Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
93. Ke Rumah Korban


__ADS_3

" Kenapa tidak bisa kita lakukan Mas? Memang apa yang mereka minta?" Tanya Valen menatap Nathan.


" Mereka meminta calon anak kita sebagai gantinya."


Jeduarrrrrr


Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Valen tiba tiba kaku.


" Ba.... Bagaimana bisa mereka meminta calon anak kita Mas? Bagaimana mereka tahu kalau sebentar lagi kita akan punya anak Mas? Apa kamu memberitahu kalau aku sedang hamil Mas?" Tanya Valen.


" Saat aku menawarkan perdamaian dengan mereka, aku mengatakan kalau kamu sedang hamil tua Yank, aku berpikir mereka akan terketuk hatinya untuk berdamai denganku tapi aku salah, mereka justru mengajukan syarat itu." Lirih Nathan.


" Apa kamu menyetujuinya tanpa sepengetahuan aku, sama seperti saat kamu hendak menikahi Meli?" Selidik Valen menatap Nathan.


" Kenapa kamu berpikir seperti itu sayang? Aku salah waktu itu tapi kali ini aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi sayang, aku lebih baik di penjara daripada harus kehilanganmu dan anak kita." Sahut Nathan.


" Kenapa mereka mempersulitmu Mas? Apa mereka tidak tergiur dengan tawaranmu? Lalu bagaimana jika kamu sampai masuk penjara?" Tanya Valen.


" Mereka bilang walaupun semua harta kita, kita berikan kepada mereka, mereka tidak akan mau Yank, karena mereka berpikir kalau anak mereka tidak bisa di tukar dengan apapun." Ucap Nathan.


" Aku tahu hal itu Mas, tapi jika kamu sengaja melenyapkannya, kalau ini namanya musibah Mas, jodoh dan maut itu sudah takdir Tuhan, harusnya mereka mengikhlaskannya kan." Ujar Valen.


" Aku menabrak anak yang masih abg sayang, kedua orang tuanya hanya memiliki dirinya, dulu mereka sudah menikah hampir sepuluh tahun namun belum di beri keturunan, sekarang setelah mereka mendapatkan yang mereka inginkan Mas justru membuat mereka kehilangan anak yang selalu mereka impikan, maka dari itu mereka meminta anak kita sebagai gantinya kalau aku tidak mau di penjara." Sambung Nathan.


" Aku tidak akan memberikan anakku kepada siapapun Mas, termasuk kepada mereka." Ucap Valen.


" Kalau begitu biarkan aku yang di penjara, soal perusahaan akan aku handle dengan Papa Alex supaya kita tidak kehilangan semuanya." Sahut Nathan.


Valen menatap ke arah Nathan.


" Aku juga tidak akan membiarkan itu terjadi Mas, aku tidak akan membiarkan kamu masuk penjara, besok aku akan menemui keluarga korban untuk melakukan negosiasi." Ucap Valen.


" Tidak perlu sayang, biarkan aku bertanggung jawab atas apa yang telah aku lakukan, aku tidak mau di cap sebagai orang yang tidak bertanggung jawab dan hanya menilai segala sesuatunya dengan uang." Sahut Nathan.


" Entahlah Mas aku pusing, sekarang kamu mandilah lalu kita tidur, kita akan pikirkan masalah ini besok saja, kita akan membicarakan semua ini dengan Papa, Papi dan Mami, kita butuh pendapat mereka di sini." Ujar Valen.


" Kau benar sayang." Sahut Nathan.

__ADS_1


" Yakinlah Mas semua pasti akan baik baik saja, kuatlah demi anak kita, kita tidak akan pernah terpisahkan." Sambung Valen menangkup wajah Nathan.


" Terima kasih sayang, terima kasih kamu selalu menjadi pendukungku." Ucap Nathan memeluk Valen.


" Sudah menjadi kewajibanku Mas untuk selalu mensupportmu." Sahut Valen.


" Sekarang mandilah Mas aku akan siapkan gantinya, oh ya apa kamu sudah makan? Kalau belum aku akan siapkan makanan untukmu." Ujar Valen.


" Tidak perlu sayang, aku tidak nafsu makan, aku mau langsung tidur aja sambil di peluk sama kamu." Sahut Nathan.


" Baiklah Mas sesuai permintaanmu." Sahut Valen.


Nathan masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Valen turun dari ranjang menuju ruang ganti untuk menyiapkan baju ganti suaminya. Selesai mandi Nathan segera memakai bajunya.


" Sini Mas kita tidur." Ujar Valen menepuk kasur kosong di sisinya.


" Baik sayang, memang ini yang aku inginkan." Sahut Nathan naik ke atas ranjang.


Keduanya tidur saling berpelukan mencoba melupakan masalah yang telah menimpa keduanya hari ini. Mereka berharap hari esok akan lebih baik dari hari ini.


Setelah memberitahu kepada kedua orang tua dan mertuanya. Kini Papa Alex, Papi Farhan, Nathan dan Valen berada di rumah orang tua korban.


" Bagaimana Tuan Nathan, apa anda hendak menawarkan perdamaian lagi dengan membawa keluargamu kemari?" Tanya Pak Lukas, ayah dari korban yang tertabrak mobil Nathan.


Pak Lukas ayah dari Ciko. Ia berusia sekitar empat puluh lima tahunan yang bekerja sebagai guru di SMP Negri di kotanya. Dulu Ia menikah muda di saat umurnya dua puluh tahun. Di usia ke tiga puluh tahun Ia mendapat amanah dari Allah yang di titipkan kepadanya. Dialah Ciko remaja empat belas tahun yang tertabrak mobil Nathan semalam. Saat ini jenazahnya masih berada di rumah sakit.


" Jika di perlukan maka saya menginginkan jalan damai Pak Lukas, saya akan bertanggung jawab dan siap memberikan ganti rugi yang anda minta." Sahut Nathan.


" Seperti ucapan saya semalam, jika anda ingin berdamai maka serahkan anak anda kepada kami jika dia sudah lahir nanti." Ucap Pak Lukas.


" Apa jaminan yang akan anda berikan kepada anak saya, jika saya menyerahkannya kepada anda Tuan Lukas, bahkan anda saja tidak bisa mengurus satu putra saja." Sahut Valen.


" Apa maksudmu Nona? Jangan asal bicara." Ucap Pak Lukas.


" Sekarang aku akan menawarkan kepadamu Tuan Lukas, mau berdamai dan menerima santunan dari kami, atau mau ke polisi tapi anda tidak akan mendapatkan apa apa, karena suami saya tidak akan di penjara." Ucap Valen membuat semua orang menatap ke arahnya.


" Bagaimana bisa suami anda tidak akan di penjara setelah menyebabkan anak kami kehilangan nyawanya Nona." Ujar Bu Laras, istri dari Pak Lukas. Wanita berusia empat puluh tahun. Keduanya sama sama menikah di usia yang terbilang sangat muda kala itu.

__ADS_1


" Maaf bukannya saya mau lepas tanggung jawab ataupun saya ingin bebas hukum, tapi ini bukti jika suami saya tidak bersalah sepenuhnya Bu, anak ibu mengemudi dalam kondisi di bawah pengaruh minuman beralkohol, sehinga dia mengendarai motor dengan ugal ugalan." Terang Valen.


Ya Valen telah mengantongi bukti jika semua musibah yang menimpa Nathan bukan sepenuhnya salah Nathan. Semalam Valen memaksa Irvan untuk bekerja keras mendapatkan bukti itu. Al hasil Irvan mampu menyelesaikannya dalam waktu semalam. Benar benar bisa di andalkan.


Pak Lukas membuka stopmap yang Valen berikan.


" Bagaimana kamu bisa mendapatkan semua ini Yank?" Tanya Nathan menatap Valen.


" Aku punya kaki tangan yang bisa di andalkan Mas." Sahut Valen.


Papa Alex tersenyum melihat kecerdasan Valen. Ia jadi ingat saat Cia marah marah kepada Irvan semalam karena Irvan melanggar janjinya kepada Cia. Entah apa yang di janjikan Irvan kepadanya. Ya Irvan dan Cia menginap di rumah Papa Alex.


" Apa bukti ini real?" Tanya Pak Lukas.


" Bukti itu real dan bisa di pertanggung jawabkan Pak, jadi sekarang bagaimana keputusan anda Pak?" Tanya Valen.


" Karena anak saya juga bersalah dalam hal ini, maka saya akan menerima tawaran damai dari anda Tuan Nathan, saya juga ingin meminta maaf karena sudah memojokkan anda." Ucap Pak Lukas.


" Alhamdulillah Pak, saya lega mendengarnya." Ucap Nathan.


" Sebagai bentuk permintaan maaf dari kami, kami akan bertanggung jawab atas prosesi terakhir anak anda Pak Lukas, dan sebagai bentuk tanggung jawab dari kami, saya mengangkat anda menjadi asistent pribadi saya untuk menjalankan bisnis saya yang lainnya, kebetulan saya sedang membuka bisnis cafe san restoran di berbagai kota, apakah anda menerimanya?" Tanya Papa Alex.


Pak Lucas menatap sang istri dengan mata berbinar sambil menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Pak saya setuju." Sahut Pak Lukas.


" Maaf Nona Valen, ada satu permintaan dari saya, apakah anda mau mengabulkannya?" Ujar Bu Laras.


" Apa itu Bu?" Tanya Valen.


Mau coba tebak lagi nggak nih???


Jangan lupa like dan koment ya...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2