
Hari ini Sifa memasak makan siang untuk Jordan. Setelah menatanya di kotak nasi, Sifa segera menentengnya berjalan menuju mobilnya, Sifa melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Setelah sampai di perusahaan Jordan, Sifa memarkirkan mobilnya di parkiran khusus petinggi perusahaan. Sifa turun dari mobilnya lalu Ia segera berjalan menuju lobby.
" Siang Bu..." Sapa para karyawan di sana yang sudah mengenal Sifa sebagai istri dari atasan mereka. Sejak Sifa mengasuh Nathan, Jordan memberhentikannya dari pekerjaannya. Jordan ingin Sifa berdiam diri di rumah saja, Biar Ia yang bekerja pikirnya.
" Siang." Sahut Sifa.
Sifa melanjutkan langkahnya menuju ruangan Jordan. Ia membuka pintunya membuat Jordan menoleh ke arah pintu.
" Sayang....." Ucap Jordan.
Belum sempat Sifa menghampiri Jordan tiba tiba seorang wanita cantik menerobos masuk menghampiri Jordan.
" Sayang..." Ucap wanita itu sambil memeluk Jordan.
" Aku kangen banget sama kamu, Kapan kamu mau melamar aku, Aku udah jauh jauh sampai ke sini nyusulin kamu lho..." Ucapnya lagi.
Deg......
Jantung Sifa terasa berhenti berdetak. Ia memundurkan langkahnya. Jordan menatapnya dengan tatapan bersalah. Sifa segera pergi meninggalkan ruangan Jordan dari sana.
" Masya lepas.." Ucap Jordan mendorong wanita yang bernama Masya.
" Sayang tunggu." Teriak Jordan mengejar Sifa.
" Sayang dengarkan aku dulu... Dengarkan penjelasanku." Ucap Jordan masih sedikit berteriak.
Sifa berlari keluar kantor menuju mobilnya, Air matanya menetes begitu saja melihat dan mendengar semua yang di ucapkan wanita yang sedang memeluk Jordan. Ia merasa sesak di dalam dadanya. Setelah Sifa masuk ke dalam mobilnya, Ia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
" Sayang....Arghhhhhhh." Teriak Jordan menyugar rambutnya kasar.
" Kamu salah paham sayang....." Ujar Jordan.
Jordan meraba kantong celana dan jasnya mencari ponselnya.
" Sial ponselku ada di dalam." Umpat Jordan.
Jordan kembali ke ruangannya, Di sana Masya sedang duduk bersila di sofa ruangannya.
" Siapa yang kamu kejar?" Tanya Masya.
" Istriku...." Jawab Jordan.
" Istri?? Kamu sudah menikah?" Tanya Masya menatap Jordan tidak percaya.
" Ya.." Sahut Jordan singkat.
" Bagaimana kamu bisa menikahi orang lain sedangkan aku selalu menunggu dirimu?" Tanya Masya.
" Karna aku mencintainya... Lagian sudah berulang kali aku bilang padamu kalau aku tidak pernah mencintaimu... Aku hanya menganggapmu teman saja, Kenapa kamu harus kepala, Apa kamu tidak mengerti dengan apa yang aku ucapkan?" Ujar Jordan.
" Tapi aku sungguh mencintaimu Jordan." Kukuh Masya.
__ADS_1
" Tapi aku tidak mencintaimu Masya." Bentak Jordan. Masya berjingkrak kaget.
" Gara gara kamu, Istriku jadi salah paham kepadaku, Apa kamu tahu... Aku bahkan baru mendapatkan cinta istriku setelah sekian lama aku mengejarnya, Kamu mengacaukan semuanya." Ucap Jordan dengan nada tinggi.
" Kamu jahat.... Kamu jahat Jordan... Kamu tidak pernah mau melirikku apalagi menatapku, Aku yang selama ini menemanimu dalam keadaan apapun... Apa begini caranya kamu membalas semua kebaikanku?" Teriak Masya.
" Masya.... Perasaan tidak bisa di paksakan, Carilah pria lainnya yang mampu mencintai dan membahagiakanmu, Yang jelas itu bukan aku." Ujar Jordan.
" Tapi aku hanya menginginkanmu Jordan." Lirih Masya.
" Sekarang kembalilah, Aku mohon padamu jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi, Aku sudah bahagia di sini, Sekarang saatnya kamu mencari kebahagiaan bersama orang lain." Ujar Jordan.
" Aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia di atas penderitaanku Jordan, Aku akan membuat perhitungan padamu dan kepada istrimu." Ucap Masya sambil menunjuk wajah Jordan.
" Berani kau menyentuh istriku maka nyawamu sebagai taruhannya." Ancam Jordan.
Masya segera meninggalkan ruangan Jordan dengan perasaan sakit di dalam hatinya. Ia akan membalas rasa sakit ini di kemudian hari.
Sifa memasuki halaman rumah Farhan, Ia segera turun dari mobil lalu berjalan menuju pintu rumah Farhan.
" Assalamu'alaikum Nathan... Mama datang." Ucap Sifa memasuki rumah Farhan.
" Wa'alaikumsallam Sif, Nathannya lagi bobok." Sahut Nesha.
" Nes.." Ucap Sifa memeluk Nesha tiba tiba.
" Hiks...Hiks... Sakit hatiku Nes..." Isak Sifa.
" Ada apa hmm? Apa yang terjadi padamu?" Tanya Nesha melepas pelukannya. Ia menatap wajah Sifa yang berurai air mata.
" Masa' sih? Kalau di lihat lihat Kak Jordan bucin abis sama kamu, Nggak mungkinlah dia mengkhianatimu." Ujar Nesha.
Sifa berjalan menuju sofa, Ia mendudukkan dirinya di atas sofa empuk milik Farhan.
" Aku baru sadar kalau sofamu ternyata empuk banget, Enak buat duduk Nes." Celoteh Sifa membuat Nesha melongo. Bukankah barusan Sifa menangis? Lalu apa ini? Ia justru membicarakan sofa empuk? Emang di rumah Jordan sofanya keras? Bukankah lebih kaya Jordan dari pada Farhan.
" Heh sini duduk ngapain melongo di situ?" Ujar Sifa menyeret pelan tangan Nesha.
" Bukankah kamu sedang bersedih karna Kak Jordan mengkhianatimu? Lalu kenapa kamu justru membahas soal sofa?" Tanya Nesha mengerutkan keningnya.
" Nggak usah di bahas, Aku tidak mau membebani pikiranmu dengan masalahku, Biar aku sendiri yang akan menyelesaikannya." Ujar Sifa.
" Ah kamu itu seperti sama siapa aja, Aku sahabatmu Sif jadi jika kamu butuh teman curhat aku siap menjadi pendengar setianya." Sahut Nesha.
" Aku bisa mengatasinya, Kamu tahu kan kalau aku nggak selembut dirimu yang hanya bisa sabar, Menangis dan selalu mementingkan perasaan orang lain, Kalau aku orangnya egois, Masa bodo' sama perasaan orang lain, Aku akan memberi pelajaran kepadanya." Ujar Sifa.
" Baiklah terserah kamu saja... Yang penting harus di selesaikan dengan baik baik ya... Siapa tahu juga kamu hanya salah paham." Ucap Nesha.
" Siap.... Saat ini aku hanya mau tahu sampai mana Mas Jordan mencintai dan mau mempertahankan aku Nes, Aku ingin tahu seberapa berartinya diriku dalam hidupnya." Sahut Sifa.
Drt....Drt..
__ADS_1
Ponsel Sifa berdering tanda panggilan masuk, Ia melihat ID pemanggil yang tak lain adalah suaminya. Sifa segera mematikan ponselnya.
" Kok di matiin? Ntar Kak Jordan nggak bisa hubungin kamu lagi Sif." Ucap Nesha melihat Sifa menonaktifkan ponselnya.
" Biarin aja." Sahut Sifa.
Mereka berdua melanjutkan obrolan tanpa membahas masalah Jordan dan Sifa lagi.
Sedangkan di kantor, Jordan nampak uring uringan, Ingin rasanya Ia mencari istrinya namun saat ini Ia sedang ada rapat bulanan. Ia mengikuti rapat dengan pikiran yang traveling kemana mana memikirkan Sifa.
...****************...
Malam harinya Jordan baru saja pulang ke rumahnya, Dengan langkah gontai Ia memasuki rumahnya, Jordan segera berjalan menuju kamarnya. Ia menatap Sifa yang sedang duduk bersandar pada ranjang sambil memainkan ponselnya.
" Sayang...." Ucap Jordan menghampiri Sifa. Ia duduk di tepi ranjang.
" Sayang.." Ucap Jordan menyenggol lengan Sifa.
" Hmm." Gumam Sifa.
" Kamu salah paham sayang, Aku tidak ada hubungan apa apa dengannya, Dia temanku semasa kuliah di Aust, Dia memang mencintaiku tapi aku hanya menganggapnya sebagai teman saja, Dia tidak tahu kalau aku sudah menikah makanya dia menghampiriku di kantor, Itu juga baru pertama kali ini kok Yank dia kesana, Semua yang terjadi tidak seperti yang kamu pikirkan." Jelas Jordan.
Sifa mengalihkan pandangnya dari ponselnya, Ia menatap ke arah Jordan.
" Memang apa yang aku pikirkan?" Tanya Sifa.
" Eh.... Ya siapa tahu kamu mengira aku punya hubungan dengannya, Apa yang dia katakan tadi kamu anggap kebenaran." Ucap Jordan.
" Mau benar atau tidak aku tidak peduli, Kalau pun kamu mau menikahinya aku juga tidak keberatan, Emang kamu aja yang bisa cari yang lain? Aku juga bisa Mas." Sahut Sifa dengan tenang.
" Apa maksudmu? Apa kamu bermain api di belakangku?" Selidik Jordan.
" Buat apa aku bermain api di belakangmu jika aku bisa melakukannya di depanmu?" Tanya Sifa membuat dada Jordan bergemuruh.
" Berarti kamu punya selingkuhan di belakang aku?" Tanya Jordan dengan tatapan menyelidik.
" Menurutmu?" Tantang Sifa.
Jordan langsung beranjak menuju kamar mandi tiba tiba...
Brakkkk
Jordan menutup pintunya dengan keras membuat Sifa berjingkrak kaget.
" Aku percaya kamu tidak mungkin mengkhianatiku Mas... Aku hanya kesal saja saat kamu diam saja di peluk sama wanita itu, Aku harus membuatmu kesal juga hhhh Sifa Sifa... Kau memang jahat, Bagaimana aku punya selingkuhan jika hatiku sudah kau ambil sepenuhnya Mas? Mau di kasih apa selingkuhanku nanti? Jantung? Entar yang ada aku mati deh.." Kekeh Sifa dalam hati.
Sifa merasa puas bisa membalas rasa kesalnya kepada Jordan. Ia tersenyum senyum sendiri mengingat wajah jelous suaminya. Tak lama pintu kamar mandi pun terbuka, Sifa melirik Jordan yang sedang berjalan menuju ruang ganti, Setelah ganti pakaian Jordan berjalan ke arah ranjang, Ia segera naik ke atas ranjang merebahkan tubuhnya memunggunggi Sifa membuat Sifa terkekeh geli.
TBC...
Yang minta Jordan sama Sifa udah author kasih ya... Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author tambah semangat...
__ADS_1
Jangan lupa juga baca dan dukung karya author yang lainnya ya... Klik profile author, Pilih karya yang mau di baca ya....
Makasih.... Miss U All....