Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Special For U


__ADS_3

Farhan menggendong Daren menuju ke pos satpam. Setelah sampai di sana Farhan menurunkan Daren dan menghampiri Pak Satpam yang sedang duduk di sana.


" Maaf Pak..." Ucap Farhan.


" Ya ada yang bisa saya bantu Pak?" Tanya Satpam.


" Begini Pak, Anak ini sepertinya terpisah dari orang tuanya, Tapi saat saya tanya, Dia menganggap saya sebagai ayahnya, Saya sama sekali tidak mengenalnya Pak." Jelas Farhan.


" Baiklah Pak, Akan saya tanyain dulu anaknya." Ujar Satpam.


" Siapa namamu Nak?" Tanya Satpam menatap Daren.


" Daŕen Pak." Sahut Daren.


" Kamu kesini sama siapa?" Tanya Satpam lagi.


" Sama Mama suluh cali ayah." Sahut Daren.


" Sekarang apa ayahmu sudah ketemu?" Tanya Satpam.


" Udah... Ini dia ayah Daŕen " Ucap Daren.


Pak Satpam menatap Farhan, Sedangkan Farhan hanya menepuk jidatnya saja.


" Dimana rumahmu?" Satpam kembali bertanya.


" Jauh... Ya kan Ayah?" Sahut Daren.


Pak satpam menatap Farhan semakin curiga.


" Itu masalahnya Pak, Sedari tadi jika di tanya dia pasti menjawab jika saya ayahnya, Bahkan sampai membuat istri saya marah." Ujar Farhan.


" Tapi apa benar bapak tidak mengenalnya?" Selidik Satpam.


" Bener Pak masa' bapak tidak percaya." Sahut Farhan.


" Tapi anak ini bersikukuh jika anda ayahnya Pak, Lalu bagaimana ini Pak?" Tanya Satpam.


" Dimama Mamamu sayang?" Pak Satpam bertanya lagi untuk memastikan siapa yahu Mamanya Daren ada di sini.


" Mama udah pulang kalna aku udah nemuin ayah." Ucap Daren.


" Saya tinggal dia di sini saja Pak, Siapa tahu nanti orang tuanya nyariin ke sini." Ucap Farhan.


" Apa jaminannya jika dia bukan anak bapak? Jangan jangan bapak sengaja meninggalkannya di sini." Ujar Satpam.


" Ini kartu nama saya, Jika tidak ada yang nyariin dia maka saya akan menjemputnya kembali." Ujar Farhan.


" Baiklah Pak.... Sini Nak sama bapak dulu." Ujar Satpam.


" Nggak mau aku mau ikut ayah." Ucap Daren.


" Ayah kamu nanti jemput kamu di sini, Sekarang tunggu sini dulu ya nanti ayah kesini lagi." Bujuk Satpam.


" Ayah nggak bohong kan? Ayah akan jemput aku di sini?" Tanya Daren menatap Farhan membuat Farhan tidak tega meninggalkannya.


" Iya sayang... Ayah akan menjemputmu nanti, Sekarang ayah pulang dulu sampai jumpa nanti ya." Ucap Farhan mencium pipi Daren.


" Baiklah ayah.. Hati hati." Sahut Daren.


Farhan meninggalkan Daren di pos satpam, Sebenarnya Ia ingin membawa pulang Daren karena kasihan padanya, Tapi Farhan tidak mau membuat masalah dalam rumah tangganya.


Farhan melajukan mobilnya menuju rumahnya. Sesampainya di rumah Farhan segera berjalan menuju kamar untuk menemui Nesha.


Ceklek..

__ADS_1


Farhan membuka pintu kamarnya, Ia menatap Nesha yang sedang menyisir rambutnya di depan meja riasnya. Farhan segera menghampirinya, Tak lupa Farhan cuci tangan dulu sebelum mendekati Nesha. Farhan mengambil alih sisir di tangan Nesha, Dengan pelan Farhan menyisir rambut panjang Nesha. Setelah rapi Farhan mengucir rambut Nesha dengan pita rambut berwarna hitam.


" Selesai." Ucap Farhan sambil menunduk mencium pipi Nesha.


" Sayang... Kamu masih marah?" Tanya Farhan berjongkok di depan Nesha. Farhan mendongak menatap wajah istrinya.


" Dengarkan aku, Aku tidak kenal dengan anak itu sayang, Aku juga kaget kenapa dia bersikukuh memanggilku ayah, Percayalah aku tidak pernah memiliki hubungan dengan wanita lain, Hanya mantan istriku dan kamu sayang.." Jelas Farhan menangkup wajah Nesha.


" Kau tinggal dimana anak itu?" Tanya Nesha.


" Aku tinggal di pos satpam." Sahut Farhan.


" Kenapa tidak kamu antar pulang? Bukankah kamu sudah sering ke rumahnya?" Tanya Nesha.


" Sayang.... Aku tidak mengenalnya, Sumpah demi apapun sayang...." Ujar Farhan memeluk tubuh Nesha.


" Percayalah padaku sayang, Aku benar benar tidak tahu siapa dirinya." Ujar Farhan.


" Entahlah Mas.. Rasanya berat bagiku untuk mempercayai ucapanmu, Apalagi setelah kejadian dulu." Ucap Nesha.


" Sayang kali ini aku jujur padamu, Aku tidak mengenalnya sama sekali, Aku tidak tabu dia berasal darimana sayang.." Ujar Farhan.


" Udah lah Mas aku mau tidur, Malas bahas sesuatu denganmu karena kamu pasti tidak akan jujur padaku, Kamu selalu saja membohongiku, Rasa percayaku padamu pudar begitu saja seiring banyaknya kebohongan yang kamu sembunyikan." Sahut Nesha.


" Sayang..." Ujar Farhan.


" Aku mau tidur jangan ganggu aku." Ucap Nesha menyelimuti seluruh tubuhnya.


Farhan menghela nafasnya, Ia segera berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Farhan mengguyur tubuhnya di bawah shower untuk menghilangkan rasa stresnya. Setelah selesai Farhan keluar kamat mandi, Ia berjalan menuju ranjang merebahkan tubuhnya di samping Nesha. Nesha membatasi tempat tidurnya dengan guling di tengah tengah mereka. Tidak seperti biasanya. Malam ini Farhan tidur tanpa memeluk Nesha.


Pagi harinya Nesha bangun lebih awal untuk membuat sarapan. Sudah satu jam Ia berkutat di dapur. Setelah selesai memasak Nesha segera menatanya di meja makan.


" Pagi sayang." Ucap Farhan mencium pipi Nesha.


" Hmmm." Gumam Nesha.


Ting tong...


Suara bel berbunyi menandakan ada tamu.


" Siapa yang bertamu sepagi ini sayang? Apa mungkin itu Nathan?" Tanya Farhan menatap Nesha. Nesha hanya mengedikkan bahu saja.


Nesha berjalan menuju pintu meninggalkan Farhan yang meneruskan sarapannya.


Ceklek....


Nesha membuka pintu nampaklah seorang pria yang berpenampilan seperti seorang kurir.


" Paket atas nama Nyonya Vanesha Ardiansyah." Ucap Kurir.


" Ya saya sendiri Mas." Sahut Nesha.


" Ini Bu." Ucap Kurir menyodorkan sebuah amplop coklat. Nesha menerima amplop coklat dari tangan kurir itu.


" Saya Foto dulu ya Bu sebagai bukti jika paket sudah sampai." Ujar Kurir.


" Baik Mas." Sahut Nesha.


Cekrek..


" Terima kasih Bu saya permisi." Pamit kurir.


" Sama sama." Sahut Nesha.


Nesha menutup pintunya kembali, Ia berjalan menuju meja makan sambil membawa amplop di tangannya.

__ADS_1


" Siapa Yank?" Tanya Farhan setelah Nesha duduk di kursi yang tadi Ia duduki.


" Kurir." Sahut Nesha singkat.


" Kamu pesan paket?" Tanya Farhan. Nesha menggelengkan kepala.


Nesha membuka amplop coklat yang tadi kurir berikan, Ia mengambil isi di dalamnya yang seperti kertas foto. Nesha mengeluarkan kertas itu dan...


Deg....


Jantung Nesha terasa berhenti berdetak saat melihat foto Farhan bersama seorang wanita dan anak laki laki. Mereka kelihatan begitu bahagia sekali. Hati Nesha perih melihatnya, Ia kecewa pada kebohongan yang di lakukan Farhan kepadanya.


" Daren..." Gumam Nesha.


" Siapa Yank?" Tanya Farhan.


Plek... Nesha melempar foto itu ke meja makan di depan Farhan. Farhan mengambilnya lalu menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


" Ini?????" Ucap Farhan.


" Ini tidak seperti yang kamu pikirkan Yank, Aku tidak mengenal mereka Yank." Sambung Farhan.


" Tega kamu Mas.... Kamu membohongiku lagi, Kamu bilang tidak kenal dengan anak itu, Lalu apa ini Mas? Kau bahkan pernah menghabiskan waktu bertiga dengan mereka, Kau begitu bahagia berada di tengah tengah mereka Mas... Aku kecewa padamu Mas... Aku kecewa." Ucap Nesha menghapus air matanya.


" Sayang... Aku benar benar tidak mengerti, Kenapa ada foto aku dengan mereka? Sumpah demi apapun aku tidak mengenal mereka sayang... Percayalah." Ujar Farhan.


" Aku sudah tidak mempercayaimu lagi Mas... Kau pembohong." Cebik Nesha meninggalkan Farhan.


" Sayang dengarkan aku.... Aku berani bersumpah demi nyawaku sendiri sayang, Aku tidak membohongimu, Pasti ada yang sengaja menjebakku sayang... Itu pasti foto editan." Ucap Farhan mencekal tangan Nesha.


" Lepas." Nesha menghetakkan tangannya dengan kasar membuat cekalan Farhan lepas. Nesha segera berlari menjauh dari Farhan.


" Sayang...." Farhan mengejar Nesha yang berlari kecil ke luar rumah.


" Sayang dengarkan aku, Tunggu aku sayang, Dengarkan penjelasanku." Ucap Farhan masih mengejar Nesha.


Nesha masuk ke dalam taksi lalu menutup pintunya dengan kasar. Taksi segera melaju meninggalkan kediamannya.


" Arghhhhhhh... Sial... Sial...Sial." Teriak Farhan menyugar rambutnya kasar.


" Siapa yang berani bermain denganku seperti ini? Aku akan menghukumnya." Ujar Farhan kembali masuk ke dalam rumahnya.


Hingga hari hampir menjelang malam Nesha belum kembali ke rumahnya membuat Farhan uring uringan, Ia mencoba menghubungi Sifa dan menanyakan keberadaan Nesha tapi Sifa juga tidak tahu. Farhan menghubungi mertuanya, Jawabannya sama saja, Mama Ranti tidak tahu kemana Sifa pergi. Farhan mencoba melacak keberadaan Nesha lewat ponselnya tapi lagi lagi keberuntungan tidak berpihak kepadanya karena Nesha meninggalkan ponselnya di dalam kamarnya. Bahkan Nesha tidak membawa dompet dan tasnya, Ia tidak membawa uang sama sekali. Farhan duduk di tepi ranjang menatap ke luar jendela.


" Kamu kemana sayanggggg pulanglah, Jangan tinggalkan aku lagi." Gumam Farhan menatap foto Nesha pada ponselnya.


Ting....


Satu pesan gambar dari privat number.


Farhan membuka pesan gambar tersebut pada aplikasi WA nya.


Deg.... Jeduar....


Farhan meradang melihat foto Nesha bersama pria lain masuk ke dalam kamar hotel. Ia bahkan membanting ponselnya ke lantai. Bayangan trauma masa lalunya berputar kembali pada otaknya, Ia ingat saat Nesha mengatakan kalau tragedi istrinya mengandung anak orang lain terulang kembali.


" Apa yang sebenarnya kamu lakukan Nesha... Apa benar kamu mengkhianati cintaku? Jika benar kenapa kamu lakukan ini?.... Apa kamu ingin membalasku karena aku pernah menyakitimu?.... Jangan lakukan ini sayang... Aku tidak akan sanggup menjalaninya." Monolog Farhan.


Farhan mengambil kembali ponselnya, Ia mencari tahu di hotel mana Nesha berada. Setelah Ia mengantongi alamat hotel tersebut, Farhan segera beranjak menuju mobilnya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak peduli akan keselamatannya sendiri yang terpenting Ia bisa memergoki istrinya yang sedang bersama pria lain.


***TBC...


Tahan emosi jangan pada marah marahin author ya.... Coba tebak apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua... Tunggu jawabannya di bab selanjutnya ya....


Jangan lupa like koment Vote sertahadiahnya buat author ya....

__ADS_1


Makasih atas suport yang para readers berikan kepada author amatiran ini....


Miss U All***...


__ADS_2