Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
Lembaran Baru


__ADS_3

Hari ini Nesha sudah kembali ke rumah Farhan. Setelah memasak, Nesha kembali ke kamar, Ia memutuskan untuk mandi dulu sebelum membangunkan suami dan putranya. Selesai Mandi Ia menyiapkan baju ganti untuk Farhan, lalu membangunkannya.


" Mas.. bangun." Ucap Nesha mengguncang pelan tubuh Farhan. Farhan menggeliat, Ia menarik tangan Nesha hingga membuat Nesha jatuh ke dalam pelukannya.


" Mas... bangun buruan, terus mandi." Ucap Nesha.


" Sebentar lagi." Sahut Farhan menatap wajah Istri di depannya. Ia memajukan wajahnya dan...


Cup..


Farhan mencium bibir Nesha dengan lembut, sadar tidak ada penolakan dari Nesha, Farhan mulai mencecap bibir Nesha, Nesha memejamkan matanya, Farhan menggigit pelan bibir bawah Nesha membuat Nesha membuka mulutnya, Farhan menyusupkan lidahnya dan bermain main di sana, Ia ******* lembut bibir Nesha. Bibir manis yang selama ini Ia rindukan.


Dor.. dor.. dor...


" Mami...Papi...." Teriak Nathan menggedor pintunya. Farhan melepas pagutannya, Ia mengusap lembut bibir Nesha dengan jempolnya.


" ck..mengganggu saja." Gerutu Farhan.


" Jangan gitu donk mas, sama anak sendiri masa' kaya' gitu." Ujar Nesha beranjak dari kasur, Ia merapikan penampilannya. Farhan yang masih berbaring memeluk Perut Nesha.


" Mas lepaskan! Kasihan Nathan udah nunggu di bukakan pintu." Ucap Nesha.


" Dia akan selalu mendominasimu sayang, sampai membuat kamu melupakan aku Yank." Cebik Farhan.


" Aku akan membagi waktu untuk kalian berdua supaya kalian bisa bergantian bersamaku, sekarang lepas Mas, aku harus membuka pintu sebelum Nathan nangis." Ujar Nesha.


" Baiklah sayang aku akan melepaskanmu tapi janji ya kalau siang kamu bersama Nathan, kalau malam kamu bersamaku." Ujar Farhan.


" Iya Mas aku janji." Sahut Nesha.


" Baiklah persiapkan dirimu nanti malam untuk membuat adik untuk Nathan." Ucap Farhan berdiri mencium kening Nesha, lalu Ia berjalan menuju kamar mandi. Nesha hanya geleng geleng saja menatap sikap Farhan. Nesha dapat menilai kalau yang Farhan tunjukkan saat ini adalah kebenaran.


" Mami...." Teriak Nathan. Nesha segera membuka pintunya. Nesha menatap Nathan yang sedang berdiri di depan pintu sambil mengucek matanya.


" Mami... kenapa lama cekali? Athan capek beldili dicini." Rengek Nathan.


" Maaf sayang, tadi Mami membangunkan Papi dulu, Nathan mau mandi ya? Kalau begitu ayo kita mandi." Sahut Nesha menggendong Nathan kembali ke kamarnya. Ia segera memandikan Nathan lalu mendandaninya dengan rapi.


" Sekarang dah selesai, dah wangi juga anak Mami tersayang yang paling tampan tiada duanya." Ucap Nesha mencium pipi Nathan.


" Sekarang kita ke kamar Papi, kita bantu Papi bersiap ya." Ujar Nesha menggendong Nathan menuju kamarnya, Ia mendudukkan Nathan di atas ranjang.

__ADS_1


Farhan keluar dari ruang ganti, tangannya menenteng dasi yang Ia berikan kepada Nesha.


" Pakein donk Yank." Ucap Farhan.


" Biasanya pakai sendiri." Ujar Nesha.


" Sekarang kan beda, udah Yank di rumah buat apa." Sahut Farhan.


" Buat nemenin bobok aja." Sahut Nesha asal sambil memasangkan dasi di leher Farhan, sedang Farhan asik memandangi wajah cantik istri kecilnya ini.


" Boboknya nanti malam saja, sekarang Mas lagi mau kerja." Ujar Farhan.


" Selesai." Ucap Nesha menepuk pelan dada Farhan.


Farhan menarik pinggang Nesha membuat tidak ada jarak antara keduanya. Nesha sedikit mendongak menatap Farhan.


Cup...


Farhan mencium kening Nesha membuat empunya tersipu malu.


" Papi janan tium Mami Athan." Cebik Nathan.


Farhan dan Nesha menoleh kearah Nathan, keduanya saling pandang lalu tersenyum bersama. Farhan mendekati Nathan dan mencium kedua pipi gembul putranya.


" Mau jalan jalan cama Mami." Sahut Nathan. Farhan melirik Nesha meminta penjelasan darinya.


" Nathan meminta ganti waktu kepadaku Mas, karna sebulan ini dia tidak bertemu denganku, jadi dia meminta aku untuk mengajaknya jalan jalan Mas." Jelas Nesha.


" Kenapa tidak bilang padaku? Aku bisa menemani kalian kemanapun kalian mau,aku tidak mau ya kejadian dulu terulang lagi." Gerutu Farhan.


" Rencananya aku mau ijin sama kamu nanti setelah sarapan, e gak tahunya kamu nanya dulu ke Nathan." Nesha mengrucutkan bibirnya.


" Jangan manyun gitu ntar aku khilaf Yank." Ucap Farhan terkekeh.


" Apa sih mas, ayo sarapan." Farhan menggendong Nathan turun ke bawah.


Sesampainya di meja makan, Nesha segera mengambilkan nasi dan lauk untuk Farhan, Setelahnya Ia menyuapi Nathan terlebih dahulu.


" A.. ayo makan yang banyak, biar nggak lapar nanti saat main." Ucap Nesha menyuapkan sendok demi sendok makanan ke mulut mungil Nathan.


" A.. Mami juga makan donk, biar bareng kenyangnya." Ujar Farhan menyodorkan sesendok makanan ke mulut Nesha. Nesha menatapnya, Farhan hanya menganggukkan kepala. Nesha menerima suapan dari suaminya. Ia mengunyah makanannya dengan perasaan bahagia.

__ADS_1


" Mau jalan kemana?" Tanya Farhan sambil meneruskan makannya dan bergantian menyuapi Nesha.


" Ketaman aja lah yang deket Mas, Weekend kita ke Mall sama kamu ya Mas." Sahut Nesha.


" Ok Mas akan atur waktunya... Selamat bersenang senang untuk saat ini Mas tidak akan mengganggu waktu kalian, jangan siang siang pulangnya, dan jangan nakal ya di sana, inget di rumah sudah ada suami tertampan dan terbaik di dunia." Pesan Farhan mengerlingkan sebelah matanya.


" PD banget jadi orang Pak.." Canda Nesha.


" Eh.. aku belum bapak bapak ya... aku masih muda, masih pantes di panggil Mas sama kamu kok." Ujar Farhan.


" Nolak tua, emang udah bapak bapak kok, buktinya udah punya anak juga." Cebik Nesha.


" Berarti kamu udah ibu ibu donk." Balas Farhan


" Ya belum lah orang aku belum punya A....." Nesha menghentikan ucapannya, Ia sadar kalau Ia kelepasan bicara.


" Aku berangkat dulu." Ucap Farhan bangkit dari duduknya, Ia berjalan meninggalkan ruang makan dan segera mengambil tasnya, lalu Farhan berjalan keluar rumah.


" Mas.. Mas tunggu." Teriak Nesha menggendong Nathan untuk mengejar Farhan. Farhan tak menggubrisnya, Ia terus berjalan menuju mobilnya.


" Mas... tunggu.." Teriak Nesha. Farhan menghentikan langkahnya, Ia berbalik menghadap Nesha.


" Mas... Nggak baik pergi dalam keadaan marah... Maafkan aku, bukan maksudku menyinggung perasaanmu, maaf... Aku sadar kalau statusku sekarang memang ibu ibu, karna aku sudah punya putra tampan seperti Nathan, Maaf ya Mas." Ucap Nesha menunduk menanti jawaban Farhan.


Farhan menghela nafasnya, entah mengapa hatinya terusik saat Nesha mengatakan kalau dia belum punya anak. Padahal sudah ada Nathan di antara mereka, Yah walaupun Nathan tidak terlahir dari rahim Nesha, tapi bagi Farhan, Neshalah ibu kandungnya. Farhan menangkup wajah Nesha, untuk menatap kearahnya.


" Aku yang meminta maaf padamu, entah mengapa aku tidak suka kamu berbicara seperti itu, jangan di ulangi lagi, Nathan putramu, putra Kita berdua, bahkan di dalam Akta kelahirannya tertulis namamu sebagai ibu kandungnya." Ujar Farhan membuat Nesha terkejut dengan mata membulat.


" Iya... Dia putramu, maafkan aku." Ucap Farhan memeluk keduanya. Ia merasa damai dan bahagia bisa memiliki istri sebaik Nesha.


" Makasih Mas kamu sudah memberikan hadiah terindah untukku." Ucap Nesha terharu.


" Apapun untukmu sayang, aku pergi dulu." Ucap Farhan mencium Nesha dan Nathan bargantian. Nesha menyalami Farhan dengan takzim.


" Hati hati." Ujar Nesha.


" Assalamu'alaikum." Ucap Farhan.


" Wa'alaikum salam." Sahut Nesha.


" Da.. papi..." Nathan melambaikan tanganya

__ADS_1


" Da sayang..." Sahut Farhan segera masuk mobil, lalu Ia menjalankan mobilnya menuju kantornya.


TBC...


__ADS_2