
Tiba tiba muncul bayangan dua orang membawa lilin mendekat ke arah mereka, semakin dekat lilin itu semakin terlihat jelas, lilin menyala dengan angka dua puluh tiga dan dua puluh empat. Lilin itu semakin mendekat hingga menampakkan sebuah kue ulang tahun di masing masing tangan orang itu.
" Happy Birthday kedua Kakakku yang sangat aku sayangi, semoga panjang umur dan sehat selalu, makin cinta dengan pasangan masing masing setelah pertengkaran ini." Suara Luci.
" Happy Birthday untuk kalian semoga bahagia dan langgeng sampai tua." Suara Radha.
Ria dan Davian saling pandang, keduanya sama sekali tidak menyadari jika tanggal kelahiran mereka sama hanya tahunnya saja yang berbeda.
" Ini....
" Iya maafkan kami Kak, kami membuat drama menjengkelkan untuk kalian berdua." Sahut Luci.
" Kalian ini...
" Nanti aja debatnya Kak, sekarang tiup lilinnya dulu, kita rayakan hari ulang tahun kalian berdua." Ucap Luci.
" Minta permohonan dulu baru tiup lilinnya." Sambung Luci.
Davian dan Ria menuruti permintaan Luci, setelah keduanya make a wish keduanya bersama sama mengibatkan tangan membuat lilin itu mati.
Prok... prok... prok..
Pyarrr
Suara tepuk tangan bersamaan dengan lampu menyala. Ria membulatkan matanya menatap semua orang yang hadir di sana tentunya seluruh anggota keluarganya.
" Mami, Papi, Abang, Kak Valen.... Kalian di sini?" Tanya Ria.
" Selamat ulang tahun untuk kalian berdua, semoga bahagia." Ucap mereka serempak.
" Terima kasih untuk kalian semua." Ucap Ria.
" Terima kasih." Ucap Davian.
Davian menatap Ria yang tiba tiba wajah Ria menjadi murung. Mami Nesha pun menyadari hal itu. Ia menghampiri Ria.
" Kenapa wajahmu murung seperti ini sayang? Apa kamu tidak bahagia di hari ulang tahunmu?" Tanya Mami Nesha menangkup wajah Ria.
" Aku bahagia Mi, tapi terasa ada yang kurang di hari ulang tahunku kali ini tidak ada Cia bersama kita." Sahut Ria.
" Siapa bilang? Aku ada di sini." Ucap Cia dari belakang Ria.
Ria membalikkan tubuhnya menatap Cia dengan tatapan penuh kerinduan.
" Cia." Pekik Ria.
" Selamat ulang tahun untukmu saudaraku, semoga selalu bahagia." Ucap Cia memeluk Ria.
" Selamat juga untukmu saudaraku, bahagia untukmu juga, kapan kamu pulang?" Tanya Ria melepas pelukannya.
" Kak Cia pulang kemarin Kak, dan semua drama yang membuat Kakak menangis adalah idenya." Sahut Luci.
Ria menatap tajam ke arah Cia.
" Hei jangan menatapku seperti itu, aku hanya menguji kesetiaan suamimu saja, apakah dia masih setia padamu atau tidak setelah ketemu dengan mantan pacarnya." Ucap Cia menunjuk Davian.
" Eh... Aku selalu setia sama pasanganku ya, jadi tidak perlu uji ujian segala, aku akan menghukum kalian karna membuat istriku menangis." Sahut Davian.
" Nggak bisa, kalau mau menghukum hukum dirimu sendiri salah siapa nggak bisa menyakinkan Ria untuk tetap percaya padamu sepenuhnya." Sahut Cia.
Ria menghampiri Davian lalu memeluknya.
" Happy birthday untukmu Mas, semoga kau selalu bahagia, maaf aku tidak tahu kalau ulang tahun kita di hari yang sama dan maafkan atas sikapku karena kesalah pahaman ini." Ucap Ria.
" Selamat untukmu juga sayang, tidak perlu di pikirkan sayang aku sudah memaafkanmu, aku akan selalu mencintaimu, I love you." Ujar Davian mencium kening Ria lama.
" I Love you too Mas." Sahut Ria.
" Dav, Ria maafkan aku, karna aku kalian jadi salah paham dan bertengkar, aku hanya di suruh saja sama Cia dan Luci." Ucap Radha mendekati keduanya.
Ria melepas pelukannya, Ia menatap Radha membuat Radha semakin gugup.
" Tidak masalah asalkan semua ini hanya drama semata, jika kau benar benar menginginkan suamiku maka lupakan niatanmu itu, karna sekarang aku tidak akan membiarkan kamu melakukannya, kau lihat keluargaku kan." Ucap Ria menunjuk keluarganya.
__ADS_1
" Mereka semua akan mendukungku." Sambung Ria.
" Eh... Ti... tidak... Itu tidak mungkin, aku hanya mengikuti permainan Cia saja." Sahut Radha.
" Baguslah kalau begitu, tapi kenapa kamu gugup begitu?" Selidik Ria.
" A.. Aku hanya takut kamu akan menghukumku." Kilah Radha.
" Udah Ria kau membuat temanku ketakutan, Radha tidak akan berani merebut Davian dari kamu karna sampai itu terjadi, aku sendiri yang akan menghukumnya, sekarang ayo kita nikmati hidangannya." Ucap Cia.
" Kau berhutang penjelasan padaku Cia." Ucap Ria.
" Nanti akan aku jelaskan." Sahut Cia.
Mereka semua menikmati hidangan yang sudah cafe KA sediakan. Ria, Davian, Cia, Dika duduk di satu meja yang sama. Makan malam mereka di selingi dengan obrolan.
" Apa studymu sudah selesai makanya kamu bisa pulang sekarang?" Tanya Ria menatap Cia.
" Sudah, seminggu lagi aku di tugaskan ke kota B untuk memimpin cabang di sana bersama Mas Dika." Terang Cia.
" Mas??? Sejak kapan kamu memanggil Kak Dika dengan sebutan Mas?" Selidik Ria.
" Sejak kami pacaran." Sahut Cia enteng.
" Apa??? Pacaran?" Pekik Ria membuat Mami Nesha menoleh ke arahnya.
" Kenapa Ria?" Tanya Mami Nesha.
" Nggak pa pa Mi." Sahut Ria.
" Iya, dua bulan yang lalu kami memutuskan untuk pacaran, dan sebelum aku ke kota B kami akan bertunangan." Ujar Cia.
" Wah wah wah.... Selamat ya Kak, semoga langgeng sampai pelaminan dan Kak Dika harus banyakin stok kesabaran dalam menghadapi Cia." Ucap Ria.
" Terima kasih doanya dan tenang saja, stok kesabaranku tidak akan ada habisnya." Sahut Dika.
" Kapan rencana Kak Dika mau melamar Cia?" Tanya Ria menatap Dika.
" Besok malam Ri, doakan semoga lancar ya dan aku harap kalian bisa datang." Ujar Dika.
" Oh ya gimana bisa kamu buat drama menyebalkan seperti tadi? Kamu tahu nggak sih kalau jantungku deg degan banget, aku takut Mas Davi mengulangi kesalahannya lagi." Sambung Ria.
Akhirnya Cia menceritakan bagaimana Ia menyuruh Radha datang ke kantor Davian dan menyuruh para karyawan membicarakan pacar Davian, Bagaimana Cia mengirim pesan ke ponsel Davian dan Bagaimana Luci membuat memo untuk Davian.
" Jadi yang kirim pesan itu kamu?" Tanya Ria.
" Iya." Sahut Cia.
" Pesan apa Yank? Kok aku nggak tahu?" Tanya Davian menatap Ria.
" Itu karna Luci memghapusnya saat kamu berada di dalam kamar mandi." Sahut Cia.
" Benar benar kamu ya membuat Vale marah sama aku dan menuduhku yang tida tidak." Cebik Davian.
" Ya kan biar ekstrem gitu kejutannya, maaf ya telah mengusik ketenangan kalian." Ujar Cia.
" Iya deh aku maafkan, dan terima kasih atas kejutan yang kamu rencanaka ini, dan ini semua benar benar membuat aku terkejut." Sahut Ria.
" Dimana kamu bisa mengenal Radha?" Tanya Davian kepada Cia.
" Kami bertemu saat di sana, terus jadi teman deh, kita cerita cerita dan ternyata dia mantan lo saat SMP, muncullah tuh ide buat kerjain lo." Sahut Cia.
" Benar benar jahat mau misahin aku sama istriku." Ujar Davian.
" Gue udah minta maaf ya." Ucap Cia.
" Tapi aku belum memaafkanmu." Ujar Davian.
" Aku harus apa supaya kau mau memaafkan aku?" Tanya Cia.
" Emmm harus apa ya?" Pikir Davian.
" Sayang kami pulang dulu ya, kalian lanjutkan saja ngobrolnya." Ucap Mami Nesha pamit.
__ADS_1
" Iya Mi hati hati ya, terima kasih udah memberikan kejutan di hari ulang tahun kami." Ucap Ria.
" Sama sama sayang." Sahut Mami Nesha.
Mami Nesha pulang bersama Papi Farhan, Valrn, Nathan, Radha dan Luci. Kini tinggal dua pasangan yang masih berada di sana. Cafe kembali di buka untuk umum setelah jam sembilan malam.
" Cia apa lo bisa minum?" Tanya Davian.
" Minum b** maksud lo?" Tanya Cia.
" Iya." Sahut Davian.
" Bisa asalkan kadar alkoholnya rendah." Ucap Cia.
" Kamu mau apa Mas?" Tanya Ria menatap Davian.
" Tantangan untuk Cia, kalau Cia bisa menghabiskan lebih dari tiga gelas maka aku akan memaafkannya." Ucap Davian.
" Apa? jangan Mas ah, yang lain saja." Ujar Ria.
" Nggak pa pa gue terima tantangan lo." Sahut Cia.
Drt....drt...
Ponsel Dika berbunyi, Ia segera mengangkatnya. Setelah menutup teleponnya Dika pamit pulang lebih dulu. Tak lama setelah kepergian Dika, Irvan datang menghampiri mereka.
" Maaf aku terlambat, selamat ulang tahun buat kalian berdua." Ucap Irvan duduk di kursi yang tadi Dika duduki.
" Makasih Kak Ad... Kak Irvan." Ralat Ria.
" Makasih Bro." Ucap Davian.
" Ini ada apa? Kok banyak minuman?" Tanya Irvan menatap beberapa botol minuman di depan meja.
" Aku sedang menantang Cia untuk menghabiskan semua minuman ini." Ucap Davian.
" Gila... Bakal teler lah dia." Ujar Irvan.
" Tenang aja gue nggak akan teler, ayo kita mulai." Ucap Cia membuka botol minumannya. Ia menuangkan minuman itu ke dalam gelasnya lalu mulai meminumnya.
Huek....
Ria menutup mulutnya. Ia mual mencium aroma minuman itu.
" Kamu mual? Kita pulang saja ya." Ucap Davian.
" Iya Mas, Cia sudah hentikan ini aku mau pulang, aku nggak kuat bau minuman ini." Ucap Ria menutup hidungnya.
" Ya udah pulang aja, aku biar di temani Kak Irvan di sini, ya kan Kak." Ucap Cia.
" Ah iya kamu tenang saja, aku aka mengantar Cia ke rumah." Ujar Irvan.
" Ya udah kami pulang dulu, titip Cia ya." Ucap Davian.
" Iya Bro hati hati." Sahut Irvan.
" Sekarang aku yang menantangmu Kak, yang kalah bakal mengabulkan semua permintaan yang menang." Ucap Cia.
" OK siapa takut." Sahut Irvan mulai meinumnya.
Keduanya berlomba meminum minuman ker** itu hingga keduanya mabuk karna saking banyaknya minum. Apalagi untuk peminum pemula seperti mereka.
" Ayo Kak kita pulang, kepalaku pusing banget ini." Ucap Cia.
" Ayo." Sahut Irvan.
Keduanya berjalan sempoyongan sambil bergandengan tangan menuju mobil Irvan. Irvan melajukan mobil dengan pelan di sisa kesadarannya....
Apa yang akan terjadi setelah ini????
Tunggu jawabannya di bab selanjutnya...
Jangan lupa like dan komentnya ya...
__ADS_1
Miss U All....
TBC.....