
" Mama..." Teriak Nathan masuk ke dalam rumah Sifa.
Nesha menggendong Gama mengikutinya dari belakang.
" Bi Sifa mana?" Tanya Nesha saat Bi Imah melintas.
" Eh Non Nesha maaf Non bibi nggak tahu kalau Non datang bersama Den Nathan, Non Sifanya sedang di periksa Non." Ujar Bi Imah.
" Sifa sakit Bi? Sakit apa?" Tanya Nesha.
" Bukan sakit Non tapi Non Sifa sedang tekdung." Sahut Bi Imah dengan gerakan tangannya.
" Apa? Sifa hamil?" Pekik Nesha membuat Gama kaget.
" Hiks....Hiks..." Rengek Gama.
" Ah maaf sayang Mami nakal ya..." Ujar Nesha mengelus punggung Gama.
" Iya Non." Sahut Bi Imah.
" Ya udah aku ke atas dulu ya Bi." Ujar Nesha di balas anggukan oleh Bi Imah.
" Ayo Bang kita ke kamar Mama." Ajak Nesha menggandeng Nathan.
Nesha menaiki anak tangga dengan pelan, Ia menuju kamar Sifa.
" Papa." Teriak Nathan menghampiri Jordan. Kebetulan pintu kamar sedikit terbuka.
" Eh sayangnya Papa datang, Sama siapa datangnya ke sini?" Tanya Jordan menggendong Nathan.
" Sama Mami sama Adek Gam." Sahut Nathan.
Jordan menuju pintu karna Nesha hanya berdiri di depan sana.
" Masuk Nes." Ucap Jordan.
" Iya Kak." Sahut Nesha mengikuti Jordan.
Sifa sedang berbaring di atas ranjang, Dokter sedang menggerakkan transduser pada permukaan perut Sifa.
" Selamat ya bu usia kandungannya memasuki minggu ke enam, Wujudnya baru berupa titik hitam sebesar kacang hijau, Kondisinya sehat." Jelas Dokter.
" Di jaga kesehatannya, Stabilkan emosinya, Makan makanan yang bergizi dan minum air putih yang banyak, Dan jangan lupa minum vitamin secara teratur ya bu." Ujar Dokter.
" Terima kasih Dok." Ucap Jordan.
" Walaupun mual tetaplah makan bu supaya tidak lemas." Ujar Dokter.
" Iya Dok." Lirih Sifa.
" Kalau begitu saya permisi Tuan Jordan." Pamit Dokter.
" Silahkan, Makasih banyak atas bantuannya dan maaf sudah merepotkan." Ucap Jordan.
Dokter dan perawat mulai membawa alat alat medis ke dalam mobil.
Setelah kepergian Dokter, Nesha menghampiri Sifa yang terbaring lemah di ranjang sedang Jordan membawa Nathan dan Gama bermain ke ruang bermain di rumahnya.
" Kenapa kamu tidak memberikan kabar bahagia ini kepadaku?" Tanya Nesha.
" Maaf Nes aku tidak sempat memberitahumu karena aku mual terus, Bahkan kau lihat Dokter sampai ke sini karena aku tidak bisa ke sana." Lirih Sifa.
" Udah nggak pa pa yang penting saat ini aku sudah tahu, Selamat ya atas kehadirannya, Semoga sehat selalu lancar hingga ke persalinan." Ucap Nesha.
__ADS_1
" Makasih Nes." Sahut Sifa.
" Nes tolong panggil Mas Jordan ya." Ujar Sifa.
" OK." Sahut Nesha
Nesha turun ke bawah menuju ruang bermain.
" Kak di panggil Sifa tuh." Ucap Nesha menghampiri Jordan dan kedua putranya.
" Anak Papa mau ikut nggak nemuin Mama?" Tanya Jordan.
" Ikut Pa." Sahut Nathan.
" Kalau Adek mau ikut nggak?" Tanya Jordan, Gama menggelengkan kepalanya.
" Baiklah Papa sama Abang ke kamar Mama dulu ya." Ujar Jordan mencium pipi Gama.
" Aku tinggal Nes." Sambung Jordan.
" OK Kak." Sahut Nesha.
Jordan menggendong Nathan menuju kamarnya.
" Ada apa Yank?" Tanya Jordan menghampiri Sifa.
" Aku pengin rujak buah yang pedes banget Mas." Jawab Sifa.
" Delivery?" Tanya Jordan memastikan.
" Ya udah nggak pa pa dari pada kamu capek kemana mana." Ujar Sifa.
" Aku pesan dulu ya." Ucap Jordan.
" Sayang sini sama Mama." Ucap Sifa menepuk ranjang kosong di sampingnya.
" Endak mau Mama lagi sakit." Ucap Nathan.
" Eh Mama sakit karena Nathan mau punya dedek lagi lho." Ujar Sifa.
" Benarkah Ma?" Tanya Nathan dengan mata berbinar.
" Iya sayang.." Sahut Sifa.
" Yei Athan mau punya adik lagi, Cewek ya Ma." Pekik Nathan.
" Mama nggak tahu sayang, Kalau cowok kaya' Bang Nathan sama Dedek Gama gimana?" Tanya Sifa.
" Ndak mau... Athan maunya cewek biar bisa Athan kucir rambutnya." Tolak Nathan.
Hati Sifa mencelos mendengar ucapan Nathan. Bagaimana jika anaknya cowok lalu Nathan tidak mau menerimanya? Padahal yang di kandung Sifa adalah adik kandung yang hanya beda ibu. Sedangkan sama Gama yang bukan siapa siapa Nathan begitu menyayanginya.
" Sayang kenapa jadi sedih gitu hm?" Tanya Jordan.
" Nathan maunya adik cewek Mas, Kalau cowok dianya nggak mau." Ucap Sifa.
" Benar begitu Nathan?" Tanya Jordan menatap Nathan.
" Iya Pa, Nathan ndak mau punya adik cowok lagi, Udah ada Adek Gama." Sahut Nathan.
" Apapun jenis kelaminnya dia tetap adikmu sayang, Mau cowok atau cewek itu sama saja, Jadi jangan debatkan masalah itu ya." Ujar Jordan memberi Nathan pengertian.
" Ndak mau Pa pokoknya Athan mau adik cewek titik kalau cowok lagi Athan ndak mau ajak dia main, Athan main sama Adek Gama aja ndak mau sama dedeknya Mama." Ujar Nathan.
__ADS_1
" Nathan." Bentak Jordan tanpa sadar.
" Apa apaan kamu Kak ngebentak putraku seperti itu." Ucap Nesha dengan nada tinggi masuk menghampiri Nathan yang menunduk ketakutan.
" Mami..." Nathan langsung memeluk kaki Nesha sambil menangis.
" Maaf... Maafkan aku Nes, A.. Aku tidak sadar membentaknya, Aku terbawa emosi karena Nathan menolak jika anak kami laki laki." Sesal Jordan.
" Apapun alasannya aku tidak membenarkan kau membentak putraku, Jangan temui dia jika kau tidak bisa mengendalikan emosimu, Aku tidak terima putraku di bentak oleh orang lain." Tegas Nesha.
Hati Jordan mencelos saat Nesha mengatakan bahwa dia orang lain.
" Aku bukan orang lain Nes, Aku....
" Jika kau ayahnya tidak mungkin kau tega menyakitinya apalagi membentaknya seperti ini, Jangan katakan kau ayahnya jika kau tidak bisa menerima keinginan hatinya." Nesha memotong ucapan Jordan.
" Aku hanya mau Nathan mengerti." Ujar Jordan.
" Memberi pengertian tanpa harus membentaknya aku rasa kau bisa melakukan itu, Kenapa kalian mendebatkan soal anak kalian? Padahal kalian saja belum mengetahui jenis kelaminnya, Kau membuang waktu sia sia." Ucap Nesha.
" Nathan ayo kita pulang." Ucap Nesha membawa Nathan pergi.
" Nesha." Teriak Sifa.
Nesha tidak bergeming, Ia menggandeng Nathan sambil menggendong Gama keluar dari rumah Jordan. Hatinya sakit melihat putranya di bentak oleh orang lain. Bukan... Bukan orang lain tapi ayahnya sendiri. Bagaimana bisa seorang ayah membentak putra kandungnya sedangkan Nesha yang bukan siapa siapa tidak pernah membentaknya. Ia tidak terima akan hal itu.
" Mas Nesha jadi marah sama aku, Kamu sih! Harusnya kamu itu bisa mengontrol emosi di depan Nathan Mas, Nathan anak kandung kamu tapi perlakuanmu lebih buruk dari orang tua asuhnya, Aku yakin Nesha tidak akan mengijinkan Nathan bertemu dengan kita lagi." Gerutu Sifa.
" Maaf sayang, Aku memang salah... Aku membentak putraku sendiri, Aku akan mengejarnya untuk meminta maaf padanya." Ucap Jordan.
" Jangan sekarang Mas, Saat ini Nesha sedang emosi lain waktu aja." Ujar Sifa.
" Baiklah." Sahut Jordan mengalah.
Di dalam mobil Nesha memejamkan matanya meredakan emosinya. Setelah lebih tenang Nesha segera menelepon Farhan untuk segera pulang. Sudah menjadi kebiasaan Nesha jika dalam mood buruk maka Ia pasrahkan kedua putranya dengan Farhan. Ia tidak mau putranya menjadi pelampiasan amarahnya.
Sesampainya di rumah Nesha membawa putranya ke dalam kamar mereka.
" Sayang cuci kaki sama tangan dulu terus tiduran ya." Ujar Nesha.
" Iya Mi." Sahut Nathan.
Nesha menggiring keduanya menuju kamar mandi, Ia membersihkan kaki dan tangan kedua putranya dengan sabun. Setelah selesai Ia membaringkan kedua putranya di atas ranjang.
Ceklek....
Farhan masuk ke dalam kamar putranya.
" Kenapa menyuruhku pulang lebih awal sayang? Udah kangen sama aku?" Tanya Farhan menghampiri Nesha dan kedua putranya.
" Apasih Mas." Cebik Nesha.
" Anak Papi mau tidur?" Tanya Farhan mencium pipi Nathan da Gama bergantian.
" Mau tapi di peluk sama Papi." Ujar Nathan.
" Adek Gam mau tidur sambil meluk Papi?" Tanya Farhan di jawab anggukan kepala oleh Gama.
" Baiklah sini Papi di tengah kalian di sisi kanan dan sisi kiri Papi." Ucap Farhan sambil terlentang di atas ranjang dengan kedua lengannya di jadikan bantalan oleh kedua putranya.
TBC....
*Hayo siapa nih yang gak terima jika anaknya di bentak sama orang? Kita satu server guys....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komentnya*...