Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Hilangnya Nathan


__ADS_3

Hari ini weekend Farhan dan Jordan mengajak keluarganya berlibur ke pantai. Untuk mengurangi kemacetan di kota J yang padatnya luar biasa, Mereka menggunakan satu mobil saja yaitu mobil Jordan. Jordan mengendarai mobilnya dengan pelan, Farhan dan Nesha duduk di belakang sedangkan Nathan duduk di pangku oleh Sifa di kursi depan.


Di dalam perjalanan Nathan terus saja berceloteh kesana kemari menanyakan apa saja yang Ia lewati membuat suasana perjalanan menjadi mengasyikkan. Jordan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di sana mereka membeli tiket masuk. Tangan kanan Farhan menggandeng Nathan sedangkan tangan kirinya menggandeng Nesha. Jordan dan Sifa mengikutinya dari belakang sambil bergandengan tangan juga. Mereka berjalan menuju pantai melihat pemandangan pasir putih yang menghampar luas yang sudah di padati oleh beberapa pengunjung.


Setelah menemukan tempat yang nyaman, Mereka duduk di atas pasir sambil mainan air. Nathan tampak gembira bermain main dengan air dan pasir. Tak lupa Ia juga membawa bola dari rumah.


" Papi Papa.. Ayo kita main bola." Ajak Nathan kepada Farhan dan Jordan.


" Ayo...." Sahut Farhan dan Jordan bersamaan.


" Sayang aku main dulu ya." Ucap Farhan mencium pipi Nesha.


" Hati hati." Sahut Nesha.


"Aku juga Yank." Ucap Jordan mencium kening Sifa.


Sifa dan Nesha tetap duduk di tempatnya sambil memakan cemilan yang di bawanya menghadap ke pantai.


" Kamu pernah terbayang nggak Sif kalau kita bakal tetap bersama setelah menikah, Bahkan di persatukan dalam ikatan keluarga?" Tanya Nesha.


" Nggak... Nggak pernah aku bayangkan, Bahkan aku tidak pernah membayangkan akan menikah di usia semuda ini... Bayangin Nes Dua puluh tahun.... Dua puluh tahun aku menikah? Di nikahin secara paksa lagi." Ujar Sifa.


" Paksa?... Tapi sekarang kamu suka kan? Cinta kan? Nggak mau kehilangan Kan?" Tanya Nesha.


" He he....Iya Nes... Kamu tahu nggak?.. Ternyata yang tua lebih perkasa." Ucap Sifa.


" Apanya?" Tanya Nesha.


" Olahraganya..." Sahut Sifa.


" Aku jarang lihat Mas Farhan olah raga Sif." Ujar Nesha.


" Olah raga di atas ranjang Nesha." Sahut Sifa.


" Ah ngeres otakmu itu... Giliran udah tahu yang gituan aja ngomongnya ngawur." Ucap Nesha.


" Ya enggak lah obrolan seperti ini itu biasa Nes.. Apalagi untuk orang yang sudah nikah kaya' kita." Sahut Sifa.


" Lo aja gue enggak... Malu." Ujar Nesha.


" Iya iya Lo mah alim." Sahut Sifa.


" Eh jangan pake Lo Gue bisa di omelin panjang lebar sama suami kita." Ujar Nesha.


" Kamu duluan yang mulai." Protes sifa.


" Maaf deh." Sahut Nesha.


Mereka berbincang bincang ngalor ngidul membicarakan apa saja. Setelah hari menjelang siang, Farhan dan Jordan kembali menghampiri mereka. Nesha menatap keduanya yang asyik berjalan tanpa Nathan.


" Nathan mana Mas?" Tanya Nesha celingak celinguk ke belakang Jordan dan Farhan.


Farhan dan Jordan menoleh ke belakang, Mereka saling pandang.


" Dimana Nathan Mas?" Tanya Nesha berdiri menghampiri Farhan dan Jordan.


" Dan dimana Nathan? Kok nggak ada? Tadi jalan di belakang kit lhoh." Ujar Farhan menatap Jordan.


" Iya.. Mana Nathan?" Ujar Jordan kebingungan.


" Kalian ini gimana sih, Masa' anak sekecil Nathan di suruh jalan di belakang kalian, Apalagi di tengah keramaian seperti ini." Omel Nesha.


" Nathan... Nathan..." Teriak Nesha sambil berjalan mencari Nathan di sekelilingnya.


" Kemana Nathan Mas?... Hiks... Hiks... Nathan." Lirih Nesha.

__ADS_1


" Sabar Nes kita cari sama sama." Ucap Sifa.


Mereka berpencar meneriaki nama Nathan. Mereka berempat bahkan mencari Nathan hingga parkiran tapi hasilnya nihil.


" Mbak Mas... Apa kalian lihat anak ini?" Tanya Nesha pada pengunjung lainnya sambil memperlihatkan foto Nathan pada ponselnya.


" Maaf mbak kami nggak lihat." Jawab Mereka.


Nesha menghela nafasnya, Ia mengusap keringat pada dahinya. Ia kembali bertanya kepada kepada pengunjung lainnya.


Sedangkan Farhan menuju pintu keluar dan menanyakan kepada penjaga.


" Maaf Pak apa bapak melihat anak ini? Barang kali bapak melihatnya." Ujar Farhan memperlihatkan foto Nathan.


" Saya tidak lihat Tuan... Tapi barusan ada ibu ibu menggendong anak seumurannya keluar." Sahut Penjaga.


" Kemana mereka pergi Pak?" Farhan kembali bertanya.


" Sepertinya menuju parkiran Tuan." Sahut penjaga.


" Terima kasih Pak... Tolong bantu saya mencarinya pak, Dia anak saya yang baru saja hilang." Ujar Farhan.


" Baik Tuan saya akan membantu mencarinya." Ucap penjaga.


Farhan berlari ke arah parkiran. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru parkiran tapi matanya tidak menangkap sesuatu yang mencurigakan.


Farhan kembali ke pantai, Mereka bertemu ke tempat semula. Farhan menghampiri Nesha yang sedang menangis.


" Sayang jangan menangis kasihan dedeknya." Ucap Farhan memeluk Nesha.


" Nathan Mas... Dimana dia sekarang Mas? hiks...Hiks.." Isak Nesha.


" Tenanglah Nes bagian informasi juga sudah menyebarkan berita hilangnya Nathan, Semoga Nathan cepat di temukan." Ujar Sifa.


" Bagaimana bisa aku tenang Sif? Putraku hilang... Putraku tidak di ketahui keberadaannya, Bagaimana aku bisa tenang Sif?... Bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Nathan? Dia masih kecil Sif, Dimana kamu sayang....Kalau aku tahu kejadiannya akan seperti ini, Aku tidak akan mengajaknya kemana mana" Sesal Nesha.


" Sebentar aku ingat sesuatu, Aku harus menelepon anak buahku dulu untuk memastikan sesuatu." Ujar Jordan


Jordan menelepon anak buahnya untuk melacak keberadaan Nathan. Kebetulan Jordan memasang semacam alat pelacak pada jam tangan Nathan. Jika Nathan masih menggunakannya maka akan dengan mudah di ketahui keberadaannya.


" Halo... Lacak gps pada jam tangan putraku, Segera kasih kabar lokasi terakhirnya, Aku tunggu Sepuluh menit dari sekarang." Titah Jordan mematikan sambungan teleponnya.


" Kamu memasang gps di jam tangan Nathan?" Tanya Farhan.


" Iya.." Sahut Jordan.


" Kenapa nggak bilang dari tadi bego'." Cebik Farhan.


" Ya maaf aku lupa, Maklumlah saking paniknya juga, Semoga Nathan masih memakainya." Sahut Jordan.


" Tenang Nes anak buahku sedang melacak keberadaan Nathan, Kita tunggu sepuluh menit lagi semoga Nathan bisa cepat di temukan." Ujar Jordan. Nesha menganggukkan kepalanya sambil terus mengusap air matanya.


Mereka menunggu hingga sepuluh menit, Tak lama ponsel Jordan berdering tanda panggilan masuk, Jordan segera mengangkatnya.


" Gimana?" Tanya Jordan to the point.


" Tuan muda berada di perumahan xx di daerah kelapa muda Tuan." Sahut anak buah Jordan.


" Siapa pemiliknya?" Tanya Jordan.


" Perumahan itu baru di beli sekitar dua minggu yang lalu oleh Nona Masya siregar Tuan." Jawab anak buah Jordan.


Jordan mematikan panggilannya, Ia menatap ke arah ketiga orang yang sedang menatapnya.


" Gimana?" Tanya Farhan.


" Nathan di culik oleh Masya." Sahut Jordan.

__ADS_1


" Apa????" Pekik ketiganya bersamaan.


" Kak siapa Masya? Kenapa dia menculik Nathan?" Tanya Nesha.


" Pacar Mas Jordan." Sahut Sifa jelous.


" Kalau dia pacarmu kenapa dia menculik putraku?" Ujar Nesha emosi.


" Aku yakin dia sudah menguntit kita sebelumnya, Tidak akan aku biarkan kamu lolos Masya..." Geram Jordan.


Drt....Drt.....


Ponsel Sifa bebunyi, Ia menatap ID pemanggil tapi privat number.


" Siapa?" Tanya Jordan.


" Private number." Sahut Sifa.


" Angkat siapa tahu itu penculik Nathan." Ujar Nesha.


Sifa mengangkat panggilannya dan menloud speakernya.


" Halo... Siapa ini?" Tanya Sifa.


" Tidak perlu tahu siapa aku yang jelas jika ingin putramu selamat maka segera tinggalkan Jordan, Dan ingat jangan pernah lapor polisi karna kalau kamu berani lapor polisi maka nyawa putramu akan melayang di tanganku.." Ujar si penelepon.


" Mami.... Papi... tolong aku..."


Terdengar teriakan Nathan si penelepon langsung mematikan ponselnya


" Halo...." Teriak Sifa...


" Ah sial." Umpat Sifa


" Nathan...." Teriak Nesha.


" Tenang sayang." Ujar Farhan.


" Nathan Mas... Hiks...Dia ketakutan jauh dari kita, Cepat bawa kembali Nathan kemari Mas.... Cepat jemput Nathan sekarang juga." Isak Nesha.


" Tenang dulu sayang... Kita akan bawa kembali Nathan pulang, Tapi kamu tidak perlu ikut, Kamu istirahat di rumah saja, Pikirkan kondisi dedek bayi kita sayang... Biar aku dan Jordan yang ke sana." Ujar Farhan.


" Kau lihat? Pacarmu begitu terobsesi padamu sampai Ia melakukan hal senekad ini, Aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja." Ujar Sifa menatap Jordan.


" Sayang... Sudah ku bilang dia bukan pacarku... Aku tidak punya hubungan dengannya Yank." Ujar Jordan.


" Yang jelas dia terobsesi denganmu Dan." Sahut Farhan.


" Kita harus segera menjemput Nathan dengan hati hati, Kalau kita gegabah maka nyawa Nathan sebagai taruhannya." Ucap Jordan.


" Kerahkan semua anak buahmu Dan." Ucap Farhan.


" Tidak perlu semuanya... Hanya untuk membunuh tikus kecil seperti Masya tidak perlu umpan yang banyak, Ayo kita ke sana, Kalian berdua pulanglah, Tunggu kami di rumah dan doakan kami membawa Nathan dalam keadaan selamat dan utuh tanpa kurang sedikit apa pun." Ujar Jordan.


" Baik Mas hati hati, Kami pulang." Sahut Sifa


Farhan menghampiri Nesha lalu memcium keningnya, Tak lupa Ia juga mencium perut Nesha. Hal yang sama pun di lakukan oleh Jordan membuat Sifa terkekeh geli. Bagaimana tidak? Dia tidak hamil tapi di cium perutnya. Semoga Nathan baik baik saja.


Akhirnya mereka berpisah, Para pria melakukan misi penyelamatan Nathan sedangkan para wanita kembali dan menunggunya di rumah.


TBC.....


*Mau Nathan langsung ketemu apa mau muter muter dulu nih?


Jangan lupa untuk selalu like koment hadiah dan votenya ya...


Terima kasih atas doa dan dukungan untuk author...

__ADS_1


MISS U ALL*....


__ADS_2