Menjadi Mommy Anak Bosku

Menjadi Mommy Anak Bosku
39. Keras Kepala


__ADS_3

Setelah tiga hari di rawat di rumah sakit, hari ini Nathan di perbolehkan pulang. Semua anggota keluarga menjemputnya di rumah sakit.


" Yank ikut aku pulang ya." Ucap Nathan menggenggam tangan Valen.


" Aku mau pulang ke rumahku Mas tugasku sudah selesai, jadi biarkan aku pergi." Sahut Valen.


" Sayang aku mohon maaf, aku mohon ampunan darimu soal masalah itu Yank, aku tidak akan mengulanginya lagi, mari kita perbaiki hubungan kita sayang, aku tidak mau pernikahan kita hancur begitu saja." Ujar Nathan.


" Kalau kamu tidak mau pernikahan kita hancur, kenapa kamu mengambil keputusan itu Mas? Kau sendiri yang menghancurkan pernikahan ini Mas, apa kau pikir setelah kau melakukan kesalahan yang begitu besar aku akan memaafkanmu begitu saja?" Tanya Valen dengan nada tinggi Ia tidak peduli ada kedua merta beserta adik adiknya di sana.


" Tidak.... Pukul aku, tampar aku atau jika perlu bunuh aku Yank, aku rela mati di tanganmu asalkan kamu mau memaafkan aku." Ucap Nathan.


" Maaf maaf maaf, hanya itu yang keluar dari mulutmu Mas, Kamu hanya mau aku memaafkanmu saja kan? Sekarang begini saja aku akan memaafkanmu setelah aku mendapatkan pengganti dirimu, bagaimana?" Tanya Valen.


" Apa maksudmu?" Selidik Nathan.


" Biarkan aku menikah dengan pria lain, setelah itu aku akan memaafkan semua kesalahanmu, tapi maaf hubungan kita tidak akan bisa kembali seperti dulu lagi." Ujar Valen.


Prankkkk...


" Awh." Pekik Valen kaget saat Nathan menggenggam gelas hingga pecah di tangannya sisanya jatuh berhamburan di lantai.


" Nathan, apa yang kamu lakukan Nak, jangan seperti ini, selesaikan masalah kalian dengan baik baik jangan menyakiti dirimu sendiri seperti ini sayang." Pekik Mami Nesha melihat darah yang mengalir dari tangan Nathan.


" Bahkan luka ini tidak lebih sakit dari sakitnya hatiku karna istriku meninggalkan aku Mi." Ucap Nathan menatap Valen.


Valen menghela nafasnya, setelah menikah sepertinya sikap Nathan yang pendiam, penuh kasih sayang dan penurut hilang musnah entah kemana. Sekarang Nathan berubah menjadi sedikit tempramental.


" Mi Pi, maaf aku pulang dulu." Ucap Valen tanpa mempedulikan Nathan yang sedang terluka.


" Tapi Abang sedang terluka Kak, apa Kakak tega membiarkannya begitu saja? aku rasa Kak Valen tidak sekejam itu." Ujar Cia.


" Jika seseorang bisa melukai dirinya sendiri maka dia juga harus bisa mengobatinya sendiri, kalau tidak bagaimana dia bisa mengobati orang lain yang terluka karenanya jika dia sendiri tidak mampu mengobati lukanya Cia? Aku permisi semuanya." Sahut Valen meninggalkan ruangan Nathan.


" Valen." Panggil Gama hendak mengejar Valen.


" Tidak usah di kejar, biarkan dia pergi Dek." Ucap Nathan menghentikan langkah Gama.


" Tapi Bang....


" Jika dia keras kepala maka aku juga akan lebih keras kepala untuk mendapatkan cinta dan maaf darinya." Ucap Nathan memotong ucapan Gama.


" Kau akan melihat perjuanganku sayang." Gumam Nathan.


" Baiklah Bang, semangat mengejar cinta dan maaf istrimu sendiri." Sahut Gama.


Setelah tangan Nathan di obati dan di perban, Nathan pulang ke rumah bersama keluarganya. Jiwanya memang pulang tapi raganya ikut bersama Valen. Setelah sampai di rumah, Nathan segera masuk ke dalam kamarnya. Ia menaringkan tubuhnya di atas ranjang sambil menatap langit langit kamarnya.


" Aku yang menghancurkan kebahagiaan kita maka aku yang harus membuatnya kembali utuh, tapi aku mohon hilangkan sifat keras kepalamu itu supaya aku bisa meluluhkanmu dan bisa membawamu kembali ke rumah ini sayang." Monolog Nathan.


Drt.... Drt...


Ponsel Nathan berdering tanda panggilan masuk. Ia segera melihat id pemanggil yang ternyata Dika.


" Halo Dik, ada apa? Apa terjadi sesuatu di kantor?" Tanya Nathan setelah mengangkat panggilannya.


" Hei santai Brooo, kantor aman terkendali, gue cuma mau nanya apa Lo jadi pulang hari ini?" Ujar Dika.


" Iya gue udah ada di rumah, kenapa?" Nathan balik bertanya.


" Enggak cuma memastikan aja karna gue lihat Valen sedang bersama cowok di cafe nih." Ujar Dika mengalihkan ke panggilan video.


Nathan menatap Valen yang sedang duduk bercanda dengan seorang pria di sebuah cafe tepat di depan Dika duduk. Nathan mengepalkan tangannya menahan emosinya.


Dika mengalihkan kembali panggilannya ke panggilan suara.


" Oh ya, Valen mengirim surat pengunduran dirinya di meja Lo, nanti gue bawa ke rumah untuk Lo tanda tangani sekalian jenguk Lo." Ujar Dika.


" Pengunduran diri? Dia berhenti bekerja hanya untuk menghindari gue?" Tanya Nathan.

__ADS_1


" Entahlah Bro, tapi yang gue dengar dia akan meneruskan perusahaannya di negara tetangga Bro." Ujar Dika.


" Apa? Jadi dia benar benar ingin meninggalkan gue?" Gumam Nathan.


" Sabar Bro, Lo harus buktiin sama Valen kalau Lo benar benar menyesali perbuatan Lo, dan buktiin cinta Lo padanya." Ujar Dika.


" Akan gue lakukan secepatnya." Sahut Nathan memutus sambungan teleponnya.


Di dalam cafe Valen sedang makan berdua bersama Arkan, cinta masa kecilnya. Arkan baru kembali dari luar negeri kemarin, tanpa sengaja mereka bertemu di sini.


" Aku tidak menyangka kalau kamu sudah menikah, beruntung sekali lelaki yang bisa mendapatkan cintamu Val." Ujar Arkan.


" Makanya kamu buruan nyusul gih, biar nanti aku dan istrimu bisa punya anak bareng." Sahut Valen.


" Iya ya... anakku cowok, terus anakmu cewek, kita jodohin mereka biar kita jadi besan." Seloroh Arkan.


" Kamu ini ada ada saja, udah nggak zaman jodoh jodohan Ar." Ujar Valen.


" Lagian gimana bisa aku menikah dengan orang lain kalau separuh hatiku sudah pergi bersamamu." Ucap Arkan.


" Kan masih ada setengahnya Ar." Sahut Valen.


" Kamu masih menggemaskan seperti dulu ya." Ujar Arkan.


" Sengaja biar kamu nggak lupain aku, ha ha ha bercanda ya." Ujar Valen.


" Iya deh aku tahu." Ucap Arkan.


" Ya udah aku mau pulang udah sore juga." Ujar Valen.


" Aku antar gimana?" Tawar Arkan.


" Aku bawa mobil kali Ar." Ujar Valen.


" Biar aku ikuti kamu dari belakang." Ucap Arkan.


Arkan mengikuti mobil Valen dari belakang. Setelah setengah jam mereka sampai di kediaman Papa Alex. Valen membelokkan mobilnya ke halaman rumahnya.


" Mau mampir?" Tawar Valen membuka kaca mobilnya


" Lain kali aja, saat ini aku sedang terburu buru." Ucap Arkan.


" OK hati hati." Ujar Valen.


" Sampai jumpa." Ucap Arkan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Valen.


Valen memasukkan mobilnya di garasi samping rumahnya. Ia menatap mobil Nathan yang terparkir di sana. Valen menghela nafasnya dalam dalam.


" Assalamu' alaikum Pa." Ucap Valen memasuki rumahnya.


" Wa'alaikumsallam sayang, kamu darimana saja? Suamimu sudah menunggumu sedari tadi." Ujar Papa Alex.


" Dimana dia Pa?" Tanya Valen.


" Sedang istirahat di kamarmu, baru di periksa Dokter." Jawab Papa Alex.


" Kenapa lagi dia Pa?" Tanya Valen.


" Nggak tahu kenapa tadi tangannya mengeluarkan banyak darah membuat perbannya kotor, tapi sekarang sudah di ganti." Terang Papa Alex.


" Selalu saja membuat masalah." Gumam Valen.


" Jangan seperti itu Len, dia suamimu." Ucap Papa Alex.


" Calon mantan suami Pa." Sahut Valen.


" Dia tidak mau berpisah darimu apapun yang terjadi." Ucap Papa Alex.


" Kalau begitu biar aku saja yang meninggalkan dia." Ujar Valen.

__ADS_1


" Jangan egois Nak, ikutilah kata hatimu jangan turuti egomu atau kau akan menyesalinya." Tutur Papa Alex.


" Terserah Papa saja." Sahut Valen beranjak menuju kamarnya.


Valen masuk ke dalam kamarnya, Ia menatap Nathan yang sedang menatap ke arahnya. Mata mereka bertemu membuat jantung keduanya dag dig dug jeder...


" Kau sudah pulang?" Tanya Nathan menghampiri Valen.


" Tidak perlu bertanya jika kau sudah tahu jawabannya." Sahut Valen.


" Sayang apa yang harus aku lakukan supaya kamu bisa memaafkan dan mau kembali padaku?" Tanya Nathan menggenggam tangan Valen.


" Aku sudah tidak peduli dengan apa yang akan kau lakukan, aku lelah... Aku mau mandi dan istirahat, ku mohon jangan menggangguku." Ujar Valen masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah mandi Valen menuju kamar tamu untuk istirahat. Ia memejamkan matanya hingga malam hari.


Drt... Drt....


Ponsel Valen bergetar membuat tidurnya terganggu. Ia mengerjapkan matanya lalu mengambil ponselnya di atas nakas. Valen menatap jam dinding yang menunjukkan jam sembilan malam. Berapa lama Ia tertidur? Mungkin saking lelahnya karna selama merawat Nathan Ia tidak pernah bisa tidur dengan pulas.


" Halo." Ucap Valen mengangkat panggilannya.


" Valen cepatlah kemari, Abang mau melompat dari atas gedung kantornya." Ucap Gama di sebrang sana.


" Apa? Apa yang kau katakan Gama, jangan bercanda." Pekik Valen. Terdengar suara teriakan orang orang dari ponsel Valen.


Abang turunlah ( suara Cia)


Abang jangan lakukan itu Bang, turunlah Mami tidak mau kehilanganmu sayang ( suara Mami)


Maafkan Abang Mi, Abang harus melakukan hal ini... Abang tidak bisa hidup tanpa Valen Mi... Untuk apa Abang hidup jika Valen tidak mau kembali pada Abang dan memaafkan Abang Mi... Lebih baik Abang mengakhiri hidupku saja... Hidupku sudah tidak berarti Mi tanpa kehadiran Valen di sisiku ( Suara Nathan)


Abang jangan lakukan itu Bang, kau tidak bisa mengakhiri hidupmu dengan cara seperti ini Bang, aku akan membujuk Kak Valen untuk menerima Abang kembali, tapi jangan lakukan ini Bang... Huaaaa.... ( Suara Ria)


" Gama kebodohan apalagi yang akan Abangmu lakukan Gama?" Tanya Valen cemas.


" Aku juga tidak tahu Len, sepertinya Abang frustasi karna kau pergi meninggalkannya." Sahut Gama.


Abang.... Jangan ( Teriak Papi Farhan)


Abang ku mohon jangan lakuin ini ( Suara Ria*)


Abang...... ( Teriak semua orang)


Brakkkk


Brak......


" Gama apa yang terjadi? Bilang pada Abangmu kalau aku akan ke sana." Ujar Valen bersamaan dengan Gama mematikan teleponnya.


" Gama... Gama..." Teriak Valen.


" Ah sial di matiin lagi teleponnya." Umpat Valen.


Hati Valen merasa gelisah tak menentu.


" Suara apa tadi? Apakah Mas Nathan benar benar melompat dari atap gedung? Ah tidak tidak... Ya Tuhan jangan sampai semua itu terjadi kalau sampai hal buruk itu terjadi aku akan menghukum diriku sendiri." Ujar Valen.


Kira kira apa ya yang terjadi di sana?


Tunggu jawabannya di bab berikutnya...


Jangan lupa like dan komentnya.... Kalau berkenan kasih author hadiah ya...


Terima kasih untuk para readers yang sudah mensuport author... Semoga sehat selalu...


Miss U All....


TBC.... ....

__ADS_1


__ADS_2