
Pagi ini Nesha, Farhan dan Claudia sedang mau sarapan bersama di meja makan. Sesuai ucapan Nesha kalau Nathan tidak ikut makan bersama mereka, Nesha sudah menyuapi Nathan terlebih dahulu sambil bermain. Nesha masih kesal dengan Farhan dan masih mendiamkannya. Ia mau Farhan tegas dan tidak terlalu wellcome dengan Claudia karna Nesha yakin Claudia sedang merencanakan sesuatu.
" Kak Farhan mau makan sama apa biar aku ambilin?" Tanya Claudia yang sudah siap dengan piringnya. Darah Nesha mendidih mendengar ucapan Claudia.
" Biar aku saja, Kamu seorang tamu di sini tidak baik melayani Tuan rumah, Jadi bersikaplah layaknya seorang tamu pada umumnya." Sahut Nesha sambil berdiri siap mengambilkan makanan untuk suaminya.
" Sha..."
" Kenapa? Mau di layani Mbak Claudia atau aku?" Sahut Nesha memotong ucapan Farhan sambil meletakkan kembali piringnya di atas meja.
" Ya jelas kamu lah istriku sayang, Manis banget sih kalau lagi ngambek gini udahan donk ngambeknya ntar lama lama cantiknya ilang lho." Canda Farhan.
" Apa cintamu juga akan ikut hilang jika aku sudah tidak cantik lagi?" Tanya Nesha menatap Farhan.
Sregggg... Farhan menarik Nesha hingga jatuh ke pangkuannya. Mata Nesha membola dengan kelakuan Farhan..Sedang Farhan segera memeluk perut Nesha agar tidak pergi dari pangkuannya. Sedang Nesha mengalungkan tangannya ke leher Farhan karna takut jatuh.
" Masss." Geram Nesha.
" Kenapa hmm?" Tanya Farhan sambil mengendus pipi Nesha. Hal itu membuat Diana merasa geram dan mengepalkan kedua tangannya di bawah meja.
" I Love U forever My Wife tidak peduli kamu masih cantik atau tidak yang jelas aku benar benar mencintaimu, Hanya kamu seorang tidak ada yang lainnya." Ucap Farhan yang masih mengendus pipi Nesha membuat Nesha geli.
" Love U More." Sahut Nesha. Nesha mencium bibir Farhan, Ia sengaja melakukannya untuk memanas manasi dan memberi tahu Claudia kalau Farhan miliknya, Hanya miliknya.
" Aku sudah kenyang." Ucap Claudia sambil berlalu dari sana.
"Aku harus melakukan sesuatu untuk mendapatkanmu Kak." Batin Claudia.
" Mas aku mau turun." Ucap Nesha setelah kepergian Claudia.
" Kenapa? Begini aja nyaman kok, Nyaman banget palah." Sahut Farhan.
Nesha menatap wajah Farhan, Wajah putih mulus hidung mancung dan bibir merah yang seksi. Farhan memajukan wajahnya hidungnya menyentuh hidung Nesha, Farhan beralih mengecup bibir Nesha dengan lembut, Sadar tidak ada penolakan Farhan segera mencecap bibir manis istrinya, Nesha memejamkan mata dan membuka sedikit mulunya, Ia membiarkan lidah Farhan membelit lidahnya. Untuk beberapa saat keduanya menikmati sensasi yang memabukkan ini. Setelah kehabisan nafas Farhan segera melepas pagutannya, Ia mengusap lembut bibir Nesha dengan jempolnya.
" Mas ada yang mengeras di bawah sana." Ucap Nesha polos.
" Hmmm minta di tenangkan." Sahut Farhan.
" Maksudnya?." Tanya Nehsa sambil memicingkan matanya.
" Juniorku tegang Yank setiap berdekatan dengan kamu, Kapan kamu mau memanjakannya?" Tanya Farhan lembut.
" Memanjakannya gimana." Nesha semakin tidak mengerti dengan ucapan Farhan, Lebih tepatnya pura pura tidak mengerti, Walaupun belum pernah melakukannya sama sekali tapi Nesha tetap tahu hal hal tabu seperti itu apalagi di dalam pelajaran Biologi Ia sudah mempelajarinya.
" ML Yank... Kapan kita mau melakukan malam pertama kita yang tertunda Yank?" Tanya Farhan membuat pipi Nesha memerah semerah tomat.
" Tunggu aku siap ya Mas, Aku takut kalau kita melakukannya terus aku hamil gimana?" Nesha menatap Farhan.
" Ya bagus donk Yank kan memang Nathan pengin punya adek gimana sih." Sahut Farhan.
" Apa jangan jangan kamu tidak mau mengandung anakku?" Selidik Farhan.
__ADS_1
" Bukan begitu Mas, Nathan baru berumur tiga tahun selama tiga tahun ini Nathan tidak mendapat kasih sayang seorang ibu... Maaf.." Nesha menangkup wajah Farhan dengan kedua tangannya.
" Lalu?" Tanya Farhan ingin mendengar alasan Nesha.
" Aku memberikannya kasih sayang dan perhatian sebagai ibu, baru beberapa bulan Mas, Kalau aku hamil bagaimana dengan Nathan? Kamu tahukan kalau wanita hamil mengalami morning sicknes? Maka selama itu dengan tidak sengaja aku pasti akan mengabaikan Nathan Mas karna aku pasti hanya akan tiduran di ranjang saja, Belum lagi wanita hamil akan mudah lelah berati kan waktuku akan berkurang bermain dengan Nathan terus kalau misal aku menunda kehamilan dengan kontrasepsi aku takut kandunganku tidak subur, Kamu mengertikan maksud aku Mas?" Jelas Nesha.
" Hmmm Baiklah sesuai keingananmu aku akan menahannya, Makasih sayang kamu lebih mementingkan Nathan dari pada egomu sendiri, Aku tidak salah memilihmu menjadi Maminya Nathan." Ujar Farhan, Ia menciumi pipi Nesha berkali kali. Farhan begitu bahagia memiliki istri sebaik Nesha. Tanpa mereka sadari Claudia melihat semuanya, Ia semakin berambisi untuk mendapatkan Farhan.
" Mami... Mami..." Teriak Nathan sambil berlari mencari Nesha.
" Mas.. Nathan." Nesha segera turun dari pangkuan Farhan.
" Mami di cini.. kok Papi belum belangkat." Tanya Nathan.
" Eh...iya sayang Papi sedang mau sarapan." Ucap Nesha. Nesha mengambilkan makanan untu Farhan dan menyajikannya di depan meja Farhan.
" Ini Mas silahkan di makan." Ucap Nesha.
" Makasih sayang." Sahut Farhan. Ia segera memakan makanannya karna memang sudah telat ke kantor.
" Mami makan bentar ya sayang nanti kita main lagi." Ujar Nesha mengambil makanannya.
" Lanjut gambal cepelti kemalen ya Mi." Sahut Nathan.
" Ok." Timpal Nesha.
" Emang anak Papi dah pinter menggambar." Tanya Farhan.
" Kapan mau sekolahnya? Umurnya aja baru tiga tahun." Ucap Farhan.
" Paud Pi." Jawab Nathan.
" Oh OK besok sekolah sama Mami ya." Ujar Farhan.
" Ote Pi." Sahut Nathan.
Selesai sarapan Farhan pamit untuk berangkat ke kantor Nesha mengantarnya sampai ke teras.
" Aku berangkat dulu Yank." Farhan mencium kening Nesha, Lalu Nesha menyalami Farhan dengan takzim.
" Assalamu'alaikum." Ucap Farhan.
" Wa'alaikumsallam Mas hati hati." Sahut Nesha.
Siang harinya Claudia pergi berbelanja ke Mall di pusat kota. Ia berbelanja kebutuhan pribadinya. Sedangkan Nesha saat ini sedang menenangkan Nathan yang rewel meminta robot yang baru,Karna robot yang lama sudah rusak. Entah mengapa kali ini Nathan tidak mau menuruti ucapan Nesha.
" Potoknya Athan mau beli cekalang Mi." Rengek Nathan.
" Sayang Mami lagi pusing besok aja ya." Bujuk Nesha.
" Ndak mau." Pekik Nathan sambil cemberut membuat hati Nesha tidak tega.
__ADS_1
" Baiklah Mami telepon Papi ya untuk membelikan robotnya." Ucap Nesha yang di balas anggukan kepala oleh Nathan.
Nesha segera menelepon Farhan untuk meminta bantuannya. Telepon sudah berdering tinggal menunggu Farhan mengangkatnya.
" Halo Assalamu'alaikum sayang." Sapa Farhan setelah mengangkat panggilannya.
" Wa'alaikum salam Mas, Mas aku mau minta tolong bisa gak?" Tanya Nesha.
" Minta tolong apa sayang?" Farhan balik bertanya.
" Tolong belikan robot yang sama kaya' di rumah, Nathan rewel minta di belikan yang baru, Yang di rumah rusak Mas, Aku mau beli tapi lagi pusing Mas." Jelas Nesha
" Maaf Yank untuk saat ini Mas gak bisa, Mas ada meeting penting sebentar lagi kalau ntar sore gimana." Ujar Nesha.
" Yah keburu Nathan nangis Mas, Ya udahlah nanti aku coba bujuk siapa tahu dia mau." Ucap Nesha.
" Baiklah Maaf ya." Sesal Farhan.
Nesha menutup teleponnya, Ia segera bersiap dan memesan taksi untuk mengantar mereka.
Sedangkan di Mall Claudia sudah beres belanjanya, Ia membawa barang belanjaannya menuju kasir, Saat Ia akan membayarnya tiba tiba terbesit ide di dalam pikirannya. Ia segera mundur dan duduk di kursi tunggu. Claudia segera menghubungi seseorang. Tak lama panggilanpun terjawab.
" Halo Clau ada apa?" Tanya Farhan.
" Kak tolong aku, Aku sedang belanja di Mall xx tapi aku lupa kalau aku tidak punya uang cepat kemari donk Kak, Aku gak mau di tuduh sebagai penipu apalagi pencuri." Ucap Claudia.
" Tapi aku.."
" Maaf Pak menganggu, Tuan Anggara membatalkan meetingnya hari ini, Beliau akan menjadwalkannya lagi lain hari." Ucap Rossa tiba tiba. Farhan menganggukkan kepalanya.
" Gimana Kak bisa kan aku tunggu." Tanya Claudia dari sebrang sana.
" Baiklah tunggu aku di sana." Jawab Farhan.
" Makasih Kak." Sahut Claudia dengan senyum smirknya.
Tak berapa lama Farhan tiba di dalam Mall dan menuju ke tempat dimana Claudia menunggu. Setelah itu Farhan segera membayar barang belanjaan Claudia.
" Ayo pulang." Ucap Farhan. Ya akhirnya Farhan memutuskan pulang dan akan mengantar Nesha membeli robot untuk Nathan sekalian mengajaknya jalan jalan, Farhan tidak mendengar tadi saat Nesha mengatakan kalau dirinya pusing.
" Kak bawain dong." Claudia menyodorkan beberapa paper bag di tangannya, Farhan langsung mengambil alih paper bag itu.
Mereka berjalan berdampingan, Saat mereka keluar dari Stand tiba tiba...
" Papi.." Teriak Nathan. Nesha menatap ke arah Farhan yang sedang menenteng paper bag dengan Claudia di sampingnya.
Deg.....
**TBC....
Hai maaf para readers jika ceritanya masih begini begini saja, Kadang marahan kadang baikan karna memang alurnya seperti itu ya.. Di konflik di bab selanjutnya ya.... Miss U All
__ADS_1
Terima Kasih atas dukungannya**.