
Rasya mendekati Nathan. Ia mengatupkan kedua tangannya di depan Kakak yang baru Ia temui.
" Abang.... Aku mohon jangan hanya di pikirkan, tapi terima tawaran ini Bang, tolonglah kami kalau seandainya Kak Meli mau sama aku atau Kak Arsya, kami pasti akan menikahinya Bang, tapi sayang Kak Meli lebih memilihmu daripada kami, aku mohon Bang lakukan ini demi kami, demi masa depan kami, adik adikmu yang tidak pernah kau temui selama ini." Ucap Rasya membuat hati Nathan trenyuh.
Nathan menggenggam tangan Rasya. Ia menatap adik yang tidak pernah Ia ketahui selama ini. Ia sudah mengabaikan keluarganya tanpa tahu kesulitan apa yang sedang keluarganya hadapi. Nathan merasa dirinya egois. Sering kali Mami Nesha menyarankannya untuk menjenguk keluarga Sifa tapi Nathan selalu menolaknya karna Ia tidak mau bertemu dengan Papanya.
" Baiklah Abang akan menerima tawaran ini, Abang akan menikahi Meli tapi hanya selama enam bulan saja." Ucap Nathan.
Jeduarrrr
Jantung Valen terasa meledak. Hidupnya terasa hancur berkeping keping tanpa sisa. Bagaimana Nathan bisa memutuskan hal ini tanpa meminta pendapatnya terlebih dahulu. Hati Valen terasa di sayat sayat, sakit tapi tidak berdarah. Suaminya mau menikah lagi? Walau hanya dalam waktu enam bulan tapi rasanya Ia sudah tidak berharga lagi.
" Terima kasih Bang." Sahut Rasya.
" Abang..." Bentak Mami Nesha.
" Apa apaan kamu Abang, bagaimana bisa kamu memutuskan semua ini sendiri Abang, Kau sudah punya istri setidaknya mintalah pendapatnya." Sambung Mami Nesha.
Nathan menoleh ke arah Valen. Sesaat Ia lupa jika Ia sudah beristri. Kini Nathan menyakiti hati istrinya sendiri. Nathan merasa bersalah kepada Valen, tapi Ia tidak tahu harus berbuat apa.
" Jika dia menantu yang baik maka dia akan mendukung keputusan suaminya, dia akan mengijinkan Nathan menikahi Meli demi membantu keluarganya, karna bagaimanapun keluarga adalah segalanya." Sahut Papa Jordan.
Valen berdiri menghampiri Papa Jordan. Ia menatap Papa Jordan seolah sedang menantangnya.
" Sayangnya saya tidak sebaik yang anda kira Tuan Jordan, hatiku tidak selembut itu hingga aku harus menerima suamiku menikah lagi dengan wanita lain walau hanya dalam waktu enam bulan saja, ini merupakan suatu penghinaan bagiku Tuan Jordan." Sahut Valen membuat Nathan memejamkan matanya.
" Lalu kau bisa apa jika Nathan sudah memutuskan? Apa kau akan menentang keputusannya? Apa kau tidak akan mengijinkannya membantu keluarganya?" Tanya Papa Jordan.
" Tidak ada keluarga yang memberikan pilihan sulit untuk keluarga lainnya Tuan, ijinku tidak di butuhkan di sini karna Mas Nathan sudah membuat keputusannya sendiri, akhirnya mau tidak mau aku harus mengijinkannya bukan?" Tanya Valen melirik Nathan.
" Yah kau benar, kau memang harus mengijinkan Nathan menikah lagi." Ujar Papa Jordan.
" Dengar kalian semua." Ucap Valen menatap anggota keluarga Ardiansyah secara bergantian.
" Aku mengijinkan Vernathan Ardiansyah menikahi Meli tapi setelah dia menceraikan aku." Ucap Valen lantang.
Jeduarrrr.... ( perasaan dari tadi banyak petasan, siapa sih yang bunyiin)
Sekarang gantian Nathan yang terasa di sambar petir di siang bolong. Ia tidak mengira jika Valen akan memintanya untuk menceraikannya. Ia menghampiri Valen dan hendak menggenggam tangan Valen tapi Valen menepisnya.
" Jangan sentuh aku." Teriak Valen.
" Sayang.... Ku mohon mengertilah, dukung aku sekali lagi sayang, hanya enam bulan saja setelah itu semua akan kembali normal sayang.... Ku mohon." Ucap Nathan menatap Valen.
" Kau pikir aku akan membuang waktuku untuk hal tidak berguna ini Mas? Tidak.... Kau membuat keputusan sendiri maka aku juga akan membuat keputusan sendiri, jangan mencegah aku karna aku juga tidak mencegahmu." Ucap Valen.
" Sayang..." Panggil Nathan.
__ADS_1
" Maaf Mi, Pi... Kehadiranku sudah tidak di butuhkan lagi di sini." Ucap Valen berlari menuju kamarnya.
" Sayang dengarkan dulu penjelasanku." Teriak Nathan.
" Keputusan yang sudah keluar dari mulutmu tidak bisa kau tarik kembali Nathan, terima kasih mau membantu kami." Ucap Papa Jordan.
" Mami kecewa padamu Bang." Ucap Mami Nesha meninggalkan mereka semua.
Satu persatu anggota keluarga meninggalkan Nathan dan keluarga kandungnya. Nathan nampak frustasi. Ia berlari menuju kamarnya menyusul Valen.
Brakkk
Nathan membuka pintunya kasar, Ia menghampiri Valen yang sedang berdiri menghadap jendela.
" Sayang ku mohon mengertilah, aku terpaksa melakukan semua ini demi adik adikku Yank, aku berjanji tidak akan menyentuhnya, aku berjanji tidak akan mendekatinya sayang, setelah enam bulan aku akan menceraikannya, ku mohon mengertilah sayang...." Ucap Nathan.
" Apa saat kau membuat keputusan kau mengerti betapa sakitnya perasaanku?" Tanya Valen menatap Nathan.
" Tidak kan? Lalu kenapa aku harus mengerti perasaanmu? Kau hanya mengerti perasaan adikmu saja.... Aku baru menyadari jika ikatan darah lebih kental dari segalanya." Ujar Valen.
" Maafkan aku Yank." Sahut Nathan tidak tahu harus berkata apa lagi karna ini memang salahnya.
" Apa kamu tidak akan merubah keputusanmu?" Valen bertanya lagi.
" Maafkan aku... Sesungguhnya aku berat melakukan ini tapi maaf.... Aku harus melakukan ini demi masa depan adikku." Lirih Nathan.
" Apa maksudmu? Apa kau tetap akan menceraikan aku?" Selidik Nathan.
" Untuk apa aku hidup bersama dengan orang yang tidak memilihku? Kau sudah memilih keluargamu bukan? Maka aku juga memilih untuk kembali kepada keluargaku." Tegas Valen.
" Aku tidak akan mengijinkanmu Valen." Ucap Nathan.
" Aku tidak butuh ijinmu seperti kau tidak membutuhkan ijinku." Sahut Valen.
Valen menuju almari, Ia menurunkan kopernya lalu membukanya.
" Apa yang akan kau lakukan sayang? Jangan membuat keputusan saat kau marah, aku yakin kau istri yang baik jadi kau pasti bisa mengerti posisiku sekarang ini." Ujar Nathan menarik koper Valen.
" Apapun yang akan aku lakukan bukan menjadi urusanmu lagi Nathan." Sahut Valen menarik lagi kopernya.
" Valentina Ardiansyah." Bentak Nathan.
Valen menatap nyalang ke arah Nathan. Ia tidak terima Nathan membentaknya.
" Bukan lagi..... Namaku kembali menjadi Valentina Adriana karna kau sendiri yang sudah menanggalkan nama Ardiansyah di belakang namaku." Teriak Valen.
" Sayang jangan keras kepala, aku berjanji kau yang akan tetap menjadi pemilik hatiku, aku hanya sementara menikahinya sayang.... Ku mohon jangan seperti ini." Ucap Nathan menarik Valen kedalam pelukannya.
__ADS_1
" Lepas." Teriak Valen.
" Ku mohon jangan seperti ini hiks.... Aku butuh dukunganmu, aku butuh dirimu untuk di sampingku sayang." Isak Nathan.
" Aku tidak peduli." Teriak Valen mendorong tubuh Nathan hingga terjengkang ke ranjang.
" Aku tidak peduli lagi dengan perasaanmu, sama seperti kau tidak mempedulikan perasaanku, jangan halangi aku untuk pergi karna tanpa kau sadari kau yang sudah membuka jalan itu untukku." Ucap Valen berjalan menuju pintu.
Langkah Valen berhenti saat Ia melihat Mami Nesha dan si kembar berdiri di depan pintu menatapnya.
" Mami." Lirih Valen.
" Sayang." Ucap Mami Nesha memeluk Valen.
" Hiks.. Hiks... Mami." Isak Valen.
" Jangan pergi sayang, jangan tinggalkan rumah ini.... Jika menantu rumah ini pergi maka keluarga ini akan hancur sayang, Mami mohon tetaplah di sini sayang." Ucap Mami Nesha melepas pelukannya.
" Aku tidak bisa Mi, aku harus kembali ke tempat yang sebenarnya." Sahut Valen.
" Tempatmu di sini sayang." Ujar Mami Nesha.
" Bukan Mi, sudah tidak ada tempat untukku di sini, aku harus pulang ke rumahku." Sahut Valen.
"Jangan sayang... Mami mohon." Ujar Mami Nesha.
" Mami.... Aku akan berada di tempat dimana aku akan di hargai, tapi aku juga akan pergi jika harga itu sudah tidak bernilai lagi." Sahut Valen.
" Kami semua menghargaimu sayang, kami menyayangimu, Mami mohon jangan tinggalkan rumah ini demi Mami sayang, kau sudah menganggapku sebagai Mamimu kan? Jika begitu maka tetaplah disini! Kita akan menghadapi semuanya bersama sayang, Kamu mau kan menuruti apa keinginan Mami? Kamu sayang Mami kan?" Tanya Mami Nesha.
" Aku menyayangi kalian semua Mi." Sahut Valen.
" Jangan pergi ya.." Pinta Mami Nesha penuh harap.
" Baiklah Mi, aku akan tetap di sini." Sahut Valen membuat semua yang ada di sana merasa lega.
" Aku akan di sini sampai Mas Nathan berubah pikiran, tapi kalau dia tetap menikahi Meli maka aku akan pergi jauh dari sini apapun yang akan terjadi." Batin Valen.
Hayooo kira kira Nathan berubah pikiran nggak ya??
Jangan lupa like koment hadiah dan votenya... Udah double up lhoh....
Makasih suportnya....
Miss U All...
TBC......
__ADS_1