Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Salah Paham 2


__ADS_3

" Papi..." Teriak Nathan. Nesha menatap Farhan yang juga menatap ke arahnya. Hatinya terasa sakit, Apa ini Meeting yang Farhan maksud. Sebenarnya ada hubungan apa suaminya dan Claudia. Kenapa Farhan tega membohongi istrinya sendiri, Begitu pikir Nesha.


" Sayang...." Sahut Farhan.


" Papi.. Papi di cini duga kok ndak ajak Athan?" Tanya Nathan.


Farhan memberikan paper bag kepada Claudia, Ia mendekati Nesha.


" Iya maaf sayang Papi terburu buru tadi, Sekarang Papi akan nemenin Nathan, Mau beli apa?" Tanya Farhan sambil melirik Nesha yang diam saja. Nesha menahan rasa gemuruh di dadanya. Baru saja kebahagiaan mereka di mulai kini sudah akan di terpa badai lagi.


" Athan mau beli lobot Pi." Ujar Nathan.


" Baiklah..Ayo gendong Papi kasian Mami capek." Farhan mau mengambil alih Nathan dari gendongan Nesha.


" Tidak perlu Mas kamu sibuk, Sebentar lagi kamu ada meeting penting permisi." Nesha berjalan meninggalkan Farhan yang masih melongo.


" Sayang tunggu..." Teriak Farhan mengejar Nesha tapi Nesha tidak peduli, Ia tetap berjalan menatap ke depan. Farhan terus mengejarnya.


Melihat itu Claudia tersenyum puas, Ternyata keberuntungan memihak kepadanya hari ini, Ia tinggal menjalankan rencana yang lainnya lalu Ia segera melangkahkan kakinya untuk pulang.


" Sayang tunggu.." Farhan mencekal tangan Nesha membuat Nesha menghentikan langkahnya.


" Sayang maaf tadi meetingnya di batalkan." Ujar Farhan.


" Lalu...?" Tanya Nesha.


" Lalu tiba tiba Claudia telepon dia bilang gak punya uang buat bayar belanjaannya, Jadi aku langsung kesini, Rencananya setelah pulang aku mau ajak kamu beli robot sambil kita jalan." Jelas Farhan.


" Nggak punya uang tapi mau belanja, Dia kesini naik taksi lalu uang siapa yang Ia gunakan untuk membayar ongkos taksi?"Tanya Nesha.


" Ya mungkin dia hanya punya uang buat ongkos saja." Sahut Farhan.


" Kamu memang bodoh Mas, Bagaimana bisa orang tidak punya uang kok mau belanja, Pantas saja kamu gampang di bodohi oleh mantan istri kamu." Ketus Nesha.


" Jangan bawa bawa mantan." Hardik Farhan.


" Terserah kamu ajalah Mas aku capek jika harus menghadapi sikapmu yang terlalu baik pada orang lain, Kamu lebih mementingkan orang lain dari pada anak dan istrimu, Hati hati Mas aku yakin Claudia merencanakan sesuatu untuk merebutmu dariku." Ujar Nesha mengeluarkan uneg unegnya.


" Kamu cemburu padanya?" Tanya Farhan sambil menaik turunkan alisnya.


" Buat apa? Kalau kamu mau bersamanya, Dengan suka rela aku akan menyerahkanmu kepadanya, Aku nggak mau ambil pusing, Adanya orang ketiga itu karna kamu yang memberikan jalan kepadanya untuk masuk ke dalam rumah tangga kita, Sekuat apapun aku mempertahankannya jika kamu tidak melakukan hal yang sama maka aku yang akan kalah Mas, Semua aku serahkan bagaimana maumu saja aku sudah siap dengan segala apa yang akan terjadi kedepannya, Termasuk harus meninggalkanmu." Ujar Nesha panjang lebar.

__ADS_1


" aku sudah pernah bilang jangan pernah katakan itu." Tekan Farhan.


" Mami ...Papi kenapa belantem." Tanya Nathan membuat keduanya sadar jika di dekat mereka ada Nathan.


" Tidak sayang ayo kita beli robot yang besar." Nesha berjalan meninggalkan Farhan. Hatinya kesal dengan sikap Farhan yang bodoh menurutnya. Karna tidak fokus berjalan, Nesha menabrak seseorang...


" Awh maaf maaf." Ucap Nesha.


" Vanesh." Ucap seseorang yang di tabrak Nesha.


" Ryan..." Pekik Nesha.


" Akhirnya kita bertemu di sini." Ujar Ryan.


" Iya betul gak nyangka ya.. Gimana kabarmu?" Tanya Nesha.


" Baik.. aku baik, Oh ya ini siapa?" Tanya Ryan menunjuk Nathan.


" Ini putraku, Nathan namanya, Sayang salim sama Om Ryan." Jawab Nesha. Nathan menyalami Ryan dengan takzim.


" Anak pintar." Ucap Ryan.


" Sebentar sebentar ini anak kamu? sudah sebesar ini? Emang kapan nikahnya? Kok udah punya anak aja, Udah gede lagi." Tanya Ryan.


" Oh kirain kamu nikah sama duda lalu ini bonusnya." Canda Ryan.


" He he bisa aja kamu, Kalau bonusnya seperti ini aku mau banget." Sahut Nesha.


"Kamu yang mulai Mas maka aku juga bisa melakukannya." Batin Nesha.


" Oh ya Yan apa kamu sedang terburu terburu membeli sesuatu?" Tanya Nesha.


" Nggak sih aku cuma jalan jalan aja siapa tahu dapat jodoh." Jawab Ryan asal.


" Mau nemenin aku nggak? Anakku minta di beliin robot tapi aku nggak tahu yang bagus seperti apa." Ujar Nesha.


" Siap...ayo." Ajak Ryan.


Mereka berjalan menuju Stand mainan anak anak. Sedangkan Farhan hatinya begitu panas melihat Nesha jalan dengan orang lain. Tapi Farhan tidak mau memperkeruh keadaan dengan menghampiri mereka. Farhan menyadari kesalahannya yang lebih mementingkan orang lain. Farhan segera kembali ke kantor menghabiskan waktu di sana dengan setumpuk pekerjaan.


Malam harinya Nesha sedang menidurkan Nathan di kamarnya. Nesha melihat jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan malam, Tidak biasanya Farhan pulang selarut ini. Tak lama kemudian terdengar suara deru mobil memasuki pekarangan rumahnya.

__ADS_1


Farhan segera masuk ke dalam rumah, Ia menuju dapur untuk mengambil minum karna saat ini Farhan merasa haus. Saat di dapur Ia melihat Claudia sedang membuat jus di sana.


" Kak Farhan baru pulang?" Tanya Claudia.


" Hmm." Gumam Farhan.


" Mau jus juga?" Tawar Claudia.


" Boleh deh.. Oh ya dimana istriku?" Tanya Farhan.


" Sudah tidur kaya'nya Kak." Sahut Claudi sambil menyiapkan jus yang Ia buat kedalam gelas.


" Di minum Kak." Claudia memberikan gelasnya pada Farhan.


" Makasih." Farhan menerimanya.


Tanpa curiga Farhan segera menghabiskan jusnya hingga tandas. Claudia tersenyum tipis melihatnya. Tak lama kemudian Farhan merasa pusing pada kepalanya.


" Sshh." Desis Farhan sambil memegangi kepalanya.


" Kenapa Kak." Tanya Claudia pura pura.


" Kepalaku rasanya pusing sekali." Jawab Farhan.


" Mungkin Kakak kecapekan, Ayo aku bantu ke kamar Kak takutnya ntar jatuh." Ucap Claudia.


Claudia membantu Farhan berjalan menuju kamarnya, Bukan kamar Farhan melainkan kamar Claudia. Farhan yang merasa pandangannya semakin kabur hanya menurut saja. Setelah sampai di kamar, Claudia membaringkan tubuh Faran di atas ranjang.


" Masss." Ucap Claudia dengan suara seksinya.


" Sha..." Farhan mengucek matanya memastikan penglihatannya.


" Iya Mas ini aku." Jawab Claudia lirih.


Farhan segera menarik Claudia hingga tubuhnya jatuh terlentang di atas kasur. Farhan segera menindihnya.


Sedangkan Nesha setelah mendengar suara deru mobil Farhan, Ia segera kembali kemarnya, Nesha menyiapkan baju ganti dan air hangat untuk Farhan mandi. Tetapi di tunggu hingga hampir setengah jam Farhan tidak muncul juga. Nesha segera keluar kamar mencari Farhan ke ruang tamu tapi tidak ada. Nesha menuju dapur juga tidak ada, Terakhir Nesha berjalan menuju ruang kerja tetapi juga tidak ada.


"Kemana Mas Farhan ya? Atau jangan jangan.. Aku harus ke sana, Aku harus memastikan apakah mereka ada hubungan atau tidak." Ujar Nesha dalam hati.


Nesha segera menuju kamar yang di huni oleh Claudia. Ia melihat pintu kamar yang sedikit terbuka, Saat Ia membuka pintu kamar tiba tiba... Deg.. hatinya hancur berkeping, Dadanya sesak seperti ada bebatuan yang menghimpitnya melihat Farhan yang menindih Claudia. Air matanya menetes begitu saja.

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2