
Setelah melalui perdebatan panjang, Akhirnya keluarga Farhan mau menuruti kemauan Gama untuk melamar Kavia. Tidak semua keluarga karna si kembar tidak ikut, hanya mereka berempat. Saat ini mereka sedang dalam perjalanan ke rumah Kavia.
" Kamu harus ingat Gama, kalau suatu saat nanti kamu kecewa dengan sikap Kavia jangan pernah menyesalinya." Ucap Mami Nesha.
" Gama yakin kalau Kavia wanita yang baik Mi, jangan khawatirkan soal itu." Sahut Gama.
" Terserah kamu saja Gam, Mami akan lihat sejauh mana kau mengenal Kavia karna Mami tidak yakin akan hal yang kamu ucapkan itu." Ujar Mami Nesha.
" Sudahlah sayang, Gama sudah dewasa dia mampu membedakan mana yang baik dan yang buruk untuk keluarga kita, jangan bebani pikiranmu dengan masalah ini ya, kita doakan yang terbaik untuk Gama." Ucap Papi Farhan menggenggam tangan Mami Nesha.
Entah mengapa Mami Nesha merasa jika Kavia akan membawa pengaruh buruk untuk keluarganya. Ia tidak mau suatu hari nanti hubungan Gama dan Nathan akan terpecah hanya karna perempuan saja, Mami Nesha tahu jika Kavia suka dengan Nathan dan bukan Gama.
Sedangkan Gama sendiri, Ia sangat keras kepala padahal Papi dan Maminya sudah memberinya pengertian. Bahkan Nathan sampai turun tangan tapi hasilnya tetap nihil. Gama kukuh pada keputusannya. Ia tetap ingin menikahi Kavia.
Setengah jam mereka menempuh perjalan, akhirnya mereka sampaidi rumah Kavia, rumah sederhana yang terlihat paling bagus di antara deretan rumah lainnya. Mereka semua turun dari mobil lalu mendatangi pintu rumah Kavia.
Tok tok tok
Gama mengetuk pintu, Ya Gama sendiri karna Papi dan Abangnya enggan melakukannya. Setelah Gama mengetuk pintu t4ak lama pintu terbuka dari dalam.
Ceklek.....
" Selamat malam Tante." Sapa Gama kepada Mamanya Kavia. Nyonya Rubi namanya.
" Ya selamat malam, cari siapa ya?" Tanya Nyonya Rubi.
" Saya membawa keluarga saya untuk bertemu dengan kalian semua Tan." Ucap Gama menunjuk ke belakang. Nyonya Rubi menatap orang orang yang berdiri di belakang Gama yang baru Ia sadari.
" Tuan Nathan." Ucap Nyonya Rubi.
" Malam Tante." Sapa Nathan.
" Silahkan masuk, silahkan masuk." Ucap Tante Rubi mempersilahkan semuanya masuk ke dalam.
" Ini ada maksud apa ya kalian semua datang kemari?" Tanya Nyonya Rubi setelah mereka semua duduk di sofa.
" Ehm.." Farhan berdehem.
" Maaf sebelumnya apa suami anda ada di rumah? Dan dimana Kavia? Kami juga ada perlu dengan mereka." Ujar Farhan.
" Ah iya maaf, saya panggilkan suami saya dan Kavia dulu." Ujar Nyonya Rubi.
__ADS_1
Tak lama Nyonya Rubi pergi Ia kembali bersama Kavia dan suaminya berjalan menghampiri tamunya.
" Malam Tuan, kenalkan saya Robi ayahnya Kavia." Sapa Tuan Robi menyalami semua tamunya.
" Saya Farhan Papinya Gama dan Nathan." Sahut Papi Farhan.
" Begini Tuan Robi, kedatangan kami ke sini untuk melamar Kavia untuk putra saya....
" Saya setuju Tuan, memang Kavia dan Nathan sudah dekat sejak lama." Ucap Tuan Robi memotong ucapan Papi Farhan. Mereka saling pandang.
" Maaf Tuan Robi sepertinya anda salah paham di sini, kami ingin melamar Kavia untuk putra kedua kami yang bernama Gama." Ucap Papi Farhan menunjuk Gama.
" Ah tidak masalah Tuan, dengan siapa Kavia menikah saya tetap akan merestuinya, apalagi lamaran itu berasal dari keluarga anda." Sahut Tuan Robi.
" Tidak Ayah, aku tidak mau." Ucap Kavia membuat semua orang menatap ke arahnya.
" Apa maksudmu Kavia?" Tanya Tuan Robi menatap Kavia.
" Aku menginginkan Nathan menjadi suamiku bukan Gama ayah." Ucap Kavia.
Papi Farhan dan Mami Nesha menatap ke arah Nathan begitupun dengan Gama. Nathan melotot ke arah Kavia mencoba memperingatkan Kavi, tapi sepertinya Kavia mengindahkan ancamannya.
" Maaf Om Robi sepertinya Kavia salah paham dengan saya di sini, mungkin keinginan Kavia memang seperti itu, dia ingin saya menikahinya tapi saya tidak menginginkannya, kami memang dekat tapi saya menganggapnya hanya sebagai teman saja, saya tidak punya perasaan apa apa dengannya Om Robi." Ucap Nathan.
" Jangan terlalu percaya diri Nona Kavia, aku bersikap baik denganmu bukan berarti aku mencintaimu, aku hanya merasa iba denganmu dengan menjadikanmu sebagai temanku, sebenarnya temanku banyak tanpa kau menjadi temanku itu bukan masalah bagiku, dan perlu kamu ketahui jika sebenarnya aku hanya ungin berteman dengan orang dari kalangan yang setara denganku." Jelas Nathan.
Kejam memang, selama ini Nathan telah melambungkan Kavia tapi malam ini dia menghempaskannya ke dasar lautan membuat harga diri Kavia terluka.
" Aku akan membalas penghinaanmu Nathan, Kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk mendapatkanmu, baiklah aku akan menuruti keinginanmu, aku akan menikahi adikmu tapi kamu yang akan menjadi milikku." Batin Kavia mengepalkan tangannya.
" Jika memang itu benar, katakan padaku gadis mana yang kau cintai Tuan Vernathan." Titah Kavia.
Nathan diam. Semuanya menatap ke arah Nathan menunggu jawaban yang keluar dari mulut Nathan.
" Katakan saja Bang biar Kavia yakin, Setelah ini kami akan melamarnya untukmu." Ucap Mami Nesha.
" Maaf bukan aku merendahkanmu, tapi perlu kau ingat jika aku mencari istri maka dia harus sederajat denganku, aku mencintai Valentina Adriana, sekretarisku." Ucap Nathan tersenyum manis karna teringat Valen.
" Abang memang pintar memilih." Sindir Mami Nesha.
" Baiklah semuanya sudah jelas Kavia, jadi Tuan Robi apakah lamaran kami di terima atau di tolak? Tidak masalah jika lamaran kami di tolak kami akan pulang dengan tangan kosong, yang jelas jangan paksa Kavia untuk menerima semua ini." Ucap Papi Farhan.
__ADS_1
" Kami terima Tuan Farhan, kami ucapkan terima kasih karna anda telah sudi melamar anak kami yang bukan siapa siapa ini untuk menjadi menantu di keluarga anda Tuan." Ucap Nyonya Rubi.
" Tidak masalah Nyonya Rubi ini sudah menjadi keputusan kami, saya berharap semoga Kavia bisa menjadi istri yang baik untuk putra kami." Sahut Mami Nesha mendahului Papi Farhan.
" Ya sudah sekarang pasangkan cincinnya ke jari Kavia Dek." Ucap Nathan.
" Sebelumnya maafkan kami Tuan Robi, kami hanya melamar Kavia dengan acara sederhana seperti ini, untuk pertunangan kami belum memikirkannya karna dalam keluarga kami yang harus melangkah lebih dulu adalah anak pertama." Jelas Tuan Farhan.
" Tidak masalah Tuan yang penting Kavia sudah di ikat dan tinggal menentukan tanggal pernikahannya." Sahut Tuan Robi.
" Seperti yang saya katakan tadi, mereka akan menikah setelah putra pertama kami Nathan menikah lebih dulu." Ucap Papi Farhan.
" Kami tunggu undangan darimu Tuan Nathan." Ujar Nyonya Rubi.
"Terima kasih." Sahut Nathan.
Acara tukar cincin sudah selesai. Kavia memasang wajah kesal sangat berbeda sekali dengan wajah Gama yang terlihat begitu bahagia.
" Tuan Farhan boleh saya meminta sesuatu?" Tanya Tuan Robi.
" Katakan apa itu Tuan?" Ujar Papi Farhan.
" Saya menginginkan mas kawin sebesar lima ratus juta Tuan." Ucap Tuan Robi tanpa malu.
" Apa? Lima ratus juta?" Pekik Mami Nesha.
" Iya Nyonya Farhan, apa kalian keberatan?" Tanya Tuan Robi.
" Tidak Om, saya akan memberikannya saat pernikahan kami." Sahut Gama.
Semua menatap ke arah Gama. Mami Nesha sangat kecewa dengan Gama. Sepertinya Gama sudah di butakan oleh cintanya.
" Terima kasih Gama." Ucap Tuan Robi.
Setelah itu keluarga Farhan pamit pulang. Kavia masuk ke dalam kamarnya. Ia berbaring di atas ranjang sambil memikirkan rencana apa yang akan Ia jalankan untuk mendapatkan Nathan sang pujaan hatinya.
Hayooo rencana apa yang sedang di rencanakan Kavia????
TBC....
Jangan lupa like dan koment di setiap babnya ya...
__ADS_1
Terima kasih buat para readers yang sudah mensuport author....
Miss U All....