
Malam ini Sifa sedang membersihkan diri di kamar mandi, Setelah selesai Ia keluar menuju meja rias untuk melakukan ritual sebelum tidur. Ia memoleskan cream malam pada wajahnya. Jordan sudah menunggunya sambil mengamati kegiatan yang sedang Sifa lakukan. Ia duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.
" Nggak usah dandan udah cantik kok Yank." Ucap Jordan.
" Ini perawatan namanya Mas." Sahut Sifa menaruh kembali botol cream ke meja riasnya.
" Sayang....Sini donk." Ucap Jordan menepuk kasur di sisinya.
Sifa menghampiri Jordan, Ia duduk di samping Jordan bersandar pada bahu Jordan.
Jordan beringsut, Ia menatap Sifa dengan tatapan penuh cinta. Ia menangkup wajah Sifa dengan kedua tangannya.
Cup....
Jordan mengecup kening Sifa membuat Sifa memejamkan matanya. Ciuman Jordan turun ke bibir. Ia mencium bibir Sifa dengan lama, Jordan menggigit pelan bibir bawah Sifa membuat Sifa membuka sedikit mulutnya. Jordan menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Sifa. Mereka saling membelitkan lidah, Saling mengekspos inchi satu sama lain. Ciuman yang semula lembut menjadi ciuman yang sedikit menuntut. Ciuman Jordan turun ke leher Sifa, Ia memainkan lidahnya di sana membuat Sifa mendesis merasakan sensasi luar biasa yang di ciptakan suaminya, Jordan menyesap leher Sifa hingga menghasilkan banyak batik merah di sana. Entah batik bermotif apa Jordan sendiri juga tidak tahu
" Massssss." Desis Sifa membuat gair*h Jordan menggelora.
Jordan terus melakukan kegiatannya memainkan lidah pada leher Sifa. Tangan nakalnya mulai traveling ke puncak gunung kembar Sifa, Ia merem*snya dengan lembut, membuat Sifa menggelinjang. Tangan Jordan mulai menyusup ke dalam kaos yang di kenakan Sifa. Tangannya bermain main pada pucuk gunung yang masih ranum. Entah siapa yang memulai membuka pakaian mereka, Kini tubuh keduanya sama sama pol*s. Jordan terus memulai pemanasan untuk permainannya dengan semangat, Ia terus bermain main di area gunung kembar yang semakin terasa memabukkan sensasinya. Di rasa sudah tidak kuat menahan sesak di bawah sana, Akhirnya Jordan mulai memasuki lembah menuju goa ken*kma*t*n.
" Awh...." Lirih Sifa saat merasakan sakit di bawah sana saat Jordan hendak memasuki pintu goa.
" Tahan sayang aku akan melakukannya dengan lembut." Bisik Jordan.
Jordan mengalihkan perhatian Sifa dengan memberikan sensasi pada bibir Sifa, Setelah itu Ia turun ke leher melakukan hal sama dengan yang sebelumnya, Sifa mulai terhanyut dengan permainan yang Jordan lakukan. Tanpa Sifa sadari jika Jordan mulai goyang pinggul mengikuti irama suara erotisnya. Ruangan yang semula senyap kini menjadi ramai karena sahutan des*h*n dari kedua insan yang sedang di mabuk cinta. Hawa dingin dari AC tidak mampu mendinginkan panas pada tubuh mereka. Jordan benar benar memanjakan Sifa malam ini. Kamar ini menjadi saksi bisu keduanya saling mengukir cinta.
Akhirnya malam ini Jordan benar benar melepas sesuatu yang selama ini di tahannya, Malam ini Ia merapel semua hutang nafkah batin Sifa hingga menjelang pagi. Sifa benar benar kewalahan dalam mengimbangi permainan Jordan, Seakan jordan tidak ada puasnya dalam memainkan permainan ini. Setelah keduanya sama sama tidak berdaya akhirnya Jordan menyelesaikan permainannya.
" Makasih sayang sudah menjaganya untukku." Ucap Jordan mencium kening Sifa. Tubuhnya tumbang di samping Sifa. Sifa tidak menyahut, Ia langsung menutup tubuhnya dengan selimut lalu memejamkan matanya. Ia bahkan sudah tidak sanggup berjalan ke kamar mandi sekedar membersihkan diri.
" Yank jangan tidur dulu, Bersihin dulu badannya." Ucap Jordan. Sifa tidak bergeming, Ia sudah masuk ke alam mimpi.
Jordan turun dari ranjang, Ia masuk ke dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya dari keringat akibat olahraga malam yang baru saja Ia lakukan. Senyum mengembang di bibirnya dengan lebar. Setelah selesai mandi, Jordan segera memakai bajunya kembali.
Jordan membawa baskom berisi air hangat, Lengkap dengan waslap di tangannya. Ia menghampiri Sifa yang sedang tidur di atas ranjang. Jordan membuka selimut yang di gunakan Sifa, Lalu mulai mengelap tubuh Sifa. Jordan tersenyum geli kala melihat tubuh Sifa seperti macan tutul akibat ulahnya. Setelah selesai, Dengan telaten Jordan memakaikan baju pada Sifa. Ia segera ikut berbaring di samping Sifa sambil memeluk tubuhnya.
Pagi harinya Sifa mengerjapkan matanya, Ia mengedarkan pandangannya ke penjuru kamar... Terang... Cuaca sudah terang benderang itu artinya ini sudah pagi bahkan hampir menjelang siang. Sifa menatap jam dinding yang menunjukkan pukul delapan pagi.
" Astaga aku kesiangan.." Pekik Sifa.
Sifa menoleh ke sisi lain kasurnya ternyata sudah kosong, Pandangannya menangkap sepiring roti tawar lengkap dengan selai di dalamnya dan segelas susu yang masih hangat sepertinya. Di nampan terdapat memo yang Jordan tuliskan. Sifa mengambil kertas memo tersebut lalu membacanya.
__ADS_1
Pagi sayang... Kalau udah bangun jangan lupa sarapan dulu ya... Mas udah berangkat ke kantor, Makasih atas apa yang kamu berikan semalam... Love U... Mmuahhh 💜💜
Sifa tersenyum sambil memeluk kertas tersebut, Ia segera turun dari ranjang lalu membasuh mukanya di wastafel kamar mandi. Sifa kembali mendekati ranjang lalu mengambil nampan berisi sarapannya di atas nakas. Sifa segera memakan roti tawar dan meminum segelas susunya.
Drt....Drt...
Ponsel Sifa berdering menandakan panggilan masuk, Ia membaca ID panggil yang tak lain adalah suaminya, Ia menggelung rambutnya ke atas lalu segera mengangkat panggilannya.
" Hallo Mas, Assalamu'alaikum." Sapa Sifa.
" Hallo sayang...Wa'alaikumsallam, Apa kamu sudah sarapan?" Tanya Jordan.
" Baru saja selesai, Makasih ya Mas sarapannya dan maaf aku tidak menyiapkan keperluanmu pagi ini, Aku bangun kesiangan." Ucap Sifa.
" Tidak masalah sayang, Kamu kan begitu karena aku... Yank.." Ujar Jordan.
" Iya Mas." Sahut Sifa.
" Jadi pengin ngulang yang semalem." Ucap Jordan.
" Apa sih Mas? Nggak usah di bahas deh." Ujar Sifa.
" Pengin banget tahu Yank.. Kalau aja nggak ada rapat aku pasti pulang Yank nungguin kamu aja di rumah sambil bikin dedek buat Nathan." Cerocos Jordan.
" Ya nggak pa pa Yank mesum sama istri sendiri siapa yang nglarang? Kalau aku mesum sama istri orang itu baru larangan Yank." Ujar Jordan.
" Tahu ah." Sahut Sifa.
" Masih sakit nggak Yank?" Tanya Jordan.
" Udah ah Mas jangan bahas yang gituan." Sahut Sifa.
" VC Yank... Aku mau lihat hasil batikanku di lehermu." Ucap Jordan tanpa malu.
Sifa menyentuh lehernya, Ia berlari kecil menuju meja riasnya, Ia menatap lehernya melalui pantulan cermin.
" Astaga Masssss.... Kenapa banyak banget gini? Mana merah kehitaman lagi." Pekik Sifa.
" Kamu buas banget Mas." Sambung Sifa.
" Baru tahu kalau aku buas? Dulu aja kamu ngejek aku tua, Sekarang udah lihat kan kemampuan orang tua ini? Itu baru yang di leher Yank belum yang di dada." Ujar Jordan vulgar.
__ADS_1
Sifa sedikit menurunkan piyama yang di pakainya di bagian dada, Ternyata benar di sana tidak kalah banyak lebam lebam merahnya.
" Ckk parah kamu Mas..Bener bener orang tua yang lama nahan hasratnya, Makanya sekali dapat kesempatan langsung gas pol." Ujar Sifa.
" Ya harus donk..." Sahut Jordan.
" Aku jadi malu keluar rumah." Ucap Sifa.
" Ya jangan malu lah Yank, PD aja yang lain juga ada kok yang kaya' gitu." Ujar Jordan.
" Mana ada orang sekitar rumah udah pada tua semua, Nggak mungkin mereka masih suka nyetak batik di leher." Cebik Sifa.
" Iya ya Yank.... Maaf deh..." Ucap Jordan.
" Berapa hari semua ini bisa hilang Mas?" Tanya Sifa.
" Tiga hari aja nggak mungkin hilang Yank. Apalagi merah banget gitu." Sahut Jordan.
" Awas kamu ya Mas, Besok besok aku nggak mau lagi." Ujar Sifa.
" Ya jangan lah Yank, Baru ngerasain juga masa' di suruh puasa lagi." Sahut Jordan.
" Bodo' ah.. Aku mau mandi udah dulu ya Mas." Ujar Sifa.
" Baiklah sayang hati hati di rumah, Aku juga mau rapat, Bye..." Ujar Jordan.
" Kamu juga hati hati Mas... Semoga lancar rapatnya... Bye Mas... Assalamu'alaikum." Ucap Sifa.
" Wa'alaikumsallam." Sahut Jordan menutup panggilannya.
Sifa segera ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandi besarnya, Sedangkan Jordan masuk ke dalam ruang rapat.
**TBC.....
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya buat author ya...
Trima kasih atas suport yang readers berikan selama ini...
Jangan lupa dukung juga karya author yang lain ya...
Miss U Alll**....
__ADS_1