Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Kangen Nathan dan Gama


__ADS_3

Sifa sedang berbaring di atas ranjang. Masa ngidamnya benar benar parah padahal ini sudah memasuki bulan ke tiga masa kehamilannya. Ia bahkan tidak bisa makan apapun karena setiap perutnya di isi pasti akan muntah. Jordan bahkan sampai stress sendiri melihat keadaan istrinya. Terbesit rasa bersalah dalam hatinya telah membuat istrinya seperti ini. Jordan dengan setia selalu mendampingi Sifa hingga Ia harus bekerja dari rumah.


" Mas." Panggil Sifa.


" Iya sayang." Sahut Jordan duduk di tepi ranjang.


" Apa Babby menginginkan sesuatu?" Tanya Jordan mengelus perut Sifa.


" Aku kangen sama Nathan dan Gama, Antar aku ke sana ya." Ucap Sifa.


" Jangan sayang, Kamu di rumah aja ya biar Mas yang jemput mereka." Ujar Jordan.


Bagaimana bisa Ia membawa Sifa ke rumah Farhan sedangkan kondisinya masih sangat lemah setelah satu minggu di rawat di rumah sakit. Sifa hanya bisa berbaring di atas ranjang.


" Aku tidak yakin Nathan mau ikut denganmu ke sini Mas." Ucap Sifa pasalnya setelah kejadian itu Nathan enggan berdekatan dengannya dan Jordan. Bahkan di telepon pun Nathan tidak mau berbicara dengannya.


" Aku akan meminta Nesha untuk membujuknya Yank, Atau kalau perlu nanti aku akan pergi dulu sampai Nathan pulang biar dia nggak takut." Ujar Jordan.


" Ya udah deh terserah kamu aja yang penting Nathan sama Gama sampai sini." Tutur Sifa.


" Iya Mas usahakan, Mas pergi dulu ya kalau ada apa apa panggil Bi Imah saja." Ucap Jordan mencium kening Sifa


" Hmm." Gumam Sifa.


" Sayang Papa jemput Bang Nathan sama Bang Gama dulu ya, Jangan nakal kasihan Mama." Bisik Jordan pada perut Sifa.


Jordan meninggalkan Sifa di dalam kamarnya.


" Bi aku titip Sifa ya, Aku mau jemput Nathan dulu." Ucap Jordan saat berpapasan dengan Bi Imah yang baru masuk rumah.


" Iya Tuan." Sahut Bi Imah.


Jordan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Butuh waktu sekitar lima belas menit akhirnya Jordan sampai di kediaman Farhan.


Jordan turun dari mobil menuju pintu rumah Farhan lalu menekan belnya. Tak lama pintu pun terbuka dari dalam.


" Eh Tuan Jordan silahkan masuk Den." Ucap Mbak Nadia.


" Apa Nesha ada Mbak? Aku mau bicara sesuatu padanya." Ucap Jordan mengikuti Mbak Nadia menuju ruang tamu.


" Ada Den, Silahkan duduk saya akan panggilkan Nyonya." Sahut Mbak Nadia.


Mbak Nadia berjalan menuju kamar Nathan karena Nesha memang sedang berada di sana. Bahkan Ia lupa untuk menawarkan minuman pada tamunya.


" Non di depan ada Den Jordan, Katanya mau ketemu sama Non Nesha, Ada yang mau Den Jordan bicarakan." Ucap Mbak Nadia menghampiri Nesha yang sedang menemani Nathan dan Gama bermain.


" Iya Mbak aku temui dulu, Titip Nathan sama Gama ya Mbak, Tolong jagain mereka." Ujar Nesha.


" Iya Non." Sahut Mbak Nadia.


" Nathan sayang, Ada Papa datang lhoh, Apa Nathan mau menemuinya?" Tanya Nesha berharap Nathan mau menemui Jordan.


" Nggak Ma, Athan mau main aja sama Dek Gam." Sahut Nathan tanpa berpaling dari mainannya.

__ADS_1


" Baiklah Mami temuin Papa dulu ya." Ujar Nesha.


" Iya Mi." Sahut Nathan.


Nesha menghela nafasnya karena usahanya lagi lagi gagal, Ia berjalan keluar kamar menuju ruang tamu.


" Belum di bikinin minum to, Mau minum apa Kak?" Tanya Nesha menghampiri Jordan yang sedang duduk.


" Tidak usah Nes aku buru buru, Sifa aku tinggal sendirian." Dusta Jordan.


" Ada perlu apa Kak Jordan datang kemari?" Tanya Nesha duduk di sebrang sofa.


" Sifa kangen sama Nathan dan Gama, Tapi dia tidak bisa kemari karena kondisinya yang lemah jadi aku yang harus membawa mereka ke rumah, Apa kamu mau membujuk Nathan supaya mau ikut bersamaku?" Tanya Jordan dengan tatapan penuh harapan.


" Aku akan membujuknya Kak, Tapi aku tidak bisa menjanjikan kalau Nathan mau ikut bersamamu, Aku sudah berulang kali memberinya pengertian agar mau kembali dekat denganmu Kak, Tapi Nathan belum mau, Dan maaf aku tidak bisa memaksanya takut akan mempengaruhi perkembangannya." Ujar Nesha.


" Aku mengerti Nes, Anak kecil tidak mudah melupakan segala sesuatunya." Sahut Jordan.


" Aku ke kamar dulu Kak, Semoga kali ini aku berhasil." Ucap Nesha.


" Semoga Nes." Sahut Jordan.


Nesha kembali berjalan menuju ke kamar kedua putranya.


" Sayang." Panggil Nesha menghampiri Nathan.


" Iya Mi." Sahut Nathan.


" Apapun untuk Mami." Sahut Nathan dengan tegas membuat Nesha dan Mbak Nadia haru. Nathan sangat menyayangi Nesha seperti ibu kandungnya sendiri.


"Bagaimana jika suatu hari nanti kamu tahu jika aku bukan ibumu sayang? Apakah kamu masih bisa mengatakan apapun untukku?" Tanya Nesha dalam hati. Ia mengusap air matanya.


" Mami nangis?" Tanya Nathan menatap Nesha.


" Tidak sayang Mami hanya kelilipan saja." Sahut Nesha.


" Apa yang Mami inginkan?" Tanya Nathan.


"Em... Mami ingin... Tapi kalau memang Bang Nathan tidak mau, Bang Nathan bisa menolaknya." Ujar Nesha. Ia ingin Nathan melakukannya dengan sepenuh hatinya bukan karena terpaksa.


" Iya Mi, Apa itu?" Tanya Nathan.


" Mama Sifa sekarang sedang sakit, Mama kangen sama Bang Nathan sama Dek Gama, Apa Nathan mau menjenguk Mama di rumahnya?" Tanya Nesha.


Hening....


Terlihat Nathan sedang memikirkan sesuatu, Ia menatap Nesha dan di balas senyuman oleh Nesha.


" Iya Mi, Tapi sama Dek Gam ya." Ujar Nathan.


" Iya sayang, Kita langsung ke sana ya karena kita udah di jemput Papa Jordan." Ucap Nesha.


" Papa di sini?" Tanya Nathan memastikan.

__ADS_1


" Iya sayang.... Papa Jordan juga kangen lho sama Bang Nathan, Udah lama kan Papa nggak ketemu sama Abang, Abang kangen nggak sih sama Papa?" Tanya Nesha.


Nathan menggelengkan kepalanya.


"Bang Athan takut, Papa marahi Bang Athan." Lirih Nathan.


" Sayang nggak usah takut, Waktu itu Papa Jordan nggak sengaja bentak Abang, Kan Mama udah bilang kalau saat itu Papa Jordan sedang capek, Banyak pikiran jadi refleks aja ngomongnya keras ke Bang Nathan, Tapi padahal Papa Jordan sayang banget lhoh sama Bang Nathan, Papa Jordan sudah minta maaf kan ke Bang Nathan? Jadi jangan takut lagi donk." Terang Nesha.


" Tapi Papi ndak pernah bentak Bang Athan, Padahal Papi juga capek kerja." Kilah Nathan.


" He he yang namanya orang beda beda Abang, Ya udah sekarang ayo kita jenguk Mama Sifa, Kita hibur Mama sampai Mama sembuh dan sehat kembali, Sepertinya Mama Sifa butuh banyak dukungan dari Bang Nathan, Apa Adeknya ya yang kangen sama Bang Nathan karena Bang Nathan tidak mau menemuinya." Ujar Nesha.


" Iya Mi." Sahut Nathan.


" Ya udah ayo kita berangkat." Ajak Nesha menggendong Gama.


" Mbak Nad aku pergi dulu ya, Kalau nanti Mas Farhan nyariin bilang aku lagi di rumah Sifa." Ucap Nesha kepada Mbak Nadia.


" Iya Non." Sahut Mbak Nadia.


Nesha menggandeng Nathan sambil menggendong Gama menuju ruang tamu.


" Ayo Kak." Ajak Nesha.


" Nathan mau?" Tanya Jordan.


" Iya." Sahut Nesha.


" Nathan mau di gendong Papa?" Tanya Jordan berlutut di depan Nathan.


Nathan menggelengkan kepalanya membuat Jordan menghela nafasnya.


" Baiklah biar Papa gendong Dek Gama saja." Ujar Jordan.


" Sini Dek Gama gendong Papa ya." Sambung Jordan mengulurkan kedua tangannya ke arah Gama.


" Pa pa pa." Celoteh Gama menerima uluran tangan Jordan.


" Ayo sayang." Ucap Nesha menggandeng tangan Nathan.


Mereka berjalan keluar menuju mobil Jordan. Nesha duduk di kursi belakang sambil memangku Gama. Sedangkan Nathan duduk di sebelahnya. Jordan mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


TBC....


*Ada nggak sih anak sekecil Nathan yang takut setiap bertemu sama orang yang pernah ngebentak atau memarahinya? Kalau anak author gitu lhoh....


Jangan lupa like vote dan komentnya...


Jangan lupa juga yang belum Favorite tambah ke daftar favorite ya...


Yang udah jangan unfav donk....


Miss U All*

__ADS_1


__ADS_2