
Kini Mbak Nadia, Nathan dan Jordan terlibat bermain bersama. Entah bagaimana kedua insan dewasa itu bisa berbaur dengan anak sekecil Nathan. Sedangkan Nesha duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. Tiba tiba Jordan mendekatinya, Ia duduk di sofa sebrang Nesha.
" Nona Vanesha." Panggil Jordan, Nesha memalingkan wajah dari ponselnya menatap Jordan.
" Iya Tuan." Sahut Nesha meletakkan ponselnya di atas meja.
" E biar lebih akrab panggil aku Kak saja, Kalau aku panggil kamu apa ya?" Ucap Jordan.
" Nesha saja Kak." Ujar Nesha.
" Nesha apa yang akan kamu lakukan jika aku membawa Nathan ke rumah sekarang juga?" Tanya Jordan menatap Nesha. Hati Nesha rasanya tak karuan tapi Ia segera menguasai dirinya. Nesha menghela nafas pelan.
" Yang jelas aku merasa sedih, Aku akan kesepian tanpanya." Jawab Nesha menatap Nathan yang sedang bermain.
" Apa kau tidak ada niatan untuk mempertahankannya?" Nesha menoleh menatap ke arah Jordan.
" Kalau niatan jelas ada, Tapi sekuat apapun kita berusaha mempertahankan yang bukan hak kita, Maka usaha itu akan sia sia." Sahut Nesha.
" Aku maupun Mas Farhan tidak punya hak atas Nathan, Kami hanya orang tua asuh sementara saja, Nathan akan kembali pada yang lebih berhak mengasuhnya, Aku berharap Kak Jordan dan keluarga bisa menjaga dan menyayangi Nathan seperti Mas Farhan menjaganya selama ini." Sambung Nesha panjang lebar.
" Kau tidak tertarik dengan tawaranku waktu itu?" Pancing Jordan.
" Tidak Tuan, Pernikahan bukan untuk main main atau sebagai sarana barter saja, Pernikahan sakral dimana kedua insan saling mengucap janji suci di depan Tuhan, Dan bukan hanya ucapan saja semua ada pertanggung jawabannya di depan Tuhan kita." Jelas Nesha membuat Jordan semakin kagum.
" Kau tidak mau melakukannya demi menjadi Maminya Nathan?" Tanya Jordan.
" Kak Jordan... Perlu anda tahu jika sesuatu yang di paksakan hasilnya tidak akan baik." Sahut Nesha.
" Bagaimana kalau suatu hari nanti Nathan menganggapmu tidak menyayanginya karna kau menolak menikah denganku?" Jordan terus bertanya ingin tahu selembut apa hati Nesha dan sedalam apa keikhlasannya dalam menghadapi semuanya.
" Nathan anak yang baik, Dia akan mengerti dengan apa yang aku alami saat ini, Dan dia juga sangat peka terhadap sekelilingnya, Aku yakin dia tidak akan lupa kalau aku begitu tulus menyayangi dan mencintainya." Ujar Nesha sambil tersenyum.
" Apa masih ada pertanyaan lagi untukku? Aku berasa di dalam ruang sidang yang sedang di introgasi oleh hakim." Canda Nesha membuat Jordan terkekeh.
"Ternyata begitu lembut dan tulus kasih sayangmu kepada anak yang bukan darah dagingmu, Aku semakin yakin dengan keputusanku." Batin Jordan. Tiba tiba....
" Nathan.... Aunti Coming...." Teriak Sifa yang baru memasuki rumah Nesha.
" Nathan... Where do U Now?" Ucap Sifa masih berteriak.
" Oh...Maaf sedang ada tamu ya." Ucap Sifa cengengesan setelah sampai di ruang tamu.
" Onti cini." Panggil Nathan.
" Siap sayang..." Sifa menghampiri Nesha terlebih dulu.
" Sehat Beb?" Tanya Sifa sambil cipika cipiki dengan Nesha.
" Sehat donk." Sahut Nesha.
" Baguslah kalau gitu setidaknya Lo nggak stres." Ujar Sifa.
" Rese' ih...Oh ya kenalin Tuan Jordan." Ucap Nesha menunjuk Jordan.
" Sifa Om." Ucap Sifa mengulurkan tangannya.
" Om????" Tanya Jordan.
" Iya Om... sambut dulu kek uluran tangannya pegel tahu Om." Cebik Sifa. Jordan mengulurkan tangannya mau membalas uluran tangan Sifa.
" Udah nggak usah, Kelamaan." Ujar Sifa menuunkan tangannya membuat Jordan melongo.
" Maklum si ya faktor U jadi lamban." Ujar Sifa dengan tatapan mengejek.
" Kau bilang aku sudah tua? Emang berapa umurmu sekarang?" Tanya Jordan tidak terima.
" Tujuh belas." Jawab Sifa.
" Tujuh belas?" Tanya Jordan memastikan.
__ADS_1
" Hmmm Tujuh belas di tambah empat, Udah ah aku mau main sama Bebeb Nathan dulu.." Sifa berjalan menghampiri Nathan.
"Menarik." Batin Jordan.
" Hallo tampan... Lagi main apa nih?" Tanya Sifa. Jordan melongo menatap Sifa tanpa berkedip.
" Main lobot Onti." Jawab Nathan.
" Nggak bosen apa main robot terus, Kali kali main boneka, Masak masakkan atau yang lainnya." Ujar Sifa.
" Kamu mau jadiin anakku cowok kemayu?" Cebik Nesha.
" Wihhhh Sang Mami nggak terima nih, Ya coba ganti suasanalah Beb masak robot mulu ntar yang ada Nathan palah jadi monster." Ucap Sifa.
" Eh enak aja ngatain anak gue monster." Nesha menghampiri Sifa dengan bantal di tangannya.
" Ampun Beb...Ampun... Iya Nathan akan jadi super hero... Ampun nggak lagi lagi deh." Pekik Sifa saat Nesha memukulinya dengan bantal sofa. Jordan terkekeh melihat tingkah kekanakan mereka berdua sedang Nathan palah tepuk tangan kegirangan.
" Ya ampun Yank.... Udah jadi Mami juga kelakuan masih kaya' bocah." Ucap Farhan membuat mereka menoleh secara bersamaan.
" Eh Mas Farhan udah pulang." Ucap Nesha. Ia menghampiri Farhan lalu mencium tangannya.
" Sif titip Nathan dulu ya, Aku urus Mas Farhan bentar." Ucap Nesha.
" Siap.." Sahut Sifa.
" Maaf Kak Jordan saya tinggal dulu." Ucap Nesha menatap Jordan.
" Silahkan." Sahut Jordan.
Nesha menggandeng tangan Farhan menuju kamarnya, Sesampainya di kamar Nesha segera mengambil baju ganti untuk Farhan.
" Ganti baju dulu Mas." Ucap Nesha. Farhan menarik pinggang Nesha membuat tubuh mereka tak berjarak.
" Mas.." Nesha mendongak menatap Farhan.
" Setiap hari ketemu kok kangen." Cebik Nesha.
" Tamunya dah pergi kan? Nanti malam bisa buka puasa ya." Ujar Farhan.
" Apasih mas omonganmu mesum." Sahut Nesha.
" Beneran Yang Mas dah kangen nih, Kita cetak Farhan junior yang sesungguhnya." Ucap Farhan.
" Iya iya nanti malem ya sekarang Mas ganti dulu lalu turun, Aku mau bantu Mbak Nadia masak." Sahut Nesha.
" Sayang dulu donk." Ucap Farhan memajukan wajahnya.
Cup.. Nesha mengecup pipi kiri Farhan.
" Yang kiri biar imbang." Protes Farhan.
Cup.. Nesha mencium pipi sebelahnya.
" Udah ganti dulu jangan minta yang lainnya." Nesha segera pergi dari kamarnya. Farhan tersenyum melihat tingkah Nesha. Ia segera mengganti bajunya.
Sedang di bawah Sifa masih bermain main dengan Nathan. Jordan menatap interaksi keduanya.
" Nathan...Ayah pulang dulu ya." Ucap Jordan.
" Ayah????" Sifa mengerutkan keningnya.
" Iya Ayah." Sahut Jordan.
" Jadi Anda Ayah kandung Nathan?" Selidik Nesha.
" Bukan... Tepatnya dia anak Kakak saya, Aku belum nikah masa' udah punya anak." Jawab Jordan.
" Ya biasanya kalau orang kaya nggak punya istri aja anaknya di mana mana." Ejek Sifa.
__ADS_1
" Aku nggak gitu ya." Prores Jordan tidak terima.
" Anda nggak???" Jordan menggelengkan kepala.
" Nggak beda jauh kan maksudnya hhhhh." Sifa tertawa lepas.
" Enak aja aku masih orisinil." Ketus Sifa.
" Apanya Om yang orisinil?" Tanya Sifa polos.
" Itunya." Sahut Jordan.
" Itunya apa?" Sifa menatap ke arah Jordan.
" Mau tahu?" Sifa menggangguk. Jordan mendekati Sifa membuat Sifa deg degan.
" Lihat..." Jordan menatap ke bagian bawah tubuhnya, Sifa mengikuti arah mata Jordan. Dan..
" Aaaaaaaaaa." Sifa menutup matanya dengan kedua telapak tangannya saat melihat sesuatu yang tegak di dalam sana.
" Udah tau kan?" Tanya Jordan.
" Sialan mesum lo Om." Kesal Sifa.
" Kamu sendiri yang ingin tahu ya, Dan jangan panggil aku Om, Aku masih muda, Umurku nggak beda jauh sama Farhan." Ujar Jordan.
" Kak Farhan aja udah Om Om kok." Ceplos Sifa.
" Aku aduin ke Nesha kalau kamu ngatain Farhan Om Om." Ucap Jordan.
" Jangan Om." Sahut Jordan.
" Biarin.. Biar tahu kalau Nesha di katain nikah sama Om Om oleh sahabatnya sendiri." Ucap Jordan.
" Haduh bisa gawat nanti Om, Bisa di sita mobil yang gue pake, Masa' aku harus naik angkutan umum." Ujar Sifa membuat Jordan tersenyum. Ia merasa lucu dengan sikap Sifa.
" Jangan aduin ya Om, Please...." Pinta Sifa dengan mengatupkan kedua tangannya dan dengan tatapan memohon.
" Ada syaratnya." Sahut Jordan.
" Apa?" Tanya Sifa.
" Yang pertama jangan panggil Om, Yang kedua dinner ntar malam, Gimana?" Tanya Jordan.
" Yang pertama Ok aku akan panggil kamu Kakak, Kalau yang kedua....." Sifa menjeda ucapannya menatap Jordan.
" Yang kedua?" Tanya Jordan.
" Ogah banget." Seru Sifa.
" Kalau gitu akan aku aduin." Ancam Jordan.
" Apanya yang di aduin?" Tanya Nesha tiba tiba di belakang mereka.
" Ini Sifa bilang mmmm." Sifa membekap mulut jordan dengan telapak tangannya.
" Apa?" Selidik Nesha menatap heran ke arah keduanya.
" Aku bilang mau dinner sama Kak Jordan nanti malam." Sahut Sifa
"Yes.... Gak dapat Nesha bisa dapetin sahabatnya yang peluangnya lebih besar." Batin Jordan.
TBC....
Makasih suportnya untuk readers tercinta, Jangan lupa like koment dan beri hadiah Author biar semangat ya....
Jangan lupa baca dan dukung karya terbaru author.... Miss U All apalah author tanpamu..
__ADS_1