
" Maaf Mas keputusanku sudah bulat, Aku sudah memikirkan keputusan yang tepat untuk kita berdua ke depannya." Ujar Sifa.
" Lalu apa keputusanmu hmm?" Tanya Jordan lembut.
" Aku sudah berjanji kepada Masya untuk menceraikanmu, Aku sudah menukarmu dengan Nathan.... Tapi Maaf.....
" Tapi maaf apa? Kamu akan tetap menceraikan aku begitu? Kamu ingin meninggalkan aku demi janjimu kepada Masya? Apa itu keputusan yang akan kau bilang kepadaku sayang?" Tanya Jordan memotong ucapan Sifa.
" Aku belum selesai ngomong udah kamu potong, Benar benar nyebelin selalu mengambil kesimpulan sendiri, Terserahlah apa maumu Mas aku tidak peduli." Kesal Sifa. Ia beranjak menuju tempat tidur, Ia duduk bersandar sambil memainkan ponselnya. Jordan segera mengikutinya. Ia ikut berbaring di samping Sifa.
" Sayang...." Ucap Jordan mengambil ponsel di tangan Sifa lalu Ia menggenggam tangan Sifa.
" Sekarang lanjutkan ucapanmu yang tadi sempat ke potong ucapanku." Ucap Jordan.
" Udah lupa mau ngomong apa." Ketus Sifa.
" Tentang bagaimana keputusanmu sayang..." Ucap Jordan.
" oh..." Sahut Sifa.
" Kok Oh doank sih." Ujar Jordan mengerutkan keningnya.
" Terus aku harus bilang wow gitu?" Ucap Sifa.
" Berarti kamu tetap mau menceraikan aku seperti janjimu pada Masya? Kamu akan meninggalkan aku begitu? Kamu tega meninggalkan suamimu hanya kebenaran sepele saja?" Tanya Jordan menatap Sifa.
" Sepele???? Kau kira ini perkara sepele???? Aku merasa di rugikan olehmu Mas.. Kau bilang statusmu perjaka tapi ternyata apa? Kamu bahkan sudah punya anak dengan orang lain.... Apa ini yang dinamakan masalah sepele? Sekarang aku tanya padamu, Jika semua ini kita balik, Aku yang memiliki anak dari pria lain, Aku yang membohongimu, Apa yang akan kau lakukan padaku Mas? Apa? Aku yakin kamu pasti akan meninggalkan aku." Ujar Sifa mulai terpancing emosi.
" Jadi kamu mau meninggalkan aku?" Tanya Jordan.
" Kalau aku milih ninggalin kamu, Ngapain juga aku pulang ke rumah ini... Aku pasti udah pergi jauh darimu Mas, Kamu sudah membuatku mengingkari janjiku pada orang lain." Sahut Sifa.
" Jadi kamu tidak akan menceraikanku? Kamu tidak akan meninggalkanku?" Tanya Jordan dengan mata berbinar.
" Iya.... Aku menganggapnya itu semua hanya masa lalumu saja Mas, Aku sudah terlanjur menerimamu jadi seperti apa pun masa lalumu aku harus menerimanya bukan? Masa lalu biarlah berlalu tidak perlu di ungkit di masa depan, Makanya bantu aku menjelaskan semua kepada Masya, Aku juga mau minta maaf padanya karena telah mengingkari janjiku." Sahut Sifa.
" Tenang saja Masya sudah aku urus, Dia berani mengganggu ketenanganku maka dia harus menerima konsekuensinya, Kamu tidak perlu minta maaf padanya." Ujar Jordan.
" Maksudmu sudah mengurus Masya apa Mas?" Tanya Sifa.
" Aku sudah menyuruh anak buahku untuk mengurusnya, Jadi kamu tidak perlu menepati janjimu padanya... Jangan pernah tinggalkan aku sayang." Ucap Jordan memeluk Sifa.
" Terima kasih karna kamu masih mau bertahan bersamaku." Ucap Jordan.
" Tapi bukan berarti aku sudah memaafkanmu." Ujar Sifa.
" Maksudmu?" Tanya Jordan.
" Aku tidak akan memaafkanmu karena kamu telah membohongiku selama ini Mas, Kamu tidak jujur padaku, Kamu menyembunyikan kebenaran ini dariku, Aku merasa kamu tidak benar benar mencintaiku karena aku tidak berarti apa apa bagimu." Ucap Sifa.
" Bukan seperti itu sayang.... Kan sudah aku katakan sebelumnya." Sahut Jordan.
__ADS_1
" Oh sungguh malangnya diriku...... Sudah mendapat yang tua.... Bekas lagi.... Astaga Makkk ternyata doaku tidak manjur, Aku berdoa agar mendapatkan berondong manis tapi yang ku dapatkan hanya bekas orang." Ujar Sifa tersenyum kecut.
" Sayang.... Kamu menyesal mendapatkan pria sepertiku?" Tanya Jordan.
" Sangat.... Tapi apa boleh buat jodoh sudah di atur oleh yang Maha Kuasa, Aku hanya bisa menerima dan menjalani dengan ikhlas saja, Mulai sekarang jaga jarak denganku sampai waktu yang tidak di tentukan, Kalau kamu tidak kuat maka cari saja yang lainnya." Ujar Sifa.
" Nggak mau.... Aku hanya mau dirimu saja, Aku hanya mencintaimu sayang." Sahut Jordan.
" Tidak perlu merayu atau mengeluarkan gombalanmu lagi, Aku sudah tidak mempercayainya, Mulai besok sebagai hukumannya kamu harus menggantikan aku melakukan pekerjaan rumah dan tidak ada jatah malam untuk dirimu." Ucap Sifa.
" Sayang jangan begitu, Aku mau menggantikanmu mengerjakan pekerjaan rumah tapi kalau jatah malam aku harus dapat donk, Apa kamu tega kalau aku harus puasa lama? Nggak akan kuat Yank..." Ujar Jordan.
" Aku tahu... Kalau kamu kuat menahan nafsu kamu tidak akan memiliki anak dari wanita lain." Sahut Khanna.
" Sayang maafkan aku, Aku menyesalinya..." Ucap Jordan.
" Kamu memang harus menyesalinya Mas, Dan jangan pernah kamu ulangi lagi di masa depan atau aku akan benar benar pergi meninggalkanmu, Aku tidak akan peduli apa yang akan terjadi padamu kedepannya jika kamu benar benar mengulanginya lagi." Ujar Sifa.
" Baiklah aku janji tidak akan mengulangi kesalahan masa lalu di masa mendatang nanti." Sahut Jordan.
" Sekarang katakan dengan siapa lagi kamu memiliki anak di luar sana? Jangan sampai nanti tiba tiba ada wanita datang membawa anak kecil dan mengaku sebagai simpananmu." Sinis Sifa.
" Tidak sayang.... Tidak ada lagi, setelah itu aku sudah tobat." Sahut Jordan.
" Dengan Claudia?" Tanya Sifa.
" Aku tidak ada hubungan apa apa dengannya." Sahut Jordan.
Jordan menghela nafasnya, Ia ikut berbaring di samping Sifa tanpa selimut. Ia akan menerima hukuman dari Sifa karena perbuatannya sendiri. Keduanya terlelap masuk ke dalam alam mimpi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari Nesha sudah berkutat di dapur untuk membuat sarapan. Gerakannya sedikit terganggu karena perutnya yang mulai membuncit. Hari ini Ia memasak sayur asam, Sambal terasi sama tahu goreng dan ikan asin, Entah mengapa hari ini Nesha menginginkan menu itu. Setelah selesai Nesha segera menatanya di meja.
" Sayang kenapa kamu masak sendiri? Harusnya biarin Mas yang memasak sayang." Ucap Farhan menghampirinya lalu mencium kening Nesha.
" Nggak pa pa Mas, Aku lagi pengin menu ini saja." Sahut Nesha mencium pipi Farhan.
" Mas belum bersiap? Mau makan atau mandi dulu?" Tanya Nesha menatap Farhan.
" Apa tidak pa pa kamu Mas tinggal kerja? Mas di rumah aja ya." Ujar Farhan.
" Janganlah Mas nanti citra kamu jadi buruk di mata para pegawaimu." Ucap Nesha.
" Mereka justru akan kagum padaku sayang karena bisa menjadi suami siaga." Sahut Farhan.
" Bosnya bisa cuti selama istrinya hamil, Terus apa kabar jika istri para karyawannya yang hamil? Apa mereka boleh cuti juga?" Tanya Nesha.
" Ya nggak bisa donk Yank."Jawab Farhan.
" Itu berarti kamu nggak bersikap adil Mas, Kamu egois karena mementingkan diri sendiri." Ujar Nesha.
__ADS_1
" Iya baiklah tuan putri saya akan berangkat kerja hari ini... Puas????" Ujar Farhan.
" Puas banget... Ayo aku bantu bersiap Mas." Ajak Nesha menggandeng lengan Farhan menuju kamar mereka.
Nesha menyiapkan baju ganti untuk Farhan setelah Farhan selesai mandi, Nesha membantu Farhan memakaikan kemeja dan jasnya, Tidak lupa Nesha juga memasangkan dasinya.
" Selesai Mas." Ujar Nesha.
" Makasih sayang." Ucap Farhan.
Farhan menangkup wajah Nesha menggunakan kedua tangannya, Ia memiringkan wajahnya mencium bibir Nesha. Farhan mencecap bahkan ******* lembut bibir istrinya. Ia mengekspos setiap deretan gigi Nesha yang membuat candu dirinya. Setelah keduanya kehabisan nafas, Farhan melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Nesha menghapus sisa salivanya.
" Terima kasih." Ucap Farhan mencium kening Nesha.
Farhan berlutut di depan Nesha, Ia memeluk Nesha dan menempelkan telingan ke perut buncit Nesha. Tiba tiba...
Dugh...
" Eh... Dia nendang Yank." Pekik Farhan.
" Iya Mas... Dedek tahu kalau Papinya ada di dekatnya." Sahut Nesha.
" Pagi kesayangan Papi... Lagi apa nih di dalam? Lagi mandi ya... Atau lagi main nih..." Ujar Farhan mengelus perut Nesha.
" Papi mau berangkat kerja dulu yah untuk masa depan Dedek dan Bang Nathan, Besok kalau dedek udah besar sayangi Bang Nathan ya... Karena biar bagaimanapun Bang Nathan adalah Abangmu... Muahhh Sehat sehat di dalam sayang....Papi selalu setia menanti kelahiranmu." Ucap Farhan menciumi perut Nesha.
" Ayo Yank kita sarapan dulu." Ajak Farhan merangkul Nesha.
" Oh ya apa Nathan nggak sekolah Yank? Kok tumben nggak di bangunin." Tanya Farhan.
" Sekolahnya Daring Mas, Katanya virus covidnya mulai menyebar lagi, Makanya sekolahnya Daring dulu, Mas juga selalu jaga kesehatan dan mematuhi prokes ya Mas biar kita semua aman dari virus mematikan itu." Ucap Nesha.
" Iya sayang.... Apa ada vaksin covid untuk ibu hamil?" Tanya Farhan.
" Ada Mas... Tapi nunggu kehamilannya kuat dulu, Kalau aku sih di sarankan saat umur enam bulanan Mas." Jelas Nesha.
" Apa jenis vaksin yang aman buat ibu hamil?" Farhan bertanya lagi.
" Ada beberapa sih Mas, Aku mau pilih yang pf*z*r aja lah Mas." Sahut Nesha.
" Baiklah yang penting setelah vaksin selalu jaga kondisi tubuh ya biar makin kuat anti bodinya." Ujar Farhan.
" Siap Mas..." Sahut Nesha.
Mereka berjalan menuju meja makan, Nesha melayani Farhan dengan baik. Farhan selalu mengucapkan syukur kepada Allah karena telah di berikan pendamping hidup sebaik Nesha. Semoga mereka selalu berbahagia.
TBC.....
*Siapa nih yang udah vaksin ke tiga? Kalau author nunggu seminggu lagi....
Tetap jaga kesehatan dan mematuhi prokes jika bepergian ya... Semoga kita selalu di lindungi dari yang namanya semua virus virus mematikan... Amien*
__ADS_1