Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
25. Kedatangan Kavia


__ADS_3

" Kenapa diam saja sih." Kesal Nathan hendak meninggalkan Valen.


" Mau kemana?" Tanya Valeb mencekal tangan Nathan.


" Kemana aja." Sahut Nathan asal.


" Kamu marah?" Tanya Valen menatap Nathan.


" Marah untuk apa? Bukankah perasaan tidak bisa di paksakan?" Nathan balik bertanya.


" Iya kau benar Mas." Sahut Valen berdiri di depan Nathan.


" Kau benar jika perasaan tidak bisa di paksakan, tapi setelah apa yang aku berikan padamu semalam apa kamu masih membutuhkan jawaban dari bibirku? Apa kau pikir tanpa adanya cinta aku bisa melakukan hal itu denganmu? Kau menyamakanku dengan wanita rendahan di luar sana Mas." Ucap Valen.


Valen berjalan menuju pintu dengan perasaan kesal.


Grep...


Nathan memeluk Valen dari belakang sebelum keluar dari kamarnya.


" Maafkan aku Yank, aku tidak pandai membaca perasaanmu, aku ingin mendengar tiga kata itu darimu untuk memperjelas perasaanmu padaku, maafkan aku.... Sekarang aku tahu jika kamu juga mencintaiku, terima kasih." Ucap Nathan.


Valen membalikkan tubuhnya, Ia menatap wajah tampan suaminya.


" Mas... Aku memang tidak pandai merangkai kata kata tapi aku akan membuktikannya dengan perbuatan, tapi baiklah jika itu maumu maka aku akan mengucapkannya sekarang juga di depanmu." Ucap Valen.


" Mas Vernathan Ardiansyah, I Love U." Sambung Valen.


" I Love U more sayang." Sahut Nathan memeluk Valen dengan perasaan bahagia.


" Terima kasih karna sudah membalas perasaanku." Sambung Nathan mencium pucuk kepala Valen.


" Hmm." Gumam Valen.


" Ehm ehm." Dehem Mami Nesha.


Valen dan Nathan menoleh secara bersamaan ke asal suara.


" Mami." Gumam Nathan melepas pelukannya.


" Apa dengan terus berpelukan membuat kalian kenyang hingga kalian tidak turun ke bawah untuk sarapan? Bukankah kalian harus mengisi banyak tenaga untuk bertempur kembali siang ini? Mami sudah tidak sabar mendapatkan cucu dari kalian Bang." Ucap Mami Nesha panjang lebar.


Pipi Valen memerah semerah tomat matang. Ia sangat malu dan gugup dengan candaan Mami Nesha.


" Mami jangan gitu donk, Valen malu Mi." Ucap Nathan merangkul pundak Valen.


" Tidak usah malu Len, Mami juga pernah muda kok." Sahut Mami Nesha.


" Tapi tidak seromantis kalian di awal pernikahan." Lanjut Mami Nesha dalam hatinya.


" Ayo turun ke bawah, semua sudah menunggu." Sambung Mami Nesha.

__ADS_1


" Iya Mi." Sahut Nathan dan Valen bersamaan.


Nathan menggandeng tangan Valen menuju meja makan. Mereka sarapan bersama dengan khidmat. Selesai sarapan mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk membahas persiapan resepsi pernikahan Nathan dan Valen.


" Kak Valen apa Kakak tidak mengundang teman teman Kakak?" Tanya Ria.


" Jujur saja Kakak hanya punya satu teman, adiknya Mas Dika dan saat ini dia masih berada di luar kota." Sahut Valen.


" Hanya satu saja? Kenapa hanya satu Kak? Apa Kakak tidak suka berbaur dengan yang lainnya?" Tanya Cia.


Valen tersenyum menatap Cia.


" Kakak tidak gampang percaya kepada orang lain Ci, Kakak tidak suka berteman dengan sesama perempuan, maaf bukannya Kakak merendahkan martabat perempuan tapi menurut pandangan Kakak lebih enak berteman dengan pria dari pada dengan perempuan." Sahut Valen.


" Iya sama aku juga Kak, teman perempuan biasanya tega menusuk kita dari belakang tapi kalau teman pria mereka akan selalu setia." Ujar Cia.


" Aku setuju." Sahut Ria.


" Kompak sekali kalian ini." Ujar Mami Nesha.


" Harus donk Mi." Sahut ketiganya bersamaan. Setelah itu mereka tertawa bersama.


Bi Nadia berjalan menghampiri mereka.


" Nyonya ada Non Kavia datang kemari ingin menemui kalian semua." Ucap Bi Nadia.


" Suruh masuk saja Mbak." Sahut Mami Mesha.


" Pagi semuanya." Sapa Kavia.


" Pagi Kavia." Sahut Mami Nesha.


" Kamu." Ucap Kavia menunjuk Valen.


" Ya, kenapa?" Tanya Valen.


" Masih berani kamu kesini setelah apa yang kamu lakukan di luar sana?" Sinis Kavia.


" Apa maksudmu Kavia?" Tanya Mami Nesha.


" Tante.. Valen bukan wanita baik baik seperti yang kalian kira selama ini, dia hanya wanita murahan yang mengobral tubuhnya demi sesen uang." Ucap Kavia


" Jaga bicaramu Kavia." Bentak Nathan.


" Kenapa? Kamu tidak terima? Wanita yang kau cintai ternyata hanya sampah Nathan, dia rela tidur dengan pria lain hanya untuk mendapatkan uang." Ucap Kavia.


Plak.....


Tamparan keras dari Nathan mendarat di pipi Kavia.


" Nathan." Ucap Mami Nesha menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


" Jangan pernah merendahkan Valen di depan keluargaku." Bentak Nathan.


" Kau menamparku demi membela wanita ini? Aku tidak mempercayainya Nathan, kau akan menyesal jika mengetahui semuanya." Ujar Kavia.


" Tenang..... Ini sebenarnya ada apa? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Papi Farhan.


" Om.... Calon menantu Om ini tak lain adalah wanita murahan, dia bermain di belakang dengan ceo perusahaan AZ Om, ini buktinya." Ucap Kavia memberikan foto kepada Papi Farhan.


Papi Farhan menatap foto itu, matanya membola tak percaya. Mami Nesha merebut foto itu dari tangan suaminya.


" Apa maksud semua ini Valen?" Tanya Mami Nesha menunjukkan foto itu kepada Valen.


" Mami... Maafkan aku." Ucap Valen menundukkan kepalanya.


Nathan menatap foto dimana Valen sedang tertidur dalam satu selimut dengan Ardan. Nathan meremas foto itu dengan kuat.


" Apa maksudmu membawa foto ini ke sini? Apa yang ingin kau buktikan dengan semua ini?" Geram Nathan.


" Aku ingin kalian semua tahu jika Valen bukanlah gadis baik baik, dia tidak pantas untuk keluarga Ardiansyah, dia kotor, dia ternoda Nathan dan aku yakin dia hanya mengincar hartamu saja." Ujar Kavia.


Gama yang sedari tadi hanya diam saja, kini beranjak menatap Kavia.


" Sudah selesai bicaramu?" Tanya Gama.


" Belum, Kau tahu tanda di leher Valen adalah tanda dari pria itu, kalian sudah di tipu olehnya, Tante Nesha apa Tante tega melihat Nathan yang harus bertanggung jawab atas semuanya? Apa Tante rela Nathan menadapat bekas dari orang lain?" Tanya Kavia.


" Lalu bagaimana dengan dirimu Kavia." Bentak Gama membuat Kavia berjingkrak kaget.


" Ap.... Apa maksudmu?" Gugup Kavia.


" Sekarang giliran aku yang bicara, kau hanya boleh mendengarkannya saja." Ucap Gama.


" Pertama Valen bukan gadis murahan tapi dia hanya di jebak, kedua Valen tidak gila harta karna dia jauh lebih kaya dari keluarga kami, ketiga Valen lebih pantas mendampingi Abangku dari pada wanita licik sepertimu." Ucap Gama menunjuk Kavia.


" Apa maksudmu Gama? Jelas jelas dia wanita murahan yang mau tidur dengan pria lain sebelum menikah Gama." Ujar Kavia.


" Itu karna dia di jebak olehmu Kavia." Bentak Gama.


Jeduarrrr......


Bagaikan di sambar petir di siang hari. Keluarga Farhan menatap ke arah Kavia dengan tatapan penuh kebencian.


" Jangan menuduhku sembarangan Gama jika kau tidak punya buktinya." Sahut Kavia.


" Aku punya semua buktinya." Sahut Gama.


" Tunggu aku akan menunjukkannya pada kalian semua siapa sebenarnya wanita ini." Ujar Gama berjalan menuju kamarnya.


Bukti apakah yang akan Gama tunjukkan pada keluarganya??????


Tekan like dan nantikan jawabannya di bab selanjutnya...

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2