
Nathan hendak pergi dari sana sebelum kehadirannya di sadari oleh adik adiknya dan istrinya. Saat Nathan membalikkan tubuhnya tiba tiba...
Hap....
Valen menubruk tubuh Nathan masuk ke dalam pelukannya. Nathan membalas pelukan Valen.
" Kamu di sini Mas?" Tanya Valen.
" Iya... Hatiku tidak tenang melepasmu tanpa pengawasanku." Sahut Nathan.
Valen melepas pelukannya, Ia menatap wajah Nathan.
" Apa kamu melihat semua yang terjadi padaku tadi Mas?" Selidik Valen.
" Iya." Jawab Nathan jujur.
" Termasuk saat aku jatuh tadi?" Valen kembali bertanya.
" Hmm... Gama menolongmu dan menegurmu untuk selalu berhati hati." Sahut Nathan.
" Maafkan aku Mas jika tanpa sengaja aku membuatmu terluka." Ucap Valen.
" Tidak sayang, lain kali hati hati ya." Ujar Nathan.
" Iya Mas." Sahut Valen.
" Lhoh Abang ada di sini?" Tanya Gama yang baru menghampiri keduanya tentunya bersama si kembar di belakangnya.
" Iya... Perasaan Abang tidak enak jika melepas Valen tanpa pengawasan Abang sendiri." Sahut Nathan.
" Sejak kapan Abang ada di sini?" Tanya Ria.
" Barusan." Dusta Nathan.
" Owh..." Gumam Ria.
" Ayo sekarang kita pulang, besok acara resepsi Abang jadi kita semua harus bangun lebih awal kan." Ucap Nathan.
" Iya Bang." Sahut Gama.
Mereka berempat pulang ke rumah menggunakan dua mobil. Valen bersama Nathan sedangkan si kembar bersama Gama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ballroom hotel tempat acara pernikahan Nathan dan Valen di sulap menjadi istana megah dengan dekorasi mewah. Para tamu undangan mulai berdatangan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai yang sudah duduk di kursi pelaminan.
" Selamat Than semoga bahagia, maafkan aku jika aku pernah memuji istrimu di depanmu." Ucap Dika.
" Tidak masalah dan terima kasih sudah datang, nikmati pestanya." Ujar Nathan.
" Siap aku mau cari calon siapa tahu ketemu." Sahut Dika.
" Kau ini." Kekeh Nathan.
Dika beralih menyalami Valen.
" Selamat menempuh hidup baru Len, semoga selalu bahagia." Ucap Dika.
" Terima kasih Kak, aku panggil Kakak biar beda dengan Mas Nathan." Ujar Valen.
" OK tidak masalah... Aku gabung sama yang lain ya." Ucap Dika.
" Silahkan Kak." Sahut Valen.
Banyak para tamu undangan yang lain yang mengucapkan selamat kepada mereka. Termasuk para kolega dari Papa Alex dan papi Farhan. Pernikahan Nathan dan Valen juga di sorot media. Saluran televisi banyak yang menayangkan acara resepsi pernikahan Nathan saat ini.
" Selamat Tuan Alex anda telah berhasil menikahkan putri semata wayang anda." Ucap Pak Jaya.
__ADS_1
" Terima kasih Tuan, silahkan nikmati pestanya." Sahut Papa Alex.
" Selamat Tuan Nathan semoga bahagia." Ucap Pak Jaya.
" Terima kasih Tuan satu kehormatan untuk saya ucapan selamat dari anda." Sahut Nathan.
" Sekarang kita akan menjadi partner kerja Tuan Nathan." Ucap Pak Jaya.
" Mohon bimbingannya Tuan." Ujar Nathan.
" Tentu saja." Sahut Pak Jaya.
Pak Jaya kembali bergabung dengan yang lainnya.
" Mas sampai kapan kita duduk di sini sebagai pajangan?" Tanya Valen.
" Kaya'nya sampai selesai acaranya deh Yank." Sahut Nathan.
" What??? Sampai selesai acara?" Pekik Valen membuat para tamu di sekitarnya menatap ke arahnya.
" Yank suara kamu." Ujar Nathan.
" Maaf." Ucap Valen sambil nyengir.
Acara semakin meriah karna di iringi boyband ternama di kota ini. Sampai terdengar suara MC yang mengatakan seseorang akan mempersembahkan lagu spesial untuk kedua mempelai. Musik mengalun indah sampai masuk pada syair lagu yang dinyanyikan seseorang itu.
Ini salahku terlalu memikirkan egoku
Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku....
Valen menoleh ke arah seseorang yang sedang menyanyikan lagu berjudul aku bukan jodohnya, suaranya sangat familiar di telinganya. Valen menatap orang itu yang sedang menatapnya sambil tersenyum kepadanya.
" Naren..." Ucap Valen.
Nathan menatap ke arah Naren yang masih menyanyikan lagu yang syairnya begitu menyinggung perasaannya.
Bahagiakan dia... kau sayangi dia
Sepertiku menyayanginya.....
Nathan tampak gelisah mendengar syair yang di bawakan Naren.
" Apa maksudnya coba dia nyanyi begitu." Cebik Nathan.
" Aku juga nggak tahu Mas, mungkin dia nitipin aku ke kamu karna dia kan sahabat aku." Ujar Valen.
" Iya mungkin." Sahut Nathan.
" Kamu tidak tahu kalau sebenarnya Naren mencintaimu sayang." Gumam Nathan dalam hati.
" Untuk pengantin wanita." Ucap Naren di depan sana.
Valen, Nathan dan semua tamu undangan menatap ke arahnya.
" Selamat menempuh hidup baru, semoga kamu bahagia Bestiku." Ucap Naren.
Valen tersenyum ke arah Naren membuat Nathan sedikit kesal. Naren turun dari panggung menghampiri kedua mempelai.
" Selamat Kak atas pernikahanmu, semoga bahagia." Ucap Naren menyalami Nathan.
" Terima kasih." Sahut Nathan.
Naren beralih ke Valen.
" Narennn." Pekik Valen memeluk Naren.
" Selamat Beb aku doakan semoga kau selalu bahagia." Ucap Naren membalas pelukan Valen.
__ADS_1
" Terima kasih Beb, ini kado terindah untukku kau bisa datang di acara pernikahanku, bahagia juga untukmu." Sahut Valen melepas pelukannya.
Naren duduk di kursi samping Valen. Ia menatap lekat Valen yang nampak begitu cantik. Gaun putih seperti milik princess di negri dongeng membuat Valen terlihat sangat sangat cantik.
" Berarti sekarang udah nggak butuh bahuku lagi buat bersandar nih." Ujar Naren.
" Salah kamu pergi nggak pulang pulang jadi aku cari bahu lain buat sandaran." Kekeh Valen.
" Kamunya aja yang nggak sabar menunggu Beb." Ujar Naren.
Ehm ehm
Keduanya menoleh saat Nathan berdehem.
" Kenapa Mas? Tenggorokanmu gatal?" Tanya Valen.
" Pertanyaan macam apa itu, dia nggak peka kalau aku cemburu." Batin Nathan.
" Enggak cuma kering aja." Sahut Nathan.
" Aku ambilin minum Kak." Ucap Naren.
" Tidak usah." Sahut Nathan.
Valen melanjutkan mengobrol dengan Naren, kebetulan tamu sudah di dalam semua. Nathan menghela nafasnya dalam dalam untuk menyuplai oksigen yang kurang.
" Beb aku pulang dulu lain kali aku akan bermain ke rumahmu." Pamit Naren.
" Iya hati hati." Sahut Valen.
" Kak aku pulang dulu." Ucap Naren kepada Nathan.
" Hati hati." Sahut Nathan.
Naren pergi meninggalkan kedua mempelai, Nathan diam seribu bahasa.
" Mas kenapa sih dari tadi diam saja." Ucap Valen.
" No thing." Sahut Nathan.
" Mas aku haus." Ucap Valen.
Nathan membuka ponselnya lalu mengirim pesan pada Cia. Tak lama Cia datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk Nathan dan Valen.
" Kak minumannya." Ucap Cia.
" Makasih." Sahut Valen.
" Sama sama Kak." Sahut Cia.
Valen menatap Nathan yang malah membuang mukanya. Valen menghela nafasnya. Ia tahu kalau saat ini Nathan sedang merajuk. Valen minum tanpa mempedulikan Nathan. Ia akan membujuk bayi besarnya setelah perutnya kenyang.
Sedangkan di Negara lain, Meli mengepalkan tangannya dengan erat saat Ia menonton berita televisi yang menayangkan acara pernikahan Nathan. Hatinya terbakar amarah karna Nathan sudah menjadi milik orang lain.
" Kau tidak mau menungguku Nathan, tidak masalah tapi aku akan membuatmu menjadi milkku secepatnya, kau tidak tahu apa yang terjadi dengan keluargamu di sini, aku akan kembali dan kau harus menerimaku dengan tangan terbuka... Ha ha ha." Meli tertawa jahat merencanakan sesuatu.
" Nathan tunggu aku...." Monolog Meli.
Hayooo tebak rencana apa yang Meli rencanakan untuk mendapatkan Nathan sahabat kecilnya?
Kasih author hadiah mawar yang banyak biar authornya semangat...
Jangan lupa like dan komentnya...
Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author semoga sehat selalu...
Misa U All...
__ADS_1
TBC....