
Sebelumnya author minta maaf jika ada readers yang kurang puas dengan cerita yang author tulis, Author menulis alur ceritanya santai mengikuti imajinasi author saat nulis, Jika author paksakan menjadi alur cepat takutnya justru akan membuat isi cerita tidak nyambung.... Author akan selipin konflik karena kalau mulus dan bahagia terus pasti akan membuat readers bosan juga.... Maaf ya... Jangan lupa like dan koment serta di tunggu vote dan hadiahnya ya... Itupun kalau readers berkenan. Terima kasih semoga terhibur...
...****************...
Farhan dan Sifa sampai di rumah. sifa segera menggendong Nathan berjalan masuk ke dalam rumah. Ia menuju kamar Nathan untuk menidurkan Nathan, Sesampainya di kamar Nathan, Sifa merebahkan tubuh Nathan dengan pelan. Sifa merebahkan dirinya di samping Nathan dengan satu tangan menyangga kepalanya. Ia menatap wajah mungil nan putih bersih di depannya, Ia mengelus pipi Nathan dengan lembut.
" Mama tidak pernah menyangka jika kamu sebenarnya anak tiri Mama sayang..... Papamu telah membohongi Mama selama ini itu membuat hati Mama begitu terluka sayang.... Mama tak sanggup menahan luka ini, Luka yang begitu dalam rasa sakitnya.... Hiks...." Sifa mengusap air matanya.
" Berbahagialah dengan Papi dan Mamimu sayang, Maafkan Mama." Sifa mengecup kedua pipi dan kening Nathan dengan lama.
" Sehat sehat sayang.... Sampai ketemu lagi." Ujar Sifa.
Sifa duduk merenung di tepi ranjang, Ia memikirkan keputusan apa yang akan ambil, Ia menghela nafasnya pelan sambil mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
" Seharusnya memang pernikahan ini tidak terjadi, Karena segala sesuatu yang di paksakan tidak akan berakhir dengan baik, Baiklah demi Nathan dan Nesha bahagia maka aku harus mengambil keputusan ini, Aku sudah menukar Mas Jordan dengan Nathan, Tidak mungkin aku mengingkarinya kalau ingin Nathan selamat, Nathan sayang jangan cari Mama ya... Mama sayang sama kamu terlepas dari kamu anak siapa..." Monolog Sifa.
Sifa keluar kamar Nathan, Ia menutup pintunya dengan pelan. Sifa menuruni anak tangga dengan hati hati. Saat Sifa melewati ruang tamu, Ia melihat Farhan sedang duduk bersama Jordan suaminya.
" Kak aku pulang dulu." Ucap Sifa kepada Farhan mengabaikan Jordan.
" Sayang....." Ucap Jordan menghampiri Sifa.
Sifa berjalan keluar meninggalkan rumah Farhan di ikuti oleh Jordan dari belakang.
" Sayang tunggu dulu...." Ucap Jordan mencekal tangan Sifa. Sifa menatap cekalan Jordan, Jordan mengikuti arah tatapan Sifa lalu Ia melepaskan cekalannya.
Sifa masuk ke dalam mobilnya tanpa menghiraukan Jordan membuat Jordan menghembuskan kasar nafasnya. Jordan segera masuk ke dalam mobilnya mengikuti mobil Sifa dari belakang. Sifa melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang membuat Jordan kewalahan untuk mengimbanginya. Jordan terus melajukan mobilnya mengikuti Sifa agar tidak kehilangan jejak. Saat mobil Sifa berhenti Jordan baru menyadari jika Sifa pulang ke rumahnya. Jordan menggelengkan kepalanya merutuki kebodohannya.
Sifa masuk ke dalam rumah, Ia langsung menuju kamarnya. Jordan berlari mengikuti Sifa. Jordan membuka pintu kamarnya.
" Sayang......" Ucap Jordan menghampiri Sifa yang sedang membuka almari. Sifa mengambil satu stel bajunya lalu berjalan masuk ke kamar mandi, Jordan terus mengikutinya.
Brak....
Jordan berjingkrak kaget saat Sifa menutup pintu kamar mandi dengan kencang. Sifa mengguyur tubuhnya di bawah shower mendinginkan pikirannya, Saat ini pikirannya begitu kacau, Ia menimbang nimbang keputusan apa yang akan dia ambil demi kebaikan semuanya. Ia ingin sekali meninggalkan Jordan tapi Ia juga tidak mau kehilangan suami tercintanya.
__ADS_1
" Andai rasaku tak sedalam ini.... Aku pasti tidak akan berat untuk meninggalkanmu Mas.. Aku harus pilih siapa? Dirimu atau Nathan? Jika aku memilihmu maka Nathan dalam bahaya, Tapi jika aku memilih Nathan, Bagaimana hubunganku denganmu? Sepertinya memang kita tidak di takdirkan untuk bersama." Batin Sifa.
Sedangkan Jordan saat ini masih menelepon anak buahnya, Ia menyuruh anak buahnya untuk memberi pelajaran kepada Masya karena berani mengganggu ketenangan rumah tangganya, Rumah tangga yang semula begitu harmonis dan bahagia kini dalam guncangan badai yang cukup besar. Ia tidak mau berpisah dari istri tercintanya. Ia tidak akan membiarkan Sifa meninggalkannya.
Ceklek....
Pintu kamar mandi terbuka, Jordan menatap ke arah Sifa yang baru saja keluar dari kamar mandi. Sifa berjalan menuju meja riasnya, Ia menyalakan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya. Jordan segera menghampirinya.
" Sini biar Mas saja yang ngeringin." Ucap Jordan mengambil Hairdryer dari tangan Sifa. Sifa membiarkan Jordan mengeringkan rambutnya, Ia menatap Jordan melalui pantulan kaca, Saat pandangan mereka bertemu Sifa segera menundukkan kepalanya.
Setelah selesai Jordan menyisir rambut panjang Sifa dengan pelan. Setelah rapi Jordan mengikat rambut Sifa dengan tali rambut berwarna hitam kesukaannya. Jordan membungkuk mengalungkan tangannya ke leher Sifa dari belakang, Ia menyusupkan wajahnya ke ceruk leher Sifa.
" Sayang..... Maafkan aku... Sekarang dengarkan penjelasan dan alasanku." Ucap Jordan lembut. Jordan mengambil nafasnya pelan pelan. Ia mencoba mengumpulkan keberanian untuk menjelaskan alasannya.
" Bukan maksudku membohongimu tentang Nathan sayang.... Tadinya aku mau jujur padamu tapi melihat kasih sayang dan kedekatanmu dengan Nathan membuat aku takut.... Aku takut jika kamu mengetahui yang sebenarnya bahwa Nathan putraku kamu akan menjauhi Nathan, Aku takut kamu akan membenci Nathan sayang.... Aku tidak putraku menerima hukuman atas kesalahan yang aku lakukan, Maafkan aku... Aku juga memikirkan tentang hubunganmu dengan Nesha, Aku tidak mau hubungan persahabatanmu jadi renggang, Ku mohon maafkan aku, Aku mengaku kesalahanku selama ini, Aku juga tersiksa menahan rasa bersalah di hatiku, Aku selalu di hantui rasa bersalah padamu." Jelas Jordan.
"Kamu boleh marah padaku, Kamu boleh memukulku sampai aku tiada sekalipun, Tapi ku mohon jangan pernah membenciku apalagi meninggalkan aku... Aku tidak bisa hidup tanpamu sayang, Hanya kamu yang aku mau, Hanya kamu." Ucap Jordan memejamkan matanya.
Sifa merasa lehernya basah padahal rambutnya sudah kering, Ia menatap ke arah cermin melihat Jordan yang sedang menangis mengeluarkan air mata kesedihan dan penyesalannya. Andai Jordan tahu kejadiannya akan seperti ini maka Ia akan jujur kepada Sifa dari awal. Sifa memejamkan matanya Ia menilai tentang perasaannya, Ini hanya masalah masa lalu Jordan tapi rasanya begitu sakit saat mengetahui suaminya memiliki anak dengan wanita lain saat status suaminya belum kawin ketika menikahinya.
" Sayang apa kamu mau memaafkan aku? Kamu tidak akan meninggalkan aku kan?" Tanya Jordan menatap Sifa lewat pantulan cermin di depannya. Sifa menghela nafasnya pelan.
" Lalu apa keputusanmu hmm?" Tanya Jordan lembut.
" Aku sudah berjanji kepada Masya untuk menceraikanmu, Aku sudah menukarmu dengan Nathan.... Tapi Maaf.....
Di tempat lain tepatnya di rumah Farhan. Nesha mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke pejuru kamar, Hari sudah mulai gelap ini tandanya hari sudah menjelang malam. Nesha menatap jam dinding yang menunjukkan pukul setengah tujuh malam.
" Oh astaga..." Pekik Nesha segera bangun dari tidurnya, Ia duduk di atas ranjang mengumpulkan nyawanya.
" Kenapa aku tertidur lama sekali? Dimana Sifa? Apa dia sudah pulang?... Mas Farhan berhasil menjemput Nathan tidak ya?" Monolog Nesha.
Nesha turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah selesai, Ia keluar kamar menuruni anak tangga hendak menuju dapur, Saat Ia melewati ruang bermain, Ia mendengar suara ramai seperti orang sedang bermain di dalam sana. Nesha mendekati pintu ruangan yang tidak tertutup.
" Nathan." Pekik Nesha berlari menghampiri Nathan dan Farhan yang sedang bermain. Nesha memeluk Nathan.
__ADS_1
" Sayang jangan lari lari bahaya." Ucap Farhan.
" Maaf Mas." Sahut Nesha.
" Nathan Mami kangennnnnn ." Nesha menciumi pipi gembul Nathan.
" Athan juga angen Pi." Sahut Nathan.
" Mas, Dimana Sifa?" Tanya Nesha melepas pelukannya dan membiarkan Nathan bermain lagi.
" Sifa pulang sayang... Ada sesuatu yang terjadi dengan Sifa dan Jordan." Ujar Farhan.
" Sesuatu??? Apa itu Mas?" Tanya Nesha.
" E...e...." Gugup Farhan.
" Kenapa Mas? Katakan saja." Ujar Nesha.
" Ternyata Jordan selama ini membohongi kita sayang...." Ucap Farhan.
" Membohongi kita gimana Mas? Ngomong yang jelas ah." Tanya Nesha.
" Ternyata Jordan ayah biologis dari...." Farhan menjeda ucapannya sambil melirik Nathan yang sedang asyik bermain. Nesha mengikuti arah pandang Farhan. Nesha mengerutkan keningnya menatap Farhan.
" Apa maksudmu Mas?" Selidik Nesha dengan tatapan tajam.
" Jordan ayah biologis dari Nathan." Lirih Farhan.
" Apa?" Pekik Nesha menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
" Kenapa jadi seperti ini Mas? Wanita seperti apa mantan istrimu itu Mas? Kenapa dia mau kesana kemari... Astaga... " Ujar Nesha tidak percaya.
" Itulah dirinya sayang..... Jika di bandingkan denganmu dia tidak ada apa apanya, Aku saja menyesal pernah menikahinya dan mengangkat derajatnya, Sungguh wanita murah*n, Kasih sayangmu kepada Nathan tidak akan berubah setelah mengetahui semua ini bukan?" Tanya Farhan memastikan.
" Tidak Mas.... Nathan tidak tahu apa apa di sini, Kalau dia bisa memilih dia pasti akan memilih di lahirkan dari wanita baik baik Mas, Aku tetap akan menyayangi Nathan walau anak kita sudah lahir, Nathan akan tetap menjadi anak pertama kita." Ucap Nesha dengan tegas.
__ADS_1
" Terima kasih sayang.... Kamu memang wanita terbaik di dunia ini, Aku tidak salah memilihmu menjadi pendamping hidupku." Ucap Fahan memeluk Nesha.
TBC.....