
Sinar matahari masuk ke kamar Nesha melalui celah celah korden. Nesha mengerjapkan matanya, Ia menoleh ke samping ranjang menatap wajah tampan suaminya. Walau sudah berkepala tiga tapi Farhan tetap terlihat awet muda.
" Mas tahu kalau wajahku ini tampan paripurna, Jangan cuma di pandang doank donk, Kasih kecupan dikit biar yang punya tambah semangat." Ucap Farhan membuat pipi Nesha memerah krena malu ketahuan sedang mengamati wajah suaminya.
" Apa sih Mas narsis deh." Ujar Nesha.
" Cium donk Yank." Ucap Farhan.
Nesha mendekatkan wajahnya ke wajah Farhan.
Cup
Nesha mencium pipi Farhan. Farhan menindih tubuh Nesha. Ia mencium bibir Nesha dengan lembut. Ciuman itu di balas oleh Nesha. Keduanya saling bertukar saliva menikmati sensasi panas dingin dan manisnya bibir pasangan masing masing. Setelah beberapa lama Farhan melepas pagutannya. Ia mengusap pelam bibir Nesha dengan jempolnya membersihkannya dari sisa salivanya.
" Manis." Ucap Farhan di balas Nesha dengan senyuman.
" Minggir Mas aku mau mandi." Ucap Nesha mendorong pelan tubuh Farhan.
" Kita mandi bareng." Sahut Farhan.
" Jangan Mas entar kelamaan keburu Nathan sama Gama bangun." Ujar Nesha.
" Baiklah kali ini kamu lolos tapi tidak untuk nanti malam." Sahut Farhan membaringkan tubuhnya di samping Nesha.
Nesha turun dari ranjang langsung menuju kamar mandi. Setengah jam kemudian Nesha sudah rapi, Ia berjalan menuju meja rias.
" Kamu selalu kelihatan cantik sayang membuat Mas selalu jatuh cinta padamu." Ucap Farhan mengalungkan tangannya ke leher Nesha yang sedang duduk di depan meja riasnya.
" Aku pun begitu Mas." Sahut Nesha menatap Farhan melalui pantulan cermin.
Farhan mendusel leher Nesha membuat tubuh Nesha meremang.
" Mas." Lirih Nesha.
" Hmm." Gumam Farhan.
" Minggir donk." Ucap Nesha.
" Sini Mas yang sisir." Ujar Farhan mengambil sisir lalu menyisir rambut Nesha. Entah mengapa Farhan suka sekali melakukannya.
" Selesai." Ucap Farhan.
" Sekarang Mas mandi dulu aku siapin bajunya" Ujar Nesha berjalan menuju almari.
Setelah hampir satu jam keduanya siap turun ke bawah. Hari ini giliran Mbak Nadia yang memasak.
" Aku ke kamar Nathan dulu Mas." Ucap Nesha masuk ke dalam kamar Nathan.
Ceklek...
Nesha masuk ke dalam menghampiri kedua putranya.
" Nathan sayang... Bangun donk." Ucap Nesha mengguncang pelan tubuh mungil Nathan.
Nathan tidak bergeming, Ia masih nyaman dengan gulingnya. Sedangkan Gama merentangkan kedua tangannya di antara kepalanya. Nesha menggelengkan kepalanya melihat cara tidur kedua putranya yang sangat jauh berbeda.
" Sayang." Nesha mencium pipi Nathan.
" Astaga." Pekik Nesha saat menyadari jika tubuh Nathan panas.
Nesha berlari menuruni tangga menghampiri Farhan yang sedang sarapan.
__ADS_1
" Mas." Ucap Nesha dengan nafas terengah engah.
" Kenapa sayang?" Tanya Farhan menghampirinya.
" Nathan demam Mas, Tolong panggilkan Dokter, Atau kita bawa saja ke rumah sakit sepertinya bukan demam biasa Mas." Ujar Nesha.
" Baiklah kita bawa ke rumah sakit saja." Sahut Farhan.
" Mbak Nad." Panggil Nesha.
" Iya Non." Sahut Mbak Nadia.
" Mbak aku mau ke rumah sakit, Tolong jagain Gama ya Mbak." Ucap Nesha.
" Siapa yang sakit Non?" Tanya Mbak Nadia.
" Nathan demam tinggi Mbak." Sahut Nesha.
" Baiklah semoga Den Nathan baik baik saja dan cepat sembuh Non." Ucap Mbak Nadia.
" Makasih Mbak." Ucap Nesha menepuk pundak Mbak Nadia.
Farhan menggendong Nathan menuju mobilnya, Di dalam mobil Nesha memangku Nathan. Farhan segera melajukan mobilnya.
" Sayangnya Mami cepet sembuh ya." Ucap Nesha mengelus kening Nathan.
" Sabar sayang semoga Nathan hanya demam biasa." Ujar Farhan mencoba menenangkan Nesha.
" Aku takut kejadian dulu terulang lagi Mas, Semoga kali ini Nathan tidak kejang ya Mas." Sahut Nesha.
" Iya sayang." Sahut Farhan.
" Tenanglah sayang Nathan pasti akan baik baik saja." Ucap Farhan mengelus punggung Nesha.
" Aku belum bisa tenang sebelum aku memastikan keadaannya Mas, Ini Dokter lama banget sih meriksanya" Gerutu Nesha mbuat Farhan tersenyum.
" Kamu ini belum juga semenit, Dokter itu harus teliti sayang, Jangan sampai salah mendiagnosa pasiennya." Kekeh Farhan.
" Iya Mas maaf." Sahut Nesha.
Tak lama setelah itu nampak seorang pria berjubah putih keluar dari ruangan UGD, Nesha segera menghampirinya.
" Bagaimana keadaan putra saya Dok?" Tanya Nesha.
Bukannya menjawab sang Dokter justru mengamati Nesha dari atas sampai bawah.
" Vanes." Ucap Dokter yang bertage name Anton Saputra Sp.a
Nesha menatap Dokter tampan di depannya sambil mengingat ingatnya tapi nihil dia tidak ingat apa apa.
" Maaf siapa ya Dok?" Tanya Nesha lupa dengan tujuan awalnya.
" Aku Anton yang dulu sempat tinggal di depan rumahmu, Yang selalu menggendongmu saat kamu jatuh." Jelas Dokter Anton.
" Ya ampun Mas Anton." Pekik Nesha.
" Masih ingat aku aja, Wah ternyata sekarang beneran sukses jadi Dokter nih." Ujar Nesha.
" Iya semuanya demi kamu." Sahut Dokter Anton.
" Ehm ehm." Deheman Farhan membuat keduanya sadar.
__ADS_1
" Kalau mau bernostalgia nanti saja, Bagaimana keadaan putraku saat ini Dokter?" Tanya Farhan membuat Dokter Anton menatapnya bingung.
" Dia suamiku dan yang di dalam putra pertamaku." Ucap Nesha seakan tahu kebingungan Dokter Anton.
" Putramu? Sudah sebesar itu?" Tanya Dokter Anton.
" Maaf saya di sini sebagai orang tua pasien jadi tanyakan yang bersangkutan dengan keadaan pasien saja, Jangan menanyakan masalah lainnya terutama yang bersifat pribadi." Tekan Farhan membuat Nesha tak enak hati.
" Ah iya maafkan saya Tuan, Begini putra anda terserang gejala demam berdarah." Ucap Dokter Anton.
" Apa? DB? Bagaimana bisa?" Tanya Nesha memastikan.
" Bisa saja apalagi sekarang musim penghujan Nes, Dia kena gigitan nyamuk yang membawa virus aides aigepty, Untungnya ini hanya gejala saja dan belum terlambat untuk penanganan lebih lanjutnya, Aku menyuntikkan obat tidur agar dia bisa beristirahat dan tidak banyak bergerak." Jelas Dokter Anton.
" Apa putraku akan baik baik saja?" Tanya Nesha.
" Tenanglah dia baik baik saja, Dia butuh perawatan untuk beberapa hari di sini, Setelah panasnya turun dia di perbolehkan pulang, Suster sudah memindahkannya ke ruang rawat yang biasa di pakai untuk putramu katanya." Ujar Dokter Anton.
" Ya dia pernah di rawat di rumah sakit ini sebelumnya." Sahut Nesha.
" Baiklah kalau begitu pastikan putramu meminum obatnya tepat waktu agar cepat sembuh, Aku pamit dulu, Mari." Ucap Dokter Anton meninggalkan Nesha dan Farhan.
" Makasih Mas." Ucap Nesha membuat Farhan melotot ke arahnya.
" Maaf Mas, Ayo Mas kita ke ruang rawatnya Nathan." Ajak Nesha.
Farhan tidak bergeming. Hatinya cemburu melihat kedekatan Nesha dan Dokter tampan itu. Melihat itu Nesha menghela nafasnya. Ia paham hanya dengan membaca raut wajah Farhan saja.
" Mas." Nesha menggandeng lengan Farhan menuju ruangan Nathan.
Ceklek...
Nesha membuka pintu ruang dimana Nathan di rawat, Dari kejauhan Ia menatap wajah pucat yang terbaring lemah di atas brankar dengan jarum infus menancap pada punggung tangan Nathan. Melihat semua itu nurani Nesha tak tega, Ia menubruk dada suaminya.
" Hiks... Hiks... Nathan Mas... Kasihan Nathan Mas." Isak Nesha dalam pelukan Farhan.
" Tenanglah sayang, Dia akan baik baik saja jangan menangis." Ucap Farhan mengelus punggung Nesha.
" Aku tidak tega melihat Nathan seperti ini Mas, Aku bukan ibu yang baik Hiks... Aku tidak becus menjaga putraku sendiri hingga dia harus berakhir di sini.. Nathan maafkan Mami sayang." Ucap Nesha.
" Sayang jangan pernah menyalahkan dirimu sendiri, Nathan tidak akan menyukainya sayang, Dia akan bersedih melihatmu seperti ini." Ujar Farhan.
" Tapi itu kenyataannya Mas." Sahut Nesha.
" Kau sudah berusaha sebaik mungkin, Ini jalan Allah sayang kita tidak bisa menolaknya, Dari pada menyalahkan diri sendiri lebih baik kita sama sama berdoa untuk kesembuhan Nathan sayang, Nathan sangat menyayangimu Ia akan merasa sangat sedih dan bersalah jika dia melihatmu menangis seperti ini, Kamu harus kuat sayang." Ucap Farhan.
Nesha melepas pelukannya, Ia mengusap air matanya dengan pelan.
" Iya Mas.. Aku harus kuat supaya Nathan juga kuat." Sahut Nesha.
" Itu baru istriku yang pintar, Semangat! Tunjukkan senyuman di hadapan Nathan jika dia sudah bangun nanti." Ucap Farhan.
" Makasih Mas." Sahut Nesha.
TBC....
Jangan lupa like vote hadiah dan komentnya
Makasih buat readers yang udah suport author
Miss U All
__ADS_1