Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Membujuk


__ADS_3

Deg....


Mata mereka bertemu, Farhan ingin sekali memeluk istri yang saat ini Ia rindukan, tetapi Ia takut Nesha semakin menjauhinya. Akhirnya Farhan hanya menatapnya saja dengan tatapan penuh cinta.


" Mami...." Teriak Nathan berlari menghampiri Nesha, Nesha langsung menggendongnya.


" Sayang kenapa kamu nangis hmm?" Tanya Nesha lembut mencium pipi Nathan.


" Athan mau cama Mami, ndak mau di lumah." Jawab Nathan masih terisak.


" Emang Maminya Nathan kemana pak?" Tanya Nesha menatap ke arah Farhan. Ia ingin tahu jawaban apa yang akan Farhan berikan kepadanya.


" Maminya Nathan ada di hadapanku sekarang." Sahut Farhan maju mendekati Nesha, Ia geram dengan pertanyaan yang Nesha berikan kepadanya. Nesha tidak bergeming, mau mundur takut jatuh karna Ia menggendong Nathan saat ini sampai tiba tiba....


Cup.....


Farhan mencium kening Nesha. Nesha tercengang membulatkan matanya.


" Jangan pernah menanyakan hal hal konyol lagi sayang, kamulah Maminya Nathan, baik sekarang ataupun nanti, selamanya kamu adalah Maminya Nathan." Farhan menyibak anak rambut di wajah Nesha.


" Aku yakin walaupun kamu lupa ingatan, tapi nalurimu sebagai Maminya Nathan masih terjalin, karna kamu sangat menyayangin Nathan, putra kita." Sambung Farhan.


" Eh... ya .. ya, aku akan menjadi Maminya Nathan, tapi hanya sementara saja Pak, setelah kau menemukan wanita yang pantas menjadi Maminya, maka aku akan terbebas dari drama ini, bukan begitu Tuan Farhan." Ucap Nesha.


" Sudah aku katakan sekarang dan selamanya hanya kamu yang akan menjadi Maminya Nathan, apa kamu tidak mengerti perkataanku." Tekan Farhan menatap Nesha dengan tatapan nyalang membuat Nesha sedikit takut.


" Nathan sama Oma dulu yuk, biar Mami dan Papi saling bicara dulu, ayo." Ujar Mama Rena mengambil alih Nathan dan mengajak Sifa untuk keluar, Mama Rena ingin memberi waktu untuk mereka berdua.


" Duduk.. Aku mau bicara." Ucap Farhan dingin. Nesha hanya menurutinya.

__ADS_1


" Apa setelah hilang ingatan rasa cinta dan kasih sayangmu hilang begitu saja untuk Nathan? Apa naluri seorang ibu tidak berfungsi lagi di hatimu?" Tanya Farhan menatap Nesha.


" Aku tidak memiliki naluri apa apa, karna aku memang bukan ibunya." Ketus Nesha.


" Yah kau memang tidak melahirkannya melainkan ibu sambungnya, tapi aku dan Nathan tidak peduli, bagi kami kamulah Maminya, Mami yang selalu mencintainya, Mami yang siap mengorbankan nyawanya demi melindunginya." Ucap Farhan.


"Apa kau tahu ingat? Kau pernah berjanji untuk tidak meninggalkannya apapun yang terjadi? Lalu apa ini? Kau mengingkari janjimu sebagai seorang ibu, Ah tidak kamu pasti lupa kan? Kalau kau mengingatnya aku yakin kau tidak akan menjadi wanita egois seperti ini, kau jahat kepada Nathan... Di saat Nathan membutuhkanmu kau justru meninggalkannya." Ujar Farhan, Ia berharap Nesha terketuk hatinya, dan mau kembali kerumahnya.


" Yah kau benar... aku memang wanita egois, aku wanita jahat, bahkan aku tidak pantas menjadi ibu dari putramu, aku wanita murahan yang rela menjual tubuhku hanya untuk mendapatkan uang, aku merasa dejavu dengan semua ucapanmu, Tuan Farhan." Sahut Nesha.


Deg...


Jantung Farhan berdetak dengan kencang, Farhan ingat jika sebelumnya memang Farhan pernah mengatakan hal itu kepada Nesha. Ia bahkan mengeluarkan kata kata hinaan yang menyakitkan. Tapi sekarang Farhan menyesali semuanya.


" Maafkan aku, bukan maksudku seperti itu, aku hanya ingin kamu kembali ke rumah, kita mulai dari awal, kita rangkai kebahagiaan untuk kita bertiga, aku tidak apa jika kamu melupakan aku, tapi satu yang harus kamu tahu dan ingat, Aku mencintai dan menyayangimu Vanesha Ardiansyah, sky tidak sedang bersandiwara ataupun membohongimu, aku... Mencintaimu sepenuh hatiku." Tegas Farhan. Nesha merasa terharu mendengar ucapan Farhan.


" Buka lembaran baru bersamaku, tinggallah kembali bersama kami, kami menyayangimu, kami membutuhkan kasih sayangmu, kami tidak bisa hidup tanpamu sayang, harus berapa kali aku katakan padamu, aku suami yang selalu mencintaimu, dan aku mohon ijinkan aku membuktikan semuanya, kembalilah kerumah bersama kami sayang." Ucap Farhan, Nesha mengusap air matanya, Ia tidak mau terlihat lemah di depan Farhan.


" Aku yakin kalau kamu hanya membutuhkanku untuk mengasuh putramu saja." Sindir Nesha.


" Tidak... jujur awalnya seperti itu, tetapi seiring berjalannya waktu, aku mulai nyaman dengan kasih sayangmu, aku mencintaimu, entah kapan rasa itu muncul yang jelas sebelum kecelakaan itu, aku sudah jauh mencintaimu lebih dulu, makanya waktu itu aku sangat cemburu melihatmu bersama Romi, aku tidak bisa mengontrol emosiku, rasa traumaku akan kehilangan wanita yang aku cintai kembali menghantuiku saat itu, aku takut kehilanganmu sayang, aku benar benar takut, itu semua membuatku lepas kendali, hingga aku mengucapkan kata kata menyakitkan kepadamu, sampai pada akhirnya kau meninggalkan aku." Terang Farhan.


" Aku menyesal telah menjadi penyebab kejadian naas itu.... Maafkan aku, aku mencintaimu... benar benar mencintaimu, setelah kecelakaan itu, aku berjanji akan membuktikan rasa cinta dan sayangku kepadamu, tapi sayang... Sebelum aku menyakinkanmu kau sudah melupakan aku Hiks.. Aku tidak sanggup kehilanganmu Nesha." Farhan mengusap air matanya, Ia tidak malu mengeluarkan air mata di depan istrinya. Ia sudah tidak sanggup menahan rasa sakit di dadanya.


" Aku tidak tahu mas, apakah ini sungguhan atau hanya sandiwaramu saja, aku takut kau mengecewakanku lagi, di saat aku sudah mempercayaimu, aku juga tidak tahu saat ini harus berbuat apa." Ujar Nesha dalam hati.


" Mau ya kembali kerumah? Aku janji akan membuatmu mengingat semuanya, mengingat semua kenangan kita selama ini." Ucap Farhan.


" Termasuk kejadian menyakitkan itu? Apakah aku harus mengingatnya juga." Selidik Nesha.

__ADS_1


" Ya... aku akan mengingatkanmu tentang kenangan manis ataupun pahit, aku memang melakukan kesalahan tetapi aku akan selalu mencoba meminta maaf padamu sampai kamu mau memaafkan aku dan kembali mencintaiku seperti dulu lagi." Ujar Farhan.


" Gimana?" Sambung Farhan.


" e..e...a..aku." Ujar Nesha gugup, Ia berpikir keputusan apa yang akan Ia ambil, memberi Farhan kesempatan atau menjauh darinya.


" Demi aku dan Nathan, demi cinta kita mau ya." Pinta Farhan.


" Mami...." Teriak Nathan menghampiri Nesha.


" Sayang.." Ujar Nesha memangku Nathan.


" Mami kata Oma Mami mau puyang kalo Athan jadi anak baik, Athan janji Mami, Athan akan jadi anak baik, ndak nakal lagi, tapi Mami puyang ya, Athan mau tidul cama Mami." Celoteh Nathan. Nesha menatap Sifa dan hanya di angguki kepala olehnya.


" Gimana Mi? Mami mau puyang cama Athan kan?" Tanya Nathan.


" E....


TBC....


*HALO READERS JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA AUTHOR MEMAKSA NIH.


DUKUNG JUGA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA*.....


Tapi sekarang udah ganti cover ya....


Miss U All


__ADS_1


__ADS_2