Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
19. Surat Undangan


__ADS_3

Digdo masuk ke dalam ruangan Ardan. Ia menghampiri Ardan yang sedang duduk di kursi kebesarannya menatap ke luar jendela.


" Kau sudah tahu kalau Bos besar Alex akan menikahkan putrinya dalam waktu dekat ini?" Tanya Digdo bersender meja.


" sudah, aku juga sudah mendapat undangannya." Sahut Ardan menunjuk undangan di meja.


" Kenapa? Kau tidak punya uang untuk menyumbang? Atau kau ingin minta gajimu di awal?" Sambung Ardan.


" Kau merendahkanku Tuan.... Apa kau juga sudah membacanya?" Digdo kembali bertanya.


" Kenapa hari ini kau banyak sekali bertanya? Apa kau tidak punya pekerjaan lainnya?" Ardan balik bertanya.


" Kau akan terkejut kawan jika membaca nama calon mempelai yang tertulis di undangan itu." Sahut Digdo.


" Apa istimewanya dari undangan itu?" Tanya Ardan.


" Aku kan sudah bilang kalau kau akan terkejut membaca namanya bego', karna nama itu sangat sangat istimewa di hatimu, dan aku doakan semoga kau tidak terkena serangan jantung." Sahut Digdo.


" Ngomong apa sih kamu ini, aku jadi penasaran." Ujar Ardan.


Karena penasaran Ardan bangkit lalu mengambil undangan itu. Ia membaca nama yang tertulis di dalam undangan mewah itu.


" VA dengan VA." Ucap Ardan.


" Lalu dimana istimewanya? Memang VA siapa?" Tanya Ardan.


" Di baca bagian bawah sendiri Ardan." Ujar Digdo.


Akhirnya Ardan membaca undangannya dari awal sampai akhir dan...


" Kami yang berbahagia... Valentina Adriana dan Vernathan Ardiansyah." Gumam Ardan.


" Apa? Valen dan Nathan." Pekik Ardan setelah menyadarinya.


" Ya... Ternyata mereka calon pasangan Broo, lo kalah sebelum berperang." Ucap Digdo.


" Maksudmu ini Valen sekretaris dari VA Coorp dan Nathan Ceonya?" Tanya Ardan memastikan.


" Ya siapa lagi kalau bukan mereka? Gadis yang Lo sukai ternyata milik orang, beruntung kemarin Lo nggak di hajar sama Tuan Nathan karna sudah berani mengatakan kalau kau menyukai calon istrinya." Ujar Digdo.


" Tidak akan.... Ardan tidak akan pernah kalah dari siapapun... Jadi ini sebabnya dia berani menantangku, ternyata dia putri Bos kita.... Aku tidak akan membiarkan pernikahanmu itu terjadi Nona... Kau hanya akan menjadi milikku milik Ardan Zavran selamanya." Ucap Ardan.


" Kau akan menggagalkan pernikahan mereka dan akan merebutnya dari Tuan Nathan?" Tanya Digdo.


" Ya... Valen hanya akan menikah denganku, kau pastikan itu akan terjadi.." Sahut Ardan.


Ardan terlihat menghubungi seseorang, Ia nampak serius membicarakan sesuatu dengan seseorang di telepon. Digdo hanya menatapnya saja sambil sesekali melihat Ardan mengangguk anggukkan kepalanya. Tak lama Ardan menutup panggilan teleponnya.


" Kau merencanakan sesuatu?" Tanya Digdo.


" Ya kenapa?" Ardan balik bertanya.


" Tidak pa pa, Aku hanya berdoa semoga kau tidak salah langkah, karna semua akan berakibat buruk pada perusahaanmu." Ujar Digdo.

__ADS_1


" Ada seseorang yang mengajakku bekerja sama untuk memisahkan mereka berdua, aku akan mengambil Valen dan dia akan mengambil Nathan, jadi kau tenang saja aku akan menggunakan dia sebagai kambing hitamnya." Sambung Ardan.


" Hah.... Terserah kau sajalah aku hanya bisa mendukungmu saja, aku kembali ke ruanganku." Ujar Digdo kembali ke ruangannya.


" Hmm." Gumam Ardan.


" Aku harus bisa mendapatkanmu secepatnya, aku tidak akan membiarkan Nathan memilikimu." Batin Ardan.


Di kantor Nathan, Ia sedang berjibaku dengan pekerjaannya. Matanya menatap laptop di depannya dan jarinya menari cantik di atas keyboard. Seseorang masuk ke dalam menghampiri Nathan.


" Aku buatkan kopi untukmu." Ucap Kavia meletakkan secangkir kopi di meja.


" Aku tidak memesannya." Ujar Nathan fokus pada laptopnya.


" Aku tahu, aku hanya membuatkannya untukmu karna aku tahu hanya aku yang bisa mengerti dirimu." Ucap Kavia.


" Jangan terlalu percaya diri Kavia, bahkan Valen jauh lebih mengerti diriku di bandingkan denganmu." Sahut Nathan.


" Aku tahu kau terpaksa mengatakan itu padaku untuk membuatku menjauh darimu, selama janur kuning belum melengkung aku akan berusaha untuk mendapatkanmu kembali." Ucap Kavia.


" Jangan keras kepala Kavia sekarang pergilah." Ujar Nathan.


" Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu berdua, kenapa tidak kita lakukan sekarang? Bahkan kau langsung berubah sejak Gama mendekatiku, asal kau tahu aku tidak menyukai itu." Ucap Kavia.


" Pergilah! Pekerjaanku sangat banyak hari ini, aku tidak mau membuang waktu dengan hal hal yang tidak berguna seperti ini." Usir Nathan.


" Kau sudah berubah Than, kau dulu begitu sayang dan perhatian kepadaku, bahkan kau tidak akan membiarkan seekor nyamuk menggigitku... Lalu apa sekarang? Kau bahkan tidak segan untuk mengusirku, Aku tidak menyangka semua ini darimu Nathan, Kau mencampakkan aku begitu saja setelah aku memberikan hatiku kepadamu." Ucap Kavia.


" Apa kita tidak bisa sedekat dulu lagi Nathan?" Tanya Kavia.


Kavia mendekati Nathan, Ia berdiri di samping Nathan, Nathan beranjak dari kursinya melangkahkan kakinya menuju pintu untuk keluar dari sana, tapi Kavia menghadang di depannya. Kini mereka saling berhadapan.


" Tapi aku tidak menyukai Gama, aku mencintaimu Nathan." Ucap Kavia mengelus pipi Nathan.


" Jangan pernah menyentuhku!" Ucap Nathan menepis tangan Kavia.


" Aku semakin tertantang dengan sikapmu." Ucap Kavia.


Tiba tiba Kavia memeluk tubuh Nathan, Nathan mencoba melepas pelukannya tapi Kavia justru semakin erat memeluknya.


" Kavia lepaskan aku." Ucap Nathan.


" Aku tidak akan melepaskanmu Nathan, aku merindukanmu." Ucap Kavia mempererat pelukannya.


Tanpa mereka sadari jika ada dua orang yang berdiri di depan pintu. Valen dan Gama saling melempar pandangan mereka.


" Ehm...Ehm..." Dehem Gama.


Nathan dan Kavia menoleh ke asal suara. Melihat Valen berdiri di sana Nathan mendorong keras tubuh Kavia.


" Awh." Pekik Kavia saat tubuhnya terpentok meja yang berada di sana.


" Sayang." Ucap Nathan menghampiri Valen dan Gama.

__ADS_1


" Stop! Berhenti di situ." Ucap Valen sambil memberi isyarat dengan tangannya.


" Sayang kamu salah paham, aku tidak ada hubungan apa apa ataupun melakukan apa apa dengan Kavia Yank." Ujar Nathan khawatir.


" Lepaskan jasmu! Aku tidak mau bau tubuh wanita lain menempel di tubuhmu." Ucap Valen menatap Nathan.


" Baiklah... Aku akan membuang jasnya." Ucap Nathan melepas jasnya. Nathan membuang jasnya di tempat sampah membuat Kavia merasa terluka.


" Sudah, sekarang maukah kau memelukku?" Tanya Nathan merentangkan kedua tangannya.


Bruk...


Valen masuk ke dalam pelukan Nathan. Nathan mengecup pucuk kepala Valen. Ia sangat bahagia karna ini kali pertamanya Valen mau bersentuhan fisik.


" Bang kau membuatku iri saja." Ucap Gama.


" Ah maaf." Ucap Nathan melepas pelukannya.


Valen menatap Kavia dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Kau sudah selesai dengan pekerjaanmu? Kalau sudah selesai silahkan keluar dari sini, dan tunggu surat pemecatan untukmu karna sudah melanggar kode etik seorang pegawai." Usir Valen.


Kavia mengepalkan erat tangannya. Ia menatap Gama yang bahkan sama sekali tidak membelanya.


" Aku dan Nathan saling suka tapi kalian mengacaukan segalanya." Ucap Kavia.


" Kau memang tidak punya hati Nona.... Kau bahkan tidak mempedulikan perasaan Gama sekarang, dia calon suamimu bagaimana bisa kau mengatakan menyukai pria lain di depannya? Apalagi orang itu adalah Abangnya." Ujar Valen.


" Aku tidak peduli." Ketus Kavia yang sudah di butakan oleh cintanya. Ia tidak memikirkan resiko ke depannya.


" Gama bawa calon istrimu keluar dan bilang padanya jangan pernah mengganggu calon suamiku." Ucap Valen.


" Ok, ayo Vi kita keluar." Ajak Gama menggandeng tangan Kavia.


" Lepas Gama." Ucap Kavia menyentak kasar tangan Gama.


" Aku bisa sendiri dan ingat jangan pernah menemuiku lagi." Ketus Kavia meninggalkan Gama sendiri di depan ruangan Nathan.


" Aku tidak akan menemuimu lagi setelah pernikahan Abangku berlangsung." Batin Gama.


*Sebenarnya apa sih yang sedang di rencanakan Gama????


Penasaran nggak??? Penasaran nggak?????


Cari tahu di bab bab selanjutnya ya*....


TBC.....


*Jangan lupa like dan komentnya....


Kasih vote dan hadiahnya juga donk biar author semangat....


Terima kasih karna sudah mensuport author...

__ADS_1


Miss U All*


__ADS_2