
Dua bulan sudah berlalu. Kini usia kehamilan Valen menginjak sembilan bulan. Tinggal menunggu waktu pagi dan sore untuk kelahiran babbynya. Pagi ini seperti biasa Valen, Nathan, Papi Farhan dan Mami Nesha sedang sarapan bersama. Valen menyuapkan makanan ke dalam mulutnya tiba tiba...
" Shh." Desis Valen memegang perut buncitnya.
" Kenapa sayang?" Tanya Nathan membuat Papi dan Maminya menatap ke arah Valen.
" Mas tiba tiba perutku sakit banget." Sahut Valen.
" Apa seperti mulas begitu?" Tanya Nathan. Ia sudah mempelajari artikel tentang wanita yang hendak melahirkan dan bagaimana cara mengurus bayi dengan benar termasuk mengganti popoknya.
" Iya Mas, tapi sekarang udah nggak sakit lagi, sakitnya hilang Mas." Sahut Valen.
Nathan tersenyum mendengar ucapan Valen sambil menatap Mami Nesha yang juga tersenyum menatapnya.
" Itu tandanya kamu mau melahirkan sayang, sekarang makan dan minumlah yang banyak biar ada tenaga saat persalinan nanti." Ujar Nathan menyuapkan sesendok makanan ke dalam mulut Valen.
" Shh.... Sakit lagi Mas." Keluh Valen meremas tangan Nathan.
" Berbagi sakitnya denganku Yank, supaya aku bisa merasakan nikmatnya menjadi seorang Papi siaga." Ujar Nathan.
Nathan mengelus punggung Valen membuat Valen sedikit lebih tenang.
" Sekarang makan lagi, setelah itu kita bersiap menuju rumah sakit ya." Ucap Nathan.
" Bi... Bi Nadia." Panggil Nathan.
Bi Nadia menghampiri Nathan dengan tergopoh gopoh.
" Iya Den." Sahut Bi Nadia.
" Tolong bawakan koper yang ada di samping almari ke mobil ya Bi." Ucap Nathan.
" Baik Den." Sahut Bi Nadia.
" Sama tas kecilnya Valen juga Bi." Sambung Nathan.
" Siap Den." Sahut Bi Nadia.
Setelah selesai makan Nathan segera membawa Valen ke mobilnya.
" Mami ikut ya Bang." Ucap Mami Nesha.
" Tidak usah Mi, akan lama kalau Mami ke sana sekarang, nanti aja kalau babby udah lahir Abang akan kabari Mami supaya Mami bisa ke sana." Ujar Nathan.
" Ya sudah lah Bang, kalau ada apa apa telepon Mami ya." Ucap Mami Nesha.
" Iya Mi, Abang berangkat dulu doain supaya Valen lancar persalinannya." Ucap Nathan menyalami Mami Nesha dengan takzim.
" Tentu Bang, doa Mami selalu menyertai kalian." Sahut Mami Nesha.
Nathan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
__ADS_1
" Mas sakitnya makin sering dan makin lama Mas." Ucap Valen.
" Tenang sayang memang begitu prosesnya, tarik nafas dalam dalam lalu keluarkan ya." Sahut Nathan.
Valen mengikuti arahan Nathan. Ia berusaha menahan rasa sakit pada bagian perut dan pinggangnya sebisa mungkin.
" Sakit banget Mas." Ucap Valen.
Sambil menyetir Nathan mengelus perut Valen.
" Sayangnya Papi jangan nakal ya, kasihan Maminya kesakitan, sampai di rumah sakit nanti tidak perlu menunggu lama kamu langsung keluar ya, jangan lama lama Mami udah kesakitan, Papi tidak tega melihatnya, jika kamu sudah lahir nanti Papi akan langsung menggendongmu sayang." Ucap Nathan.
Valen terus merapalkan doa dan menghembuskan nafasnya dengan teratur berharap rasa sakitnya bisa berkurang.
Sesampainya di rumah sakit Nathan segera menggendong Valen masuk ke dalam.
" Suster tolong istri saya mau melahirkan." Ucap Nathan.
" Baringkan di sini Pak, kami akan langsung membawa istri bapak ke ruang bersalin." Ujar seorang suster.
Nathan membaringkan Valen pada brankar. Suster segera mendorong brankar ke ruang bersalin di ikuti Nathan dari belakang.
Ceklek....
Suster membuka pintu ruangan bersalin. Di sana sudah ada Dokter yang menunggu untuk membantu persalinan Valen.
" Saya periksa dulu ya Nona." Ucap Dokter, Valen menganggukkan kepalanya.
Setelah pembukaan sempurna, Dokter memberi arahan kepada Valen untuk mengejan, mendorong bayinya dengan penuh semangat. Nathan yang berdiri di samping Valen terus menggenggam tangan Valen sambil sesekali menciumi pucuk kepala Valen. Ia memberikan semangat sekaligus semangat kepada Valen untuk melahirkan buah hatinya.
Setelah beberapa kali mengejan dengan kuat akhirnya.
Oek.... Oek....
" Alhamdulillah babbynya lahir dengan selamat Tuan, Nona dan selamat bayinya laki laki, tampan seperti ayahnya." Ucap Dokter memberikan babby kepada suster untuk di pakaian baju dan bedongnya.
" Alhamdulillah." Ucap Valen dan Nathan bersamaan.
" Terima kasih sayang, terima kasih untuk perjuanganmu yang sudah menyempurnakan hidupku sayang.. Aku mencintaimu... Sangat mencintaimu dan putra kita." Ucap Nathan menciumi kening Valen. Valen menganggukkan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mami Nesha segera pergi ke rumah sakit setelah mendapat telepon dari Nathan yang memberitahunya tentang kelahiran babbynya Nathan. Setelah Mami Nesha dan Papi Farhan turun dari mobil, keduanya berjalan menuju ruangan Vip dimana Valen sedang di rawat.
Ceklek....
Mami Nesha membuka pintu, Ia menatap Valen yang sedang terbaring lemah dinatas brankar. Sepertinya Valen sedang di suapi oleh Nathan karena Nathan memegang mangkok dan sendok.
" Mami." Ucap Nathan menoleh ke belakang.
" Iya sayang." Sahut Mami Nesha menghampiri keduanya.
__ADS_1
" Gimana keadaanmu sayang?" Tanya Mami Nesha menatap Valen.
" Aku baik Mi, dan cucu Mami lahir dengan selamat." Sahut Valen.
" Dimana cucu Mami?" Tanya Mami Nesha mengedarkan pandangannya.
Tatapan Mami Nesha tertuju pada box bayi di samping ranjang Valen. Ia mendekati box itu dan menatap babby laki laki yang terlihat begitu mungil sedang terlelap di dalam sana.
" Cucu pertama Mami.... Aaaaa Mami sangat bahagia Bang... Akhirnya Mami menjadi seorang Oma, dia mirip banget sama kamu Bang." Ucap Mami Nesha.
" Pi lihat deh, babby Abang Nathan mirip banget saat Abang kecil Pi." Sambung Mami Nesha.
Papi Farhan menghampiri Mami Nesha. Ia menatap wajah mungil cucu pertamanya.
" Iya kau benar sayang, dia mirip dengan Abang." Sahut Papi Farhan.
" Mami mau menggendongnya Pi, pegang tas Mami, Mami mau cuci tangan dulu." Ucap Mami Nesha antusias.
Setelah mencuci tangannya dengan bersih, Mami Nesha segera menggendong cucu pertamanya.
" Cucu Oma tampan sekali." Ucap Mami Nesha mencium babby Valen.
" Lucu ya Pi, Mami masih muda begini udah di panggil Oma." Sambung Mami Nesha.
" Ya mau gimana lagi? Anak anak kita pada menikah muda semua." Sahut Papi Farhan.
" Abang enggak ya Pi, Abang nikah sama kaya' Papi sudah berumur tiga puluh tahunan." Sahut Nathan protes.
" Ah iya Papi lupa, Abang memang anak Papi." Ucap Papi Farhan.
" Uluh dedeknya mengantuk ya makanya bobok terus, udah net*k belum nih, minum yang banyak sayang biar cepet besar dan sehat kaya' Papi Nathan." Celoteh Mami Nesha menimang babby Valen.
" Oh ya Mami sampai lupa menanyakan namanya sayang, siapa nama putra kalian yang tampan ini?" Tanya Mami Nesha menatap Nathan dan Valen secara bergantian.
" Kalau aku terserah Mas Nathan aja Mi mau di beri nama siapa." Ujar Valen.
" Emmmm abang sudah ada nama sih Mi buat babby, tapi tahu Valen suka atau enggak Abang tidak tahu." Sahut Nathan.
" Emang mau di beri nama siapa?" Tanya Mami Nesha lagi.
" Babby tampan ini aku beri nama.....
Hayoooo siapa nama anaknya Nathan dan Valen nih????
Tunggu jawabannya di bab selanjutnya ya....
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author semangat ngetiknya....
Terima kasih untuk readers yang selalu mensupport author... semoga sehat selalu....
Author juga minta maaf karena telah telat up date ya, rasanya mood author hari ini berantakan banget jadi nggak semangat buat nulis... Tapi buat readers author selalu mencoba memberikan yang terbaik...
__ADS_1
Miss U All....
TBC. .....