Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
7. Cerita Mami


__ADS_3

" Maafkan Mami yang terlambat membicarakan hal ini padamu, Mami pikir sekarang saatnya kamu mengetahuinya." Ucap Mami Nesha.


" Apa itu Mami?" Tanya Nathan.


" Abang... Mami punya janji dengan seseorang dan Mami ingin menepati janji Mami itu sayang, Apa kamu mau membantu Mami menepati janji itu?" Tanya Mami Nesha.


"Iya Mi, Abang akan membantu Mami menepati janji itu." Sahut Nathan tegas.


" Abang sebenarnya sejak sepuluh tahun yang lalu Abang sudah Mami jodohkan dengan seseorang." Ucap Mami Nesha.


" Apa Mi? Di... Di jodohkan?" Pekik Nathan.


" Iya sayang." Sahut Mami Nesha.


" Apa kamu keberatan?" Tanya Mami Nesha.


" Ah tidak Mi, Abang akan melakukan apapun untuk Mami." Sahut Nathan.


" Terima kasih sayang." Ucap Mami Nesha.


" Siapa wanita itu Mi?" Tanya Nathan.


" Dia anak sahabat lama Mami selain Mama Sifa, tapi Mami lupa siapa namanya." Ujar Mami Nesha.


" Sepuluh tahun yang lalu saat Mami berkunjung ke rumah sakit, Mami bertemu dengan teman lama Mami, dia menderita kanker sayang, dia menginginkan Mami menjadikan putrinya sebagai menantu Mami." Jelas Mami Nesha.


" Mami tidak mungkin menjodohkannya dengan Gama karna usia mereka sama, maka dari itu Mami mengajukan dirimu dan dia menyetujuinya, maafkan Mami jika Mami bersikap lancang mengambil keputusan hidupmu tanpa seijinmu sayang." Ucap Mami Nesha.


" Mami jangan meminta maaf padaku, Mami berhak atas hidupku." Sahut Nathan.


" Apa Mami punya alamat rumahnya Mi?" Tanya Nathan.


" Itulah masalahnya Abang, saat itu adalah saat terakhir Mami bertemu dengan teman Mami, Mami tidak bisa menghubungi keluarganya, bahkan Mami tidak tahu mereka tinggal dimana dan bagaimana keadaannya saat ini." Ujar Mami Nesha.


" Lalu bagaimana kita bisa menemukannya Mi? Apa Mami punya petunjuk lainnya?" Tanya Nathan.


" Petunjuk?" Tanya Mami Nesha.


" Iya petunjuk, semisal dia bekerja dimana atau alamat keluarganya mungkin." Ujar Nathan.


" Dia hidup sebatang kara sayang, dia tidak punya keluarga selain suami dan putrinya, akhir akhir ini Mami juga sudah berusaha menemukan mereka tapi sayang hasilnya nihil." Sahut Mami Nesha. Mami Nesha mencoba mengingat ingat apa yang bisa menjadi petunjuk untuk Ia menemukan gadis itu.


" Ah iya Mami ingat." Ujar Mami Nesha.


" Apa itu Mi?" Tanya Nathan.


"Mami mengikatnya dengan kalung yang sebenarnya Mami beli untukmu." Sahut Mami Nesha.

__ADS_1


" Kalung?" Tanya Nathan.


" Iya saat itu Mami membeli kalung untukmu, kalung berinisal VA dan kau tahu? Nama kalian berinisial sama, Tapi sayang Mami benar benar lupa dengan nama gadis itu." Ujar Mami Nesha memegang kepalanya.


" Kalung berinisial VA." Gumam Nathan.


Nathan mengambil kalungnya di bawah bantalnya.


" Apa ini milikku yang di berikan kepadanya Mi?" Tanya Nathan menyodorkan kalung itu.


Mami Nesha menatap tak percaya, Ia segera merebut kalung itu dari tangan Nathan. Ia meneliti apakah benar itu kalung yang Ia beli sepuluh tahun lalu atau bukan?


" Abang..... Darimana kamu mendapatkan kalung ini?" Tanya Mami Nesha menatap Nathan.


" Abang menabrak seorang gadis di Bandara Mi, dan Abang yakin itu miliknya." Ujar Nathan.


" Abang tidak mencoba mengejarnya?" Tanya Mami Nesha.


" Sudah tapi Abang kehilangan jejaknya." Sahut Nathan.


" Abang ini benar kalung yang Mami beli untukmu, VA inisial dari namamu Vernathan Ardiansyah, entah jodoh atau kebetulan gadis itu memiliki inisial yang sama denganmu, VA... Siapa ya nama gadis itu? Kenapa Mami bisa lupa begini sih." Ujar Mami Nesha.


" Lalu bagaimana langkah kita selanjutnya Mi?" Tanya Nathan.


" Entahlah Bang Mami sendiri juga bingung, Tapi jika Abang bertemunya di Bandara ada kemungkinan dia tinggal di kota ini bukan." Ujar Mami Nesha.


" Iya Mi." Sahut Nathan.


" Apa Mi? Tanyakan saja Abang akan menjawabnya dengan jujur." Sahut Nathan membuat Nesha tersenyum ke arahnya.


" Apa saat ini Abang sedang menyukai atau tertarik dengan gadis lain? Kavia misalnya?" Tanya Mami Nesha.


Nathan menghela nafasnya. Ia mengenggam tangan Maminya.


" Mi... Jujur saat ini Abang memang sedang terusik dengan seseorang, tapi bukan Kavia, Kavia hanya Abang anggap sebagai teman saja Mi." Ujar Nathan.


" Lalu siapa wanita yang telah berhasil mengusik hati putra Mami hmm?" Tanya Mami Nesha.


" Gadis pemilik kalung ini, gadis yang Mami jodohkan dengan Abang." Sahut Nathan jujur.


" Apa? Abang juga tertarik padanya?" Tanya Mami Nesha.


" Iya Mi, Abang memang lupa dengan wajahnya karna waktu itu Abang hanya melihatnya sekilas, tapi yang jelas dia gadis yang cantik Mi, tapi jutek." Sahut Nathan.


" Semoga Tuhan memudahkan jalan Mami untuk menepati janji itu sayang, Mami merasa tidak tenang karna terikat janji dengan Vidya, Bagaimanapun sikap gadis itu semoga dia mampu membuatmu bahagia Bang." Ujar Mami Nesha.


" Amien makasih Mi." Sahut Nathan.

__ADS_1


" Ya sudah Mami ke bawah dulu." Ucap Mami Nesha.


" Iya Mi." Sahut Nathan.


Mami Nesha keluar dari kamar Nathan, sedangkan Nathan masih menatap kalung itu.


" Ternyata kita sudah terikat sebelumnya, semoga Tuhan menjodohkan kita dalam pernikahan yang penuh kebahagiaan." Batin Nathan.


Di tempat lain tepatnya di rumah Valen. Valen sedang merengek kepada Papanya untuk melamar pekerjaan di perusahaan lain. Tepatnya perusahaan Nathan yang sedang membutuhkan seorang sekretaris.


" Pa aku ingin mandiri, aku ingin melamar pekerjaan di perusahaan VA sebagai sekretaris Pa, Aku ingin belajar mengurus perusahaan juga sebelum aku menggantikan Papa." Ucap Valen.


" Perusahaan VA itu perusahaan kecil sayang, jauh dari perusahaan kita, jika kamu mau bekerja maka kerjalah di perusahaan Papa, kamu calon Direktur di Perusahaanmu sendiri." Ujar Papa Alex.


" Papa.... Aku mau merasakan mulai dari nol, aku tidak mau meneruskan Perusahaan Papa tanpa aku bekerja dari bawah dulu dan tentunya bukan di Perusahaan Papa, semua karyawan Papa pasti akan segan padaku Papa, yang ada nanti apa kesalahanku selalu mereka benarkan." Ucap Valen.


" Papa tidak rela kamu bekerja untuk orang lain, bagaimana nanti kalau kamu melakukan kesalahan terus di marahi sama bos kamu?" Tanya Papa Alex.


" Papa... Itu namanya konsekuensi kerja Pa, Nggak usah khawatir deh putrimu ini tahan banting." Ujar Valen.


" Kasih ijin ya Pa, aku akan mengirim lamaran kerjaku lewat email sekarang." Sambung Valen mengatupkan kedua tangannya.


" Baiklah sayang terserah kamu saja." Sahut Papa Alex.


" Makasih Pa." Ucap Valen memeluk Papanya.


" Tapi kamu harus bilang sama Papa kalau kamu ada masalah di tempat kerjamu." Ucap Papa Alex.


" Beres Pa, oh ya satu lagi Pa, aku tidak mau terlihat lebih menonjol dari karyawan biasa, jadi aku mau berpenampilan biasa saja tidak seperti selama ini Pa, aku akan meninggalkan kemewahan yang Papa berikan." Ujar Valen.


" Lakukan apa yang menurutmu benar sayang." Sahut Papa Alex.


" Dan ingat jangan ada body guard yang mengawasiku secara diam diam, aku tidak mau." Ucap Valen membuat Papa Alex tersenyum kuda.


" Baiklah sayang Papa tidak akan mengirim orang untuk mengawasimu." Ujar Papa Alex.


" Aku ke kamar dulu Pa." Ujar Valen.


Valen masuk ke dalam kamarnya, Sedangkan Papa Alex menelepon seseorang untuk memastikan Valen akan di terima bekerja di perusahaan VA.


TBC.....


*Jangan lupa like dan komentnya ya...


Makasih untuk para readers yang sudah mensuport author...


Miss U All*...

__ADS_1


__ADS_2