepercayaanku lagi." Sahut Ria.


" Tentu sayang." Sahut Davian.


Setelah selesai menyeka tubuh Davian, Ria mengoleskan salep pada lukanya. Davian belum bisa memakai baju karna lukanya belum kering. Ia hanya memakai celana boxer saja.


" Selesai, sekarang duduklah Mas aku akan menyiapkan sarapan untukmu, setelah itu kamu minum obatnya biar cepet sembuh." Ujar Ria sambil menumpuk bantal.


" Sini." Ujar Ria membantu Davian duduk bersandar pada tumpukan bantal.


" Terima kasih sayang." Ucap Davian mencium pipi Ria.


" Mau main ponsel atau nonton tv?" Tanya Ria.


" Ponsel aja, aku mau mengecek laporan perusahaan kemarin." Ujar Davian.


" Baiklah." Sahut Ria mengambil ponsel Davian di atas nakas.


" Iya sayang, duh perhatian banget sih." Ucap Davian.


" Aku dari dulu perhatian Mas, kamunya aja yang nggak peduli." Sahut Ria menohok hati Davian.


Ria meninggalkan Davian sendiri di dalam kamarnya. Ia turun ke bawah menuju dapur untuk membuat sarapan Davian. Setengah jam Ria berkutat di dapur akhirnya Ia mampu menyelesaikan masakannya. Bubur ayam untuk Davian dan rendang daging untuknya dan Luci. Ria membawa semangkuk bubur dan segelas air putih di atas nampan ke kamar Davian.


" Sarapan dulu Mas." Ucap Ria menghampiri Davian.


" Suapin." Rengek Davian manja.


" Iya." Sahut Ria.


Ria menyuapi Davian dengan telaten hingga semangkuk bubur buatannya habis tak tersisa.


" Sekarang minum obatnya." Ujar Ria memberikan dua butir obat kepada Davian. Davian segera meminumnya.


" Istirahatlah Mas." Ucap Ria.

__ADS_1


" Sayang ada yang ingin aku bicarakan padamu soal kematian Adrian." Ucap Davian tiba tiba.


Ria duduk di tepi ranjang di sisi Davian.


" Katakan Mas apa yang ingin kau jelaskan padaku." Sahut Ria.


" Aku memang menyuruh seseorang untuk menyabotase mobil Adrian, tapi bukan untuk kematian hanya ingin memberinya pelajaran saja, aku ingin mengancamnya supaya dia mau menjauhimu." Ujar Davian menghela nafasnya.


" Tapi ternyata Reno membayar orangku untuk memperparah keadaan mobil yang di tumpangi Adrian, orang itu juga sengaja melintas di depan mobil Adrian supaya Adrian hilang kendali dan terjadilah kecelakaan naas itu, sebenarnya nyawa Adrian masih bisa di selamatkan tapi sayangnya orang suruhan reno membuatnya kehabisan nafas hingga menyebabkan Adrian meninggal di tempat." Sambung Davian.


" Darimana kamu tahu soal itu Mas?" Tanya Ria.


" Irvan menyelidikinya, aku memang tidak tahu kejadian yang sebenarnya karna aku tidak ada di tkp, aku juga kaget saat mendengar kabar Adrian tidak ada di tempat, aku langsung menghampiri orang suruhanku tapi terlambat, orang suruhanku entah pergi kemana sampai sekarang tidak bisa di temui." Terang Davian.


" Sayang maafkan aku karna aku terlalu jahat pada kalian berdua, saat itu aku gelap mata, yang ada dalam pikiranku hanya bayangan dimana aku terlambat membawakan obat untuk ibuku hingga ibuku tiada tepat saat aku memasuki pintu rumah, andai aku bisa lebih cepat mungkin nyawa ibuku bisa tertolong, tapi sekarang aku sudah mengikhlaskannya, aku tidak mau lagi terbawa egoku untuk balas dendam pada siapapun termasuk pada Reno yang sudah mengkhianatiku, aku minta maaf padamu atas kepergian Adrian." Ucap Davian menggenggam tangan Ria.


" Ya sudah lah Mas, aku juga sudah mengikhlaskan semuanya, sekarang mari kita buka lembaran baru dengan tujuan hidup yang baru, aku ingin kita bahagia bersama anak anak kita nanti." Ujar Ria.


" Iya kau benar sayang, apa dia rewel di sini?" Tanya Davian mengelus perut rata Ria.


" Tidak Mas dia pengertian kepada ibunya, tapi entah kenapa tadi pagi aku merasakan mual." Ujar Ria.


" Kamu muntah? Kenapa aku tidak tahu?" Tanya Davian.


" Kamu sedang tidur jadi tidak mendengar aku muntah, aku juga heran Mas padahal kemarin kemarin aku nggak merasakan apa apa." Ucap Ria.


" Itu karna babby kita mau di manja sama Papanya, tapi sayang banget Papanya lagi nggak bisa ngapa ngapain." Sahut Davian.


" Maafkan Papa ya sayang, Papa janji kalau Papa udah sembuh Papa akan menuruti apa kemauanmu sayang, sehat sehat di dalam sini dan jangan menyusahkan Mama ya, susahkan Papa aja." Ujar Davian mengelus perut Ria.


" Siap Papa." Sahut Ria.


Keduanya tertawa lepas merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan di pagi hari ini. Keduanya sangat bersyukur apalagi Davian, Ia begitu bahagia bisa hidup bersama Ria, Ia berjanji akan membuat Ria selalu tertawa seperti ini.


" Terima kasih sayang kau mau menerimaku krmbali, terima kasih sudah menjadi penguat dan penyemangat hidupku, I Love U." Ucap Davian.


" I Love U too Mas." Sahut Ria.


TBC......


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...

__ADS_1


Makasih buat para reader yang sudah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All....


__ADS_2