
" Aku sudah menjawab pertanyaanmu, sekarang gantian aku yang bertanya padamu, bagaimana perasaanmu padaku saat ini?" Tanya Nathan.
Belum sempat Valen menjawab, seorang waitres datang membawa pesanan mereka.
" Silahkan Mbak, Mas, Maaf sedikit lama." Ucap sang waitres sambil meletakkan pesanan mereka di meja.
" Makasih Mbak." Ucap Valen.
" Sama sama Mbak." Sahut Waitres meninggalkan meja keduanya.
" Sebelum aku menjawab pertanyaanmu alangkah lebih baik kalau aku mengisi perutku dulu, aku tidak mau karna lapar aku memberikan jawaban asal kepadamu yang bisa salah kamu mengerti." Ujar Valen.
" Silahkan." Sahut Nathan terkekeh.
Valen dan Nathan makan dengan khidmat. Setelah selesai mereka melanjutkan obrolan mereka.
" Lalu bagaimana jawabanmu?" Tanya Nathan menatap Valen yang sedang menyedot jusnya.
Valen meletakkan gelasnya di atas meja. Ia menatap ke arah Nathan mencoba menyelami perasaannya sendiri.
" Melihat senyummu hatiku merasa damai, Melihat wajah tampanmu hatiku merasa tenang, Melihat tatapan matamu hatiku merasa deg deggan." Ujar Valen membuat Nathan terkekeh karna Valen seperti sedang membaca puisi.
" Kenapa? Aku jujur lhoh bukan sedang baca puisi." Ucap Valen.
" Ya ya... Aku percaya, sekarang teruskanlah!" Titah Nathan.
" Berada di dekatmu aku merasa nyaman, dan jujur aku merasa tidak ingin kehilanganmu, tapi aku tidak mau terburu buru menilai perasaanku sendiri, aku tidak mau hatiku terluka lagi hanya karna aku salah mengartikan perasaanku seperti sebelumnya." Ucap Valen menghela nafasnya.
" Tidak masalah sayang aku bisa mengerti, yang jelas aku sudah tahu isi hatimu, aku akan selalu berusaha untuk menjadi pasangan yang terbaik untukmu, aku juga akan selalu menunggu ungkapan cinta darimu, terima kasih kamu mau jujur padaku, aku sangat menghargai itu." Ujar Nathan.
" Sekarang ayo kita kembali ke kantor." Ajak Valen.
" Ayo." Sahut Nathan.
Di saat Nathan beranjak ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Ia menatap ID penelepon.
" Mami." Gumam Nathan.
" Sebentar aku angkat telepon dulu dari Mami." Ucap Nathan.
" Hmm." Gumam Valen.
" Halo Mi." Sapa Nathan setelah mengangkat panggilan teleponnya.
" Abang dimana?" Tanya Mama Nesha di sebrang sana.
" Abang di resto tapi udah mau kembali ke kantor Mi, kenapa?" Tanya Nathan.
" Mami ingin Abang membawa Valen ke rumah siang ini, bisa nggak?" Ujar Mami Nesha.
" Bisa Mi, kebetulan Abang sekarang lagi sama Valen." Sahut Nathan melirik Valen. Valen menatap Nathan seolah bertanya ada apa, Nathan hanya mengedipkan mata saja.
" Cepetan ya Mami tunggu di rumah." Ujar Mami Nesha.
" Iya Mi, Abang langsung ke rumah sekarang." Sahut Nathan.
" Ok sayang hati hati di jalan ya." Ujar Mami Nesha menutup teleponnya.
" Ada apa?" Tanya Valen.
" Mami menyuruh aku mengajak kamu ke rumah, kamu mau kan?" Tanya Nathan.
" Kamu sudah bilang iya sama Mami, apa kamu tadi bertanya dulu sama aku?" Tanya Valen.
" Ah iya maaf aku lupa sayang, tapi kamu mau kan." Ujar Nathan.
__ADS_1
" Iya deh, kamunya juga udah terlanjur janji mau gimana lagi." Sahut Valen.
Nathan dan Valen berjalan keluar menuju mobil. Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya. Sekitar setengah jam mobil Nathan memasuki halaman rumahnya. Ia menggandeng Valen berjalan menuju pintu rumahnya.
" Assalamu'alaikum." Ucap Nathan.
" Wa'alaikumsallam sayang, sini masuk." Sahut Mami Nesha.
" Siang Mi." Sapa Valen mencium punggung tangan Mami Nesha.
" Siang sayang, gimana fitting bajunya?" Tanya Mami Nesha menggandeng Valen menuju ruang tamu.
" Alhamdulillah lancar Mi." Sahut Valen.
Ketiganya duduk di sofa ruang tamu. Mami Nesha dan Valen duduk bersebelahan sedangkan Nathan duduk di sofa sebrang.
" Begini sayang, undangan sudah Mami sebar dan pihak WO juga sudah mensurvei tempatnya, jadi semua sudah siap tinggal menunggu hari H saja." Ujar Mami Nesha.
" Makasih Mi karna sudah membantu kami dan maaf kami merepotkan Mami." Ucap Valen.
" Tidak masalah sayang, ini tugas orang tua bukan." Sahut Mami Nesha.
" Iya Mi." Sahut Valen.
" Bang." Panggil Gama menghampiri mereka.
" Ya, ada apa Dek?" Tanya Nathan.
" Aku mau ngajak double date nanti malam, mau ya?" Tanya Gama.
Nathan menatap ke arah Valen begitupun sebaliknya.
" Kita kan akan menjadi keluarga Bang, yah biar lebih deket gitu." Sambung Gama.
" Sayang???" Ucap Gama.
" Kenapa? Valen kan tunangan Abang." Ujar Nathan.
" Ah tidak apa, aku nggak nyangka aja Abang gercep juga orangnya." Ujar Gama.
" Gimana sayang?" Tanya Nathan.
" Ok aku setuju, aku juga mau kenal sama tunangan Gama." Sahut Valen.
" Baiklah jam tujuh malam di cafe KA." Ucap Gama.
" OK kita langsung ketemu di sana." Sahut Gama.
Valen dan Mami Nesha mengobrol sambil sesekali tertawa. Entah apa yang mereka obrolkan tapi keduanya tampak asyik. Nathan merasa sangat bahagia melihat kedua wanita yang Ia cintai terlihat akur.
...****************...
Malam harinya Nathan menjemput Valen di rumahnya. Keduanya menuju cafe KA untuk memenuhi undangan Gama. Sesampainya di sana Gama dan Kavia sudah datang terlebih dahulu. Gama memesan ruangan Vip untuk double date mereka.
" Maaf lama menunggu." Ucap Valen duduk di kursi yang sudah di tarik oleh Nathan.
" Tidak masalah kami juga baru datang." Sahut Gama.
Kavia menatap Nathan tanpa berkedip dan semua itu di sadari oleh Valen.
" Oh ya Len, kenalin ini Kavia." Ucap Gama memperkenalkan tunangannya.
" Hai, kenalin aku Valen calon istri Mas Nathan." Ucap Valen mengulurkan tangannya ke arah Kavia.
" Kavia." Sahut Kavia.
__ADS_1
" Emmm sayang, kamu mau pesan apa?" Tanya Nathan kepada Valen. Kavia menatap tidak suka ke arah mereka.
" Aku mau dessert sama jus strowberry aja Mas." Sahut Valen.
" Ok, Mas juga sama aja kaya' kamu." Ujar Nathan.
" Kamu mau pesan apa Dek?" Tanya Nathan kepada Gama.
" Aku aja yang kesana pesan sendiri Bang." Ucap Gama beranjak menuju kasir.
Kini tinggal mereka bertiga.
" Aku nggak nyangka kamu langsung dapat pelarian." Ucap Kavia menatap sinis Valen.
" What? Apa kau bilang? Pelarian?" Tanya Valen.
" Ya hanya pelarian saja." Ucap Kavia.
" Perlu kamu tahu Nona Kavia, aku akan memperkenalkan diri secara lengkap di sini." Ujar Valen tenang.
" Simak baik baik tanpa ada yang terlewat, aku Valentina Ardiansyah, ya aku menyandang nama Ardiansyah di belakangku sejak kecil, aku gadis yang di jodohkan dengan Vernathan, dan yang paling penting calon suamiku ini selalu menjaga cintanya untukku, sejak kecil sampai sekarang." Ucap Valen. Nathan begitu terpesona melihat sikap Valen yang begitu tenang.
" Cinta Mas Nathan untukku utuh sepenuh hatinya tanpa terbagi sekecil apapun walaupun kau menggodanya sekalipun." Tekan Valen.
" Bukankah begitu Mas?" Tanya Valen menatap Nathan.
" Tentu sayang, maafkan aku Kavia karna aku tidak pernah mengatakannya padamu, aku tidak tahu jika perhatianku selama ini kamu salah artikan, sekali lagi maafkan aku berdamailah dengan keadaan, belajarlah mencintai Gama karna dia pria yang baik, bahkan jauh lebih baik dariku." Ujar Nathan.
Kavia mati kutu, Ia mengepalkan erat tangannya di bawah meja.
" Hei kenapa tegang sekali? Apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Gama membawa sendiri pesanannya.
" Tidak kami hanya perkenalan saja, bukankah ini yang kamu inginkan? Mencoba untuk lebih dekat satu sama lain." Sahut Valen.
" Ah iya kau benar, ini pesanan kalian dan ini milikmu Kavia." Ucap Gama meletakkan pesanan di depan meja masing masing.
Mereka mulai memakan makanannya. Valen menyedot jusnya entah kenapa tiba tiba Ia tersedak.
Uhuk.... Uhuk....
Gama langsung beranjak mengelus punggung Valen dengan satu tangannya, sedangkan satu tangan yang lainnya menyodorkan minumannya ke bibir Valen. Tanpa berpikir apapun Valen segera meminum dari gelas Gama membuat dua pasang mata menatap heran ke arah mereka.
" Hah.... Makasih." Ucap Valen.
" Sama sama, lain kali hati hati jangan membuatku khawatir." Ucap Gama tiba tiba.
Valen menatap Gama lalu Ia menoleh ke samping menatap mata Nathan yang sedang menatapnya juga. Valen bisa menangkap kekecewaan di mata Nathan.
" Maafkan aku Mas, bukan maksudku membuatmu terluka." Ucap Valen merasa bersalah.
" Tidak pa pa sayang, yang penting kamu sudah baikan sekarang, maaf aku kurang cepat menolongmu." Sahut Nathan mengelus pucuk kepala Valen.
" Aku maafkan." Sahut Valen.
Kavia menatap ketiga orang di depannya. Ia bisa menyimpulkan apa yang sedang terjadi dengan mereka bertiga. Kavia menyembunyikan senyumnya, terbesit satu rencana di dalam benaknya untuk mendapatkan Nathan kembali.
Hayooo kira kira rencana apa nih yang akan di lakukan oleh Kavia?
Tekan like dulu dan tunggu jawabannya di bab berikutnya ya....
TBC......
*Author ucapankan terima kasih untuk readers yang sudah mendukung author...
Miss U All*....
__ADS_1