Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Kemalangan Jordan


__ADS_3

Malam ini setelah makan malam, Jordan dan Sifa kembali ke kamarnya, Sifa segera membersihkan dirinya ke kamar mandi. Jordan sudah menunggunya di tempat tidur.


Ceklek.....


Sifa keluar dari kamar mandi dengan memakai piyama tidurnya, Ia menghampiri Jordan yang sedang duduk bersandar di atas ranjang.


" Sini." Ucap Jordan menepuk kasur di sisinya.


" Ada apa Mas?" Tanya Sifa.


" Mas baru sadar kalau kamu tidak pernah mengatakan cinta padaku, Apa kamu tidak punya perasaan yang sama denganku?" Selidik Jordan menatap Sifa.


" Apasih Mas, Cinta itu di buktikan bukan hanya di ungkapkan." Ujar Sifa.


" Tapikan aku pengin tahu Yank... Apa kamu cinta sama aku atau tidak." Ujar Jordan.


" Ya... Aku mencintaimu suamiku." Ucap Sifa menangkup wajah Jordan.


" Beneran?" Tanya Jordan memastikan.


" Nggak, Cuma boongan." Sahut Sifa.


" Sayang.... aku serius nih." Ucap Jordan mendorong tubuh Sifa. Lalu Ia menindihnya.


" Aku mencintaimu Yank.... Sangat sangat mencintaimu." Ucap Jordan mengelus pipi Sifa.


" Aku juga Mas... Aku mencintaimu." Sahut Sifa.


" Makasih sayang." Ujar Jordan.


" Aku yang seharusnya berterima kasih padamu Mas, Karna kamu mau menungguku selama ini." Gumam Sifa.


" Tentu sayang.... Mumpung tidak ada pengganggu kita buka segel beneran ya?" Ujar Jordan. Sifa menganggukkan kepalanya.


Jordan mendekatkan wajahnya ke wajah Sifa, Ia mengecup bibir Sifa. Sifa memejamkan matanya, Ia membuka sedikit mulutnya membiarkan Jordan mengekspos setiap inchinya. Mereka saling membelit lidah masing masing, Keduanya begitu terlena dengan sensasi yang memabukkan itu, Ciuman itu menjadi ciuman panas untuk keduanya. Tangan Jordan sudah traveling ke mana mana. Ia menyesap leher jenjang istrinya meninggalkan banyak tanda di sana. Tangan Jordan mulai bermain main di bagian bawah tubuh Sifa.


" Shhhh Masss." Des*h Sifa.


Jordan membuka kancing piyama Sifa hingga menampilkan pemandangan yang sangat menggoda, Lidah Jordan segera bermain main di atas sana membuat tubuh Sifa menggelinjang merasakan sensasi yang Jordan berikan kepadanya. Bagian bawah Jordan terasa semakin sesak, G*irahnya sudah mencapai ubun ubun. Jordan mulai membuka seluruh pakaiannya dan pakaian Sifa. Keduanya kini sudah sama sama pol*s. Jordan kembali membungkam mulut Sifa dengan ciumannya.


" Mas mulai ya....." Ucap Jordan menatap Sifa dengan mata yang berkabut gair*h. Sifa menganggukkan kepalanya.


Jordan mulai menuntun pusakanya, Saat Jordan hendak memasukkan pusaka ke pintu goa tiba tiba Sifa merasa aneh...


Nyesssss


" Mas bentar turun dulu." Ucap Sifa.


" Kenapa? Mas dah nggak tahan Yank." Ujar Jordan.


Sifa meraba sprei di bawahnya yang sudah basah, Ia menatap telapak tangannya dan....


" Mas merah..." Ucap Sifa.


" Kok merah Yank?" Jordan menjauhkan tubuhnya dari Sifa.


Keduanya menatap ke arah sprei yang kotor terkena rembesan noda merah.


" Astaga..... Aku haid Mas." Ucap Sifa

__ADS_1


" Apa? Haid?????" Pekik Jordan menatap Sifa tidak percaya.


" Iya Mas... Maaf ya." Ucap Sifa merasa bersalah.


" Ya ampunnnn.... Sebenarnya dosa apa yang sudah aku lakukan sehingga aku selalu tersiksa seperti ini Yank?.... Kapan aku bisa memanjakan pusakaku ini?.... Nasibmu benar benar malang pusakaku sayang.... Lama lama pusakaku bisa karatan Yank." Gerutu Jordan.


" Ya maaf Mas... Ini juga bukan mauku kan?" Ujar Sifa.


" Ya udah deh alamat puasa lama." Gumam Jordan.


" Cuma satu minggu kok Mas." Ucap Sifa


" Satu minggu bagi aku lama banget Yank.. Sehari aja nggak kuat apalagi satu minggu." Ujar Jordan.


" Aku ke kamar mandi dulu Mas." Ucap Sifa.


Sifa segera ke kamar mandi dengan melilitkan selimut untuk menutupi tubuhnya. Ia segera membersihkan dirinya. Sedangkan Jordan memakai pakaiannya kembali. Ia menggulung sprei kotor itu lalu memasukkannya ke keranjang khusus baju kotor. Ia segera menggantinya dengan yang baru.


" Mas..." Panggil Sifa dari arah kamar mandi.


" Iya Yank." Sahut Jordan menghampirinya.


" Tolong belikan aku pembalut donk... Stokku udah habis." Ujar Sifa. Jordan menghela nafasnya.


" Baiklah sayang Mas akan membelikannya, Tunggu bentar ya." Sahut Jordan.


Jordan memakai jaket lalu menyambar kunci mobilnya, Ia segera pergi ke minimarket terdekat. Sesampainya di sana, Ia segera masuk ke dalam menghampiri kasir yang ada di sana.


" Mbak tolong ambilkan pembalut." Ucap Jordan tanpa malu.


" Yang merk apa Mas? Yang wing atau non wing?" Tanya Kasir.


" Berapa Mas?" Tanya Kasir kembali.


" Pilihkan yang paling besar dua dua ya." Sahut Jordan.


" Baik tunggu sebentar saya ambilkan dulu." Ujar Kasir meninggalkan Jordan.


Sambil menunggu Jordan memainkan ponselnya. Tak lama kemudian sang Kasir pun kembali dengan membawa pesanan Jordan di tangannya.


" Ini Mas.. Total semuanya dua ratus ribu." Ucap Kasir. (Jangan protes harga ya).


Jordan mengeluarkan dua lembar uang seratusan. Ia segera pergi dari sana karna Ia tahu uangnya pas jadi tidak perlu menunggu kembaliannya. Jika hanya struk buat apa toh Sifa nggak mungkin mengganti uangnya kan? pikir Jordan. Jordan kembali melajukan mobilnya menuju rumah.


Sesampainya di rumah Jordan segera memberikan barang belanjaannya kepada Sifa.


" Ini Yank." Ucap Jordan.


" Wah pas banget sesuai yang biasa aku pakai, Makasih ya Mas.. Kamu memang suami ter the best bahkan Kak Farhan aja kalah." Ucap Sifa.


" Iya donk... Kan aku suami perhatian jadi aku tahu mana biasa kamu pakai." Bohong Jordan.


" Sepertinya aku harus memberi bonus pada kasir tadi." Batin Jordan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nesha mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar. Ternyata sudah siang, Nesha menatap samping ranjangnya yang kosong. Ia menatap jam yang menempel pada dinding yang menunjukkan pukul tujuh pagi.


" Aduh aku kesiangan, Mana belum masak lagi, Ah apa kabar Nathan yang harus berangkat sekolah hari ini?" Gumam Nesha menuju kamar mandi.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Nesha segera ke kamar Nathan. Nesha membuka pintunya, Ia mencari Nathan di kamarnya tapi tidak ada.


" Kemana Nathan ya?.... Kok sepatu sama tasnya udah nggak ada, Apa mungkin udah berangkat ya..." Monolog Nesha.


Nesha keluar dari kamar Nathan lalu turun ke bawah, Ia menuju dapur. Saat melewati meja makan, Nesha mengerutkan keningnya. Di sana sudah tertata makanan dengan rapi di dalam tudung saji. Nesha membuka tudung sajinya, Ada berbagai macam makanan di sana, Ayam goreng, Rendang, Bening bayam campur bakso, sama udang asam manis.


" Siapa yang masak??? Apa Mbak Nadia udah datang ke sini lagi ya?" Ujar Nesha.


Nesha mengedarkan pandangannya hingga menangkap sebuah Memo yang menempel pada pintu kulkas. Ia segera berjalan ke depan kulkas lalu membaca memo yang ternyata di tulis oleh Farhan.


Mami sayang... Papi antar Bang Nathan sekolah dulu ya... Mami langsung sarapan aja jangan biarkan dedek kelaparan ya.... Habis itu istirahat aja jangan ngapa2in. Love U....


Nesha tersenyum bahagia menatap memo yang di tulis Farhan. Dia merasa bahagia dengan perhatian yang Farhan berikan.


" Semoga selamanya kita akan hidup damai dan bahagia seperti ini Mas... Jangan pernah menyakiti aku lagi." Monolog Nesha.


" Tentu sayang.... Aku janji itu." Ucap Farhan memeluk Nesha dari belakang sambil menyandarkan dagunya ke bahu Nesha.


" Massss bikin kaget aja." Ujar Nesha.


" Baru bangun?" Tanya Farhan.


" Iya Mas... Maaf ya aku kesiangan jadi nggak bisa ngurus Nathan deh." Ucap Nesha.


" Tidak masalah, Mulai sekarang selama kamu hamil, Kamu tidak boleh melakukan sesuatu yang berat, Biar Mas aja.... OK." Ujar Farhan.


" Baiklah Mas... Sesuai perintahmu." Sahut Nesha.


Farhan membalikkan badan Nesha. Ia menangkup wajah cantik istrinya.


" I Love U." Ucap Farhan mengecup bibir Nesha.


" Love U too Mas." Sahut Nesha.


" Ayo kita sarapan." Ucap Farhan menggandeng tangan Nesha menuju meja makan.


Farhan mengambilkan makanan untuk Nesha.


" A'" Ucap Farhan menyodorkan sesendok makanan ke mulut Nesha.


" Aku bisa sendiri Mas." Ujar Nesha.


" Aku pengin suapi kamu." Ucap Farhan.


Nesha menerima suapan demi suapan dari suaminya. Ia berharap kebahagiaan ini tidak akan cepat berlalu, Kalau bisa Ia berharap kebahagiaan ini kekal selamanya. Tapi bagaimanapun manusia hanya bisa merencanakan, Tuhanlah yang menentukannya.


TBC....


Gimana nih mau lanjut sama perhatian Farhan atau loncat? Lanjut sama perhatian Farhan dulu ya.... Alurnya author bikin slow ya jangan terburu buru....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya untuk author ya... Makasih atas dukungan yang telah kalian berikan pada author termanis ini..


Miss U All..


Dukung juga cerita author yang lainnya ya.. Klik profile author lalu pilih karya yang mau di baca.. Thank you soo much...



__ADS_1


__ADS_2