
Hari ini Nesha mengajak Nathan jalan jalan ke taman bermain di alun alun kota. Nathan sangat ceria, Ia bisa berbaur dengan teman temannya. Nathan bermain prosotan, Ayunan dan masih banyak mainan yang Ia coba. Ini untuk pertama kalinya, Ia bisa nermain bebas di tempat terbuka.
" Anaknya tampan sekali Mbak." Ujar ibu yang duduk tak jauh dari Nesha.
" Iya Bu." Sahut Nesha.
" Emang nikah umur berapa? Kok masih muda udah punya anak sebesar itu." Tanya ibu tadi, Biasalah ibu ibu rempong sukanya kepoin orang.
" Tujuh belas tahun saya udah nikah bu." Dusta Nesha.
" Oh nikah muda ya, Sama.. saya dulu juga nikah muda, Sekarang anak anak udah pada gedhe saya masih awet muda kan, Itu cucu saya." Ujar ibu itu, Nesha hanya tersenyum saja.
" Mami... Aus." Ucap Nathan yang sedang berlari kearahnya.
" Duh anak Mami udah keringetan aja, Sini lap dulu ya." Nesha mengelap keringat Nathan yang membanjiri wajahnya.
" Nih minumnya pelan pelan." Nesha membantu Nathan menyedot minumannya.
" Dah capek belum? Kalau udah kita pulang." Tanya Nesha.
" Belum Mami, Macih mau main." Jawab Nathan.
" Baiklah.. hati hati ya, Mami pantau dari sini." Ujar Nesha.
" Baik Mami." Nathan kembali berbaur dengan teman temannya.
" Nurut banget ya Mbak jadi salut deh, Ibu muda tapi bisa mendidik anak dengan baik." Ucap ibu ibu yang sedari tadi melihat interaksi keduanya.
" Alhamdulillah Bu." Sahut Nesha.
Setelah lelah bermain, Kini Nesha mengajak Nathan makan eskrim di kedai terdekat. Mereka memesan eskrim dengan ukuran jumbo. Saat mereka menikmati es krimnya, Ponsel Nesha berdering tanda panggilan masuk. Ia segera mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang menelpon. Di lihatnya ID pemanggil " My Hubby" yang melakukan panggilan Video Call.
" Halo Assalamu'alaikum Mas." Sapa Nesha. Tampaklah di sebrang sana Farhan sedang duduk bersandar pada kursi kebesarannya.
" Wa'alaikum salam sayang, Lagi di mana?." Tanya Farhan. Nesha mengalihkan kamera ke arah Nathan.
" Wah enaknya anak Papi... Kalau udah makan es krim gak inget sama yang lain." Ujar Farhan. Nathan tidak bergeming, Ia masih sibuk dengan eskrimnya.
" Sayang... Papi telepon nih." Ucap Nesha. Nathan melihat ke arah kamera.
" Halo Papi... Athan lagi maem eh kim, Papi mau?" Tanya Nathan.
" Mau donk, Sini suapi." Ucap Farhan. Nathan mengambil sesendok es krim lalu mengarahkannya ke kamera.
" A.. Papi." Ucap Nathan.
" Aem... enak ya eskrimnya." Jawab Farhan.
Nesha tersenyum senyum melihat tingkah konyol keduanya. Ia merasa bahagia dengan semua yang Ia miliki saat ini.
__ADS_1
"Terima kasih Tuhan... Engkau telah memberikan suatu kebahagiaan yang tiada tara." Gumam Nesha dalam hati.
" Yank... Kesini ya makan siang bareng." Ucap Farhan. Nesha menatap kearah kamera yang masih menyala.
" Nathan mau nggak makan siang bareng Papi di Kantor Papi?" Tanya Nesha kepada Nathan
" Mau Mi." Jawab Nathan.
" Baiklah Mas, Aku segera OTW kesana." Ujar Nesha.
" Ok Mas tunggu, Udah dulu ya Da..." Ujar Farhan.
" Dada Papi..." Ucap Nesha dan Nathan bersamaan.
" Love U Yank." Ucap Farhan sebelum mematikan sambungan teleponnya.
" Ayo kita ke Kantor Papi." Ajak Nesha sambil memasukkan ponselnya ke dalam tas kembali.
" Ayo Mi." Sahut Nathan.
Nesha menggendong Nathan menuju pintu keluar, Ia segera mengendarai mobilnya menuju Bank tempat dulu Ia bekerja. Di dalam perjalanan Nathan tampak berceloteh ria, Bertanya tentang apa saja yang Ia lewati.
Sesampainya di depan kantor, Nesha segera memarkirkan mobilnya. Ia berjalan memasuki kantor dengan menggendong Nathan, Tanpa sadar tiba tiba Nesha menubruk seseorang.
Brugh...
" No Problem." Sahut Seseorang yang kini sedang menatap Nathan dalam gendongan Nesha.
" Wajahnya sangat mirip dengan...... Apa jangan jangan itu anak yang di asuh kak Farhan... Ah iya Kak Farhan kan pemilik Bank swasta di daerah sini, Apa mungkin ini Banknya, Ah aku harus menyelidikinya." Ujarnya dalam hati.
" Mbak... mbaknya ngak pa pa?" Nesha menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah orang yang di tabraknya tadi.
" Ah nggak pa pa... Bukannya ini Nathan? Anak Kak Farhan?" Tanyanya memastikan.
" Ah iya.. Dia Nathan putranya Mas Farhan dan putraku." Jawab Nesha.
" Ah kenalkan.. Aku Claudia, Adik mantan istrinya dan aku tante dari Nathan." Ucap Claudia mengulurkan tangannya.
" Aku Nesha, Istri Mas Farhan." Nesha membalas uluran tangan Claudia.
" Oh... Ibu tiri." Ejek Claudia.
Deg... Jantung Nesha terasa di iris sembilu, Ia tidak suka ada orang yang menyebutnya Ibu Tiri, Walau itu memang kenyataannya.
" Nathan.... Tante kangen banget sama kamu, Udah lama kita tidak bertemu, Maaf ya Tante baru pulang dari Luar Negri, Ayo gendong Tante." Claudia mengulurkan kedua tangannya ingin mengambil alih Nathan dari gendongan Nesha.
" Ndak mau." Nathan mengeratkan pelukannya ke Nesha.
" Ini Tante lho... Keluarga kamu." Ujar Claudia. Nathan menggeleng, Tanda Ia tidak mau di gendong Claudia.
__ADS_1
" Sayang... kenapa masih di sini?" Tanya Farhan membuat ketiganya menoleh ke arah Farhan.
" Iya Mas, Barusan aku menabrak mbaknya ini." Nesha menunjuk Claudia yang berdiri di depannya.
" Kak Farhan... Lama tidak bertemu, Bagaimana kabarmu?" Claudia mendekati Farhan dan hampir memeluknya, Tetapi Farhan mencegahnya.
" Kabarku selalu baik." Sahut Farhan dingin.
" Kak.. Ada yang mau aku bicarakan padamu, Apa bisa kita berbicara di tempat lain yang lebih nyaman?" Tanya Claudia.
" Mau ngomong apa, Kalau tidak penting aku nggak ada waktu meladeni kamu." Ujar Farhan.
" Ini sangat penting, Aku butuh bantuanmu selama aku di sini, Ku mohon." Ucap Claudia dengan tatapan memohon.
" Baiklah, Kita ke Cafe depan saja, Sayang.. Kamu titipkan Nathan ke Sifa dulu gih, Kita mau membicarakan soal orang dewasa." Titah Farhan.
" Baik Mas, Tunggu sebentar." Nesha segera menghampiri Sifa di meja CS.
" Sif.. Maaf aku mau titip Nathan bisa." Tanya Nesha setelah berada di depan Sifa.
" Bisa donk... Ayo anak ganteng kita bermain dulu." Sifa mengulurkan kedua tangannya, Di sambut oleh Nathan.
" Nathan sama Aunti dulu ya, Mami ada keperluan sebentar, Jangan bandel ya." Ucap Nesha.
" Baik Mi." Sahut Nathan.
Nesha kembali berjalan menghampiri suaminya, Farhan segera menghandeng tangan Nesha berjalan keluar menuju Cafe di sebrang jalan. Hal itu membuat Claudia tidak suka, Bertahun tahun Ia memendam rasa kepada Kakak Iparnya, Tetapi belum ada kesempatan untuk mendekatinya, Ia akan menggunakan kesempatan ini untuk mendapatkan Farhan.
Sesampainya di Cafe, Farhan memesan makanan ringan dan jus untuk dirinya dan Nesha, Sedang Claudia memesan Hot Coffe dan Stik kentang.
" Mau ngomong apa." Tanya Farhan menatap Claudia.
" Em... Gini Kak, Aku baru sampai di Kota ini, Aku kehabisan uang, Saat aku mau mengambil uang di Atm, Ternyata dompetku hilang, Semua uang dan kartu kartuku raib." Jelas Claudia.
" Lalu... Kamu mau minta uang padaku, Akan aku berikan." Ujar Farhan sambil merogoh Saku untuk mengambil dompetnya.
" Eh... bukan gitu Kak, Sebenarnya tujuanku ke sini mau mencari pekerjaan, Dan ingin menemui Nathan, Sebagai Tante aku ingin lebih dekat dengannya." Jelas Claudia. Nesha dan Farhan saling pandang, Apa maksud dan tujuan Claudia sebenarnya.
" Jangan berbelit, Katakan apa tujuanmu." Sarkas Farhan.
" Selama aku belum mendapat pekerjaan, Bolehkah aku menumpang di rumahmu Kak?" Tanya Claudia.
Jeder.... Hati Nesha terkejut mendengar ucapan Claudia, Bagaimana bisa seseorang yang bukan Muhrim bisa tinggal dalam satu atap. Apalagi tanpa ikatan persaudaraan sama sekali. Entah mengapa Nesha merasa ada yang sedang Claudia rencanakan disini.
" Aku ingin dekat dengan Nathan walau hanya sebentar saja, Bagaimanapun Dia tetap keponakanku Kak, Boleh ya..." Ucap Claudia.
Nesha menatap Farhan menanti jawabannya, Akankah Farhan bertanya tentang pendapatnya, Atau Dia akan memutuskan sendiri...
TBC......
__ADS_1