Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Kejutan


__ADS_3

Jedarrrrrrrrr


Suara kembang api bertuliskan


I LOVE U


Jedarrrrrr


Suara kembang api terdengar lagi di telinga keduanya, Kali ini kembang api itu bertuliskan


HAPPY BIRTHDAY


Jedarrr Jedarrrr


Nesha menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Air mata haru luruh begitu saja.


" Happy Bitrhday sayang..." Ucap Farhan membalikkan badan Nesha agar menghadapnya. Farhan menangkup wajah Nesha dengan kedua tangannya.


" Selamat ulang tahun untukmu, Semoga panjang umur, Sehat selalu dan selalu menjadi istri dan ibu yang baik untuk kami, Terima kasih atas kesabaran dan kasih sayang yang kamu berikan kepada kami.... I Love U." Ucap Farhan mengecup kening Nesha.


" Hiks.... Makasih Mas..." Ucap Nesha memeluk Farhan dengan air mata kebahagiaan menetes di pipinya.


Pyarrrrrrrr


Lampu menyala dengan terang.


" Happy birthday to you.... Happy birthday to you.... Happy birthday....Happy birthday.... Happy birthday to you...." Suara nyanyian yang mereka lantunkan.


Nesha melepas pelukan Farhan, Ia menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya Ia menatap semua orang yang sedang berdiri di belakangnya. Sifa, Jordan, Nathan, Bu Wiwik serta anak anak panti.


" Selamat ulang tahun Mami." Ucap Nathan memberikan buket bunga untuk Nesha. Nesha berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan Nathan, Ia peluk putra tercintanya dengan penuh kasih sayang.


" Terima kasih sayang...." Ucap Nesha menciumi pipi Nathan.


" Happy birthday Nes... Semoga panjang umur dan sehat selalu." Ucap Nesha dengan kue tart di tangannya.


" Makasih Sif." Sahut Nesha memeluk Sifa.


" Happy birthday Nes... Semoga panjang umur dan tentunya bahagia selalu." Ucap Jordan.


" Makasih Kak." Sahut Nesha.


" Barakallah fii umrik Nak, Semoga panjang umur dan selalu mendapat berkahNya." Ucap Bu Wiwik memeluk Nesha.


" Amien.. Terima kasih doanya Bu." Sahut Nesha.


" Selamat ulang tahun Kak Nesha.... Semoga panjang umur dan sehat selalu....." Ucap anak anak panti bersamaan.


" Terima kasih sayang.... Semoga kalian semua juga di limpahkan umur yang panjang dan bermanfaat, Kesehatan dan kesuksesan dunia akhirat." Ujar Nesha


" Amien.." Sahut anak anak panti.


" Sekarang potong kuenya... Seperti biasa hanya potong kue tanpa tiup lilin." Ucap Nesha.


" Memang itu yang kita lakukan selama ini." Ujar Nesha.


" Maaf Tante Ranti tidak bisa hadir, Beliau sedang pergi keluar kota jadi ulang tahun kali ini tanpa Tante Ranti." Ucap Sifa.


" No problem, Yang penting ada kamu sahabat terbaik aku yang selalu mendukungku disaat suka dan duka, Terima kasih untukmu Sifa." Ucap Nesha.


" Terima kasih juga untukmu yang selalu sabar dan tidak pernah mengeluh dengan sikapku yang selalu......." Sifa menggantung ucapannya.

__ADS_1


" Numpang hidup gratis denganmu." Bisik Sifa.


" Kamu ini..." Kekeh Nesha.


" Ayo sayang." Ucap Farhan.


Farhan menggandeng Nesha menuju meja yang sudah di hias seindah mungkin dengan bunga bunga, Nesha baru menyadari jika rooftoop ini di hias sedemikian rupa untuk acara ulang tahunnya. Dengan dekorasi indah yang di hiasi bunga bunga di sekelilingnya.


" Ayo potong kuenya." Ucap Sifa.


Nesha mulai memotong kuenya, Potongan pertama Ia berikan kepada suaminya, potongan kedua Ia berikan kepada Bu Wiwik.


" Kok Ibu?" Tanya Bu Wiwik. Bu Wiwik merasa tidak enak karna Ia bukan siapa siapa.


" Iya Bu... Di sini Ibu sebagai Ibu kami." Ucap Nesha.


" Terima kasih atas kehormatan yang kalian berikan kepada saya." Ucap Bu Wiwik.


Potongan ketiga Nesha berikan kepada Nathan dan yang terakhir Ia berikan kepada sahabatnya Sifa, Sisanya Ia bagikan kepada anak panti.


Setelah acara potong kue selesai, Bu Wiwik memimpin anak anak panti untuk mendoakan keluarga Farhan agar senantiasa di beri kebahagiaan, Di beri kesehatan dan putra putri yang Soleh dan Solehah. Acara selanjutnya adalah makan makan, Mereka menikmati hidangan yang sudah di sediakan oleh pihak Cafe.


Nesha, Farhan, Sifa dan Jordan duduk dalam satu meja, Sedang Nathan berbaur dengan anak lain dalam pengawasan Bu Wiwik. Bu Wiwik tidak membawa semua anak panti, Beliau hanya membawa sepuluh anak saja.


" Jadi ini alasan kamu tidak makan tadi Mas?" Tanya Nesha menatap Farhan.


" Iya... Kalau Mas tadi makan sekarang nggak bisa makan bareng anak anak donk, Kan kasihan mereka." Sahut Farhan.


" Makasih Mas atas kejutan yang kamu berikan hari ini." Ujar Nesha.


" Aku yang berterima kasih padamu, Karna kamu mau memaafkan aku." Sahut Farhan.


" Baiklah sayang, Aku akan berusaha untuk menepati janjiku." Sahut Farhan.


Malam semakin larut akhirnya mereka semua pulang ke rumah masing masing, Nathan tetap ikut bersama Sifa, Katanya Nathan masih betah di sana. Sesampainya di rumah Nesha segera masuk ke kamar mandi, Setelah selesai Ia ganti baju.


" Sayang tidur kamar kita ya." Ucap Farhan menghampiri Nesha. Farhan juga sudah mandi di kamarnya sendiri, Sekarang Ia kelihatan lebih fresh tidak lusuh seperti sebelumnya.


" Iya Mas." Sahut Nesha.


" Besok akan aku suruh Mbak Nadia memindahkan semua barang barang kamu." Ujar Farhan.


" Maaf Mas.. Waktu itu saat dekat sama kamu aku mual, Makanya aku pindah ke sini." Jelas Nesha.


" Tidak masalah sayang, Yang penting sekarang udah nggak mual lagi." Sahut Farhan.


" Awww." Pekik Nesha saat merasa tubuhnya melayang ke udara.


Farhan menggendong Nesha ala bridal style menuju kamarnya, Ia merebahkan tubuh Nesha di atas ranjang. Farhan menindih tubuh Nesha dengan bertumpu pada tangannya agar tidak menindih perut Nesha.


Ia menatap wajah Nesha begitupun sebaliknya. Farhan mendekatkan wajahnya membuat Nesha memejamkan matanya, Farhan mengecup lembut bibir Nesha, Nesha sedikit membuka mulutnya membiarkan Farhan menyusupkan lidahnya, Farhan mengespos setiap inchi mulut Nesha, Mereka saling menikmati manisnya bertukar saliva, Ciuman yang semula lembut menjadi ciuman yang menuntut, Farhan beralih ke leher jenjang Nesha, Lidahnya bermain main di sana membuat Nesha mendes*h, Farhan meninggalkan beberapa jejak di sana, Tangannya mulai tidak terkondisikan. Keduanya sama sama merindukan sentuhan satu sama lain. Saat Farhan hendak masuk mengunjungi debaynya,


" Mas pelan pelan." Ucap Nesha.


" Iya sayang.... Mas akan melakukannya dengan lembut." Ucap Farhan membungkam Nesha dengan ciuman.


Farhan memainkan permainan ini dengan lembut dan hati hati, Karna Ia tidak mau menyakiti calon anaknya di dalam sana. Farhan memimpin permainan dengan lihai, Nesha begitu terbuai dengan sensasi yang Farhan berikan, Mereka berdua melepas kerinduan yang begitu mendalam yang telah mereka tahan selama ini, Peluh yang menetes tidak menyurutkan usaha mereka untuk sampai ke puncak nirwana. Des*h*n dan erangan mengalun indah memenuhi ruangan yang sunyi. Bahkan AC dalam ruangan tidak mampu mendinginkan hawa panas yang mereka ciptakan. Setelah mencapai puncaknya, Farhan merebahkan tubuhnya di samping Nesha.


" Terima kasih sayang." Ucap Farhan mencium kening Nesha.


" Hmmm." Gumam Nesha.

__ADS_1


" Dia tidak terganggu?" Tanya Farhan mengelus perut pol*s Nesha.


" Enggak kan kamu pelan lakuinnya." Sahut Nesha.


" Kalau tidak terganggu nanti mau lagi." Ujar Farhan.


" Jangan lah Mas.... Capek." Sahut Nesha.


" Baiklah sekarang tidur dulu, Besok baru lanjut lagi." Ucap Farhan memeluk tubuh Nesha.


Sedangkan di tempat lain, Tepatnya di dalam kamar Sifa. Jordan sedang tegang tegangnya melakukan pemanasan untuk memulai olahraga malam ini, Ia begitu lihai menguasai tubuh Sifa membuat Sifa mabuk kepayang. Jordan terus memainkan lidahnya di atas gunung kembar Sifa. Hatinya bersemangat karna sebentar lagi Ia akan berhasil membuka segel.


" Ssss Massss." D*s *h Sifa saat tangan Jordan bermain main di bawah sana.


" Massss aku tidak kuat." Lirih Sifa.


" Baiklah sayang....Mas akan datang.... Ini akan terasa sakit, Kamu bisa cakar punggung Mas atau gigit leher Mas." Ujar Jordan sebelum memulai permainannya.


" Hmmm." Gumam Sifa.


Jordan sudah siap dengan pusaka yang hendak mengarah ke goa Sifa. Ia mulai mencari pintu yang pas untuk masuk, Setelah ketemu Jordan mulai mendorong pusakanya menuju pintu goa dengan pelan.


" Aw..." Pekik Sifa.


" Tahan sayang...." Ujar Jordan menghentikan kegiatannya. Ia mencium bibir Sifa untuk mengurangi rasa tegangnya, Saat Sifa terlena dengan ciumannya, Jordan mulai mendorong sedikit demi sedikit pusakanya agar bisa masuk dengan sempurna. Saat sudah hampir sampai tiba tiba...


" Mama...."


Tok..tok...tok...


" Mama Athan takut...." Ucap Nathan dari luar sambil mengetuk pintu.


Nesha menatap wajah lucu suaminya yang sedang berada di atas tub*hnya. Ia menahan tawanya.


" Dasar bocil ganggu aja.... Belum juga sempurna Yank bocil pengganggu sudah datang, Gimana mau terbuka lepas segelnya," Kesal Jordan.


" Buruan turun Mas... Kasihan Nathan." Ujar Sifa.


" Biarin aja lah, Mas masukin sebentar biar afdol." Sahut Jordan.


" Awwww." Pekik Sifa saat Jordan berhasil menenggelamkan pusakanya.


" Masss sakittt." Lirih Sifa.


" Kalau di lanjut sakitnya akan hilang yank." Ucap Jordan.


" Mama.... Huaaaaaaa." Tangis Nathan pecah karna Sifa tidak kunjung membukakan pintunya.


" Minggir Mas." Ucap Sifa mendorong tubuh Jordan.


Dengan menahan perih pada bagian bawahnya, Sifa segera memakai bajunya, Lalu membukakan pintu untuk Nathan.


" Sayang.. Kenapa nangis?" Tanya Sifa menggendong Nathan menuju kamar Nathan meninggalkan Jordan yang sedang tersiksa sendirian.


" Ah..... Aku harus mengembalikan tuh bocil ke habitatnya, Tau gini dulu aku nggak akan nuntut hak asuh Nathan..... Jo anakmu selalu menganggu kegiatanku...... Ini yang namanya di tinggal pas lagi tegang tegangnya.... Nasib nasib... Cuma bisa nyelup doank." Gerutu Jordan.


**TBC.....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya untuk author ya.... Makasih....


Miss U Alll**

__ADS_1


__ADS_2