Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Pertemuan


__ADS_3

Farhan segera menelepon Deny.


Tut...Tut... Sambungan terhubung, Tinggal menunggu Deny mengangkatnya.


" Dimana istriku?" Tanya Farhan setelah Deny mengangkat teleponnya.


" Di rumah sakit Kasih Ibu di poli kandungan." Jawab Deny.


" Ok." Sahut Nervan menutup teleponnya.


Farhan segera berlari menuju mobilnya, Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Ia takut Nesha sudah pergi dari sana. Hanya butuh beberapa menit Farhan sampai di rumah sakit yang di tuju. Farhan segera memarkirkan mobilnya. Ia berlari masuk ke dalam mencari tulisan poli kandungan.


Sedangkan Nesha sudah di panggil oleh perawat untuk masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


" Ibu Vanesha Ardiansyah." Ucap Dokter menoleh ke arah Nesha yang duduk di depannya.


" Ah rupanya Mbak ya.... Masih muda sekali, Maaf saya salah panggil." Ralat Dokter yang bertage name Dr. Aulia spOG.


" Tidak apa Dok karna sebentar lagi saya juga jadi ibu bukan?" Ujar Nesha.


" Ah iya anda benar sekali." Sahut Dokter Aulia.


" Tensi normal, Apa ada keluhan?" Tanya Dokter Aulia kepada Nesha setelah membaca rekam medis milik Nesha.


" Keluhannya masih sama Dok, Masih mual walau tidak sesering bulan lalu." Ucap Nesha.


" Itu normal terjadi Mbak, Yang penting mualnya tidak berlebihan." Jelas Dokter Aulia.


" Silahkan berbaring di sana kita lihat dedeknya ya.." Ucap Dokter Aulia.


" Oh ya... Datang sendiri atau di antar suami?" Tanya Dokter Aulia saat Nesha naik ke atas ranjang.


" Maaf saya terlambat." Ucap seseorang tiba tiba. Mereka menoleh ke arah sumber suara.


" Mas Farhan." Gumam Nesha.


" Maaf Dok saya terlambat, Saya harus meeting dulu." Ucap Farhan ngos ngossan.


" Tidak masalah Pak, Silahkan dampingi istrinya, kita lihat dedek bayinya." Ujar Dokter Aulia.


Farhan menghampiri Nesha yang sedang berbaring di atas ranjang, Farhan menggenggam tangannya menyalurkan kerinduan yang terkandung di dalamnya. Dokter Aulia mengusapkan gel di perut Nesha. Ia menggerakkan transduser pada permukaan perut Nesha.


" Lihat Pak Bu, Titik hitam ini merupakan dedek bayinya ya, Usianya empat belas minggu, Sudah sebesar buah lemon, Panjangnya sekitar sembilan centimeter dan berat badannya sekitar empat puluh lima gram, Lihat Pak Bu di kepalanya sudah mulai tumbuh rambut rambut halus, Pasti Ibu sudah mulai merasakan gatal pada perut ya." Jelas Dokter Aulia.


" Iya Dok." Sahut Nesha.


" Selesai" Ucap Dokter kembali ke tempat duduknya. Suster membantu Nesha turun dari ranjang merapikan dressnya. Tiba tiba...


Hap... Farhan memeluk tubuh Nesha.


" Makasih sayang.... Terima kasih sudah menghadirkan calon malaikat kecil kita... Aku bahagia sayang.... Aku sangat bahagia, Maafkan aku yang selama ini mengecewakan dan menyakiti hatimu." Ucap Farhan menciumi pipi Nesha sambil meneteskan air matanya. Farhan berlutut di depan Nesha menempelkan telinganya ke perut Nesha yang mulai membuncit.


" Sayang Maafkan Papi ya... Papi janji akan selalu mendampingi perkembanganmu, Sayang... Sehat sehat di dalam perut Mami, Papi sudah tidak sabar menanti kelahiranmu." Ucap Farhan menciumi perut Nesha membuat Dokter dan suster terharu.


" Mas... Malu sama bu Dokter ih." Ujar Nesha.


" Maaf Dok Sus... Saya terlalu bahagia akan menjadi seorang Papi, Dan saya juga bahagia bisa mendampingi istri saya memeriksakan kandungannya kali ini." Ujar Farhan.


" Tidak masalah Tuan kami biasa melihat hal seperti ini, Selamat Tuan sebentar lagi anda akan menjadi seorang Ayah, Jaga selalu kesehatannya, Banyak minum air putih, Makan makanan yang bergizi dan jangan banyak beraktifitas yang berat berat." Jelas Dokter.


" Baik Dok." Sahut Farhan.


" Perkembangannya bagus, Kita ketemu lagi bulan depan ya Bu, Ini resep untuk menebus vitaminnya" Ujar Dokter Aulia memberikan resep kepada Nesha.

__ADS_1


" Terim kasih Dok, Saya permisi mari..." Ucap Nesha.


" Mari silahkan." Sahut Dokter.


Farhan menggandeng tangan Nesha menuju mobilnya.


" Mas aku bawa mobil sendiri." Ucap Nesha.


" Mulai sekarang kamu tidak boleh menyetir sendiri, Aku akan mengantarmu kemanapun kamu pergi, Aku tidak mau terjadi apa apa sama kamu dan calon anak kita, Biarkan mobilmu di sini, Tinggalkan saja kuncinya nanti biar di ambil Rohan." Ujar Farhan.


" Nggak mau ah... Biar aku bawa sendiri." Sahut Nesha.


" Sayannnngggggg." Tekan Farhan.


" Iya iya... Nih kuncinya sana titipkan ke satpam aku tunggu di sini." Kesal Nesha sambil memasuki mobil Farhan.


Bumm... Nesha menutup kencang pintunya membuat Farhan berjingkrak, Farhan menggelengkan kepalanya menatap Nesha dari sela kaca mobil, Ia segera menitipkan kunci mobil Nesha ke pos satpam yang ada di sana.


Farhan melajukan mobilnya menuju Cafe yang sudah di booking sebelumnya. Nesha tampak keheranan karena Farhan melajukan mobil ke arah yang berlawanan dengan rumahnya.


" Kita mau kemana Mas?" Tanya Nesha.


" Nanti kamu akan tahu sendiri sayang." Jawab Farhan.


Tak lama kemudian Farhan memarkirkan mobilnya di depan Cafe TNK. Ia membukakan pintu mobil untuk Nesha.


" Ayo turun." Farhan mengulurkan tangannya. Nesha menerima uluran tangan Farhan lalu turun dari mobil dengan hati hati. Farhan menggenggam tangan Nesha menuntunnya masuk ke dalam.


Suasana Cafe sepi saat ini, Farhan memasuki Cafe menuju ke meja pesanannya. Sepanjang pintu masuk hingga ke meja, Para pelayan berbaris sambil memegang balon yang masing masing balon bertuliskan.


*Im Sorry


My Wife


I


U


Forever


Dont


Leave


Me


Im really sorry*


Di atas meja sudah ada makan malam romantis yang Farhan sediakan. Ya makan malam karna saat ini waktu menunjukkan pukul tujuh malam. Farhan berlutut di depan Nesha dengan satu kaki sebagai tumpuannya.


" Sayang.... Istriku tercantik, Maminya Nathan, Mami dari anak anakku, Maafkan aku.... Maafkan atas kebodohanku yang selalu mengecewakanmu, Maafkan atas kebodohanku yang selalu mengabaikanmu, Aku selalu berpikir hatimu baik bak malaikat, Aku selalu berpikir apapun kesalahanku kamu akan selalu memaafkanku tanpa meninggalkan aku, Tapi aku salah.... Setiap kesabaran pasti ada batasannya, Maafkan aku yang sudah melebihi batas kesabaranmu, Ku mohon maafkan aku dan kembalilah kepadaku, Kita rajut mimpi mimpi kita dengan membuka lembaran baru, Tetap temani aku, Tetaplah berada di sampingku, Tetaplah iringi langkahku, Tetaplah menjadi penyemangat hidupku, Maukah kamu melakukan semua itu untukku? Maukah kamu kembali kepadaku?" Ungkap Farhan membuat Nesha meneteskan air matanya.


" Vanesha Ardiansyah, Maukah kamu memaafkan aku? Maukah kau kembali padaku?" Tanya Farhan menatap ke arah Nesha yang sedang mengeluarkan air mata haru.


" Terima terima terima." Teriak para karyawan cafe.


Nesha menggenggam tangan Farhan.


" Aku sudah memaafkanmu Mas, Aku akan selalu bersamamu." Jawab Nesha.


" Benarkah?" Tanya Farhan memastikan. Nesha menganggukkan kepalanya.


Farhan segera berdiri memeluk tubuh Nesha.

__ADS_1


" Terima kasih sayang... Terima kasih.... I love U..." Ucap Farhan mencium kening Nesha.


" Love u too." Sahut Nesha.


Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka. Farhan merasa sangat bahagia akhirnya Ia bisa menemukan dan mendapatkan maaf dari istri tercintanya. Semua pelayan cafe membubarkan diri kembali ke pekerjaan masing masing.


" Sekarang ayo makan malam, Kasihan dedeknya nanti kelaparan." Ucap Farhan menuntun Nesha ke kursinya.


Farhan melayani Nesha dengan mengambilkan makanan untuknya, Nesha menatap heran pada makanan yang Farhan berikan, Semuanya menu sehat ibu hamil.


" Makanlah sayang, Mas sudah memesan makanan sehat untuk ibu hamil, A'." Ucap Farhan menyuapi Nesha. Nesha menerima suapan dari Farhan tanpa memutahkannya.


" Apa kamu merasa mual sayang?" Tanya Farhan.


" Tidak Mas." Jawab Nesha sambil mengunyah makanannya.


" Berarti dedek udah nggak marah lagi sama Papi, Makasih ya dek." Ucap Farhan. Nesha membalasnya dengan tersenyum. Dengan telaten Farhan menyuapi Nesha hingga makanannya habis.


" Minum dulu." Ucap Farhan menyodorkan segelas jus kepada Nesha.


" Makasih Mas." Ucap Nesha setelah meminum jusnya.


" Aku akan menebus waktu dua bulan ini dengan memberikanmu perhatian khusus sayang." Ujar Farhan.


" Itu tidak perlu Mas, Entar aku jadi manja." Sahut Nesha.


" Kamu memang istri pengertian dan terbaik di dunia ini sayang, Tapi aku tidak merasa keberatan jika kamu bermanja manja denganku." Ucap Farhan memeluk Nesha.


" Mas nggak makan? " Tanya Nesha.


" Mas udah kenyang lihat kamu makan." Jawab Farhan.


" Ahhh mas mau meledekku kalau makanku banyak kan?" Ucap Nesha.


" Enggak sayang.... Beneran... Saking bahagianya Mas menemukanmu, Sampai Mas nggak merasa lapar." Ujar Farhan.


" Baiklah Mas terserah kamu saja." Sahut Nesha.


" Oh ya sayang, Ayo kita ke rooftoop." Ajak Farhan.


" Mau apa Mas?" Tanya Nesha.


" Mau lihat pemandangan malam aja."Ucap Farhan.


" Ayo." Sahut Nesha.


Farhan menggandeng Nesha menaiki tangga dengan pelan menuju rooftoop, Sampai di atas rooftoop ternyata gelap.


" Kok gelap Mas?" Tanya Nesha merinding.


" Iya.... Kenapa Ya? Biasanya walaupun cuma satu pasti ada lampu yang nyala." Unar Farhan.


" Balik aja yuk Mas." Ajak Nesha.


" Jangan donk." Ujar Farhan.


Farhan menuntun Nesha sampai ke tengah, Ia memeluk Nesha dari belakang.


" Kamu lihat ke sana." Ucap Farhan menunjuk ke arah langit di depannya. Nesha mengikuti arah jari Farhan menunjuk. Tiba tiba....


Jedarrrrrrrrrrrrr


TBC......

__ADS_1


**Hayooo kira kira bunyi apa itu?????


Jangan lupa like koment Vote dan hadiah untuk author ya... Makasih atas suport yang telah kalian berikan... Miss U Alll**


__ADS_2