
Hari ini adalah hari sidang putusan hakim tentang hak asuh Nathan. Nesha dan Farhan sudah bersiap untuk pergi ke Pengadilan.
" Sayang.... Apapun keputusannya nanti aku harap jangan bersedih ya, Kita harus menerimanya dengan ikhlas, Karna kita sudah menduga apa yang akan di putuskan oleh hakim bukan?" Ucap Farhan menangkup wajah Nesha. Ia mencium kening Nesha dengan lembut.
" Iya Mas aku sudah mengikhlaskan semuanya kok." Sahut Nesha.
" Ayo." Farhan menggandeng tangan Nesha keluar kamar, Mereka berjalan menuruni tangga menuju mobilnya. Nesha tidak membawa Nathan karna memang tidak di perbolehkan membawanya ke ruang sidang, Nanti Jordan yang akan menjemputnya di rumah.
Farhan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Di dalam perjalanan hanya ada keheningan, Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di Pengadilan Negri. Farhan segera memarkirkan mobilnya. Mereka berjalan bergandengan menuju pintu masuk pengadilan, Di sana sudah ada Jordan, Julius, Pak Hendi pengacara Farhan dan juga Sifa.
" Semangat Beb." Ucap Sifa menghampiri Nesha, Mereka cipika cipiki seperti biasanya.
" Makasih Sif." Sahut Nesha.
" Pagi Pak Farhan." Sapa Pak Hendi.
" Pagi Pak." Sahut Farhan.
" Mari langsung masuk saja, Sidang segera di mulai." Ujar Julius.
Mereka berlima masuk ke dalam ruang sidang. Farhan duduk bersebelahan dengan Nesha, Saat Sifa ingin menghampiri mereka tiba tiba Jordan menariknya agar Sifa duduk bersamanya. Tak lama mereka semua berdiri menyambut kedatangan Hakim ketua. Acara di mulai dengan pembacaan bukti bukti yang di berikan Julius kepada hakim. Hingga tiba di acara pembacaan putusan.
" Berdasarkan bukti tes DNA, Bahwa Tuan Jonathan Pradana adalah Ayah kandung dari Vernathan Ardiansyah maka Hakim memutuskan hak asuh Vernathan Ardiansyah jatuh pada Keluarga Jonathan Pradana sebagai keluarga kandungnya, Kecuali jika pihak keluarga kandung rela memberikan hak asuh itu kepada orang tua yang merawatnya, Maka keputusan bisa berubah." Ucap Pak Hakim.
" Mas...Hiks..." Nesha memeluk Farhan.
" Tenanglah sayang... Jangan seperti ini.. Bukankah kamu sudah Ikhlas dengan semua ini?." Farhan mengelus punggung Nesha. Nesha hanya menganggukkan kepalanya. Ia tak sanggup untuk berbicara lagi.
Sifa menatap kesedihan yang di alami sahabatnya, Ia merasa tidak tega dengan apa yang di rasakan Nesha, Sahabat yang menjadi saudara baginya.
" Gimana? Apa kamu tetap pada keputusanmu? Kamu lebih suka melihat sahabatmu menderita karna kehilangan putra yang di sayanginya? Atau kamu mau mengubah keputusanmu dengan menikah denganku, Dan aku akan membiarkan mereka mengasuh Nathan hingga dewasa? Kamu pilih yang mana?" Tanya Jordan. Sifa menoleh menatap Jordan di depannya. Ia menghela nafasnya.
" Baiklah Mas... Aku menyetujui syaratmu, Aku akan menerimamu sebagai calon suamiku, Tapi tepati juga semua janji janjimu padaku." Ucap Sifa sambil memejamkan matanya. Hati Jordan berbunga mendengar keputusan Sifa.
" Makasih sayang, Aku akan menepati semua janjiku padamu percayalah." Sahut Jordan menggenggam tangan Sifa. Ia menciumi tangan pujaan hatinya. Ya Jordan telah jatuh cinta dengan pesona Sifa. Apapun akan Jordan lakukan untuk mendapatkannya. Jordan segera memberi isyarat kepada Julius untuk menjalankan rencana keduanya. Julius segera mendekati hakim dan memberikan berkas yang sudah Ia siapkan.
" Mohon perhatiannya, Baru saja pihak Tuan Pradana memberikan berkas keputusannya kepada saya." Ucap Pak Hakim. Semua menatap Pak Hakim di depan dan menunggu keputusan selanjutnya.
" Saya bacakan putusan akhirnya, Menindaklanjuti keputusan hakim, Tuan Jordan selaku wakil dari keluarga Pradana memberikan keputusannya untuk memberikan hak asuh Vernathan Ardiansyah kepada orang tua yang selama ini merawatnya yaitu Tuan Farhan Ardiansyah beserta Nyonya Vanesha Febiola Ardianayah hingga Vernathan Ardiansyah dewasa, Dan keputusan selanjutnya Tuan Jordan serahkan sepenuhnya kepada Vernathan Ardiansyah sendiri setelah dewasa nanti, Untuk itu keputusan terakhir hakim adalah hak asuh Vernathan Ardiansyah jatuh ke tangan Tuan Farhan Ardiansyah." Tok tok tok hakim mengetuk palu menutup hasil akhir keputusannya.
Nesha melongo membulatkan matanya, Ia tidak menyangka Jordan bisa memberikan kesempatan padanya untuk merawat Nathan hingga dewasa.
" Mas... Apa aku mimpi?" Tanya Nesha.
" Tidak sayang.... ini bukan mimpi.. Nathan akan tetap bersama kita, Kita harus berterima kasih padanya." Sahut Farhan.
Farhan dan Nesha menghampiri Jordan dan Sifa.
" Tuan Jordan terima kasih atas kesempatan yang anda berikan kepada kami." Ucap Farhan.
__ADS_1
" Tidak masalah Tuan Farhan kita bisa sama sama merawat Nathan, Selamat untukmu dan Nesha." Ujar Jordan.
" Sekali lagi terima kasih." Ucap Farhan.
"Oh ya kenalin calon istriku, Kami akan menikah dalam waktu dekat ini, Bukan begitu sayang?" Ucap Jordan merangkul pundak Sifa.
" Sayang?? Calon istri? Ada apa ini Sifa? Apa semua ini terjadi karna dirimu? Karna kamu mau jadi calon istrinya? Katakan Sifa, Apa Kak Jordan memaksamu untuk menerimanya? Jangan paksakan dirimu karna diriku Sifa, Lebih baik biarkan dia mengambil Nathan, Aku tidak mau menjadi beban dalam hidupmu." Ucap Nesha cemas sambil menatap Sifa dengan tatapan menyelidik.
" Hei tenanglah... Ini semua tidak ada sangkut pautnya dengan semua ini, Aku dan Mas Jordan em...em..." Sifa menatap ke arah Jordan.
" Aku dan Sifa memang saling mencintai sejak pertemuan pertama saat itu." Ujar Jordan.
" Benarkah Sifa? Kak Jordan tidak bohong?" Tanya Nesha.
" Iya Nes." Jawab Sifa menyembunyikan wajahnya pada dada Jordan membuat jantung sang empu dag dig dug jederr
" Ternyata kamu tertarik sama Om Om." Sindir Nesha.
" Ahhhhh Nesha jangan gitu lah, Malu aku tahu serasa jilat ludah sendiri." Sahut Sifa malu malu, Ia melirik tajam ke arah Jordan dan di balas senyuman olehnya.
" Ya sudah mari kita pulang, Sekali lagi saya ucapkan terima kasih Tuan Jordan." Ucap Farhan.
" Jordan saja... Aku akan ikut dengan kalian, Aku ingin menemui Nathan." Sahut Jordan.
" Baiklah kalau begitu Jordan." Ucap Farhan.
" Ayo sayang kita temui putra kita." Jordan menggandeng tangan Sifa keluar dari pengadilan dengan perasaan bahagia.
Mereka melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju kediaman Farhan. Sesampainya di sana Mereka berempat segera masuk ke rumah menghampiri Nathan yang sedang bermain dengan Mbak Nadia.
" Sayang..." Panggil Nesha. Nathan menoleh ke arah suara.
" Mami...." Pekik Nathan berlari ke arah Nesha. Nesha segera menangkapnya. Nesha menggendong Nathan menuju sofa, Ia memangkunya di sana.
" Mami dah puyang?" Tanya Nathan.
" Udah donk." Jawab Nesha.
" Papi... Ayah..." Panggil Nathan menatap Farhan dan Jordan. Jordan mendekati Nathan.
" Nathan sayang... Mulai sekarang panggil Ayah Papa.... Dan panggil Onti Sifa Mama." Ucap Jordan.
" Papa...Mama..." Ucap Nathan.
" Hmm Papa Jordan, Mama Sifa, Papi Farhan dan Mami Nesha, Nathan mau kan?" Tanya Jordan.
" Heeh..." Jawab Nathan menganggukkan kepalanya.
" Yei..Athan puna Papa cama Mama duda cepelti temen Athan." Pekik Nathan dengan polosnya. Mereka semua tersenyum bahagia.
__ADS_1
" Baiklah untuk merayakan kebersamaan kita, Papi dan Papa bermain sama Nathan, Sedangkan Mami dan Mama mau memasak untuk makan siang dulu gimana?" Usul Nesha.
" Siap...Ayo kita masak makanan yang lezat dan aku pesan yang satu piring di kasih racun serangga." Ucap Sifa membuat semuanya menatap ke arah Sifa.
" Untuk siapa?" Tanya Jordan menatap Sifa.
" Untuk Om tampan kesayangan Sifa.... Tuan Jordan Pradana." Ketus Sifa.
" Kamu mau ngebunuh aku Yank... Ntar jadi janda lhoh." Ucap Jordan.
" Nggak ada ya... Orang kita belum nikah, Kalau kamu mati aku tetap jadi gadis, Dan aku akan cari yang lebih muda hhhhhh." Sifa segera beranjak dari duduknya, Ia berjalan menuju dapur meninggalkan mereka dalam kebengongan.
" Aku susul Sifa dulu Mas." Ucap Nesha.
" Baiklah, Ayo Nathan kita bermain bersama." Ajak Farhan.
Akhirnya para pria bermain dengan Nathan, Sedang para wanita menyiapkan makan siang di dapur. Nesha mulai memotong sayuran, Sedang Sifa memotong daging. Mbak Nadia menyiapkan semua bumbu bumbunya.
" Sif... Bisa kau jelaskan bagaimana kamu bisa jadian sama Kak Jordan?" Tanya Nesha.
" Yah seperti yang dia bilang, Kami saling tertarik pada saat pertama bertemu di sini waktu itu, Dan saat makan malam dia menembakku, Aku pikir jika aku menikah dengannya aku bisa menjadi Mommy nya Nathan kan?" Kilah Sifa.
" Benarkah? Aku tidak menyangka ternyata kamu suka yang matang." Goda Nesha.
" Kita kan sahabat, So selera kita sama kan." Sahut Sifa.
" Hhh iya.. Kita akan sama sama merawat Nathan sampai kita punya putra kedua." Ujar Nesha.
" Siapp lah." Sahut Sifa.
" Lalu tadi kenapa kamu ngomong gitu? Mau kasih racun segala." Ucap Nesha.
" Aku hanya kesel aja sama dia." Sahut Sifa.
" Lalu kapan Kak Jordan akan menikahimu?" Tanya Nesha menghentikan kegiatannya.
" Seminggu lagi, Dia masih mengurus surat suratnya." Jawab Sifa.
" Wah selamat Sif... Akhirnya kamu nyusul aku juga." Nesha memeluk Sifa.
" Makasih Nes...Doakan aku bisa bahagia seperti dirimu." Ujar Sifa.
" Tentu... Aku yakin Kak Jordan akan membahagiakanmu, Kalau di lihat lihat dia sosok penyayang Sif." Ucap Nesha melepas pelukannya.
" Sepertinya." Sahut Sifa.
"Maafkan aku Nes... Aku tidak bisa memberitahumu yang sebenarnya, Aku tidak ingin kamu sedih karna kehilangan Nathan, Semoga keputusanku ini membawa kebahagiaan untuk kita semua." Gumam Sifa di dalam hatinya. Mereka melanjutkan kegiatannya.
TBC....
__ADS_1
Mohon dukungan untuk karya author ini ya... Jangan lupa selalu like di tiap babnya... Makasih.... Miss U All