Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
92. Musibah Nathan


__ADS_3

Luci mengerjapkan matanya saat sinar matahari masuk ke dalam kamarnya melalui celah celah korden. Tiba tiba perutnya terasa mual. Luci turun dari ranjang dengan tergesa sampai lututnya mengenai tangan Gama.


" Awh." Pekik Gama merasakan sakit pada tangannya.


Luci tidak peduli, Ia langsung berlari menuju kamar mandi.


Huek ... Huek.... Huek...


Luci memuntahkan seluruh isi perutnya. Gama segera menyusulnya lalu memijat tengkuk Luci dengan pelan.


" Sayang kamu itu sebenarnya kenapa? Ayo kita ke rumah sakit, kamu pasti keracunan nasi goreng yang aku buat semalam." Ujar Gama.


Luci membasuh mulutnya dengan air bersih.


" Ayo aku bantu kembali ke ranjang." Ujar Gama menggendong Luci menuju ranjang.


Gama merebahkan tubuh Luci di atas ranjang dengan pelan.


" Aku akan menelepon Dokter dan membuatkan minuman hangat untukmu sayang." Ucap Gama mencium kening Luci.


" Iya Mas." Sahut Luci.


Gama turun ke bawah untuk membuatkan teh hangat untuk Luci. Setelah selesai Ia kembali ke kamarnya.


" Ini di minum dulu sayang." Ujar Gama memberikan teh hangat kepada Luci. Luci segera meminumnya.


" Dokter masih dalam perjalanan, aku berharap kamu tidak kenapa napa sayang, aku takut terjadi sesuatilu denganmu." Ujar Gama.


" Tenanglah Mas jangan khawatir, aku tidak pa pa kok, mungkin hanya masuk angin saja." Sahut Luci.


Lima belas menit kemudian Dokter Mila datang untuk memeriksa Luci.


" Apa yang anda keluhkan Nona Luci?" Tanya Dokter Mila.


" Entah mengapa sejak semalam perut saya rasanya mual Dok." Sahut Luci membuat Dokter Mila tersenyum.


" Kapan anda terakhir datang bulan?" Tanya Dokter Mila.


Luci menatap ke arah Gama. Ia mengingat ingat kapan terakhir Ia mendapat tamu bulanannya.


" Sepertinya sudah dua bulan ini istri saya tidak haid Dok, karena setiap malam saya mendatanginya." Ceplos Gama.


Blush...


Pipi Luci berubah menjadi merah semerah tomat matang. Ingin sekali Luci menjitak kepala suaminya yang tidak bisa menjaga rahasia urusan ranjangnya.


" Dasar Mas Gama, bisa bisanya dia bicara seperti itu, bikin malu saja." Gerutu Luci dalam hatinya.

__ADS_1


" Baiklah saya akan memeriksanya dulu." Ucap Dokter Mila.


Dokter Mila memeriksa tekanan darah Luci, denyut nadi Luci dan terakhir perut Luci.


" Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Gama kepada Dokter Mila.


" Selamat Pak, menurut dugaan saya saat ini istri anda sedang hamil." Ucap Dokter Mila.


" Apa Dok? Hamil?" Tanya Gama tidak percaya.


" Iya Pak, tapi itu baru dugaan saya, untuk memastikannya silahkan datang ke rumah sakit untuk melakukan usg." Saran Dokter Mila.


" Baiklah Dok kami akan segera ke sana." Sahut Gama tidak tahu harus berkata apa karena saking bahagianya.


" Tolong di jaga kondisi kesehatannya Nona, jangan sampai kelelahan, apalagi mengangkat barang berat itu sangat tidak di anjurkan." Ujar Dokter Mila.


" Iya Dok terima kasih." Ucap Luci.


" Kalau begitu saya permisi Pak." Ucap Dokter Mila undur diri.


" Terima kasih Dok." Ucap Gama.


" Sama sama Pak." Sahut Dokter Mila keluar kamar Gama.


" Sayang..... Selamat untukmu dan terima kasih sudah menjadi calon ibu untuk anak kita." Ucap Gama memeluk Luci.


" Selamat untukmu juga Mas." Sahut Luci.


" Iya Mas." Sahu Luci.


Keduanya bersiap menuju rumah sakit. Setelah selesai Gama segera menggandeng Luci menuju mobilnya. Gama melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit terkenal di pusat kota.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari setelah turun dari mobil, Nathan berlari menuju kamarnya, Ia masuk ke dalam kamarnya dengan tergesa. Ia menatap Valen yang sedang duduk bersandar pada headboard sambil memainkan ponselnya. Valen sengaja menunggu kepulangan Nathan karena biasanya Nathan tidak pulang selarut ini.


" Mas kamu sudah pulang? Maaf aku tidak mendengar suara mobilmu jadi aku tidak menyambutmu di depan." Ucap Valen.


Nathan segera menghampiri Valen lalu Ia langsung memeluknya dengan erat membuat Valen merasa heran. Apa terjadi sesuatu dengan suaminya? Tidak biasanya Nathan seperti ini.


" Mas kamu kenapa? Apa terjadi hal buruk kepadamu?" Tanya Valen.


Nathan menganggukkan kepalanya.


" Hal buruk apa Mas? Katakan padaku siapa tahu aku bisa membantumu." Ujar Valen.


Nathan tidak bergeming. Ia terus memeluk Valen membuat Valen merasa sesak.

__ADS_1


" Mas.... Katakan ada apa?" Valen kembali bertanya.


" Aku melakukan kesalahan fatal sayang." Ucap Nathan.


Deg.....


Jantung Valen berdetak kencang.


" Kesalahan? Kesalahan apa yang kamu maksud Mas?" Tanya Valen dengan semakin jantung berdebar. Ia takut Nathan akan mengulangi kesalahan yang sama seperti waktu itu, kesalahan ingin menikahi wanita lain.


Nathan melepas pelukannya. Ia menatap wajah Valen yang nampak bingung sambil menghirup oksigen sebanyak banyaknya untuk menguatkan dirinya sendiri.


" Aku pulang dengan terburu buru karena aku sudah mengantuk sayang, di tengah perjalan tanpa sengaja aku menabrak seorang pengendara motor, saat kami membawa korban ke rumah sakit dia sudah tidak bernyawa sayang hiks...." Isak Nathan.


Deg....


Jantung Valen terasa berhenti berdetak. Menabrak orang sampai kehilangan nyawanya?


" La.... Lalu?" Tanya Valen.


" Keluarga korban tidak terima dan menuntut akan memenjarakan Mas sayang." Sahut Nathan.


" Apa? Mereka menuntutmu dan ingin memenjarakanmu Mas? Apa kamu tidak menawarkan jalan damai kepada mereka Mas?" Tanya Valen. Nathan menggelengkan kepalanya.


" Bagaimana kalau kamu sampai di penjara Mas? Bagaimana aku bisa menjalani hari hariku tanpamu, apalagi sebentar lagi aku akan melahirkan, Bagaimanajuga nasib perusahaan? Sekarang kamu bukan hanya pemimpin VA group saja Mas tapi kamu juga pemimpin Alexander Group, bagaimana jika semua ini berdampak pada perusahaan? Bagaimana jika para petinggi perusahaan mengecapmu melakukan tindakan kriminal dan menarik saham mereka? Perusahaan akan bangkrut dan akan ada banyak karyawan yang menganggur nantinya Mas." Cerocos Valen.


Valen bukan hanya memikirkan nasib suami ataupun perusahaannya saja, namun Ia lebih memikirkan nasib para karyawan di kantornya.


" Tenanglah sayang kita akan cari jalan keluar terbaiknya." Ujar Nathan.


" Aku akan menemui keluarga korban dan menawarkan jalan damai Mas, aku akan memberikan berapapun yang mereka mau asalkan kamu tidak di penjara Mas, ya aku akan melakukan itu untukmu, untukku dan untuk para karyawan perusahaan, aku akan meminta bantuan Papa Alex untuk menangani semua ini." Ujar Valen.


" Aku sudah mencoba menawarkan jalan damai sayang, tapi mereka mengajukan syarat yang menurutku tidak mungkin aku lakukan." Ucap Nathan akhirnya mengaku jika Ia sudah menawarkan jalan damai.


" Kenapa tidak bisa kita lakukan Mas? Memang apa yang mereka minta?" Tanya Valen menatap Nathan.


" Mereka meminta.......


Kira kira meminta apa ya????


Author gantung nih.....


Sebelum tamat satu persatu author beri konflik untuk kenang kenangan ya......


Jangan lupa like koment vote serta hadiahnya biar author semakin semangat berimajinasinya


Terima kasih untuk readera yang selalu mensuport author.... Semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U All....


TBC....


__ADS_2