Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
15. Panggilan dan Ungkapan hati Nathan


__ADS_3

Hari ini Valen dan Nathan pergi berdua untuk fitting baju pengantin. Keduanya sedang mencoba baju masing masing untuk acara pernikahan mereka. Valen keluar dari kamar pas menghampiri Nathan yang sedang duduk di sofa yang tersedia. Nathan selesai lebih dulu karna Ia hanya mencoba jas saja.


" Mas." Panggil Valen.


Nathan menoleh ke arah Valen. Matanya terpana dengan mulut sedikit menganga menatap Valen dengan balutan gaun putihnya. Valen benar benar terlihat sangat cantik. Maklum lah prodak highclass.


" Lap dulu encesnya Mas." Ucap Valen.


Dengan bodohnya Nathan mengusap mulutnya dengan tangannya membuat pegawai butik di sebelah Valen menahan tawanya.


" Ha ha ha ha." Valen tertawa terbahak melihat kekonyolan Nathan.


" Kamu mengerjaiku rupanya, ingat ya akan aku balas kejahilanmu ini." Ucap Nathan.


" Aku juga akan membalasnya lagi." Sahut Valen hendak masuk ke dalam lagi.


" Eh tunggu jangan masuk dulu sayang." Ucap Nathan menghentikan langkah Valen. Valen menoleh ke belakang menatap Nathan yang sedang menghampirinya.


" Sayang???" Ucap Valen memastikan, siapa tahu pendengarannya bermasalah.


" Iya sayang, kenapa? Bukankah kau akan menjadi kesayanganku?" Tanya Nathan berdiri di depan Valen.


" Ya ya terserah kamu saja, semoga dengan awalan yang baik akan berakhir dengan baik juga." Ucap Valen.


" Amien." Sahut Nathan.


" Kenapa kamu tidak bertanya tentang penilaianku padamu? Kenapa malah main masuk aja?" Tanya Nathan.


" Karena aku tahu jika kamu akan mengatakan, Wow Valen.... Kau terlihat benar benar cantik menggunakan gaun ini, aku terpesona dengan aura kecantikanmu." Ujar Valen narsis.


" Bagaimana kau tahu?" Tanya Nathan.


" Ya karna memang aku cantik sejak dulu Mas, bahkan sejak aku lahir." Ucap Valen penuh percaya diri.


" Percaya diri sekali kamu." Ujar Nathan.


" Kenapa? Kamu tidak mau mengakui kecantikanku?" Tanya Valen mengusap usap kemeja Nathan bagian dadanya membuat Nathan mematung seketika. Nathan pria dewasa, sentuhan Valen membuat sesuatu di bawah sana terasa sesak.


" Mengakui tidak?" Tanya Valen menatap Nathan.


" I... Iya .. Kamu memang cantik, bahkan sangat cantik." Ucap Nathan gugup.


Bagaimana tidak gugup jika wajah keduanya sangat dekat saat ini. Bahkan jantung Nathan terasa mau copot akibat berdetak terlalu kencang.


" Terima kasih Mas Nathan..... Sayang." Ucap Valen menekan kata sayang.


Valen kembali ke kamar pas untuk mengganti gaun dengan bajunya kembali tentunya dengan di bantu pegawai butik tersebut. Setelah selesai Valen kembali menghampiri Nathan.


" Ayo Mas." Ajak Valen.


" Udah ya." Sahut Nathan.


" Mbak bilang sama Tante Mira kalau kami ambil yang tadi ya, dan suruh Tante Mira mengirimkan tagihannya kepada saya." Ucap Nathan pada pegawai butik.


" Iya Tuan nanti akan saya sampaikan." Sahut pegawai butik tersebut.


Nathan dan Valen berjalan keluar dari butik.

__ADS_1


" Tidak usah bergandengan tangan, aku bisa jalan sendiri kok kaya' orang mau menyebrang jalan aja." Ucap Valen.


" Biar romantis seperti pasangan lainnya sayang, bahagia menyiapkan pernikahan." Ujar Nathan.


" Hmm jaga pamor." Ujar Valen.


" Harus donk, ayo ah." Ucap Nathan.


"Baiklah." Sahut Valen.


Nathan menggandeng Valen menuju mobilnya. Nathan duduk di kursi kemudi, sedangkan Valen duduk di sebelahnya.


Nathan mendekatkan tubuhnya ke arah Valen. Wajah keduanya begitu dekat, Valen memejamkan matanya menunggu sesuatu menempel pada bibirnya hingga....


Klik...


Suara sabuk pengaman terkunci. Valen membuka matanya menatap wajah Nathan yang masih di depannya.


" Kenapa? Berharap aku menciummu?" Tanya Nathan menatap bibir Valen.


" Tidak aku hanya takut saja." Kilah Valen.


" Takut kenapa?" Nathan kembali bertanya.


" Takut kamu melakukan hal buruk kepadaku." Sahut Valen.


" Tenang saja aku tidak seperti pria pria lain di luar sana, aku tidak akan merusak sesuatu yang bukan milikku, tepatnya belum menjadi milikku, jika sudah maka aku akan menghabisinya." Ucap Nathan menaik turunkan alisnya.


" Hmm.... Sekarang jauhkan wajahmu." Ucap Valen.


Nathan membenarkan posisinya menghadap depan.


" Eh???" Gumam Valen menahan malu.


Nathan melajukan mobilnya ke jalan raya.


" Mampir resto ya sekalian makan siang sebelum kembali ke kantor." Ujar Nathan fokus menyetir.


" Boleh." Sahut Valen.


" Mau dimana?" Tanya Nathan.


" Resto seafood aja." Sahut Valen.


Nathan menuju resto seafood terdekat yang searah dengan kantornya. Setelah mendapatkan resto tersebut Nathan segera memarkirkan mobilnya.


" Ayo." Ucap Nathan setelah turun dari mobil.


Mereka memasuki resto sambil bergandengan tangan. Banyak mata yang menatap iri ke arah mereka. Mereka benar benar pasangan yang sangat serasi. Yang satu cantik dan yang satu tampan.


" Mau pesan apa Mas, Mbak?" Tanya pelayan setelah keduanya duduk di meja kosong.


" Mau pesan apa sayang?" Tanya Nathan kepada Valen.


" Aku cumi pedas manis aja Mas sama jus jeruk." Ucap Valen.


" Aku samain aja Mbak." Ucap Nathan.

__ADS_1


" Baik Mas, cumi pedas manis sama jus jeruk dua ya, di tunggu pesanannya sebentar." Sahut pelayan.


" Sayang ada yang ingin aku bicarakan padamu." Ucap Nathan menatap Valen.


" Apa itu Mas?" Tanya Valen.


" Tunangan Gama yang bernama Kavia merupakan temanku, dia bekerja sebagai OG di kantorku." Ucap Nathan.


" Lalu?" Tanya Valen.


" Dia mencin....


" Dia mencintaimu bukan Gama." Tebak Valen.


" Iya kau benar, aku sudah bilang padanya kalau aku hanya menganggapnya sebagai teman saja, dan yang mencintainya adalah Gama, tapi dia tidak mau mengerti, kebaikan dan perhatianku selama ini di salah artikan olehnya, dia mengira kalau semua yang aku lakukan kepadanya adalah cinta." Ujar Nathan.


" Lalu apa tujuanmu memberitahuku Mas?" Tanya Valen.


" Aku tahu dia orang yang ambisius, dia pasti akan melakukan apapun untuk bisa bersamaku, aku hanya tidak ingin suatu hari nanti kamu terprovokasi dengan ucapan ataupun tindakannya." Jelas Nathan.


" Apa boleh aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini kepadaku?" Tanya Valen menatap Nathan.


Nathan bungkam, sebenarnya Ia ingin memberi kejutan untuk Valen untuk mengungkapkan perasaannya dengan cara romantis, tapi tidak di sangka kalau Valen berani bertanya kepadanya saat ini juga.


" Tidak perlu di jawab, diammu sudah memberikan jawaban untukku." Ucap Valen.


" Jangan salah paham sayang." Ujar Nathan menggenggam tangan Valen.


" Sebenarnya aku berencana memberikan kamu kejutan romantis untuk mengungkapkan perasaanku padamu, tapi kau merusak semua rencanaku." Sambung Nathan.


" Katakan saja sekarang agar aku bisa menentukan sikapku untuk menghadapi sikap Kavia padaku nanti." Ucap Valen. Nathan tersenyum kepada Valen.


" Jujur, saat pertama kali kita bertemu di Bandara aku merasa jatuh cinta pada pandangan pertama." Ungkap Nathan menatap Valen mencoba menilai reaksi yang Valen perlihatkan.


" Kau jatuh cinta padaku di pertemuan pertama? Bagaimana bisa? Apa kau berpikir kita akan bertemu lagi begitu? Sungguh susah ku bayangkan." Ujar Valen.


" Aku yakin dengan cintaku kita akan bertemu lagi di lain waktu, aku sempat mencarimu setelah pertemuan itu tapi sayang aku tidak bisa menemukan identitasmu hanya bermodal kalung itu saja, saat itulah aku putus asa dan mencoba menerima Kavia dalam hidupku sebagai temanku." Terang Nathan.


" Tapi Tuhan selalu menunjukkan jalannya, kita bertemu lagi dan dengan jelasnya Tuhan menunjukkan jalan jika kau memang jodohku." Sambung Nathan.


" Belum... Masih tersisa tiga minggu lagi dan sampai saat itu apapun bisa terjadi." Sahut Valen.


" Yang jelas sesuatu yang akan terjadi kedepan adalah sesuatu yang menyenangkan dan akan membuat kita semakin dekat." Sahut Nathan.


" Aku sudah menjawab pertanyaanmu, sekarang gantian aku yang bertanya padamu, bagaimana perasaanmu padaku saat ini?"


Hayoooo mau jawab apa nih Valen?????


Tunggu di bab berikutnya....


TBC....


Yang minta double up karna ada waktu author kasih ya...


Jangan lupa like dan koment di setiap babnya biar author makin semangat nih, Jika berkenan beri vote dan hadiah sebanyak banyaknya ya...


Author ucapkan terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


__ADS_2