Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
96. My Name is....


__ADS_3

" Emang mau di beri nama siapa?" Tanya Mami Nesha lagi.


" Babby tampan ini aku beri nama Adelardo Valentino Ardiansyah Mi." Sahut Nathan.


" Babby Aderaldo... Nama yang bagus." Ujar Mami Nesha.


" Gimana Yank, kamu suka nggak dengan nama itu? Kalau tidak nanti tinggal kamu ganti aja." Ucap Nathan menatap Valen.


" Aku suka kok Mas, ada nama kita berdua juga di sana." Sahut Valen.


" Lalu siapa panggilannya?" Tanya Mami Nesha.


" Mau di panggil siapa yank?" Tanya Nathan menatap Valen.


" Emmmm gimana kalau panggilnya Erald aja Mas, daripada kepanjangan." Ujar Valen.


" Erald... Panggilan yang bagus." Ujar Nathan.


" Baiklah Babby boy yang handsomenya kebangetan, Oma panggil kamu Erald ya, duh lucu banget sih, pipinya ih kaya' bakpao aja deh." Ucap Mami Nesha gemas sendiri.


" Gimana kalau kita bikin satu lagi sayang." Ucap Papi Farhan tiba tiba.


" Apa Pi? Bikin lagi?" Tanya Mami Nesha.


" Iya yang mirip kaya' gini." Ujar Papi Farhan.


" Nggak ingat umur kamu Mas, kamu itu udah tua, sebentar lagi jadi lansia masa' mau punya bayi lagi, aku yang masih separuh baya aja udah nggak pantas." Cibir Mami Nesha.


" Astaga sayang.... Hinaanmu mengena banget di hatiku." Ucap Papi Farhan.


" Lagian kamu ini ada ada aja Mas, cucu kita udah mengantri giliran di belakang, kitanya mau punya bayi lagi, entar cucu kamu bingung mau manggil apa sama anak kita Mas." Ujar Gerutu Nesha.


" Ya panggil Om lah atau Aunti." Sahut Papi Fathan.


" Ya... Om Babby sama Aunti Babby." Kesal Mami Nesha.


Nathan dan Valen saling melempar senyuman melihat tingkah absurd kedua orang tuanya.


" Sekarang tinggal minum obatnya Yank." Ucap Nathan memberikan tiga butir obat kepada Valen.


" Ckk aku paling malas kalau di suruh minum obat Mas." Decak Valen.


" Ya biar kamu cepet pulih Yank, biar kita cepet pulang juga kan, kamu nggak betah kankalau lama lama di sini? Jadi sekarang harus minum obatnya, ini juga vitamin kok buat kamu sama Babby Erald." Ujar Nathan.


" Iya Mas iya aku minum." Sahut Valen mengambil obat itu dari tangan Nathan.


Valen segera meminumnya walau sedikit kesusahan.


" Sekarang istirahatlah, nanti kalau Erald minta minum aku bangunin kamu." Ujar Nathan mencium kening Valen.


Tak berapa lama akhirnya Valen terlelap. Entah karena efek obat atau memang Ia merasa lelah dan mengantuk.


Mami Nesha masih menggendong Babby Erald, sesekali Mami Nesha duduk di sofa. Papi Farhan duduk di samping Mami Nesha sambil menguyel uyel pipi Babby Erald.


" Jangan begitu Mas, nanti merah semua pipinya." Ucap Mami Nesha.


" Ya nggak pa pa, emang dasarnya udah merah sayang, yang penting nggak lecet." Sahut Papi Farhan.


" Papimu ini memang ngeyel Bang." Cebik Mami Nesha.


" Makanya bikin, nanti aku nggak gangguin Erald lagi tapi gangguin babby kita sendiri." Ucap Papi Farhan asal yang mendapat pelototan dari Mami Nesha.


" Udah lah Mi, Pi, nggak usah ribut gitu... Sekarang kan udah ada Erald, sebentar lagi anak Ria juga akan lahir, lima bulan kemudian anaknya Gama, siapa tahu nanti Cia cepat menyusul, jadi tidak perlu mendapat Babby sendiri, gendong aja para cucu kalian nanti sampai sakit tuh pinggang." Ucap Nathan menengahi.

__ADS_1


" Tuh dengerin Mas, para cucu antri minta di gendong." Ucap Mami Nesha.


" Nanti kalau masih kurang, Abang tambahin lagi, Abang akan buat adek untuk Babby Erald gimana." Uhar Nathan.


" Kamu maunya buat aja Bang, nunggu Erald besar dulu ya, biar kasih sayang kalian utuh untuk Erald, akan sangat repot juga kalau masih kecil udah punya adik Bang, Mami udah ngerasain sendiri." Tutur Mami Nesha.


" Iya Mi." Sahut Nathan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari adik adik Nathan menjenguk Valen dan Babby Erald. Irvan, Cia, Davian, Ria, Luci dan juga Gama berdiri merubungi Babby Erald. Mereka saling berebut ingin menggendongnya.


" Aku dulu yang menggendongnya." Ucap Cia.


" Aku dulu Dek, aku lebih tua dari pada kamu." Sahut Gama tidak mau mengalah.


" Aku aja yang gendong duluan, aku kan anak Mami yang paling kecil." Ujar Ria.


" Yei... Mana ada yang kecil duluan, di mana mana itu yang besar yang di depan memimpin yang kecil kecil." Ucap Gama.


" Gama betul Dek, jadi sekarang Babby Erald gendong sama Abang, kan Abang paling tua di banding kalian semua." Ucap Nathan menggendong Babby Erald.


" Yahhh." Seru mereka serempak.


" Abang nggak asyik." Cebik Gama.


" Bang kasih aku aja, biar nanti aku di ompolin sama Baby Er, terus aku bakal ketularan deh punya Babby." Ucap Cia entah dapat trik darimana.


" Kamu ini Dek ada ada aja, kalau mau punya babby itu harus rajin buat dan berdoa." Ujar Nathan.


" Udah Bang." Sahut Cia cemberut.


" Sabar sayang... Besok kita menginap beberapa hari di rumah Mami, biar kamu bisa puas gendong Babby Erald." Bisik Irvan membuat Cia berbinar bahagia. Cia menganggukkan kepalanya.


" Baiklah tapi hati hati ya, karena perutmu sudah besar, akan sangat sulit menggendong Babby Erald." Sahut Nathan memberikan Erald kepada Ria.


" Iya Bang." Sahut Ria.


" Abang pilih kasih." Cebik Cia.


" Nanti gantian kamu deh." Sahut Ria.


" Beneran ya? Awas aja kalau lo bohong, gue bakalan culik babby lo saat dia lahir nanti." Ancam Cia menunjuk Ria.


" Iya iya bawel banget sih." Sahut Ria.


Sepuluh menit kemudian Ria memberikan babby Erald kepada Cia.


" Hati hati! Jangan sampai jatuh." Ucap Ria.


" Siap." Sahut Cia menggendong babby Erald.


Cessss.....


Baru saja menempel pada gendongan Cia tiba tiba babby Erald mengompol.


" Aaaaaaaaa." Teriak Cia sambil menghentak hentakkan kakinya.


" Ada apa sayang?" Tanya Irvan cemas.


" Ada apa Cia?" Tanya Ria.


Semua orang menatap bingung ke arah Cia.

__ADS_1


" Abanggggg...... Babby Er ngompol." Teriak Cia membuat semua orang tertawa.


" Kok pada ketawa sih?" Ujar Cia.


" Lhah kaya'nya tadi mau gendong biar di ompolin sama Babby Erald, biar kamu ketularan punya Babby gimana sih, sekarang giliran di ompolin teriak teriak." Cebik Gama.


" Haaa... Kan aku nggak tahu kalau ternyata di ompolin bikin risih kaya' gini, mana baju sama rokku basah semua lagi." Ujar Cia.


" Abang... Ini anakmu gantiin dulu, aku juga mau ganti." Sambung Cia memberikan Babby Erald kepada Nathan.


" Rasain Auntyku yang cantik, semoga cepat dapat Babby kaya' Erald ya." Ucap Nathan.


" Bang..." Panggil Cia.


" Apa?" Tanya Nathan menoleh ke arah Cia yang sedang menyadongkan tangannya.


" Apa itu?" Tanya Nathan lagi.


" Cuanlah buat beli baju ganti." Ucap Cia tanpa ragu.


" Astaga sayang kamu malu maluin aku sebagai suamimu deh." Ujar Irvan menghampiri Cia.


" Ayo kita beli sekarang." Sambung Irvan.


" Apaan sih Mas, aku nggak mau beli pakai uang kamu, aku kangen dapat jatah dari Abang, udah lama kan aku nggak dapat jatah dari Abang." Cebik Cia.


" Baru beberapa bulan Cia." Ujar Nathan.


" Baru beberapa bulan Bang? Berarti waktu Cia di luar negeri Abang kasih jatah donk." Selidik Ria.


Nathan menatap Cia yang kini sedang menatapnya. Ria langsung menatap Cia yang malah cengengesan sendiri.


" Kamu curang Cia." Ucap Ria menunjuk Cia.


" Lo iri sama gue? Waktu itu kan lo udah married sama Davi makanya Abang udah nggak ngasih jatah bulanan ke lo." Ucap Cia.


" Bukannya iri atau gimana Cia, kan perjanjiannya kamu hanya di kasih jatah sama Papi aja biar kamu bisa ngirit, nggak menghambur hamburkan uang, kalau Abang kasih jatah ke kamu aku jamin kamu foya foya kan di sana." Tebak Ria.


" Enggak ya... Aku menyimpan jatah dari Abang kok." Kilah Cia.


" Coba cek rekeningnya Bang, ada uangnya apa enggak." Ucap Ria.


" Eh jangan ya... Jangan di cek Bang, uangnya masih ada kok, tenang saja! Nggak udah di cek ya Bang, Abang tinggak teansfer nominal yang sama ke rekening Ria Bang." Sahut Cia.


" Nggak mau aku, aku udah dapat dari suamiku dan itu sudah cukup bagiku, nggak kaya' kamu mata duita." Cicit Ria.


" Eh yang namanya rejeki jangan di tolak lah." Sahut Cia.


Perdebatan keduanya membuat orang orang di dalam ruangan itu geleng geleng kepala. Sudah punya suami masih seperti anak anak saja.


TBC....


Cerita lanjut ke adik adik Nathan sampai babby mereka lahir atau gimana nih????


Author punya rencana mau buat kisah Erald, kira kira mau di sini ala bikin novel sendiri ya???


Tulis di kolom komentar ya....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author tambah semangat....


Terima kasih untuk readers yang selalu me suport author... Semoga sehat selalu....


Mis U All....

__ADS_1


__ADS_2