Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
125. Motiv Widya


__ADS_3

Pagi ini Valen bersama Irvan berkunjung ke perusahaan SH Group, untuk menemui CEO secara langsung. Soni Haruka sang CEO perusahaan yang sama besarnya dengN perusahaan Alexandre Group, pria blasteran yang berusia sekitar dua puluh tiga tahunan seumuran dengan Nathan. Dan tentunya tanpa sepengetahuan Nathan.


Setelah berbicara dengan receptionis yang ada di sana, Valen dan Irvan di jemput oleh sekretaris Soni yang bernama Erka.


" Nyonya Valentina, saya akan mengantar anda ke ruangan Tuan Soni." Ucap Erka sopan.


" Baik Mbak, terima kasih." Sahut Valen.


Valen dan Irvan mengikuti Erka dari belakang, ketiganya berjalan hendak menuju ruangan Soni. Setelah menaiki lift menuju lantai sepuluh. Ketiganya menuju ruangan yang menghadap ke arah lift. Ruangan besar yang di gunakan Soni untuk berkutat dengan pekerjaannya.


Ceklek....


Erka membuka pintunya.


" Silahkan masuk Nyonya, Tuan." Ucap Erka.


" Terima kasih." Sahut Valen masuk ke dalam ruangan.


Soni menoleh ke arah pintu menatap Valen yang sedang berjalan menghampirinya bersama Irvan di belakangnya.


" Selamat pagi Tuan Soni." Sapa Valen.


" Selamat pagi Nona Alexander, silahkan duduk." Ucap Soni.


Valen duduk di sofa bersebelahan dengan Irvan, sedangkan Soni duduk di sofa sebrang berhadapan dengan Valen.


" Ada perlu apa sampai Ceo Alexander group bertandang ke mari Nona?" Tanya Soni.


" Maaf Tuan Soni, saya hanya ingin tahu siapa sebenarnya wanita yang anda kirimkan sebagai perwakilan dari perusahaan anda untuk meeting bersama perwakilan dari perusahaan saya, dan wanita seperti apa dia sebenarnya?" Tanya Valen membuat Soni mengerutkan keningnya.


" Maaf Nona, sebenarnya apa yang anda katakan? Kemarin saya ada keperluan mendesak dan saya menyuruh sekretaris saya untuk membatalkan pertemuan itu Nona." Sahut Soni.


" Membatalkan meeting?" Tanya Valen memastikan.


" Iya Nona, memang apa yang terjadi Nona? Kami tidak meminta siapapun untuk mewakilkan kehadiran saya Nona." Ujar Soni.


" Maaf, bisa panggilkan sekretaris anda untuk menjelaskan semua?" Tanya Valen.


" Baiklah, akan saya panggilkan saya juga ingin tahu apa yang terjadi." Sahut Soni.


Soni mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia menelepon Erka meminta Erka untuk ke ruangannya. Tak lama kemudian, Erka memasuki ruangan.


" Maaf ada apa ya Pak?" Tanya Erka.


" Silahkan duduk." Ucap Soni.


" Terima kasih Pak." Ucap Erka duduk di kursi single.


" Begini Erka, kemarin saya memintamu untuk menyampaikan soal pembatalan jadwal meeting dengan perusahaan Alexander group kan? Apa kamu sudah melakukannya dengan baik?" Tanya Soni menatap Erka.


" Maaf Pak.... Maaf sekali, kemarin saya pulang lebih awal karena anak saya sakit, saya meminta Widya untuk menyampaikannya kepada pihak VA group Pak, maaf jika semua itu menimbulkan masalah." Ucap Erka menundukkan kepalanya. Ia yakin jika terjadi masalah di sini sampai sampai CEO Alexander Group datang kemari.


" Siapa Widya hingga anda memintanya untuk membatalkan meetingnya?" Tanya Valen.


" Dia asistent saya Nyonya." Sahut Erka.


" Apa anda tahu apa yang asistent anda lakukan terhadap suami saya?" Tanya Valen membuat Erka menatap ke arahnya.


" Tidak Nyonya." Sahut Erka.


" Memangnya apa yang pegawai saya lakukan Nona Alexander?" Tanya Soni.


" Panggil saja dia kemari Tuan, dia sendiri yang akan menjelaskannya." Sahut Valen.

__ADS_1


" Panggilkan dia sekarang juga Er." Ucap Soni.


" Baik Tuan." Sahut Erka.


Erka memanggil Widya di ruangannya, tak lama Erka kembali dengan Widya di belakangnya.


" Ini Widya Nyonya." Ucap Erka menunjuk Widya.


Widya mendongak menatap Valen.


Deg...


Jantung Widya berdegup denga kencang.


" Va...


" Halo Nona Widya." Sapa Valen membuat Widya mengerutkan keningnya.


" Apa Valen tidak mengenaliku? Ah rasanya tidak mungkin." Batin Widya.


" Halo Nona." Sahut Widya.


" Nona Widya." Ucap Valen beranjak mendekati Widya.


" Apa yang anda lakukan kepada suami saya tadi malam Nona?" Tekan Widya membuat Widya gugup.


" Sa.... Sa...


" Kenapa gugup begitu Nona Widya? Dimana keberanianmu saat melakukan rencana menjijikkan yang anda lakukan Nona?" Tanya Valen memotong ucapan Widya.


" Rencana menjijikkan? Apa maksud anda Nona?" Tanya Soni.


" Nona Widya tidak membatalkan jadwal meetingnya, tapi dia menemui Ceo perusahaan kami Tuan Soni, dia berlagak seperti orang yang punya perusahaan, dan sayang sekali suamiku tidak mengenal orang orang penting di perusahaan anda, sehingga dia percaya dengan semua yang di ucapkan Nona Widya." Ucap Valen menatap tajam ke arah Widya yang menundukkan kepala.


" Dia membuat suamiku mabuk, entah apa yang Ia rencanakan namun untungnya rencananya gagal." Ucap Valen.


" Apa? Dia membuat Tuan Vernathan mabuk? Astaga Widya.... Apa yang sebenarnya ada dalam pikitanmu? Kau sudah menyalah gunakan kepercayaan Erka kepadamu." Ujar Soni.


" Maaf... Maafkan saya Pak." Sahut Erka.


" Maaf? Enak sekali kau meminta maaf, kau harus di beri pelajaran dan hukuman Nona Widya." Ucap Valen.


" Saya serahkan masalah ini kepada anda Nona Alexander, hukuman apa yang akan anda berikan kepadanya saya tidak akan mencegahnya." Ucap Soni tidak mau mengambil resiko karena berani bermain dengan Valen.


" Aku akan membuatnya di penjara dan di asingkan dari kota ini." Tekan Valen.


" Jangan." Ucap Widya.


" Valen ku mohon maafkan aku, aku khilaf Len, maafkan aku." Ucap Widya.


" Valen? Siapa kamu hingga memanggilku hanya nama saja? Kau benar benar tidak punya sopan santun." Cebik Valen.


" Katakan apa sebenarnya yang kamu rencanakan!" Titah Valen.


" Apa jika aku mengatakannya kamu mau memaafkan aku?" Tanya Widya.


" Kau mengatakannya atau tidak, keputusanku akan sama, aku akan memberimu pelajaran dan hukuman yang tidak akan pernah kamu lupakan." Ucap Valen.


" Kalau begitu aku tidak akan mengatakannya." Ucap Widya.


" Irvan, gulingkan perusahaan ini karena mempunyai pegawai rendahan seperti dia." Titah Valen.


" Jangan Nona! Ini sepertinya masalah pribadi anda dengan Widya, perusahaan kami tidak tahu apa apa Nona." Ucap Soni.

__ADS_1


" Kalau begitu paksa dia untuk membuka mulutnya." Ucap Valen.


" Baik Nona." Sahut Soni.


" Katakan apa alasanmu melakukan semua ini kepada Nona Alexander atau kau dan keluargamu akan menanggung kesalahanmu, kau tahu kan aku bisa melakukan apa." Tekan Soni menatap Widya membuat Widya takut akan ancaman Soni.


" Katakan sekarang." Bentak Valen mendorong Widya hingga tersungkur di lantai.


Soni dan Erka menatap ngeri ke arah Valen. Mereka tidak menyangka jika wanita cantik di depannya ternyata galak juga.


" Aku iri sama kamu." Ucap Widya akhirnya.


" Iri? Kenapa kamu iri sama aku? Memangnya siapa kamu?" Ujar Valen.


" Aku sahabatmu yang menjadi musuhmu." Sahut Widya membuat Soni dan Erka melongo.


" Jadi kalian sahabatan?" Tanya Soni menatap keduanya.


" Tidak... Dia musuh lama yang muncul saat ini." Sahut Valen.


" Aku iri sama kamu Len, kamu bisa mendapatkan apapun dan siapapun, sedangkan aku? Aku tidak bisa mendapatkan apa apa walaupun aku sudah bekerja keras." Ucap Widya.


" Itu urusanmu bukan urusanku, kau begitu serakah sama seperti ibumu, seandainya dulu ibumu tidak berniat menjadi pelakor dalam rumah tangga Mamaku, pasti Papa masih mengijinkanmu tinggal di rumah samping kami." Ucap Valen.


Ketika Valen dan Widya masih duduk di bangku sd, ibu Widya menempati rumah yang berada di samping rumah Valen yang lama. Mamanya Valen merasa kasihan karena saat itu ibunya Widya tidak memiliki tujuan. Tapi sayangnya ibunya Widya berencana jahat dengan keluarga Valen sehingga Papa Alex mengusirnya.


" Ya kau benar aku dan ibuku memang serakah, aku tidak bisa melihatmu bahagia karena yang aku rasakan selama ini hanyalah penderitaan, sejak keluar dari rumahmu, ibuku menjadi wanita panggil** untuk mencukupi kebutuhan kami, dari situlah rasa benci dan iri dalam diriku semakin bertambah besar untukmu, di saat ibuku meninggal aku bersumpah kalau suatu saat aku akan menghancurkan kebahagiaanmu." Ucap Widya berdiri di depan Valen.


" Aku yakin kemarin merupakan kesempatan emas untukku, membuatnu hancur, tapi sayangnya aku gagal, seandainya aku berhasil aku yakin saat ini rumah tanggamu bersama suamimu berada di ujung tanduk, kau dan suamimu tidak akan mampu menahan hujatan orang orang di sekitar kalian, aku ingin menghancurkan hidupmu Len." Ucap Widya.


Plak.....


Valen menampar keras pipi Widya.


" Jangan kamu pikir kamu bisa menghancurkan pernikahanku, memangnya siapa dirimu? Dirimu hanyalah sebutir debu yang tidak akan membawa pengaruh apa apa di dalam istanaku Widya... Sadarlah jika sampai kapanpun kau tidak akan mampu menandingiku." Ucap Valen menunjuk wajah Widya.


" Bahkan untuk kehidupan dan untuk mendapatkan pendidikan yang tinggi saja, ibumu harus menjual dir*nya kepada para pria hidung belang, kau berlagak ingin menghancurkan aku, darah yang mengalir dalam dirimu adalah darah kotor, sadar Widya.... Sampai kapanpun kau tidak akan bisa menggapaiku." Sambung Valen pedas melebihi cabe rawit.


Widya mengepalkan erat tangannya dan Valen melihat semua itu.


" Kenapa? Tidak terima aku bilang seperti itu? Kau bukan menghancurkan hidupku tapi kamu menghancurkan dirimu sendiri, aku pastikan setelah kau di pecat dari sini, kau tidak akan mendapatkan pekerjaan lagi, kecuali pekerjaan seperti yang ibumu lakukan." Tegas Valen.


" Ayo Van kita pulang." Ajak Valen.


" Tunggu Nona Alexander, anda tidak akan menggulingkan perusahaan saya kan?" Tanya Soni.


" Aku tidak akan menggulingkannya tapi aku akan sedikit mengguncangnya." Sahut Valen keluar dari ruangan itu.


" Ah sial." Umpat Soni.


" Semua ini gara gara kamu Widya." Bentak Soni membuat tubuh Widya berjingkrak kaget.


" Kau telah bermain main dengan orang yang salah beg*, kau harus menerima hukuman dariku juga." Ucap Soni menyeret Widya ke kamar pribadinya yang ada di sana.


Erka segera keluar menutup pintunya. Ia tidak mau menjadi pelampiasan kemarahan bosnya.


Kira kira apa ya yang terjadi di dalam kamar?


Pikir sendiri aja ya....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya...


Sepertinya ini akan menjadi awal bab bab terakhir ya...

__ADS_1


Miss U All....


__ADS_2